Welcome Bonus $100 tanpa Deposit dari ForexChief

MTI Forums Lain-Lain Iklan Welcome Bonus $100 tanpa Deposit dari ForexChief

Viewing 15 posts - 1,201 through 1,215 (of 1,434 total)
  • Author
    Posts
  • #7332
    jakaduriat
    Participant

    <p>                                                   Langkah Melakukan Trading Emas Menurut Alan Farley</p><p>Ketika Anda berniat untuk melakukan trading emas, maka ada baiknya untuk memperhatikan langkah melakukan trading emas menurut Alan Farley berikut.</p><p>Melakukan aktivitas jual beli emas kini banyak digandrungi dan dilakukan oleh para trader pemula. Tetapi sebelum melakukan trading emas, sangat diperlukan persiapkan langkah trading emas agar prosesnya dapat berjalan secara optimal. Berikut empat langkah trading emas menurut Alan Farley.</p><p>Sekilas Tentang Alan Farley<br />Langkah Melakukan Trading Emas MenurutAlan Farley merupakan salah satu pakar yang telah berpengalaman di dunia trading. Lelaki lulusan University of Pittsburgh ini pernah menulis buku pada tahun 2000 dengan judul The Master Swing Trader. Alan juga aktif menulis buletin The Daily Swing Trade selama 16 tahun, dan menjadi kolumnis The Swing Shift di TheStreet[dot]com.</p><p>Tidak hanya itu, Alan Farley juga menjadi kontributor untuk CNBC dan Bloomberg TV. Salah satu kutipan berharga dari Alan Farley adalah:</p><p>”Saya sangat yakin jika saya tak bisa mencapai kesuksesan dalam hidup apabila saya tidak membantu yang lain untuk bisa sukses. Maka dari itu, saya menghabiskan hampir 3 dekade untuk membimbing trader dan investor mengenai pasar global yang begitu kompleks, menunjukkan mereka bagaimana caranya menjadi pelaku pasar yang kompetitif.”</p><p>Dengan pengalaman dari Alan Farley yang cukup menjanjikan sebagai ahli di pasar finansial, maka tidak ada salahnya kita menengok tulisan beliau mengenai langkah trading emas berikut ini.<br /> <br />3 Langkah Trading Emas Yang Perlu Diperhatikan<br />Menurut Alan Farley, pasar emas menawarkan likuiditas yang tinggi dan peluang memperoleh keuntungan, karena posisinya bisa dikatakan unik dalam tatanan ekonomi dan politik dunia. Langkah trading emas tidak sulit untuk dipelajari, tapi para trading pemula perlu mencoba menerapkannya dengan penuh kehati-hatian. Apa sajakah itu?<br /> <br />1. Memahami Apa Yang Mempengaruhi Harga Emas<br />Sebagai salah satu alat pembayaran tertua di dunia, penggunaan emas telah mengakar dalam transaksi keuangan masyarakat dunia. Hampir setiap orang memiliki pendapat subjektif tentang emas, tetapi pada dasarnya pergerakan harga emas hanya bereaksi pada sejumlah katalis harga.</p><p>Tiga faktor berikut ini merupakan katalis utama yang memiliki porsi besar dalam mempengaruhi sentimen, volume perdagangan, dan trend pergerakan emas:</p><p>Para trading pemula menghadapi risiko yang tinggi, ketika mereka melakukan langkah trading emas sebagai reaksi terhadap salah satu faktor di atas. Misalnya, ketika aksi jual melanda pasar keuangan dunia dan emas mengalami reli, banyak trader yang berasumsi bahwa ketakutan pasar akan mampu membawa harga emas naik semakin tinggi. Mereka pun akhirnya ikut masuk ke pasar emas, tanpa meninjau terlebih dulu apa yang menyebabkan penurunannya di pasar global.</p><p>Ketika ternyata penurunan sebelumnya hanya terjadi sebagai reaksi teknikal, pasar akan kembali terkoreksi naik, dan trader yang terlanjur membeli emas sebelumnya tentu mengalami kerugian.</p><p> 2. Mengetahui Karakteristik Pelaku Pasar Emas<br />Emas menarik banyak orang dengan beragam kepentingan, baik yang ingin membeli ataupun menjualnya. Pertama, ada Gold Bug si “Kutu Emas” yang merupakan investor emas dengan bias bullish. Selain gemar mengoleksi emas fisik, investor jenis ini biasanya juga mengalokasikan sebagian besar dana untuk berinvestasi dalam instrumen emas yang lain, seperti saham perusahaan emas, Option saham emas, emas berjangka, dan sebagainya. Mereka adalah para pemain jangka panjang yang tidak digoyahkan oleh bias bearish. Gold Bug bisa mempengaruhi likuiditas di pasar emas, karena mereka cenderung meningkatkan transaksi pembelian dari waktu ke waktu.</p><p>Kedua, emas juga menarik aktivitas hedging dari para investor yang memiliki protofolio trading di beragam aset. Aktivitas ini tidak semata-mata mendukung pandangan bullish bagi pasar emas, karena bertujuan untuk menyeimbangkan risiko yang dikelola. Karena itu, transaksi yang dilakukan di setiap langkah trading emas selalu beragam, bisa dengan membeli ataupun menjual kepemilikan emas mereka.</p><p> 3. Menelaah Grafik Emas Jangka Panjang<br />Ketika Anda memutuskan untuk melakukan trading emas, maka langkah trading emas selanjutnya yang bisa diterapkan ialah dengan meluangkan waktu mempelajari grafik pergerakan harga emas. Menurut Alan Farley, chart harga emas tidak hanya mengukir trend kenaikan jangka panjang hingga beberapa dekade, tapi juga bisa menunjukkan pelemahan dalam waktu lama.</p><p>Secara historis, emas tidak banyak bergerak hingga tahun 1970-an. Setelah penghapusan standar emas di tahun 1971, harga emas lepas landas dan mencetak Uptrend yang panjang, didukung dengan kenaikan inflasi karena melambungnya harga minyak mentah. Setelah memuncak di bulan Februari 1980, harga kemudian turun hingga mendekati level $700 hingga pertengahan 1980-an. Pelemahan itu merupakan reaksi terhadap kebijakan moneter ketat dari Federal Reserve.</p><p>Pada tahun 2000-an, emas memasuki Uptrend bersejarah yang mencapai puncaknya pada Februari 2012 di atas $1,916 per ounce. Penurunan bertahap setelah periode tersebut kemudian membawa harga melemah hingga 700 poin dalam waktu 4 tahun. Meskipun demikian, emas sempat melonjak 17% pada kuartal pertama 2016, mencatatkan kenaikan kuartalan terbesar dalam tiga dekade terakhir. Per Mei 2019, emas diperdagangkan di $1,283 per ounce.</p><p>Dari sudut pandang analisa, kenaikan dan penurunan harga emas dalam jangka waktu yang panjang dapat memberikan level-level strategis bagi trader maupun investor, untuk mencari posisi entry dengan mudah.<br /><br />Penutup<br />Melakukan trading emas dengan tiga langkah yang sudah diuraikan di atas dapat menjadi panduan pelengkap sebelum Anda beraktivitas sebagai trader emas. Pertama, pelajari apa saja yang mempengaruhi pergerakan harga emas dan bagaimana langkah trading emas  sebelum benar-benar mengambil keputusan. Kedua, kenali karakteristik pelaku pasar untuk mengantisipasi perubahan trend harga. Ketiga, luangkan waktu untuk menganalisis grafik emas jangka panjang, dengan memperhatikan level harga utama yang mungkin dapat menjadi acuan trading.</p><p> SUMBER :  www.seputarforex.com</p><p><br />

    </p><p> Facebook ForexChief Indonesia <br /> Twitter ForexChief Indonesia   </p>

    #7336
    jakaduriat
    Participant

                                                                   10 Pemain Utama Dalam Industri Forex

    Segelintir bank-bank besar ternyata menguasai hingga 60 persen dari total transaksi pasar forex harian. Inilah para pemain forex utama dunia.
    Sebagian besar dari Anda pasti sudah mengetahui bahwa dalam pasar forex terdapat berbagai macam pelaku. Mulai dari yang bermain recehan alias trader ritel, kemudian juga perusahaan-perusahaan multi nasional, institusi-institusi keuangan selain bank, para spekulan dan sederet pelaku lainnya.

