Welcome Bonus $100 tanpa Deposit dari ForexChief

MTI Forums Lain-Lain Iklan Welcome Bonus $100 tanpa Deposit dari ForexChief

This topic contains 1,244 replies, has 5 voices, and was last updated by  jakaduriat 1 hour, 2 minutes ago.

Viewing 15 posts - 1,216 through 1,230 (of 1,245 total)
  • Author
    Posts
  • #7387

    jakaduriat
    Participant

                                                                                                      Tipe Berita Forex

    Tidak semua berita dapat dianggap sebagai berita forex. Terdapat beberapa tipe kelompok berita yang dapat digunakan untuk analisa fundamental. Trader perlu memahami beberapa tipe berita ini agar mengetahui berita forex harian yang harus disimak setiap hari. Bisanya tipe berita yang perlu diperhatikan adalah berita yang memiliki korelasi dengan nilai mata uang suatu negara. Berita ini yang kemudian akan menunjukkan kondisi perekonomian suatu negara.

    Berikut tipe-tipe berita forex yang perlu diperhatikan oleh trader.

    Tipe ISM-MI

    Institute of Supply Management-Manufacturing Index merupakan survei yang melibatkan beberapa industri manufaktur dan purchasing manager. Survei ini biasanya berada disekitar wilayah Amerika Serikat. Informasinya akan dirilis pada setiap bulan pada hari pertama jam kerja. Informasi ini digunakan untuk mengetahui index manufaktur. Jika survei yang dilakukan menunjukkan nilai ISM-MI naik, maka mata uang negara yang bersangkutan juga naik.

    Tipe Trade Balance

    Trade Balance merupakan selisih antara nilai ekspor dan nilai impor suatu negara. Jika nilai trade balance positif, maka dapat dipastikan jika jumlah ekspor lebih tinggi dari nilai impor, begitu pula sebaliknya. Nilai trader positif ini juga menunjukkan nilai trade balance yang positif dari suatu negara, sehingga mata uangnya diindikasi semakin kuat.

    Tipe CCI

    Consumer Confidence Index biasanya dirilis pada akhir bulan. CCI merupakan indikator akan terfokus untuk menunjukkan timgkat kepercayaan konsumen dengan pasangannya terhadap keadaan ekonomi di masa depan. Jika nilai CCI tinggi maka saat itu kepercaayaan terhadap keadaan ekonomi mendatang yang akan berkembang juga tinggi, sehingga nilai suatu mata uang juga semakin tinggi.

    Tipe GDP

    Gross Domestic Product akan menunjukkan nilai produksi suatu negara. Jika berita forex tentang GDP ini dirilis dengan nilai yang meningkat maka mata uang negara tersebut juga otomatis akan menguat.

    Tipe PPI

    Producer Proce Index digunakan untuk menandai tingkat inflasi dari negara produsen yang dikeluarkan setiap bulannya. Jika dirilis dan menunjukkan nilai yang terus meningkat, maka dapat disimpulkan bahwa mata uang negara tersebut juga mengalami penguatan.

    Tipe AEI

    Berita Averange Earning Index merupakan berita inflasi yang akan menyajikan informasi tentang pendapatan para pekerja. Cara menggunakannya, jika nilai AEI meningkat maka bisa dipastikan bahwa nilai mata uangnya juga meningkat.

    Tipe PMI Chicago

    Tipe Pusrchasing Manager’s Index akan menunjukkan tingkat pengeluaran purchasing yang didominasi oleh industri manufaktir yang ada di kota Chicago. Nilai PMI Chicago memiliki dampak yang sangat besar terhadap nilai USD. USD sendiri merupakan salah satu mata uang yang likuiditasnya tinggi di pasar forex, sehingga ketika PMI Chicago meningkat maka USD juga akan mengalami peningkatan.

    Tipe Money Supply

    Nilai suplay uang ini akan menunjukkan jumlah pinjaman bank kepada masyarakat, jumlah uang yang beredar dan jumlah hutang yang belum terbayar oleh pemerintah. Nilau suplay mata uang ini nantinya akan memberikan peningkatan nilai suatu mata uang.

    Tipe IRS

    Interest Rate Statement adalah berita forex yang akan dikelurkan oleh bank sentral negara secara rutin. IRS ini merupakan kebijakan suku bunga yang akan digunakan sebagai pedoman dari bank-bank lainnya. Kebijakan yang dikeluarkan seputar besarnya suku bunga tabungan, suku bunga kredit, suku bunga deposit dan lainnya. Berita-berita ini nantinya akan memberikan dampak pada nilai mata uang suatu negara.

    Tipe CPI

    CPI merupakan tipe berita yang berlawanan dengan PPI. PPI akan memberitakan tentang nilai inflasi negara produsen, sedangkan CPI akan memberitakan nilai inflasi dari negara konsumen. Nilai tinggi yang dikelurkan CPI akan menunjukkan jika kepercayaan konsumen juga tinggi.

    Tipe NFP

    Non Farm Payroll akan menunjukkan nilai yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk pembayaran gaji selain bidang pertanian. Ketika nilai yang dikeluarkan oleh NFP tinggi maka nilai mata uang negara tersebut otomatis akan mengalami kenaikan yang cukup drastis juga.

    Tipe Retail Sales

    Retail sales merupakan berita forex yang digunakan untuk mengetahui total penjual barang. Jika nilai yang dikeluarkan pada pertengahan bulan menunjukkan nilai yang meningkat, maka nilai mata uangnya juga akan meningkat.

    Berita merupakan alat analisa fundamnetal yang perlu diperhatikan. Kendati demikian, ketika berita ini dirilis, trader tidak perlu seketika langsung melakukan open posisi. Perhatikan sesaat apakah berita yang keluar tersebut menimbulkan akibat pada pasar. Jika akibatnya sudah terlihat, maka trader sudah dapat melakukan pergerakan. Berbeda dengan analisa teknikal, analisa fundamental dengan berita ini membutuhkan kecermatan agar analisa yang dilakukan tepat. Kecermatan ini dapat dilakukan dengan melakukan latihan dengan akun demo. Idealnya analisa fundamental digunakan untuk memprediksi keadaan pasar di masa mendatang. Akan lebih baik jika trader mengaplikasikannya dipadukan dengan analisa teknikal sehingga lebih akurat

    .

    Facebook ForexChief Indonesia
    Twitter ForexChief Indonesia

    #7388

    rahmatrabani
    Participant

    Trading Bukan Jalan Singkat Jadi Kaya

    Biasanya para (calon) trader yang ingin cepat kaya itu terjun ke dunia trading ini dengan semangat menggebu-gebu, invest dengan nominal yang relatif besar, dengan harapan bakalan memperoleh keuntungan yang jauh lebih besar dalam waktu singkat. Tipe (calon) trader semacam inilah yang akhirnya nanti justru mempunyai pandangan negatif tentang trading forex. Setelah mengalami Margin Call (MC), barulah mereka sadar bahwa ternyata trading itu tidak semudah yang dibayangkan.

    Nah, kalau anda sekarang memang baru dalam tahapan tertarik untuk belajar trading forex dengan motivasi ingin cepat kaya, wah, saya sarankan untuk stop dulu deh. Coba review dulu sebelum invest atau deposit.

    Saya tegaskan bahwa trading ini bukanlah jalan cepat dan mudah untuk menjadi kaya. Kalaupun Anda mendengar cerita dari trader-trader yang sudah berhasil memperoleh keuntungan yang stabil dan lumayan besar dari trading, jangan cepat-cepat tergiur deh. Coba tanyakan dulu, sudah berapa lama mereka belajar? Tanyakan juga berapa waktu, tenaga dan biaya yang sudah mereka habiskan dalam prosesnya? Pertimbangkanlah hal-hal tersebut. Apakah Anda mau, mampu, dan bersedia, untuk terus belajar dan berusaha sekeras mereka?

    Ngomong-ngomong, saya jadi ingat salah seorang teman trader suka menguji (calon) trader yang ingin belajar trading. Pertanyaan standarnya adalah, “Sudah siap babak belur belum? kalau memang udah siap babak belur dan benjut-benjut, ayo kita bareng-bareng belajar”.

    Nah lho, biasanya sih banyak yang sudah mundur duluan tuh, dengan pertanyaan seperti itu. Lah iya, mana ada sih orang yang mau belajar sesuatu yang baru dengan motivasi pengen babak belur!? Tapi realitanya, di dunia trading, tidak ada ramuan instan untuk jadi kaya; semuanya tetap membutuhkan usaha.

    #7392

    jakaduriat
    Participant

                                                                                             Cara Exit Yang Obyektif

    Cara exit yang pasti benar tidak ada, seperti juga cara entri yang pasti. Jawaban yang logis adalah Anda harus obyektif. Artinya Anda menyesuaikan dengan kondisi pasar dan tidak emosional.