    Dari sekian banyak pemain yang terjun di pasar forex, salah satu pelaku yang bisa dikategorikan pemain utama yang mampu menjadi market mover dalam industri forex adalah bank sangat besar. Mengapa disebut sangat besar? Ya, jika menilik aset yang dimikinya dan dana yang diputarnya dalam pasar valas sungguh luar biasa besar. Apalagi jika dibandingkan dengan rata-rata para trader ritel.

    Pelaku Industri Forex

    Dengan perkiraan nilai transaksi (menurut survei di bulan April 2013 oleh Triennial Central Bank) senilai 5 trilyun dolar AS dalam sehari, bank-bank tersebut diperkirakan mengambil porsi sekitar 60 persen lebih dari total transaksi. Bisa dibayangkan bukan bagaimana aktif dan masif nya bank-bank yang terlibat dalam transaksi forex ini? Mari kita coba berandai-andai menghitung porsi dari masing-masing institusi keuangan tersebut dalam transaksi forex harian.

    1. Citi
    Porsi transaksi industri forex 12.9 persen = ± 645 milyar dolar AS

    Salah satu dari “the Big Four” yang berusia lebih dari 200 tahun ini masih bertahan menduduki tempat pertama sebagai institusi keuangan yang turut aktif melakukan trading valuta asing. Walau menjadi yang terbesar porsinya, bukan berarti bank ini mampu menghindar dari krisis. Tahun 2008 lalu, Citi tetap dihantam kerugian akibat krisis keuangan. Setidaknya 300 milyar dolar AS nilai aset bermasalahnya pernah membuat Citi ambruk, hingga akhirnya mendapat suntikan dana dari pemerintah AS. Tapi tak lama setelah itu (dipertengahan 2012) kembali berhasil menapaki tangga kesuksesan dengan kembali membukukan simpanan dana masyarakat sejumlah 420 milyar dolar AS.

    2. JPMorgan Chase
    Porsi transaksi industri forex 8.8 persen = ± 440 milyar dolar AS

    Bank ini menurut banyak sumber, merupakan bank keenam terbesar di dunia (dalam kategori besaran aset), sekaligus menjadi bank terbesar di AS. Hal ini menjadi masuk akal dikarenakan sebelum terbentuk seperti sekarang ini, bank investasi ini telah menjalani berbagi proses merger. Kurang lebih sekitar seribu dua ratusan institusi telah melebur selama karir berdirinya menjadi bank terbesar di AS ini. Bukannya tanpa hambatan untuk menjadi bank sebesar itu, karena JPMorgan Chase setelah ditelisik harus juga menanggung resiko kerugian akibat salah seorang tradernya melakukan manipulasi transaksi derivative. Dari kasus tersebut, diperkirakan kerugian mencapai 9 milyar dolar AS dan belum ditambah denda.

    3. UBS
    Porsi transaksi industri forex 8.8 persen = ± 440 milyar dolar AS

    Perusahaan yang berinduk di negara Swiss ini mau tak mau terimbas badai krisis sektor keuangan di AS tahun 2008 lalu dan mengalami kerugian kurang lebih 50 milyar dolar AS. Bahkan juga dikenai denda oleh komisi pengawas institusi keuangan di AS akibat manipulasi transaksi yang dilakukan para trader yang bekerja di dalamnya senilai 290 juta dolar. Mengingat bank tersebut masih diperlukan keberadaannya (“too big to fail”), akhirnya lewat intervensi pemerintah Swiss dan masuknya kembali para investor berhasil membalikkan kerugian tersebut menjadi keuntungan. Di sekitar tahun 2014, nilai aset UBS kembali melonjak ke angka 1.7 trilyun dolar AS.

    4. Deutsche Bank
    Porsi transaksi industri forex 7.9 persen = ± 395 milyar dolar AS

    Bank yang sudah melewati dua perang dunia, tiga masa depresi keuangan dunia dan mampu bertahan saat pemisahan Jerman ini sanggup pula menempati posisi bank terbesar kedua di dunia saat memasuki millenium baru. Pada tahun 2009, Deutsche Bank bahkan merajai posisi “foreign exchange dealer” dengan menguasai kurang lebih 21 persen pangsa pasar. Sejalan dengan makin kompetitifnya dunia jasa keuangan dan semakin berkembangnya jaman, kini prestasi tersebut kian merosot. Dikabarkan bank tersebut bahkan harus merelakan diri mengalami kerugian sepanjang tahun 2015 kemarin sebanyak 6 milyar Euro. Tapi walau begitu, bank tersebut tetap saja masih beroperasi di 70 negara.

    5. BofA Merrill Lynch
    Porsi transaksi industri forex 6.4 persen = ± 320 milyar dolar AS

    Sebelumnya, lembaga ini bernama Bank of America saja sebelum akhirnya pada 2009 mengakuisisi sebuah institusi keuangan besar lainnya, yaitu Merrill Lynch. Penggabungan kedua institusi raksasa tersebut dikabarkan tidak semulus yang diharapkan. Penurunan nilai saham lebih dari tujuh puluh persen pun tak terelakkan. Masa kejayaan bank investasi ini baru dibuktikan dengan pencapaian hasil luar biasa di industri keuangan dengan pernah membukukan penerimaan terbesar kedua di dunia pada tahun 2011.

    6. Barclays
    Porsi transaksi industri forex 5.7 persen = ± 285 milyar dolar AS

    Nama besar bank investasi dari Inggris ini pun tak terbebas dari masa sulit. Salah satunya adalah akibat tak mampu mengembalikan pinjaman dari bank lain yang harus dilunasi dalam sehari sebanyak 3.2 milyar dolar AS. Bank yang menjadi salah satu market maker di industri forex ini ternyata juga pernah kena denda dari otoritas pengawas keuangan di New York sebanyak 635 juta dolar AS. Pasalnya, Barclays ketahuan menggunakan algoritma khusus di dalam sistem trading elektroniknya yang pada intinya menghambat atau menahan order dari penggunanya apabila order tersebut berpotensi merugikan pihak bank.

    7. Goldman Sachs
    Porsi transaksi industri forex 4.7 persen = ± 235 milyar dolar AS

    Bank investasi besar di AS yang mempekerjakan 36.500 orang ini memiliki aset 861 miliar dolar AS, biarpun tak pernah lepas dari kontroversi. Semenjak berdiri tahun 1869, bank ini sudah sering kali melakukan aksi-aksi yang berbuntut merugikan kliennya. Julukan “bank paling dibenci di seluruh dunia” pun pernah disematkan padanya.

    Diantaranya pada tahun 1929, bank ini pernah membuat suatu sistem dengan dasar skema piramid yang disamarkan sebagai mutual fund. Skema itu berhasil membuat kerugian bagi para klien sebesar 300 juta dolar AS. Kemudian di tahun 1970an, Goldman Sachs terlibat kembali dalam manipulasi pembiayaan terhadap sebuah industri yang sudah bangkrut. Belum berlalu kejadian tersebut, bank ini kembali membuat kejutan dengan menjual produk deposito yang akhirnya para pembeli deposito ini tidak memperoleh hasilnya dikarenakan nilai klaim yang seharusnya dibayarkan kepada para pembeli melebihi nilai dari bank itu sendiri.

    Ketika tiba krisis keuangan di tahun 2008, Goldman Sachs terpaksa harus meminjam dana talangan dari bank sentral AS sebesar 782 milyar dolar AS demi menyelamatkan keberadaannya.

    8. HSBC
    Porsi transaksi industri forex 4.6 persen = ± 230 milyar dolar AS

    HSBC dibangun oleh orang Skotlandia yang merantau ke Hongkong sewaktu masih menjadi koloni dari Inggris. Dalam sejarahnya, bank ini berhasil menduduki posisi sebagai bank terbesar keempat di dunia dilihat dari sisi besaran aset yang mencapai 2.67 trilyun dolar AS. Mungkin ini menjadi salah satu prestasi besar dari HSBC dikarenakan pada saat terjadi krisis keuangan yang melanda AS, bank ini justru mampu bertahan dan sanggup untuk memenuhi permintaan dari pemerintah Inggris agar menambah kecukupan modal. Terbukti tak lama setelah peraturan tersebut diterapkan, HSBC sanggup telah menyetorkan dana tambahan senilai 750 juta poundsterling.

    9. XTX
    Porsi transaksi industri forex 3.9 persen = ± 195 milyar dolar AS

    XTX adalah satu-satunya institusi non perbankan yang menjadi fenomena di dunia keuangan (transaksi valas) di tahun ini. Sebuah perusahaan rintisan yang memposisikan dirinya sebagai “market maker” di industri forex ini berhasil menggeser bank selevel Deutsche Bank untuk urusan transaksi di pasar spot dan menjadi yang terbesar keempat di dunia dengan mengambil porsi sekitar 7.6% untuk pasar spot. Walau masih tergolong perusahaan baru, namun daya tariknya berhasil menggaet para petinggi dari banyak institusi keuangan besar dunia untuk bergabung dalam manajerial XTX.

    10. Morgan Stanley
    Porsi transaksi industri forex 3.2 persen = ± 160 milyar dolar AS

    Tahukah Anda betapa menghebohkannya kejadian penawaran saham perdana Google di tahun 2004 lalu? Tahukah juga siapa institusi keuangan yang melancarkan proses tersebut? Benar, tak lain tak bukan adalah Morgan Stanley. Meski begitu, bank kawakan ini pun tak lolos dari skandal. Seperti juga bank-bank lain di AS, bank ini harus mau menerima tawaran dari pemerintah jika ingin terhindar dari kebangkrutan akibat krisis 2008. Akhirnya dana sekitar 107.3 miliar dolar AS (menjadi penghutang terbesar diantara bank-bank waktu itu) digelontorkan untuk tetap menjaga keberlangsungan Morgan Stanley.

    Itulah 10 institusi keuangan yang menjadi pemain utama dalam industri forex. Langkah-langkah mereka selalu menjadi sorotan pasar, baik itu ketika mereka terlibat skandal maupun terkena krisis, karena bisa-bisa menyimpan dampak sistemik. Karena alasan itu pulalah, analisa-analisa dari bank-bank itu acap kali dikutip di berita-berita forex dan didengar oleh banyak pelaku pasar.

    SUMBER :  www.seputarforex.com

    Facebook ForexChief Indonesia
    Twitter ForexChief Indonesia

    #7337
    jakaduriat
    Participant

                                                                                                        Program IB Pro

    Program kemitraan IB Pro (singkatan untuk Introducing Broker) dirancang untuk kedua jasa keuangan pelaku pasar profesional dan pedagang individu yang berpenghasilan didasari oleh biaya agen untuk menarik klien ke perusahaan mitra, bukan oleh pendapatan dari transaksi perdagangan.

    Sebuah ciri khas dari IB Pro adalah kenyataan bahwa jumlah pembayaran tidak berpatokan pada jumlah klien yang ditarik oleh mitra, jumlah deposit, frekuensi transaksi atau jenis mitra (proyek web, kantor perwakilan, pusat pelatihan, layanan rebate , agen individu, dll) jumlah pembayaran tergantung secara eksklusif pada omset perdagangan referal’: semakin besar omset, semakin tinggi tingkat remunerasi (hingga $ 15 untuk 1 juta USD).

    KEUNGGULAN KAMI

    1. Tidak ada persyaratan untuk perbedaan minimum antara pembukaan order dan harga penutupan (MTP).
    2. Tidak ada persyaratan untuk durasi minimum transaksi.
    3. Tarif remunerasi mitra dengan skala yang progresif.
    4. Jumlah pembayaran yang tidak terbatas untuk setiap klien yang ditarik.
    5. Tidak ada istilah rahasia dalam persyaratan atau batas penarikan remunerasi mitra.

    BAGAIMANA CARA KERJA IB PRO

    [/url]

    SYARAT DAN KETENTUAN

    1. Untuk berpartisipasi dalam program mitra, anda harus Buka Akun Live dimana remunerasi mitra akan dikreditkan.

    2. Pada bagian Personal Area’s Advertising Tools, anda akan menemukan banner dan link referal yang unik. Semua klien yang menggunakan link referal untuk mengunjungi website perusahaan terkait dengan mitra ketika mendaftar di Personal Area.

    3. Remunerasi mitra dihitung dan dikreditkan ke akun perdagangan pada akhir setiap minggu, setelah sesi perdagangan ditutup. Jumlah pembayaran tergantung pada omset perdagangan referal di USD dihitung pada order yang ditutup di bawah target minggu: Senin 00:00:01 – Jumat 23:59:59 (waktu server).

    4. Sebuah omset perdagangan referal dalam USD sebesar omset agregat untuk dua transaksi: pembukaan order dan penutupan order transaksi.
    Contoh:
    BUY 1 lot EURUSD (1 lot = 100.000 EUR) pembukaan order di harga 1.3452 dan ditutup di harga 1.3542. Omset perdagangan dalam USD untuk order ini = (100.000 * 1,3452) + (100.000 * 1,3542) = 269.940 USD

    5. Semakin besar agregat omset perdagangan referal mingguan, semakin tinggi tingkat perhitungan remunerasi mitra:

    [/url]

    6. Mitra bisa mendapatkan rincian informasi tentang setiap Pembayaran dengan mengklik nomor dalam bagian Financial statements.

    7. Pembayaran dikreditkan ke akun mitra dan dapat ditarik setiap saat tanpa adanya pembatasan.

    Hormat kami,
    ForexChief

    Facebook ForexChief Indonesia
    Twitter ForexChief Indonesia

    #7342
    jakaduriat
    Participant

                                                                 Cara Melindungi Keuntungan Trading Kripto

    Trading kripto tidak hanya tentang mendapat profit, tapi juga bagaimana cara melindungi keuntungannya. Di sini, ada 2 cara utama dan 6 solusi lain yang bisa Anda terapkan.

    Bitcoin dan mata uang kripto lainnya telah tumbuh secara signifikan selama beberapa tahun terakhir. Namun dengan kenaikan nilainya, ada satu masalah mendasar bagi pengguna: bagaimana cara kita mengunci keuntungan? Karena itu, pada artikel ini, Anda akan belajar tentang berbagai opsi yang tersedia untuk mengunci keuntungan trading kripto. Tersedia dua opsi utama bagi Anda untuk mengunci keuntungan, yaitu:

    Melindungi Keuntungan Trading Kripto

    1. Transfer Dana Ke Rekening Bank Konvensional

    Umpamakan Anda baru saja membeli Litecoin dan mendapat untung, Anda ingin bermain aman untuk melindungi investasi tersebut. Untuk melakukan ini, Anda bisa menjual LTC ke USD, kemudian mentransfer dana tersebut ke rekening bank Anda. Namun ada masalah dari skenario ini, yaitu biasanya proses tersebut memakan waktu lebih dari 1 hari kerja, terutama jika hari libur.