    Menentukan kapan harus exit adalah hal yang cukup krusial dalam trading. Anda entri dan harga telah bergerak sesuai prediksi, Anda telah memperoleh profit. Kemudian harga bergerak berbalik arah, dan Anda panik. Mungkin Anda pernah mengalami kejadian seperti itu, atau ketika Anda telah mendapatkan profit dan Anda memutuskan untuk exit, tetapi ternyata pergerakan harga terus melaju sementara Anda telah meninggalkan arena.

    Cara Exit Yang
    Seperti halnya dalam permainan catur, Anda mesti bisa mengantisipasi keadaan agar tidak salah dalam melangkah. Kejadian seperti itu sangat sering dialami trader forex, baik yang trading dengan cara mechanical ataupun yang discretionary. Lalu apakah hal tersebut merupakan bagian dari trading atau ada cara tertentu agar kita bisa exit dengan benar? Cara exit yang pasti benar tidak ada, seperti juga cara entri yang pasti. Jawaban yang logis adalah Anda harus obyektif. Artinya Anda menyesuaikan dengan kondisi pasar dan tidak emosional. Gunakan cara analisa sesederhana mungkin dan tidak kompleks.

    Banyak trader yang mengalami kesulitan dalam menentukan waktu yang tepat untuk exit. Ada yang menganggap sepele dan asal exit (yang penting profit), tetapi ada juga yang melakukan analisa berlebihan hingga sering ragu-ragu ketika hendak keluar dari pasar. Trader yang berpengalaman berpendapat bahwa cara exit bisa membedakan antara seorang pemenang dan pecundang, lebih signifikan dari cara entri. Ada analis yang akurasi prediksinya 80% selalu benar, tetapi ketika ia benar-benar trading tidak bisa menghasilkan profit yang konsisten karena cara exit-nya yang sering kali amburadul.

    Mengubah pandangan dan pemahaman exit dalam trading
    Mungkin Anda berpikir bahwa exit bisa dilakukan kapan saja, yang penting stop loss tidak kena. Dalam hal ini mungkin Anda bisa profit tetapi telah mengabaikan money management, atau memang Anda tidak menggunakannya. Jika Anda bertahan dengan cara trading seperti ini maka sulit menghasilkan profit yang konsisten dalam jangka panjang, karena dari awal Anda tidak merencanakan perbandingan antara resiko dan perolehan (reward) yang ingin Anda capai.

    Anda tidak tahu pasti berapa persen account Anda akan berkurang jika Anda rugi dan berapa persen akan bertambah jika profit. Jadi Anda trading secara acak, kadang bisa profit dan kadang bisa loss dengan tanpa ukuran yang pasti. Gaya trading semacam ini biasanya tidak bertahan lama karena profit yang diperoleh cenderung lebih sedikit dari kerugian yang dialami. Anda lebih fokus untuk menghindari resiko daripada memperoleh profit.

    Exit memang bagian yang tidak terpisahkan dalam proses trading, dan ditentukan bersamaan dengan saat entri. Anda seharusnya tidak exit sebelum level target Anda tercapai. Jika target profit belum tercapai berarti permainan belum selesai. Untuk memperoleh profit yang konsisten Anda mesti menentukan target profit yang pasti, dan agar diperoleh hasil yang efektif, Anda bisa menerapkan risk or reward ratio lebih besar dari 1:1, bisa 1:1.5 atau 1:2.

    Sebelum menentukan risk or reward, Anda mesti obyektif melihat kondisi pasar dan trend pergerakan harga. Gunakan cara analisa sesuai metode dan strategi trading Anda. Mungkin Anda menggunakan indikator teknikal atau hanya mengacu pada price action untuk memprediksi trend guna menentukan level stop loss dan level exit. Jika ternyata kemungkinan risk or reward ratio terbaik hanya 1:1, maka sebaiknya tidak entri pada pasangan mata uang tersebut. Pilih pasangan lain atau tunggu hingga kondisi pasar benar-benar memungkinkan. Cara exit yang obyektif berarti logis, sesuai dengan kondisi pasar dan tidak emosional. Sebagai contoh untuk menentukan cara exit yang sederhana dan logis Anda

    SUMBER :www.seputarforex.com

    .

    Facebook ForexChief Indonesia
    Twitter ForexChief Indonesia

    #7396

    jakaduriat
    Participant

                                                               Deposit dan Withdraw melalui Bank lokal

    Kini anda dapat melakukan Deposit dan Withdraw melalui Bank lokal : BCA, MANDIRI, BRI, BNI

    Klien yang terhormat!

    Untuk mempermudah klien kami yang berada di Indonesia, dengan gembira kami mengabarkan kepada semua klien ForexChief, bahwa saat ini kami menyediakan Deposit dan Withdraw melalui Bank Lokal Indonesia.

    Bank yang bisa anda gunakan untuk melakukan Deposit dan Withdraw adalah Bank BCA, Bank MANDIRI, Bank BRI dan Bank BNI.

    Hormat kami,
    ForexChief

    Facebook ForexChief Indonesia Twitter ForexChief Indonesia

    #7408

    rahmatrabani
    Participant

    Kisah Horor Forex Si Tukang Pamer

    Trader satu ini pernah terkenal di forum-forum trading. Ia menjadi panutan karena “terlihat” jago trading, padahal sesungguhnya ia hanya pintar berlagak seperti seorang pro dan melontarkan jargon-jargon sulit. Si Tukang Pamer mudah besar kepala dan suka ‘didewakan’. Ia berhasil meraih pengikut karena rutin memenuhi forum-forum dengan berbagai teorinya yang terlihat ‘wow’.

    Banyak dipuji dan diagung-agungkan fans-nya, trader ini kemudian terinspirasi untuk menjadi provider sinyal yang akunnya ia manajeri sendiri. Tak tanggung-tanggung, ia mempromosikan diri sebagai penyedia sinyal terbaik. Tak lama kemudian, banyak Follower yang mengetahui sejarahnya berbaris untuk menyalin sinyalnya.

    Di awal, performa trading Tukang Pamer menunjukkan perkembangan yang meyakinkan. Setelah menumbuhkan 18% keuntungan dalam waktu sebulan, semakin banyak saja Follower yang mendaftar padanya. Kisah horor forex dari trader ini dimulai ketika di bulan berikutnya, performanya terus mendatar. Follower mulai curiga, dan ia pun akhirnya tahu bagaimana rasanya berada di bawah tekanan.

    Bukannya mulai bersikap hati-hati, Tukang Pamer bersikeras mempertahankan strateginya karena tak ingin pamornya turun. Sekedar informasi, ia adalah scalper yang gemar membuka banyak posisi trading dengan target kecil. Ketika banyak di antara posisi tersebut berakhir loss, maka Si Tukang Pamer pun kewalahan menutupi beban spread yang terus membengkak.

    Waktu terus berjalan, tapi keadaan tak juga membaik. Ia kini mulai panik, dan malah berusaha memperbaiki tradingnya dengan memperbanyak posisi. Di suatu waktu, ia bahkan membuka 30 order sekaligus! Jelas sekali bahwa di poin ini, ia telah terjerat overtrading. Kegagalan Si Tukang Pamer hanya menunggu waktu karena ia trading dengan frekuensi tinggi, tapi money management-nya buruk. Bayangkan saja, untuk target sebesar 3-5 pips ia merisikokan 20-50 pips.

    Satu per satu akun live Follower-nya pun tumbang, tapi tidak demikian halnya dengan akun Si Tukang Pamer. Tahu kenapa? Usut punya usut, ternyata selama ini ia hanya menggunakan akun demo.

    Bisa Anda bayangkan sendiri betapa geramnya para Follower yang terlanjur mendaftar untuk menyalin sinyalnya. Namun jika dipikir-pikir lagi, mungkin inilah harga yang harus mereka bayar karena tak mampu mendeteksi bualan-bualan Si Tukang Pamer sejak dini.

    Lalu bagaimana dengan keadaan trader yang mengaku-ngaku sebagai provider sinyal terbaik itu? Meskipun tak menderita kerugian besar, ia tetap kecipratan dampaknya. Tukang Pamer kini tak lagi disanjung di forum-forum. Ia bahkan didepak dari komunitasnya karena dianggap sebagai tong kosong nyaring bunyinya. Bukannya menjadi Zero to Hero, ia justru berakhir sebagai Hero to Zero.

    #7410

    jakaduriat
    Participant

    6 Kesalahan dlam trading

    Apabila anda melakukan kesalahan-kesalahan berikut, bisa dipastikan anda gagal sebagai trader.