    Katakanlah ketika Anda mencairkan dana tersebut ke bank konvensional, ada kesempatan perdagangan lain yang mungkin diambil di ETH/USD. Jika Anda mencairkan posisi LTC/USD dan mentransfer dana ke rekening bank, mungkin perlu beberapa hari sebelum Anda dapat melakukan perdagangan di ETH/USD.

    Misalnya, jika Anda membeli Litecoin melalui platform bursa mata uang kripto seperti Coinbase dan memindahkannya ke bursa lain dalam upaya untuk memperdagangkannya dengan mata uang kripto lain, Anda perlu mengambil rute berikut:

    Beberapa hari akan berlalu sebelum proses ini selesai. Setelah itu, Anda perlu mendepositkan lagi uang ke bursa untuk melakukan transaksi kripto, yang bisa memakan waktu antara dua hingga empat hari. Karena pasar mata uang kripto bergerak dengan cepat, artinya Anda bisa saja kehilangan banyak peluang trading hanya karena menunggu poses-proses transfer dana tadi.

    Selain itu, menautkan rekening bank ke platform bursa mata uang kripto dapat menjadi masalah yang signifikan, terutama bagi pengguna yang berada di negara yang tidak ramah kripto. Akhir-akhir ini, berbagai bank besar telah memperingatkan pelanggannya untuk tidak berhubungan dengan mata uang kripto. Sebagai contoh: Bitfinex baru saja menyatakan bahwa klien AS akan dilarang menggunakan rekening bank mereka untuk mentransfer dana ke rekening secara langsung dari platform. Ini berarti bahwa klien Bitfinex harus melakukan transfer dalam mata uang kripto.

    2. Mengkonversi Dana Ke Kripto Lain Yang Lebih Aman

    Opsi lain yang tersedia untuk Anda adalah menguubah kepemilikan dari satu mata uang kripto ke mata uang kripto lain. Misalnya, Anda dapat mentransfer semua Ethereum milik Anda ke Bitcoin, mengingat Bitcoin sejauh ini adalah mata uang kripto terkuat dengan likuiditas tertinggi.

    Likuiditas kripto

    (Baca juga: Mengenal Likuiditas Dalam Pasar Kripto)

    Namun demikian, opsi ini bukan tanpa risiko. Mata uang kripto sangat fluktuatif, dan Bitcoin pun tidak terkecuali. Ketika Anda dalam proses mengkonversi suatu token kripto ke Bitcoin, harga BTC bisa saja turun drastis dengan cepat. Pada 25 Desember 2018 misalnya, harga Bitcoin jatuh lebih dari $200 hanya dalam satu jam. Artinya, memindahkan keuntungan Anda ke mata uang kripto lain masih bisa menjadi bumerang, karena faktor volatilitas yang masih mendominasi di pasar kripto.

    Opsi Lain Yang Tersedia
    Deposit Dengan Mata Uang Fiat

    Opsi ini memungkinkan Anda untuk mempertahankan keuntungan dan tetap waspada terhadap peluang yang mungkin timbul. Beberapa platform bursa memungkinkan penggunaan uang fiat sebagai mata uang akun. Ini berarti bahwa Anda tidak perlu menarik dana Anda ke bank konvensiaonal sebelum dapat berinvestasi kembali. Di sana, Anda dapat trading berbagai mata uang kripto dari akun Dolar AS tanpa harus menggunakan rekening bank konvensional. Namun, tidak semua platform bursa mendukung fitur ini, sehingga Anda perlu benar-benar selektif dalam memilih bursa kripto yang menyediakannya.

    Manfaatkan Tether (USDT)

    Opsi selanjutnya adalah menggunakan Tether (USDT), sebuah mata uang kripto yang dipatok ke USD. Untuk saat ini, USDT mungkin tidak menawarkan banyak peluang trading sebagai koin kripto, tetapi dapat membantu Anda mengunci keuntungan. Stabilitas harga yang lebih baik pada USDT menjadikannya pilihan bagi Anda yang ingin melindungi keuntungan, sambil menunggu kesempatan trading kripto berikutnya

    Jika opsi USDT >Altcoin tidak tersedia di bursa pilihan Anda, maka solusinya bisa dengan trading langsung Tether ke mata uang kripto lain, karena hal itu akan memungkinkan penghematan biaya per transaksi.

    Salah satu risiko utama yang terkait penggunaan Tether adalah bahwa setiap Tether belum tentu didukung oleh USD senilai $1 seperti klaim di situs resminya. Bahkan jika sesuai dengan klaim situs, dimana setiap Tether didukung oleh $1, maka gelembung mata uang kripto mungkin memiliki implikasi parah, karena tidak ada cukup likuiditas di dalamnya. Juga, kekhawatiran meningkat karena kurangnya transparansi dari pihak Tether sendiri. Ini dapat mengurangi minat publik dan mungkin menyebabkan runtuhnya mata uang kripto tersebut.

    Manajemen Risiko Trading Kripto

    Manajemen risiko adalah elemen penting yang harus dilihat oleh setiap trader jika ingin mencapai kesuksesan. Sementara mengunci keuntungan memungkinkan Anda untuk keluar dari pasar dengan keuntungan terjaga, memiliki strategi manajemen risiko yang efektif memungkinkan Anda untuk terus trading dalam jangka panjang.

    Lindungi Diri Dari Risiko Counterparty

    Risiko Counterparty (pihak lawan) adalah sesuatu yang harus Anda pertimbangkan ketika membuat keputusan trading. Platform bursa mata uang kripto memiliki risiko Counterparty. Sudah menjadi rahasia umum bahwa transaksi yang melibatkan mata uang kripto seperti Bitcoin tidak dapat dibalik. Jadi, begitu Anda kehilangan koin karena ulah penipu, Anda tidak bisa mendapatkannya kembali. Sehingga, sangat disarankan untuk melakukan due diligence terlebih dahulu terhadap platform bursa, sebelum memutuskan untuk membuka akun trading di bursa terkait.

    Masalah lain adalah: banyak platform bursa mata uang kripto tidak menyebarkan mekanisme keamanan digital yang memadai untuk membuatnya tidak bisa diretas. Karenanya, Anda harus mengurangi risiko kehilangan dengan melakukan hal berikut:

      [*]Hindari meninggalkan dana di platform bursa ketika Anda tidak aktif trading.
      [*] Jangan trading dengan lebih dari 30 persen portofolio Anda.
      [*] Diversifikasikan investasi Anda di berbagai platform trading.

    Pilih Kondisi Pasar Yang Tepat

    Temukan pasar yang ideal untuk strategi trading Anda. Misalnya, Swing Trading lebih efektif selama tren kuat ketimbang strategi scalping. Karena itu, sangat penting untuk menentukan strategi apa yang paling cocok untuk Anda.


    Rencanakan Titik Exit

    Kunci untuk berhasil mengunci keuntungan adalah memiliki strategi keluar yang efektif. Tentukan level support dan resistance kritis, lalu rencanakan langkah Anda ke depan. Pertimbangkan rasio Risk/Reward, dan tentukan bagaimana Anda dapat mengambil keuntungan. Anda dapat menambah posisi ketika tren kuat atau keluar ketika keuntungan sudah lebih besar daripada risiko yang Anda ambil. Idealnya, rasio 1:2 menjadi pilihan yang baik dan ideal.

    Rasio Risk Reward Trading Kripto

    Selanjutnya, Anda disarankan untuk mengatur Stop Order agar terhindar dari manipulasi pasar yang mungkin terjadi. Namun, penting diketahui bahwa Stop Order ini kadang tidak berfungsi dengan baik ketika harga bergerak terlalu cepat.

    Hindari Menggunakan Leverage Berlebihan

    Meskipun menggunakan margin membantu meningkatkan ukuran trading dan memberi fleksibilitas tambahan, Anda harus berhati-hati untuk tidak menggunakannya secara berlebihan. Memilih leverage terlalu tinggi dapat menurunkan ketahanan dana trading Anda, yang pada gilirannya dapat mengakibatkan hilangnya seluruh jumlah modal jika terjadi likuidasi paksa.

    Beberapa platform bursa kripto menawarkan leverage hingga 1:100; dalam hal ini, pergerakan satu persen suatu toke kripto dapat menyebabkan kerugian serius pada akun Anda. Maka dari itu, dalam aktivitas di pasar kripto yang masih diselimuti volatilitas tinggi, leverage yang disarankan untuk digunakan adalah 1:3.

    Facebook ForexChief Indonesia
    Twitter ForexChief Indonesia

    #7345
    rahmatrabani
    Participant

    Bagaimana mungkin $1 bisa untuk membeli $100 ??

    well, karena sebenarnya bisa dikatakan broker forex lah yang mengeluarkan jumlah uang $100 tersebut untuk anda, sehingga anda hanya perlu mengeluarkan uang (Account deposit) untuk menanggung kerugian dan keuntungan dari transaksi $100 itu. Jadi $1 itu sebagai jaminan $100, dan sisa account laen sebagai penanggung kerugian dan keuntungan dari transaksi tersebut. Oleh karena sistem inilah trading forex modern lebih banyak diminati oleh orang dibandingkan tradisional.

    Anda harus berhati-hati, karena level atau leverage bisa menjadi pedang bermata dua. Contohnya adalah:
    Apabila anda bermain dengan $1 = $100, berarti sama dengan $1 adalah 0.1 lot, apabila uang anda ada $10 yang anda mainkan, setiap kenaikan 20 pips berarti anda akan mendapatkan $20 tambahan, tetapi anda jangan lupa juga setiap penurunan 20 pips anda berarti sudah mengalami kerugian minus $20, nah karena sebelumnya modal anda 10$, berarti brokers akan melakukan margin call karena uang anda tidak mencukupi. Alias uang anda hangus karena modal sudah habis hanya karena penurunan tadi

    #7353
    jakaduriat
    Participant

                                                                Trading Korelasi Minyak Dan USD/CAD

    Memahami korelasi intermarket dapat menjadi cara jitu untuk menemukan arah tren pasar, salah satunya antara USOil dengan USD/CAD.

    Perdagangan komoditas dapat menjadi referensi ide untuk para trader saat memasuki pasar forex. Caranya adalah dengan mengamati adanya hubungan atau korelasi intermarket. Artikel ini akan mempelajari cara untuk bertrading pasangan mata uang USD/CAD berdasarkan dari perkembangan harga minyak.

    Apakah Anda pernah berfikir untuk mengkorelasikan pasar komoditas dengan pasangan mata uang forex? Memahami korelasi intermarket dapat menjadi cara jitu untuk menemukan arah tren market dengan membandingkan dua aset yang sama sekali berbeda. Salah satu korelasi yang paling umum terdapat pada USOil dan pasangan mata uang USD/CAD (Dola AS/Dolar Kanada). Korelasi ini memiliki dasar fundamental yang logis dan telah terbukti sejak berdekade lalu.

    Latar Belakang Hubungan USOil Dan USD/CAD
    Dari perspektif fundamental, perlu dipahami bahwa Kanada termasuk negara produsen dan eksportir minyak. Pertumbuhan ekonomi, pendapatan masyarakat, dan ketenagakerjaannya bergantung pada komoditas minyak. Apabila harga minyak meningkat, maka perekonomian dapat diharapkan melesat. Gaji pegawai migas akan naik, mendorong konsumsi dan investasi di berbagai sektor lainnya, sehingga pertumbuhan ekonomi dapat tercapai. Sedangkan apabila harga minyak lesu, maka perekonomiannya ikut seret.

    Di sisi lain, Amerika Serikat merupakan negara produsen sekaligus konsumen minyak terbesar dunia. Meski negerinya dapat menghasilkan minyak mentah sendiri, tetapi tak cukup untuk memenuhi kebutuhan industri dan masyarakat pada umumnya. Sehingga, AS juga mengimpor minyak mentah dari Kanada dan sejumlah negara lainnya.

    Dengan kata lain, dapat disimpulkan secara umum: Jika harga minyak naik, maka Kanada akan diuntungkan. Sedangkan bila harga minyak menurun, maka AS diuntungkan.

    Korelasi USOil Dan USD/CAD
    Pada gambar grafik di bawah ini terlihat korelasi antara USOil dan USD/CAD dengan time frame harian (Daily/D1). Dilihat dari pergerakan keduanya, terdapat korelasi terbalik (inverse correlation) antara USOil dan USD/CAD. Ketika nilai USOil mengalami penurunan, USD/CAD akan bergerak lebih tinggi karena pasar lebih optimis pada Kanada dibanding pada AS. Sebaliknya, jika USOil mengalami kenaikan, maka USD/CAD cenderung menurun.

    [/url][/url]

    Pengetahuan ini dapat dimanfaatkan dalam trading dengan beberapa cara. Berikut diantaranya:

    1. Sinyal Open Posisi
    Hubungan terbalik antara USD/CAD dan USOil ini sudah berlangsung sangat lama, sehingga ada sejumlah trader yang memantau pergerakan harga USOil sebagai sinyal open posisi untuk USD/CAD. Anggapannya, jika harga USOil menurun, maka USD/CAD bakal naik; sedangkan jika harga USOil naik, maka USD/CAD bakal menurun. Asumsi ini tak bisa digunakan di time frame sangat rendah (di bawah Hourly), tetapi konon dapat dijadikan patokan untuk trader jangka menengah-panjang.

    2. Diversifikasi Risiko
    Diversifikasi Risiko di sini maksudnya, antisipasi risiko saat trading. Umpamanya jika Anda sedang trading buy pada pasangan USD/CAD, maka pikirkan dua kali sebelum open buy pada USOil. Kenapa? karena dengan pergerakan yang cenderung saling berlawanan, jika posisi yang pertama itu profit, maka posisi yang kedua bisa loss. Di sisi lain, trader yang memang menggunakan teknik hedging maka kemungkinan akan tertarik menggunakan USOil dan USD/CAD dalam paket strategi tradingnya.

    3. Analisa Fundamental Pendukung
    Dibandingkan dengan kedua cara memanfaatkan korelasi USOil dan USD/CAD di atas, cara ketiga ini lebih handal. Gunakanlah pemantauan atas harga USOil sebagai data fundamental pendukung saat trading USD/CAD. Dalam hal ini, kenaikan harga USOil bisa memperberat outlook bearish bagi USD/CAD, sedangkan penurunan USOil dapat mendorong outlook bullish bagi USD/CAD. Namun, karena sifatnya hanyalah sebagai argumen pendukung, maka trader tetap harus memantau bagaimana kondisi fundamental dan teknikal lainnya.

    SUMBER = https://www.seputarforex.com

    Facebook ForexChief Indonesia
    Twitter ForexChief Indonesia

    #7354
    jakaduriat
    Participant

                                                                            Putaran ke-7 dari kontes “Fast Warren”

    Pendaftaran putaran ke-7 kontes “Fast Warren” telah dibuka

    Klien yang terhormat!