    Kali ini saya ingin membicarakan 6 kesalahan yang bisa dikatakan fatal dalam ber-trading, karena apabila anda melakukan kesalahan-kesalahan berikut, bisa dipastikan anda gagal sebagai trader. Nah, mari kita simak apa saja 6 kesalahan fatal tersebut:

    1. Tidak Memiliki Trading System
    Tidak memiliki trading system adalah kesalahan fatal yang pertama. Apabila anda tidak memiliki trading system, berarti anda akan cenderung trading berdasarkan pendekatan yang boleh dikatakan berantakan plus acak-acakan. Bagaimana bisa anda mengharapkan kesuksesan dari metode yang acak-acakan?

    Sebaliknya, memiliki trading system berarti anda memiliki pedoman dan tujuan serta cara pencapaian tujuan yang jelas dalam ber-trading. Memiliki trading system meningkatkan kemungkinan untuk sukses, karena anda mempunyai pedoman untuk masuk, keluar market ataupun standing aside. Dengan kata lain, anda berada dalam jalur yang pasti untuk mencapai tujuan anda. (Baca juga: Belajar Forex Dengan Membuat Sistem Trading Handal)


    2. Tidak Disiplin

    Kalaupun anda menyatakan memiliki trading system, tapi kalau anda sendiri tidak disiplin dalam mengikuti sistem yang anda tetapkan tersebut, berarti anda melakukan kesalahan fatal yang kedua. Banyak teman trader yang menyatakan memiliki trading system, tapi dalam prakteknya, mereka tetap saja sering trading dengan impulsive tanpa menghiraukan sistem yang sudah ditentukannya sendiri. Lah, jadinya trading system tersebut fungsinya hanya buat semacam pajangan aja deh.

    3. Tidak Belajar
    Mengaku trader tapi tidak pernah mencoba untuk selalu meng-update kemampuan teknis, tidak pernah mengikuti perkembangan berita sehubungan dengan forex, tidak pernah membaca buku tentang forex, tidak mengikuti seminar forex, dan tidak bergabung dalam komunitas trader forex.

    Yah, ada banyak cara sih untuk selalu “belajar”. Anda tidak harus selalu mengikuti seminar forex yang ada. Tidak harus juga aktif dalam forum forex. Tapi setidaknya anda selalu berusaha meningkatkan kemampuan anda dalam bertrading lah. Mungkin cukup dengan diskusi informal dengan sesama temen trader, atau hanya sekedar memantau berita, atau sekedar mambaca-baca buku atau e-book yang berkaitan dengan forex. Setidaknya, janganlah menjadi “trader dalam tempurung” lah. Hehehe!

    Omong-omong, saya seringkali memantau harga meskipun saya tidak sedang trading. Sampai-sampai saya sering dibilang aneh, karena suka memantau harga meskipun sedang cuti trading. Terus terang bagi saya, tetap memantau market membuat saya masih ikut merasakan gairah market, meskipun saya tidak melakukan open position. Dan itu bisa dibilang keasyikan tersendiri buat saya.


    4. Tidak Mempedulikan Money Management

    Money management bertujuan agar anda bisa mengendalikan resiko dan kerugian sehingga tidak mengalami kesalahan fatal yang mengakibatkan account anda menjadi “layu sebelum berkembang”. Hehe! Jadi kalau anda tidak memperdulikan money management, itu berarti anda merelakan deposit anda untuk amblas tanpa tujuan yang jelas.

    5. Tidak Mempedulikan Aspek Psikologi Dalam Ber-trading
    Seorang trader yang mampu mengendalikan emosi dalam ber-trading, akan bisa memahami bahwa tidak semua posisi harus menghasilkan profit untuk mendapatkan pertumbuhan modal yang positif. Loss sesekali tidak menjadikan mereka menjadi “gemes” dan kemudian melakukan balas dendam. Toh, kemungkinan loss tersebut sudah diperhitungkan dalam trading plan.

    Jadi, silahkan trading dengan niatan balas dendam karena loss yang baru saja anda alami, dijamin dendam tersebut akan membuat account anda makin berdarah-darah.

    6. Terlalu Berani Menanggung Resiko Berlebihan
    Apakah anda mau menanggung resiko loss 100 pips untuk hanya mengambil profit 10 pips? Atau malahan, anda sering bertrading tanpa stop loss? Waduuh… jangan deh! Ingatlah bahwa kita di sini bertindak sebagai investor. Kita trader, bukan gambler. Jadi, jangan mengambil resiko yang tidak sepadan dengan reward yang bakal kita peroleh. Ok!

    Itulah kesalahan-kesalahan yang bisa dikatakan menjadi penyebab utama kegagalan kita dalam di dunia forex trading yang “kejam” ini. Mm… tapi justru kejamnya itu yang bikin kita ketagihan yah? Lebay deh ahh! Eh, tapi serius nih, Anda ingin menjadi trader yang sukses? Iya sudah… Please, jangan lakukan kesalahan-kesalahan di atas yah… Jujur, saya sering sedih kalo melihat temen-temen trader yang pada berguguran.  Jadi, yuk mari kita berusaha untuk selalu survive dan meramaikan pasar.

    SUMBER :www.seputarforex.com

    Facebook ForexChief Indonesia
    Twitter ForexChief Indonesia

    #7427

    jakaduriat
    Participant

                                                                                                Akun Islamic

    Layanan Free Swap dirancang khusus untuk para trader yang keyakinan agama nya tidak memperbolehkan penggunaan tingkat bunga mata uang dalam dunia trading.

    Akun dengan layanan Free Swap juga disebut «akun Islamic», ciri utamanya adalah tidak adanya pertukaran akrual dan write-off dari swap, yang dihitung berdasarkan suku bunga kredit bank sentral nasional.

    Syarat dan Ketentuan Free Swap:

      [*]Free Swap hanya tersedia untuk akun standar: MT4.DirectFX, MT4.Classic+, MT5.DirectFX, MT5.Classic+;
      [*]Free Swap hanya tersedia untuk klien Muslim dari negara yang terdaftar, dimana di negara tersebut Islam adalah agama yang dominan;
      [*]Free Swap berlaku untuk daftar instrumen trading berikut : AUDCAD, AUDCHF, AUDJPY, AUDNZD, AUDUSD, CADCHF, CADJPY, CHFJPY, EURAUD, EURCAD, EURCHF, EURGBP, EURJPY, EURUSD, GBPAUD, GBPCAD, GBPCHF, GBPJPY, GBPUSD, NZDCAD, NZDCHF, NZDJPY, NZDUSD, USDCAD, USDCHF, USDJPY, USDSGD, XAUUSD (Gold), XAGUSD (Silver). Untuk instrumen lainnya swap tetap dihitung dan seperti mode standar;
      [*]Dilarang keras menggunakan strategi trading apa pun yang bertujuan (langsung atau tidak langsung) untuk mendapat untung dari selisih suku bunga (carry trade);
      [*]Untuk transaksi yang dibuka lebih dari 2 hari, perusahaan mengenakan komisi tetap untuk setiap hari selama transaksi dibuka. Komisi ditetapkan dan ditentukan sebagai nilai 1 poin dari kesepakatan dalam dolar AS, dikalikan dengan poin swap dari pasangan mata uang yang sudah disepakati;
      [*]Perusahaan berhak untuk menolak menyediakan layanan Free Swap kapan saja dan membebankan swap untuk setiap hari selama order dibuka jika terjadi pelanggaran.

    Cara Mendaftar akun Free Swap:[/I][/B]
    [INDENT]

      [*]Daftar dan buat akun standar;
      [*]Verifikasi data pribadi;
      [*]Kirim permintaan untuk Free Swap di Personal Area anda;
      [*]Terima konfirmasi pengaktifan layanan Free Swap dan mulai trading.

    [/INDENT]

    Hormat Kami
    ForexChief

    Facebook ForexChief Indonesia
    Twitter ForexChief Indonesia

    #7429

    rahmatrabani
    Participant

    Tiga Cerita Sukses Belajar Trading Forex

    Salah satu keunggulan trading forex adalah kemudahannya. Siapa saja yang punya koneksi internet dan bisa mengoperasikan program komputer, bisa bertrading dari rumah. Bisa dilakukan kapan saja dan tidak perlu capek-capek ke kantor. Tetapi nyatanya, banyak yang gagal trading forex hingga orang mengatakan ini bukan bisnis untuk orang biasa bermodal kecil atau malah sekedar tipu-tipu saja. Padahal orang-orang biasa yang bisa belajar trading forex hingga sukses pun ada.

    Media terkemuka Inggris, The Telegraph, pernah mewawancarai tiga orang biasa yang berhasil memanen profit dari bertrading forex harian.

    Rene Muccio, Mantan Pedagang Barang Antik

    Rene Muccio yang berumur 51 tahun sebelumnya berbisnis barang antik, tetapi kemudian menjual bisnisnya dan banting stir jadi full time trader. Sehari sebelum diwawancarai, ia berhasil mendapatkan £220 dari rutinitas day trading pounds, dollar, euro, dan yen. Itu merupakan angka kemenangan tertingginya sejak mulai trading.

    Kemampuannya memperoleh £220 dalam sehari itu pun bukan didapat dengan instan. Tujuh tahun yang lalu, pria nyaris cacat yang kakinya mengalami kesulitan berjalan ini termasuk orang yang melakukan kesalahan dengan beralih trading fulltime padahal belum tamat belajar forex. Katanya, “Saat itu saya sedang mencari alasan untuk berhenti (bekerja). Inilah jawabannya. Tetapi ketika itu terlalu dini. Saya sama sekali tak tahu apa-apa.”

    Ia pun langsung loss £2,000 dalam seminggu setelah mulai. Akan tetapi, “Saya terus melanjutkan karena saya terus membaik. Kadang-kadang saya bisa melihat posisi-posisi trading dengan sangat jelas dan saya tahu semua itu karena hal-hal yang telah saya pelajari, dan saya bisa melihat chart dan tahu begitu saja kemana (harga) itu bergerak.”

    Charlie Burton, Mantan Trader Institusional

    Menurut Charlie Burton yang beralamat di desa Greenham, Berkshire county, Inggris, prestasi terbaiknya dalam pengalaman 17 tahun trading di sebuah perusahaan pengelolaan dana finansial besar adalah meraup £7,000 dalam lima menit dari trading emas. Kini setelah keluar dari perusahaan itu, target hariannya hanya sekitar £500 hingga £1,000.

    Tetapi meski berstatus mantan trader institusional, ia tidak tiba-tiba jadi ahli setelah bertrading sendiri. “Saya kehilangan £250,000 di tahun pertama trading solo dan kenangan itu akan selamanya saya ingat,” tutur Burton.

    Setelah beberapa waktu berlalu, barulah ia bisa membalikkan keadaan. Dari pengalaman itu, ia mengatakan bahwa trader pemula harus memproyeksikan akan mengalami rugi di beberapa tahun awal, dan setidaknya setelah 2 tahun baru akan bisa menghasilkan profit. Katanya, “Anda harus mampu menghadapi hantaman (kerugian) dan bila Anda mengalami satu bulan buruk maka bisa sangat berat bagi beberapa orang.”

    Kunci untuk menghadapi hal seperti itu ada pada psikologi, “Sekarang saya sudah tahu untuk tidak kelewat gembira ketika berada dalam posisi kuat, karena saya tidak ingin terpuruk di hari yang buruk”.

    Tentang kesuksesannya, Burton mengaku, “Saya bukan trader institusional yang bisa mendapatkan bonus jutaan setiap tahun, tetapi saya juga punya banyak pengalaman… Orang-orang berpikir bahwa jika sudah membaca beberapa buku dan mengikuti training maka akan menghasilkan uang, padahal ini sesungguhnya adalah salah satu pekerjaan paling susah di dunia ini (yang membutuhkan pengalaman dan konsistensi).”

    Bagi pemula yang masih belajar trading forex, Burton menyarankan agar mengawali dengan part time saja sambil tetap menggarap kerja fulltime lainnya.

    Jackie Mitchell, Pemilik Dry Cleaning

    Jackie Mitchell yang berusia 52 tahun merupakan salah satu trader part-time. Ia biasa bertrading di pagi hari dan kemudian menjalankan bisnis dry cleaning-nya di siang hari.

    Ketertarikannya pada trading forex bermula ketika ia menghadiri seminar gratis beberapa tahun lalu. Ia berpikir bahwa bisnis forex kedengarannya cukup transparan dan langsung mulai trading di hari berikutnya. Sejak itu, ibu empat anak yang tinggal di Northwood, Middlesex, Inggris, ini sudah pernah mengalami loss £3,000 dua kali. Katanya, “(Saya sudah mengalami) banyak naik-turun, banyak air mata dan tawa… Perkirakan akan kehilangan uang saat Anda masih baru. Mereka tidak mengatakan tentang ini pada Anda di seminar-seminar.”

    Sekarang Mitchell sudah mampu menghasilkan uang dari trading. Berapa banyak? Seperti kebanyakan trader, ia enggan mempublikasikan pendapatannya. Ia hanya mau mengatakan, “Saya bisa membayar tagihan-tagihan rutin dan saya punya keunggulan bisa bertrading dari komputer saya, jadi saya bisa pergi liburan selama berminggu-minggu dan membawa komputer (untuk bertrading).”

    #7431

    jakaduriat
    Participant

    Trading Korelasi Minyak

    Memahami korelasi intermarket dapat menjadi cara jitu untuk menemukan arah tren pasar, salah satunya antara USOil dengan USD/CAD.

    Perdagangan komoditas dapat menjadi referensi ide untuk para trader saat memasuki pasar forex. Caranya adalah dengan mengamati adanya hubungan atau korelasi intermarket. Artikel ini akan mempelajari cara untuk bertrading pasangan mata uang USD/CAD berdasarkan dari perkembangan harga minyak.

    Apakah Anda pernah berfikir untuk mengkorelasikan pasar komoditas dengan pasangan mata uang forex? Memahami korelasi intermarket dapat menjadi cara jitu untuk menemukan arah tren market dengan membandingkan dua aset yang sama sekali berbeda. Salah satu korelasi yang paling umum terdapat pada USOil dan pasangan mata uang USD/CAD (Dola AS/Dolar Kanada). Korelasi ini memiliki dasar fundamental yang logis dan telah terbukti sejak berdekade lalu.

    Latar Belakang Hubungan USOil Dan USD/CAD
    Dari perspektif fundamental, perlu dipahami bahwa Kanada termasuk negara produsen dan eksportir minyak. Pertumbuhan ekonomi, pendapatan masyarakat, dan ketenagakerjaannya bergantung pada komoditas minyak. Apabila harga minyak meningkat, maka perekonomian dapat diharapkan melesat. Gaji pegawai migas akan naik, mendorong konsumsi dan investasi di berbagai sektor lainnya, sehingga pertumbuhan ekonomi dapat tercapai. Sedangkan apabila harga minyak lesu, maka perekonomiannya ikut seret.

    Di sisi lain, Amerika Serikat merupakan negara produsen sekaligus konsumen minyak terbesar dunia. Meski negerinya dapat menghasilkan minyak mentah sendiri, tetapi tak cukup untuk memenuhi kebutuhan industri dan masyarakat pada umumnya. Sehingga, AS juga mengimpor minyak mentah dari Kanada dan sejumlah negara lainnya.

    Dengan kata lain, dapat disimpulkan secara umum: Jika harga minyak naik, maka Kanada akan diuntungkan. Sedangkan bila harga minyak menurun, maka AS diuntungkan.

    Korelasi USOil Dan USD/CAD
    Pada gambar grafik di bawah ini terlihat korelasi antara USOil dan USD/CAD dengan time frame harian (Daily/D1). Dilihat dari pergerakan keduanya, terdapat korelasi terbalik (inverse correlation) antara USOil dan USD/CAD. Ketika nilai USOil mengalami penurunan, USD/CAD akan bergerak lebih tinggi karena pasar lebih optimis pada Kanada dibanding pada AS. Sebaliknya, jika USOil mengalami kenaikan, maka USD/CAD cenderung menurun.

    [/url][/url]

    Pengetahuan ini dapat dimanfaatkan dalam trading dengan beberapa cara. Berikut diantaranya:

    1. Sinyal Open Posisi
    Hubungan terbalik antara USD/CAD dan USOil ini sudah berlangsung sangat lama, sehingga ada sejumlah trader yang memantau pergerakan harga USOil sebagai sinyal open posisi untuk USD/CAD. Anggapannya, jika harga USOil menurun, maka USD/CAD bakal naik; sedangkan jika harga USOil naik, maka USD/CAD bakal menurun. Asumsi ini tak bisa digunakan di time frame sangat rendah (di bawah Hourly), tetapi konon dapat dijadikan patokan untuk trader jangka menengah-panjang.

    2. Diversifikasi Risiko
    Diversifikasi Risiko di sini maksudnya, antisipasi risiko saat trading. Umpamanya jika Anda sedang trading buy pada pasangan USD/CAD, maka pikirkan dua kali sebelum open buy pada USOil. Kenapa? karena dengan pergerakan yang cenderung saling berlawanan, jika posisi yang pertama itu profit, maka posisi yang kedua bisa loss. Di sisi lain, trader yang memang menggunakan teknik hedging maka kemungkinan akan tertarik menggunakan USOil dan USD/CAD dalam paket strategi tradingnya.

    3. Analisa Fundamental Pendukung
    Dibandingkan dengan kedua cara memanfaatkan korelasi USOil dan USD/CAD di atas, cara ketiga ini lebih handal. Gunakanlah pemantauan atas harga USOil sebagai data fundamental pendukung saat trading USD/CAD. Dalam hal ini, kenaikan harga USOil bisa memperberat outlook bearish bagi USD/CAD, sedangkan penurunan USOil dapat mendorong outlook bullish bagi USD/CAD. Namun, karena sifatnya hanyalah sebagai argumen pendukung, maka trader tetap harus memantau bagaimana kondisi fundamental dan teknikal lainnya.