    Kami senang untuk memberitahukan kepada anda tentang pembukaan pendaftaran kontes “Fast Warren” putaran ke-7!

    [/url][/url]

    Fast Warren – adalah kontes dua mingguan yang menggunakan akun “cent” dan memungkinkan untuk menggabungkan trading seperti biasa di akun anda dengan kompetisi untuk mendapatkan hadiah uang. Kontes diadakan dalam dua nominasi – “Profit terbesar” dan “Turnover tertinggi”. Peserta dengan rating tertinggi dapat menjadi pemenang di kedua nominasi pada saat yang sama dan menerima hadiah untuk setiap kompetisi.

    Fitur dari kontes:

      [*]Total hadiah $ 2100;
      [*]Dua nominasi dan hadiah untuk 10 pemenang;
      [*]Semua strategi trading dan robot diperbolehkan;
      [*]Hadiah dapat diwithdraw langsung tanpa pembatasan;
      [*]Partisipasi dalam kontes dapat dihentikan setiap saat dengan dana yang disimpan.
      [*]Informasi detail tentang ketentuan kontes dan prosedur pendaftaran dapat ditemukan pada halaman kontes “Fast Warren”.

    Hormat kami,
    ForexChief

    Facebook ForexChief Indonesia
    Twitter ForexChief Indonesia

    #7358
    jakaduriat
    Participant

                                                                          Bagaimana cara Menambah Penghasilan?

    Menjadi seorang trader tidak mudah, dan cukup sulit untuk mendapatkan penghasilan tetap melalui spekulasi dengan aset investasi. Pasar forex sangat luas, dan memberikan banyak alternatif pilihan untuk mendapatkan penghasilan selain transaksi perdagangan. Salah satu opsi tersebut adalah program kemitraan yang bertujuan untuk menarik para trader kepada perusahaan, agar mitra mendapatkan remunerasi. Metodologi perhitungan remunerasi dan metode menarik klien mungkin berbeda, namun berpartisipasi dalam program kemitraan memungkinkan mencapai penghasilan tetap tanpa transaksi perdagangan.

    [/url]

    Fitur khas dari program kemitraan ForexChief mencakup skala progresif yang remunerasinya tergantung pada omset perdagangan klien yang ditarik, dan mendapatkan pembayaran mingguan. Untuk mitra, tidak ada syarat dan ketentuan tersembunyi seperti “durasi minimum order” atau “perbedaan minimum antara pembukaan order dan harga penutupan order” (MTP). Dengan menjadi mitra ForexChief, anda akan mendapatkan remunerasi dijamin untuk setiap order yang diselesaikan oleh klien yang ditarik. konsep umum program ini didasarkan pada perhitungan jumlah remunerasi untuk 1 juta USD dari omset perdagangan.

    Mengingat perkembangan teknologi informasi saat ini, ForexChief tidak hanya fokus kepada calon mitra ‘pada mode tarik klien, kami juga tidak membuat tarif remunerasi tergantung pada jenis kemitraan (proyek web, kantor perwakilan regional, pusat pelatihan atau agen individual). Dalam jangka panjang, hal yang paling penting adalah omset perdagangan yang prasyarat jumlah remunerasi. Setiap mitra dapat mengevaluasi secara independen efisiensi ekonomi dari setiap trader pilihan yang ditarik. Namun, terlepas dari jalan yang dipilih, ForexChief menyediakan mitra dengan semua dukungan yang diperlukan untuk pengembangan usaha, dengan pendekatan individual untuk setiap proyek.

    Hormat kami,
    ForexChief

    Facebook ForexChief Indonesia
    Twitter ForexChief Indonesia

    #7366
    jakaduriat
    Participant

                                                        Lika-Liku Menjadi Day Trader Dalam Forex

    Biasanya, orang menjadi Day Trader karena tidak suka posisi trading terbuka hingga berhari-hari dan ingin mendapatkan kepastian profit atau loss dengan cepat

    Day Trader adalah istilah yang umum digunakan untuk menyebut orang-orang yang memiliki gaya trading jangka pendek, dengan membuka dan menutup posisi perdagangan di pasar finansial dalam tempo satu hari saja atau bahkan kurang dari itu. Biasanya, orang memilih Day Trading dalam forex karena tidak suka mempertahankan posisi perdagangan hingga berhari-hari dan ingin mendapatkan kepastian profit atau loss dengan cepat, walaupun mereka juga tak tertarik dengan gaya trading kilat ala scalping.

    Semua orang bisa menjadi Day Trader. Akan tetapi, metode Day Trading dalam forex belum tentu cocok untuk semua orang. Faktanya, kebanyakan orang yang mencoba-coba menjadi Day Trader, seringkali gagal dan malah berakhir dengan kerugian.

    Orang Yang Cocok Menjadi Day Trader
    Jadi, orang seperti apa yang cocok untuk menjadi Day Trader? Ada empat karakteristik utama:

      [*]Anda tak suka membiarkan posisi trading floating hingga lebih dari sehari.
      [*]Anda dapat menganalisa pasar pada timeframe H4 atau H1.
      [*]Anda punya waktu untuk menganalisa pasar di awal sesi perdagangan dan kemudian memantau posisi trading Anda sepanjang hari.
      [*]Anda selalu ingin mendapatkan kepastian apakah profit atau tidak setiap harinya.
      [*]Di sisi lain, pekerjaan sebagai Day Trader boleh jadi tak cocok bagi Anda bila:

    Anda lebih suka trading dengan jangka lebih panjang (D1, W1, Monthly), atau justru sebaliknya, lebih memilih trading di jangka lebih pendek (time frame M30, M10, M5).
    Anda tak punya waktu untuk menganalisa pasar setiap hari dan memantaunya seharian.
    Anda punya mata pencaharian lain yang bersifat full time.
    Seorang Day Trader biasanya melakukan transaksi beberapa kali sehari dengan mencari perolehan beberapa poin per transaksi, lalu diakumulasikan untuk mendapatkan profit atau loss di akhir hari. Strategi seorang Day Trader adalah dengan memanfaatkan pergerakan harga dalam satu hari perdagangan. Berbeda dengan seorang investor yang baru mencairkan investasinya setelah beberapa minggu, bulan, atau bahkan tahun. Prinsip Day Trader: market akan selalu menawarkan banyak kesempatan setiap hari.

    Kesulitan-kesulitan Seorang Day Trader
    Perlu diketahui, salah satu masalah terbesar dalam Day Trading adalah resiko hilangnya modal. Ini merupakan bisnis yang akan menguji nyali dan kesabaran karena Anda harus selalu memantau layar trading, menyerap, dan memproses segala informasi yang muncul, lalu harus membuat keputusan yang cepat untuk membeli atau menjual.

    Ini merupakan pekerjaan yang cukup rumit dan memerlukan banyak keterampilan. Oleh karena itu, pemula tidak dianjurkan untuk Day Trading dalam forex. Ini merupakan seni trading yang sebaiknya dipraktikkan oleh para profesional dengan pengalaman bertahun-tahun dan sudah memperlakukan Day Trading layaknya pekerjaan utama.

    Menurut survei, 90 persen orang yang mencoba menjadi Day Trader pasti pernah mengalami kegagalan. Oleh karena itu, jika Anda ingin memiliki kesempatan untuk sukses, berusahalah semaksimal mungkin untuk melakukan yang terbaik bagi usaha trading Anda.

    Adakah Tips Sukses Day Trading Dalam Forex?

    Ketahuilah Dasar-Dasarnya.
    Pertama-tama, Anda harus mengetahui cara kerja market forex. Pelajari bagaimana proses trading berjalan dari A ke Z. Selain membaca artikel-artikel dan buku tentang trading, alternatif cerdas lainnya adalah dengan membuka sebuah akun trading virtual (demo) di mana Anda bisa leluasa berlatih tanpa menggunakan dana sesungguhnya.

    Lakukan trading virtual sampai titik di mana Anda sudah memahami ritme pasar, dan setelah itu baru melakukan trading secara sebenarnya. Banyak sekali broker forex yang menawarkan program-program pelatihan trading (akun demo) yang dapat Anda manfaatkan.

    Ikutilah Fundamental dan Sentimen Pasar Harian.
    Unsur fundamental bisa berdampak kuat pada pergerakan pasar harian dan bias-bias pelaku pasar. Perilisan suatu berita penting dari Amerika Serikat umpamanya, bisa seketika membalik pergerakan harga di pasar forex jika sebelumnya tidak diperkirakan oleh pelaku pasar. Oleh karena itu, Anda perlu mengikuti kalender forex dan menandai momen-momen berdampak tinggi yang bisa berpengaruh pada hasil Day Trading dalam forex.

    Jagalah Psikologi Diri Agar Tetap Tenang, Apapun yang Terjadi.
    Diantara daftar kesalahan fatal dalam trading, ketidakmampuan mengontrol psikologi diri biasanya masuk di urutan terakhir. Namun, jumlah korban akibat faktor psikologi ini justru dominan di kalangan Day Trader. Sebabnya boleh jadi karena kepenatan memantau pasar sepanjang hari, serakah setelah baru menang besar sekali, ataupun mudah menyerah pasca gagal dua atau tiga kali.

    Apapun awal mulanya, tentu Anda tak ingin menjadi korban, bukan!? Karenanya, kuasai dasar-dasarnya, berlatihlah hingga matang dahulu sebelum menerjunkan dana Anda secara total untuk Day Trading dalam forex, kemudian jangan lupa ikuti fundamental dan sentimen pasar harian, agar tidak ikut terlindas oleh pergerakan pasar.

    SUMBER : seputarforex.com

    Facebook ForexChief Indonesia
    Twitter ForexChief Indonesia

    #7369
    jakaduriat
    Participant

                                                                        Cara Kerja Trader Forex Profesional

    Ada banyak faktor yang membentuk seorang trader forex profesional. Apa saja yang membedakan cara kerja trader pemula dan profesional?

    Untuk bisa menjadi trader forex yang profesional, tidak cukup hanya dengan pengetahuan dan pengalaman trading saja, tapi diperlukan kesabaran, konsistensi dan mental trading yang telah teruji. Seorang trader forex profesional mengelola dana yang cukup besar, sehingga harus selalu berhati-hati dalam melangkah serta tepat dalam mengambil setiap keputusan.

    Bagaimana sebenarnya cara kerja yang membedakan seorang trader profesional dan trader pemula atau amatir?

    1. Trader Forex Profesional Tak Butuh Waktu Lama Untuk Prediksi Harga
    Trader forex profesional tidak membutuhkan banyak waktu dalam memprediksi arah pergerakan harga. Mereka melihat pada chart Daily dan Weekly, serta melakukan analisa tren pergerakan harga dengan interpretasi berita fundamental dan indikator teknikal. Misalnya, membaca berita perkembangan krisis Zona Euro, kemudian melihat indikator Exponential Moving Average (EMA) 200-day, EMA 20-day, dan RSI pada chart EUR/USD Daily, untuk menentukan tren jangka panjang serta mengetahui keadaan jenuh beli (overbought) atau jenuh jual (oversold).

    Jika ada sinyal trading dan telah sesuai dengan strateginya, mereka segera membuka posisi dengan yakin dan tanpa ragu. Mereka tahu bahwa pada chart Hourly banyak terdapat “noise”, sehingga selalu fokus pada trend jangka panjang dengan melihat pada time frame Weekly atau Daily.

    2. Trader Forex Profesional Tidak Melibatkan Emosi

    Trader forex profesional tidak pernah melibatkan emosinya ketika masuk pasar. Mereka telah bisa mengendalikan diri. Sangat disiplin dalam mengikuti rencana trading, dengan tidak pernah melakukan intervensi pada posisi yang telah dibuka. Level Stop Loss dan Target Profit benar-benar diterapkan sesuai dengan strategi dan Money Management. Sebagian besar tradingnya dilakukan dengan cara manual, dan jarang menggunakan robot atau software trading otomatis.

    3. Trader Forex Profesional Melakukan Diversifikasi

    Ada mitos bahwa trader profesional selalu profit. Pada kenyataannya tidak demikian. Mereka juga pernah mengalami kerugian. Perbedaannya, mereka tidak hanya trading di pasar forex, melainkan melakukan diversifikasi pada berbagai jenis pasar.

    Dengan strategi tradingnya, kerugian trader forex profesional di salah satu pasar bisa ditutup dengan keuntungan dari jenis pasar yang lain. Selain itu, rata-rata persentasi profit seorang trader profesional cukup tinggi sehingga angka harapan profit (expectancy) juga tinggi.

    4. Trader Forex Profesional Tidak Sering Buka Posisi Trading

    Trader profesional sering menahan posisinya untuk jangka waktu yang agak lama dengan menggunakan teknik memaksimalkan profit semisal averaging atau pyramiding. Selain itu, mereka tidak membuka posisi trading jika tidak muncul sinyal yang valid untuk entry.

    Karena trader forex profesional bekerja pada time frame tinggi (Daily atau Weekly), maka frekuensi trading-nya relatif kecil. Mereka lebih mengutamakan kualitas daripada kuantitas trading. Selain itu, trader profesional selalu mengambil waktu untuk bersantai dan menjauh dari pasar, terlepas dari saat itu sedang profit atau loss, sehingga tidak sepanjang waktu memonitor pasar.

    5. Trading Dalam Beberapa Pasangan Mata Uang
    Trader forex profesional biasanya melakukan diversifikasi pada beberapa pasangan mata uang. Mereka selalu mencermati faktor fundamental dan teknikal, serta pengaruhnya pada beberapa pasangan mata uang, hingga bisa menentukan posisi trading dengan tepat.

    Mereka tahu arah pergerakan pasangan mata uang dalam jangka panjang maupun jangka pendek, sehingga bisa menentukan akan trading secara Daily, Weekly ataupun Monthly. Hal yang perlu diketahui adalah bahwa mereka tahu pasti apa yang mereka inginkan dan tidak terpengaruh sama sekali oleh rumor yang ada di pasar.

    Trading di pasar forex memang sangat menguntungkan, asal dilakukan dengan cara yang benar. Kita bisa trading dengan benar bila sikap mental dan cara berpikir kita seperti mereka para trader profesional.

    Trader pemula dan amatir bisa saja menghasilkan profit dalam jangka pendek, tetapi cenderung mengalami kerugian pada jangka panjang. Pengetahuan analisa pasar, Money Management dan pengalaman trading saja belum cukup untuk menghasilkan profit yang konsisten dalam jangka panjang. Kita mesti belajar untuk bisa berpikir dan bersikap seperti para profesional.

    SUMBER :http://www.seputarforex.com

    Facebook ForexChief Indonesia
    Twitter ForexChief Indonesia

    #7371
    jakaduriat
    Participant

                                                                   3 Bias Berpengaruh Dan Berbahaya Dalam Trading

    Menurut Dr. Van K. Tharp Ph.D, seorang psikiater untuk para trader, ada 3 bias yang akan mempengaruhi trading seseorang. Bias-bias tersebut akan dibahas dalam artikel ini.