    SUMBER = https://www.seputarforex.com

    Facebook ForexChief Indonesia
    Twitter ForexChief Indonesia

    #7432

    jakaduriat
    Participant

                                                                                Cara Trading Forex Tanpa Loss

    Satu pertanyaan yang sering muncul adalah ; adakah cara trading forex tanpa loss ? Jawabannya adalah tidak ada. Trading forex tanpa loss merupakan satu hal yang banyak dicari oleh sebagian trader. Sayangnya pencarian ini sia-sia belaka.

    Saat anda trading forex, hasil dari transaksi yang anda lakukan hanyalah dua ; profit atau loss (BEP tidak kita hitung ya). Dari sini saja sudah bisa kita lihat bahwa pada akhirnya hukum probabilitas akan berlaku. Satu waktu transaksi yang anda lakukan pasti akan mengalami loss atau kerugian.

    Teknik trading forex tanpa loss pada umumnya hanya booming pada satu kurun waktu yang singkat. Masih ingat dengan trading emas dulu ? Dulu disebutkan jika trading emas online tidak akan mengalami kerugian, anda cukup buy saja dan seiring waktu pasti akan profit. Jika hal ini dilakukan sekarang, kemungkinan besar anda akan sering gigit jari.

    Sama juga dalam trading forex. Banyak faktor yang menyebabkan satu sistem trading bisa bekerja dengan baik atau tidak.

    Cara trading forex tanpa loss memang tidak ada,akan lebih baik jika anda lebih fokus pada akumulasi profit yang didapat dalam satu kurun waktu tertentu. Dengan cara sederhana ini, kondisi mental anda akan lebih terjaga dan tidak akan terjebak dalam situasi ‘balas dendam’ saat mengalami kerugian ketika trading.

    Kenapa strategi forex tanpa loss banyak dicari ?

    Kemungkinan besar, hal ini karena adanya keinginan dari sebagian trader untuk cepat mendapatkan keuntungan tanpa harus bersusah payah dalam trading.

    Pada akhirnya, banyaknya permintaan akan sistem trading forex tanpa loss ini dimanfaatkan oleh sebagian oknum penipu. Ujung-ujungnya malah kerugian yang didapatkan.

    Trading forex bukan merupakan proses yang instan. Diperlukan usaha dan waktu yang cukup untuk menguasainya. Satu-satunya jalan paling singkat untuk menguasai trading forex adalah dengan disiplin. Sayangnya, justru hal inilah yang paling sulit kita laksanakan.

    Kita menginginkan keuntungan cepat dan besar, namun tidak siap dengan kerugian yang mungkin diterima. Juga tidak untuk menjalani prosesnya.

    SUMBER ; seputarforex

    Facebook ForexChief Indonesia
    Twitter ForexChief Indonesia

    #7437

    jakaduriat
    Participant

                                                             Langkah Melakukan Trading Emas Menurut Alan Farley

    Ketika Anda berniat untuk melakukan trading emas, maka ada baiknya untuk memperhatikan langkah melakukan trading emas menurut Alan Farley berikut.

    Melakukan aktivitas jual beli emas kini banyak digandrungi dan dilakukan oleh para trader pemula. Tetapi sebelum melakukan trading emas, sangat diperlukan persiapkan langkah trading emas agar prosesnya dapat berjalan secara optimal. Berikut empat langkah trading emas menurut Alan Farley.

    Sekilas Tentang Alan Farley
    Langkah Melakukan Trading Emas MenurutAlan Farley merupakan salah satu pakar yang telah berpengalaman di dunia trading. Lelaki lulusan University of Pittsburgh ini pernah menulis buku pada tahun 2000 dengan judul The Master Swing Trader. Alan juga aktif menulis buletin The Daily Swing Trade selama 16 tahun, dan menjadi kolumnis The Swing Shift di TheStreet[dot]com.

    Tidak hanya itu, Alan Farley juga menjadi kontributor untuk CNBC dan Bloomberg TV. Salah satu kutipan berharga dari Alan Farley adalah:

    “Saya sangat yakin jika saya tak bisa mencapai kesuksesan dalam hidup apabila saya tidak membantu yang lain untuk bisa sukses. Maka dari itu, saya menghabiskan hampir 3 dekade untuk membimbing trader dan investor mengenai pasar global yang begitu kompleks, menunjukkan mereka bagaimana caranya menjadi pelaku pasar yang kompetitif.”

    Dengan pengalaman dari Alan Farley yang cukup menjanjikan sebagai ahli di pasar finansial, maka tidak ada salahnya kita menengok tulisan beliau mengenai langkah trading emas berikut ini.

    3 Langkah Trading Emas Yang Perlu Diperhatikan
    Menurut Alan Farley, pasar emas menawarkan likuiditas yang tinggi dan peluang memperoleh keuntungan, karena posisinya bisa dikatakan unik dalam tatanan ekonomi dan politik dunia. Langkah trading emas tidak sulit untuk dipelajari, tapi para trading pemula perlu mencoba menerapkannya dengan penuh kehati-hatian. Apa sajakah itu?

    1. Memahami Apa Yang Mempengaruhi Harga Emas
    Sebagai salah satu alat pembayaran tertua di dunia, penggunaan emas telah mengakar dalam transaksi keuangan masyarakat dunia. Hampir setiap orang memiliki pendapat subjektif tentang emas, tetapi pada dasarnya pergerakan harga emas hanya bereaksi pada sejumlah katalis harga.

    Tiga faktor berikut ini merupakan katalis utama yang memiliki porsi besar dalam mempengaruhi sentimen, volume perdagangan, dan trend pergerakan emas:

    Para trading pemula menghadapi risiko yang tinggi, ketika mereka melakukan langkah trading emas sebagai reaksi terhadap salah satu faktor di atas. Misalnya, ketika aksi jual melanda pasar keuangan dunia dan emas mengalami reli, banyak trader yang berasumsi bahwa ketakutan pasar akan mampu membawa harga emas naik semakin tinggi. Mereka pun akhirnya ikut masuk ke pasar emas, tanpa meninjau terlebih dulu apa yang menyebabkan penurunannya di pasar global.

    Ketika ternyata penurunan sebelumnya hanya terjadi sebagai reaksi teknikal, pasar akan kembali terkoreksi naik, dan trader yang terlanjur membeli emas sebelumnya tentu mengalami kerugian.

    2. Mengetahui Karakteristik Pelaku Pasar Emas
    Emas menarik banyak orang dengan beragam kepentingan, baik yang ingin membeli ataupun menjualnya. Pertama, ada Gold Bug si “Kutu Emas” yang merupakan investor emas dengan bias bullish. Selain gemar mengoleksi emas fisik, investor jenis ini biasanya juga mengalokasikan sebagian besar dana untuk berinvestasi dalam instrumen emas yang lain, seperti saham perusahaan emas, Option saham emas, emas berjangka, dan sebagainya. Mereka adalah para pemain jangka panjang yang tidak digoyahkan oleh bias bearish. Gold Bug bisa mempengaruhi likuiditas di pasar emas, karena mereka cenderung meningkatkan transaksi pembelian dari waktu ke waktu.

    Kedua, emas juga menarik aktivitas hedging dari para investor yang memiliki protofolio trading di beragam aset. Aktivitas ini tidak semata-mata mendukung pandangan bullish bagi pasar emas, karena bertujuan untuk menyeimbangkan risiko yang dikelola. Karena itu, transaksi yang dilakukan di setiap langkah trading emas selalu beragam, bisa dengan membeli ataupun menjual kepemilikan emas mereka.

    3. Menelaah Grafik Emas Jangka Panjang
    Ketika Anda memutuskan untuk melakukan trading emas, maka langkah trading emas selanjutnya yang bisa diterapkan ialah dengan meluangkan waktu mempelajari grafik pergerakan harga emas. Menurut Alan Farley, chart harga emas tidak hanya mengukir trend kenaikan jangka panjang hingga beberapa dekade, tapi juga bisa menunjukkan pelemahan dalam waktu lama.

    Secara historis, emas tidak banyak bergerak hingga tahun 1970-an. Setelah penghapusan standar emas di tahun 1971, harga emas lepas landas dan mencetak Uptrend yang panjang, didukung dengan kenaikan inflasi karena melambungnya harga minyak mentah. Setelah memuncak di bulan Februari 1980, harga kemudian turun hingga mendekati level $700 hingga pertengahan 1980-an. Pelemahan itu merupakan reaksi terhadap kebijakan moneter ketat dari Federal Reserve.

    Pada tahun 2000-an, emas memasuki Uptrend bersejarah yang mencapai puncaknya pada Februari 2012 di atas $1,916 per ounce. Penurunan bertahap setelah periode tersebut kemudian membawa harga melemah hingga 700 poin dalam waktu 4 tahun. Meskipun demikian, emas sempat melonjak 17% pada kuartal pertama 2016, mencatatkan kenaikan kuartalan terbesar dalam tiga dekade terakhir. Per Mei 2019, emas diperdagangkan di $1,283 per ounce.

    Dari sudut pandang analisa, kenaikan dan penurunan harga emas dalam jangka waktu yang panjang dapat memberikan level-level strategis bagi trader maupun investor, untuk mencari posisi entry dengan mudah.

    Penutup

    Melakukan trading emas dengan tiga langkah yang sudah diuraikan di atas dapat menjadi panduan pelengkap sebelum Anda beraktivitas sebagai trader emas. Pertama, pelajari apa saja yang mempengaruhi pergerakan harga emas dan bagaimana langkah trading emas  sebelum benar-benar mengambil keputusan. Kedua, kenali karakteristik pelaku pasar untuk mengantisipasi perubahan trend harga. Ketiga, luangkan waktu untuk menganalisis grafik emas jangka panjang, dengan memperhatikan level harga utama yang mungkin dapat menjadi acuan trading.

    SUMBER :  www.seputarforex.com

    Facebook ForexChief Indonesia
    Twitter ForexChief Indonesia

    #7446

    jakaduriat
    Participant

                                               Perbedaan Akun Micro, Mini, Dan Standard

    Akun Mikro adalah rekening trading forex dengan ukuran transaksi sepersepuluh Akun Mini, atau seperseratus Akun Standar. Berikut ini uraian mengenai pengertian dan perbedaan akun tersebut.

    Sering kita jumpai beberapa broker yang menawarkan akun real. Dari sekian broker tersebut ada yang memberikan akun dengan berbagai tingkatan. Ada level micro (Akun Mikro), level mini (Akun Mini), dan level standard (Akun Standar). Jenis-jenis akun tersebut memungkinkan seorang trader memilih sesuai kriteria dan kemampuan tradingnya. Di sini kita akan mengkaji bagaimana trader bisa memilih jenis akun berdasarkan kecocokannya, dan apa saja keuntungan dari masing-masing level akun.

    Memilih jenis akun trading forex yang tepat biasanya tergantung pada kemampuan Anda dalam mentolerir resiko dan berapa besar modal yang akan dimasukkan sebagai investasi awal. Oke, kita langsung saja pelajari ketiga akun tersebut:

    [/url]

    Akun Standard
    Akun Standard adalah akun trading forex paling umum, dimana Anda dapat bertransaksi dengan ukuran USD100,000 per lot. Dalam akun Standard, Anda biasanya juga dapat memperdagangkan banyak sekali jenis pasangan mata uang, berikut Silver dan Gold Spot, serta indeks saham dunia. Karena bersifat umum, maka tak heran jika akun semacam ini bisa ditemui di semua broker forex.

    Istilah “lot” di sini merupakan ukuran volume trading minimal per transaksi. Apabila Anda termasuk pemula di dunia forex, maka perlu dipahami terlebih dahulu bahwa dalam trading forex, Anda tak bisa mentransaksikan secara eceran hanya USD1 saja, melainkan harus mengikuti ukuran lot sebagai besar minimal per transaksi. Nah, dalam hal Akun Standard, ukuran minimalnya adalah USD100,000.

    Ini tidak berarti bahwa Anda harus menyetorkan modal USD100,000 saat pertama kali membuka akun. Menurut aturan margin dan leverage (biasanya 100:1 di forex), hanya dibutuhkan USD1,000 dalam rekening sebagai margin (jaminan) untuk satu lot standar yang akan diperdagangkan. Namun, agar memiliki ruang cukup untuk mengakomodasi fluktuasi harga, maka disarankan agar Anda membuka akun Standard dengan modal sedikitnya USD10,000.

    Akun Mini
    Sebuah akun Mini memungkinkan para trader untuk melakukan transaksi menggunakan mini lot. Di kebanyakan broker, mini lot sama dengan USD10,000 (0.1 lot), atau sepersepuluh dari rekening Standard. Sebagian besar broker yang menawarkan akun Standard juga akan menawarkan akun Mini sebagai cara untuk mendapatkan nasabah baru yang ragu-ragu untuk melakukan trading dengan lot standard karena besarnya modal yang dibutuhkan. Untuk itu, akun ini cocok bagi trader yang relatif baru, atau mereka yang belum siap menanggung besarnya resiko rugi di akun Standard.

    Jika diperhitungkan dengan bantuan leverage 100:1, maka trading di akun Mini membutuhkan margin USD100 untuk setiap lot yang akan diperdagangkan. Meski begitu, Anda juga perlu bersiap-siap menghadapi fluktuasi harga yang tak terduga, sehingga modal minimal yang sesungguhnya jadi lebih besar, setidaknya USD2000-5000.

    Dahulu, broker forex Indonesia hanya diperbolehkan menyediakan Akun Standard. Namun, mulai tahun 2012 sudah diijinkan kembali. Kini, sudah banyak yang memberikan Akun Mini sebagai opsi, seperti broker MONEX, broker GKInvest, CFForex, dan lain-lain.

    Akun Micro
    Pengertian akun Mikro adalah rekening trading forex dengan ukuran transaksi sepersepuluh akun Mini atau seperseratus akun Standar; tepatnya ukuran micro lot sama dengan USD1,000 (0.01 lot). Jenis akun Mikro biasanya digunakan oleh trader pemula untuk berlatih trading secara live, sebagai transisi dari akun demo.

    Meski tak seumum akun Standard atau Mini, saat ini sudah banyak broker forex menawarkan akun Mikro sebagai solusi bagi para pemula yang ingin mengetahui seluk beluk trading real dengan resiko rendah. Umpamakan Anda memilih leverage 100:1, maka Anda hanya perlu minimal USD10 sebagai margin untuk tiap satu micro lot yang ditradingkan. Setoran modal awal minimal yang disarankan sekitar USD500-1000.

    Berikut adalah contoh konversi lot dan unit untuk membandingkan akun Mikro, Mini, dan Standard:

    1 lot = 100,000 unit (1 pip= USD10)
    1 mini lot = 10,000 unit (1 pip= USD1)
    1 micro lot = 1,000 unit (1 pip= USD0.1)

    Bukan hanya berdampak pada besar modal yang dibutuhkan untuk trading, aturan lot di setiap jenis akun juga akan berdampak secara proporsional pada penghitungan profit yang diperoleh. Contoh bila Anda membuka posisi buy GBP/USD di 1.7400, yang kemudian naik ke 1.7425, atau profit sebanyak 25 pip, maka:

    1 lot = USD10x25 Pip= USD 250
    1 mini lot = USD1x25 Pip= USD 25
    I micro lot = USD0.1×25 Pip= USD 2.5

    Sekarang Anda sudah tahu bagaimana kapasitas dana dan transaksi pada masing-masing level akun trading forex. Bila memang sudah mahir dan punya modal besar, akun Standard adalah pilihan yang tepat bagi Anda. Namun bila hanya mempunyai modal pas-pasan, memilih akun Mikro dan Mini adalah jawabannya.

    Pesan kami, Anda harus mempelajari dahulu tipe-tipe akun dan cara bertrading terlebih dahulu dengan mantap, sebelum terjun ke live trading dalam akun Mikro atau jenis lainnya. Jangan menggunakan seluruh uang Anda jika belum siap menerima jumlah kerugiannya. Bertradinglah secara bijak, profesional, dan jangan serakah.

    SUMBER :www.seputarforex.com

    Facebook ForexChief Indonesia
    Twitter ForexChief Indonesia

    #7447

    rahmatrabani
    Participant

    Teori Dasar Trading Itu Perlu

    Menurut pengalaman anda sendiri gimana tuh? Apakah anda termasuk trader yang mengandalkan keberanian plus sedikit (atau malah banyak) kenekatan saat bertrading? Apakah memang kita tidak perlu memahami indikator dan bisa bertrading hanya dengan mengandalkan perasaan?

    Saya sendiri terus terang awalnya termasuk yang meremehkan tetek bengek teori dalam trading. Simple aja sih pemikiran yang terlintas di benak saya waktu itu, lah kan cuma menebak arah, naik atau turun… piece of cake… gampaaanng! Yah, mungkin karena menganggap gampang itu lah, akhirnya memang gampang juga kena MC.

    Baru setelah kena batunya, saya mulai menyadari, perlunya memahami setidaknya teori dasar untuk bertrading dengan baik. Berdasarkan pada pengalaman trading tanpa tau dasar teori sama sekali, maka saya mulai banting stir.

    Tapi Tak Perlu Terlalu Banyak Teori

    Saya mulai terobsesi untuk memahami teori dasar trading plus berusaha memahami sebanyak mungkin indikator teknikal maupun sistem trading. Kalau suatu saat ada temen trader yang membicarakan sistem trading atau indikator yang saya belum pernah dengar, maka saya akan segera mencari tahu dan mencoba memahaminya.

    Kalau perlu, trading pun cuti dulu, ganti dengan googling sana-sini plus nanya sana-sini maupun mengubah trading system. Tapi, saya justru makin sering kena Margin Call (MC). Wah, trus gimana dong? Kok serba salah nih? Trading dengan teori seadanya, hasilnya cepat MC. Trading dengan terlalu banyak teori juga sering MC. Haddeeh! Untungnya (aneh nih, udah berkali-kali MC juga masih ngerasa untung) saya termasuk orang yang nggak gampang menyerah.

    Seringnya loss justru membuat saya terpacu untuk semakin ngotot cari tahu. Yah, sebenernya sih dasarnya penasaran aja, atau “gemes”, tepatnya. Soalnya, ya di trading ini saya bener-bener kena batunya. Biasanya, saya ngerasa sebagai fast learner (sombong mode on nih). Eh, kok di trading ini saya ngerasa nggak ada apa-apanya banget deh. Anyway, penasaran dan gemes ternyata bisa memacu saya untuk terus belajar, coba, belajar, coba… Trading ternyata tidak segampang yang saya kira sebelumnya, tapi juga sebenernya nggak serumit yang saya duga. Nah tuh…

    Ramuan Yang Tepat

    Jadi gimana? Ya itulah ramuan yang sebaiknya dipakai: belajar, coba, belajar, coba… dan seterusnya. Kuncinya: jangan bosan dan jangan cepat menyerah. Eh, by the way… belajar trading forex itu menyenangkan lho. Terus terang, saya dapat banyak hal dari belajar trading.

    Selain pemahaman tentang trading itu sendiri, saya juga belajar sabar, belajar mengendalikan emosi, dan bahkan juga belajar bersosialisasi. Singkatnya, manfaat trading bukan hanya uang. Saya mendapat mentor dan juga temen-temen seperguruan. Saya juga menemukan temen terbaik yang selalu memberikan motivasi. Thanks guys… You’re awesome.

    #7454

    jakaduriat
    Participant

                                                                          10 Pemain Utama Dalam Industri Forex

    Segelintir bank-bank besar ternyata menguasai hingga 60 persen dari total transaksi pasar forex harian. Inilah para pemain forex utama dunia.
    Sebagian besar dari Anda pasti sudah mengetahui bahwa dalam pasar forex terdapat berbagai macam pelaku. Mulai dari yang bermain recehan alias trader ritel, kemudian juga perusahaan-perusahaan multi nasional, institusi-institusi keuangan selain bank, para spekulan dan sederet pelaku lainnya.

    Dari sekian banyak pemain yang terjun di pasar forex, salah satu pelaku yang bisa dikategorikan pemain utama yang mampu menjadi market mover dalam industri forex adalah bank sangat besar. Mengapa disebut sangat besar? Ya, jika menilik aset yang dimikinya dan dana yang diputarnya dalam pasar valas sungguh luar biasa besar. Apalagi jika dibandingkan dengan rata-rata para trader ritel.

    Pelaku Industri Forex

    Dengan perkiraan nilai transaksi (menurut survei di bulan April 2013 oleh Triennial Central Bank) senilai 5 trilyun dolar AS dalam sehari, bank-bank tersebut diperkirakan mengambil porsi sekitar 60 persen lebih dari total transaksi. Bisa dibayangkan bukan bagaimana aktif dan masif nya bank-bank yang terlibat dalam transaksi forex ini? Mari kita coba berandai-andai menghitung porsi dari masing-masing institusi keuangan tersebut dalam transaksi forex harian.

    1. Citi
    Porsi transaksi industri forex 12.9 persen = ± 645 milyar dolar AS

    Salah satu dari “the Big Four” yang berusia lebih dari 200 tahun ini masih bertahan menduduki tempat pertama sebagai institusi keuangan yang turut aktif melakukan trading valuta asing. Walau menjadi yang terbesar porsinya, bukan berarti bank ini mampu menghindar dari krisis. Tahun 2008 lalu, Citi tetap dihantam kerugian akibat krisis keuangan. Setidaknya 300 milyar dolar AS nilai aset bermasalahnya pernah membuat Citi ambruk, hingga akhirnya mendapat suntikan dana dari pemerintah AS. Tapi tak lama setelah itu (dipertengahan 2012) kembali berhasil menapaki tangga kesuksesan dengan kembali membukukan simpanan dana masyarakat sejumlah 420 milyar dolar AS.

    2. JPMorgan Chase
    Porsi transaksi industri forex 8.8 persen = ± 440 milyar dolar AS

    Bank ini menurut banyak sumber, merupakan bank keenam terbesar di dunia (dalam kategori besaran aset), sekaligus menjadi bank terbesar di AS. Hal ini menjadi masuk akal dikarenakan sebelum terbentuk seperti sekarang ini, bank investasi ini telah menjalani berbagi proses merger. Kurang lebih sekitar seribu dua ratusan institusi telah melebur selama karir berdirinya menjadi bank terbesar di AS ini. Bukannya tanpa hambatan untuk menjadi bank sebesar itu, karena JPMorgan Chase setelah ditelisik harus juga menanggung resiko kerugian akibat salah seorang tradernya melakukan manipulasi transaksi derivative. Dari kasus tersebut, diperkirakan kerugian mencapai 9 milyar dolar AS dan belum ditambah denda.

    3. UBS
    Porsi transaksi industri forex 8.8 persen = ± 440 milyar dolar AS

    Perusahaan yang berinduk di negara Swiss ini mau tak mau terimbas badai krisis sektor keuangan di AS tahun 2008 lalu dan mengalami kerugian kurang lebih 50 milyar dolar AS. Bahkan juga dikenai denda oleh komisi pengawas institusi keuangan di AS akibat manipulasi transaksi yang dilakukan para trader yang bekerja di dalamnya senilai 290 juta dolar. Mengingat bank tersebut masih diperlukan keberadaannya (“too big to fail”), akhirnya lewat intervensi pemerintah Swiss dan masuknya kembali para investor berhasil membalikkan kerugian tersebut menjadi keuntungan. Di sekitar tahun 2014, nilai aset UBS kembali melonjak ke angka 1.7 trilyun dolar AS.

    4. Deutsche Bank
    Porsi transaksi industri forex 7.9 persen = ± 395 milyar dolar AS

    Bank yang sudah melewati dua perang dunia, tiga masa depresi keuangan dunia dan mampu bertahan saat pemisahan Jerman ini sanggup pula menempati posisi bank terbesar kedua di dunia saat memasuki millenium baru. Pada tahun 2009, Deutsche Bank bahkan merajai posisi “foreign exchange dealer” dengan menguasai kurang lebih 21 persen pangsa pasar. Sejalan dengan makin kompetitifnya dunia jasa keuangan dan semakin berkembangnya jaman, kini prestasi tersebut kian merosot. Dikabarkan bank tersebut bahkan harus merelakan diri mengalami kerugian sepanjang tahun 2015 kemarin sebanyak 6 milyar Euro. Tapi walau begitu, bank tersebut tetap saja masih beroperasi di 70 negara.

    5. BofA Merrill Lynch
    Porsi transaksi industri forex 6.4 persen = ± 320 milyar dolar AS

    Sebelumnya, lembaga ini bernama Bank of America saja sebelum akhirnya pada 2009 mengakuisisi sebuah institusi keuangan besar lainnya, yaitu Merrill Lynch. Penggabungan kedua institusi raksasa tersebut dikabarkan tidak semulus yang diharapkan. Penurunan nilai saham lebih dari tujuh puluh persen pun tak terelakkan. Masa kejayaan bank investasi ini baru dibuktikan dengan pencapaian hasil luar biasa di industri keuangan dengan pernah membukukan penerimaan terbesar kedua di dunia pada tahun 2011.

    6. Barclays
    Porsi transaksi industri forex 5.7 persen = ± 285 milyar dolar AS

    Nama besar bank investasi dari Inggris ini pun tak terbebas dari masa sulit. Salah satunya adalah akibat tak mampu mengembalikan pinjaman dari bank lain yang harus dilunasi dalam sehari sebanyak 3.2 milyar dolar AS. Bank yang menjadi salah satu market maker di industri forex ini ternyata juga pernah kena denda dari otoritas pengawas keuangan di New York sebanyak 635 juta dolar AS. Pasalnya, Barclays ketahuan menggunakan algoritma khusus di dalam sistem trading elektroniknya yang pada intinya menghambat atau menahan order dari penggunanya apabila order tersebut berpotensi merugikan pihak bank.

    7. Goldman Sachs
    Porsi transaksi industri forex 4.7 persen = ± 235 milyar dolar AS

    Bank investasi besar di AS yang mempekerjakan 36.500 orang ini memiliki aset 861 miliar dolar AS, biarpun tak pernah lepas dari kontroversi. Semenjak berdiri tahun 1869, bank ini sudah sering kali melakukan aksi-aksi yang berbuntut merugikan kliennya. Julukan “bank paling dibenci di seluruh dunia” pun pernah disematkan padanya.

    Diantaranya pada tahun 1929, bank ini pernah membuat suatu sistem dengan dasar skema piramid yang disamarkan sebagai mutual fund. Skema itu berhasil membuat kerugian bagi para klien sebesar 300 juta dolar AS. Kemudian di tahun 1970an, Goldman Sachs terlibat kembali dalam manipulasi pembiayaan terhadap sebuah industri yang sudah bangkrut. Belum berlalu kejadian tersebut, bank ini kembali membuat kejutan dengan menjual produk deposito yang akhirnya para pembeli deposito ini tidak memperoleh hasilnya dikarenakan nilai klaim yang seharusnya dibayarkan kepada para pembeli melebihi nilai dari bank itu sendiri.

    Ketika tiba krisis keuangan di tahun 2008, Goldman Sachs terpaksa harus meminjam dana talangan dari bank sentral AS sebesar 782 milyar dolar AS demi menyelamatkan keberadaannya.

    8. HSBC
    Porsi transaksi industri forex 4.6 persen = ± 230 milyar dolar AS

    HSBC dibangun oleh orang Skotlandia yang merantau ke Hongkong sewaktu masih menjadi koloni dari Inggris. Dalam sejarahnya, bank ini berhasil menduduki posisi sebagai bank terbesar keempat di dunia dilihat dari sisi besaran aset yang mencapai 2.67 trilyun dolar AS. Mungkin ini menjadi salah satu prestasi besar dari HSBC dikarenakan pada saat terjadi krisis keuangan yang melanda AS, bank ini justru mampu bertahan dan sanggup untuk memenuhi permintaan dari pemerintah Inggris agar menambah kecukupan modal. Terbukti tak lama setelah peraturan tersebut diterapkan, HSBC sanggup telah menyetorkan dana tambahan senilai 750 juta poundsterling.

    9. XTX
    Porsi transaksi industri forex 3.9 persen = ± 195 milyar dolar AS

    XTX adalah satu-satunya institusi non perbankan yang menjadi fenomena di dunia keuangan (transaksi valas) di tahun ini. Sebuah perusahaan rintisan yang memposisikan dirinya sebagai “market maker” di industri forex ini berhasil menggeser bank selevel Deutsche Bank untuk urusan transaksi di pasar spot dan menjadi yang terbesar keempat di dunia dengan mengambil porsi sekitar 7.6% untuk pasar spot. Walau masih tergolong perusahaan baru, namun daya tariknya berhasil menggaet para petinggi dari banyak institusi keuangan besar dunia untuk bergabung dalam manajerial XTX.

    10. Morgan Stanley
    Porsi transaksi industri forex 3.2 persen = ± 160 milyar dolar AS

    Tahukah Anda betapa menghebohkannya kejadian penawaran saham perdana Google di tahun 2004 lalu? Tahukah juga siapa institusi keuangan yang melancarkan proses tersebut? Benar, tak lain tak bukan adalah Morgan Stanley. Meski begitu, bank kawakan ini pun tak lolos dari skandal. Seperti juga bank-bank lain di AS, bank ini harus mau menerima tawaran dari pemerintah jika ingin terhindar dari kebangkrutan akibat krisis 2008. Akhirnya dana sekitar 107.3 miliar dolar AS (menjadi penghutang terbesar diantara bank-bank waktu itu) digelontorkan untuk tetap menjaga keberlangsungan Morgan Stanley.

    Itulah 10 institusi keuangan yang menjadi pemain utama dalam industri forex. Langkah-langkah mereka selalu menjadi sorotan pasar, baik itu ketika mereka terlibat skandal maupun terkena krisis, karena bisa-bisa menyimpan dampak sistemik. Karena alasan itu pulalah, analisa-analisa dari bank-bank itu acap kali dikutip di berita-berita forex dan didengar oleh banyak pelaku pasar.

    SUMBER :  www.seputarforex.com

    Facebook ForexChief Indonesia
    Twitter ForexChief Indonesia

    • This reply was modified 5 days, 4 hours ago by  jakaduriat.
    • This reply was modified 5 days, 4 hours ago by  jakaduriat.
    #7459

    jakaduriat
    Participant

                                Inilah Rahasia Penting Kenapa Indikator Bergerak Beda Arah Dengan Harga

    Yang namanya trading, sebelum Open Position, kita pasti akan mengutak-atik bermacam-macam indikator pada chart. Tujuannya simpel saja, supaya dapat sinyal, ada petunjuk ke arah mana harga sekiranya akan bergerak. Umumnya, indikator-indikator tersebut hampir selalu bergerak searah dengan harga. Maksudnya kalau harga menurun, arah indikatornya juga ikut melandai, kalau satu naik, yang lain juga ikutan. Namun, apa yang terjadi jika indikator malah bergerak berlainan arah dengan pergerakan harga?

    Divergence, Filter “Mujarab” Untuk Menyaring Gejolak Harga

    Indikator pada umumnya didesain oleh penciptanya untuk mewakili pergerakan harga. Jadi sewajarnya, indikator akan bergerak searah dengan pergerakan harga. Itu sih kalau kondisi pasar dalam keadaan normal saja.

    Nah, kalau diperhatikan lebih tajam lagi, ternyata indikator tidak selalu bergerak searah dengan pergerakan harga. Misalnya saat harga meroket, indikatornya malah cuma bergerak mendatar atau bahkan menurun perlahan.

    Loh, koq bisa? Apa penyebabnya?

    Nah, perlu diketahui bahwa indikator, terutama Leading Indicator seperti RSI, MACD dan Stochastic, mampu memproyeksikan alias “meramalkan” nasib, eh, pergerakan harga.

    Dijabarkan lebih detail, Leading Indikator dapat memplot letak titik-titik jenuh beli (Overbought) dan jenuh jual (Oversold). Titik Overbought juga dapat dijadikan sebagai patokan Resistance. Sedangkan, Level Oversold bisa dianggap sebagai level Support. Jadi ketika harga bergejolak karena sentimen trader, leading Indicator mampu mem-”filter” di level mana hakikat harga seharusnya berada. Inilah alasan teknis kenapa indikator (Leading) bisa bergerak berlainan arah atau ter-Divergence dengan pergerakan harga terkini.

    Terus apa pentingnya kita mengetahui fenomena Divergence ini?

    Pertanyaan bagus, soalnya Divergence berkaitan erat dengan sinyal trading nyentrik. Pendek kata, Anda akan mendapat sinyal Buy saat harga jatuh atau sinyal Sell saat harga membubung, tapi bisa untung. Penasaran? Baca terus detail teknik menemukan divergence di bawah ini.

    Divergence, Senjata Trader Contrarian Untuk Melawan Sentimen Pasar

    Seperti kita ketahui, sentimen trader mayoritas umumnya adalah opini pasar mengenai pergerakan harga terkini. Perlu dicatat, belum tentu sentimen Bullish atau Bearish akan menggerakkan harga sesuai ekspektasi trader mayoritas. Contohnya seperti pada chart XAU/USD (Gold) di bawah ini:

    Mantap, kan? Dengan sinyal trading Divergence, trader Contrarian dapat mem-filter noise dari sentimen trader mayoritas. Meskipun harga terkini sempat digerakkan oleh mayoritas pasar. Tapi toh, pada akhirnya harga akan kembali ke nilai hakikatnya yang ditunjukkan oleh Divergence pada indikator.

    Rico F. Y., Trader Profesional Dengan Metode Trading Divergence

    Sebagai trader Contrarian profesional, Rico F. Yapotra menggunakan sinyal trading Divergence sebagai andalan sistem tradingnya. Menurutnya, kalau mau untung, logikanya buat apa kita ikut-ikutan sentimen trader mayoritas? Sentimen trader mayoritas itu belum tentu benar. Toh, dengan Divergence kita jadi bisa tahu, ke mana harga pada hakikatnya akan bergerak.

    Rico F. Y. sudah berpengalaman trading selama 5 tahun menggunakan metode Divergence. Sepanjang kariernya sebagai trader, Rico pernah berhasil memperoleh return 100% hanya dalam jangka waktu 3 bulan. Dia juga pernah berkarier di salah satu broker lokal sebagai salah satu analis.

    SUMBER :SEPUTARFOREX.COM

    Facebook ForexChief Indonesia
    Twitter ForexChief Indonesia

Viewing 15 posts - 1,216 through 1,230 (of 1,245 total)

You must be logged in to reply to this topic.