    Dr. Van K. Tharp Ph.D, seorang psikiater untuk para trader, sekaligus pendiri dan presiden Van Tharp Insititute, yang pernah menghimpun lebih dari 5000 profil trader dan investor top dunia dalam 10 tahun studinya, ada tiga bias yang akan mempengaruhi trading seseorang. Bukan hanya mempengaruhi, bias-bias tersebut juga bisa berbahaya bagi trader. Bias-bias apa saja? Ulasannya akan dibahas dalam artikel ini.

    3 Bias Berpengaruh Dan Berbahaya Dalam


    1. Kesalahan Gambler (Penjudi)

    Orang-orang cenderung percaya bahwa setelah serangkaian kerugian, kemenangan akan datang berikutnya. Ambil contoh bahwa Anda sedang bermain permainan melempar koin dengan modal $1000. Anda kehilangan taruhan tiga kali berturut-turut pada sisi “kepala” dan dikenakan biaya $100 per taruhan. Apakah Anda akan bertaruh lagi dan berapa banyak akan Anda dipertaruhkan?

    Kemungkinan Anda akan terus bertaruh pada kepala dan dengan besar taruhan yang lebih tinggi. Katakanlah $300. Anda tidak percaya bahwa hasil lembaran koin itu akan selamanya menampilkan sesisi “ekor”.

    Di sinilah, trader harus memahami bedanya trading dengan melempar koin.

    Trader harus memperlakukan setiap trading secara independen dan tidak terpengaruh oleh hasil masa lalu. Kondisi pasar senantiasa berubah-ubah dari waktu ke waktu, dan Anda tak bisa hanya terus menerus bertaruh pada “bullish” saja atau “bearish” saja. Tentukan keputusan trading setelah menelaah kondisi pasar sebaik-baiknya, dan atur modal yang dipertaruhkan dalam setiap posisi trading berdasarkan tatanan Money Management tertentu.

    2. Membatasi Keuntungan Dan Memperlebar Kerugian

    Orang cenderung untuk membatasi keuntungan mereka dan memberikan lebih banyak ruang untuk kerugian.

    Tidak ada yang suka merasakan rugi. Oleh karena itu, kebanyakan investor cenderung menahan posisi rugi dan berharap tren harga di pasar akan berbalik segera sehingga setidaknya posisi trading yang awalnya rugi itu bisa ditutup dalam kondisi impas. Namun, seringkali yang terjadi justru kerugian itu makin membengkak.

    Di sisi lain, jika mereka sedang profit, sebagian besar investor cenderung untuk menutup posisi trading lebih awal karena mereka takut keuntungan itu akan hilang. Setelah itu, ternyata mereka menyesal mengapa mereka tidak menahan posisi trading lebih lama lagi (terdengar familiar?).

    Salah satu prinsip yang paling penting dalam trading adalah bertentangan dengan kedua fenomena itu. Realitanya, sebagian kesuksesan trader terletak pada kemampuannya untuk membatasi kerugian dan membiarkan profit bertambah. Dalam bahasa Inggris, dikenal dengan pepatah, “Cut losses short, let profits run”.

    Kerugian merupakan bagian yang wajar dan pasti dialami oleh semua trader. Namun, perbedaan antara trader yang profit dengan trader yang merugi, terutama pada kemampuan membatasi kerugian, sedangkan trader forex yang profit mampu menyingkirkan bias berbahaya itu dan tak sungkan untuk cut loss. Agar sukses, trader harus memahami ia bisa “mundur saat ini untuk bisa berperang di lain hari”.

    3. Anggapan Bahwa Saya Pasti Benar

    Secara alamiah, manusia bersifat egois dan akan melakukan apa saja untuk membuktikan bahwa dirinya benar. Oleh karena itu, seringkali karena trader beranggapan bahwa “Dolar pasti menguat” maka mempertaruhkan sebanyak-banyak modalnya untuk buy Dolar, tanpa mempedulikan kondisi pasar ataupun kapabilitas modalnya sendiri. Hal serupa bisa dialami oleh orang-orang lain, seperti “Harga emas pasti naik terus”, atau lainnya.

    Pada akhirnya, mereka akan memahami bahwa akurasi tinggi tidaklah penting dalam trading. Hanya karena Anda benar, tidak berarti Anda pasti akan mendapatkan keuntungan. Umpama Dolar memang menguat, maka kapan Dolar menguat? sebelumnya akan turun dulu hingga harga berapa? Hal-hal seperti itu perlu dipertimbangkan dalam menghitung besarnya modal yang siap ditanamkan untuk “membuktikan kebenaran” anggapana Anda.

    SUMBER :http://www.seputarforex.com

    Facebook ForexChief Indonesia
    Twitter ForexChief Indonesia

    #7375
    rahmatrabani
    Participant

    Memilah Mata Uang Yang Kuat Dan Yang Lemah

    Cara ini sering digunakan oleh para broker dan trader besar. Sering disebut dengan “strong-weak analysis”, yaitu sebuah proses mengisolasi mata uang yang paling kuat dari yang paling lemah. Cara detail proses ini tidak diulas dalam artikel ini, tetapi secara garis besar adalah dengan berfokus pada USD sebagai acuan. Kita mengukur pergerakan setiap mata uang terhadap USD sehingga terlihat dasar kekuatan setiap mata uang secara individual.

    Sebagai contoh, jika EUR/USD sedang naik dengan kencang, tetapi pada saat yang sama GBP/USD bergerak turun. Hal ini menunjukkan bahwa pada saat itu EUR sedang lebih kuat dibandingkan USD, dan USD sedang lebih kuat dibandingkan GBP. Dari analisa sederhana ini secara logika bisa disimpulkan bahwa buy EUR/GBP kemungkinannya akan lebih menguntungkan daripada buy EUR/USD.

    Seperti telah disebutkan, kita bisa mengukur pergerakan setiap mata uang terhadap USD sebagai acuan, dan memperbandingkannya untuk mengetahui mata uang yang paling kuat dan yang paling lemah. Berikut adalah data perbandingan yang diambil pada 13 Juli 2012:

    [/url]

    Tampak pada data di atas, pasangan NZD/USD unggul 92 pip terhadap USD. Harga NZD/USD saat itu adalah 0.7956. Persentasi perubahannya adalah: (0.0092/0.7956) x 100% = 1.156%. NZD unggul 1.156% terhadap USD, atau USD mengalami kerugian 1.156% terhadap NZD. Demikian juga USD mengalami kerugian 0.177% terhadap JPY. Berikut tabel urutan keunggulan (atau kekuatan) masing-masing mata uang terhadap USD:

    Pertama: NZD
    Kedua: AUD
    Ketiga: GBP
    Keempat: CAD
    Kelima: CHF
    Keenam: EUR
    Ketujuh: JPY
    Kedelapan: USD

    Tampak bahwa kedelapan mata uang tersebut menguat terhadap USD. Ini berarti USD adalah mata uang yang paling lemah pada periode waktu analisa tersebut.

    #7382
    jakaduriat
    Participant

                                                                           Trading Plan Dan Kearifan Lokal

    Berbagai aspek dan wawasan baru bisa membantu trader meraih kesuksesan dalam trading forex. Termasuk diantaranya petuah kearifan berikut ini.

    Entah sudah berapa kali saya mengatakan bahwa trading plan itu penting. Mungkin puluhan, atau ratusan kali, terutama untuk trader yang jam terbangnya terbilang masih rendah. Tapi juga tak jarang saya utarakan (mungkin lebih tepatnya mengingatkan) hal yang sama pada kawan-kawan trader yang jam terbangnya sudah tinggi, tapi kehilangan semangat setelah terbentur beberapa kali Margin Call (MC).

    “If you fail to plan, you are planning to fail”, kalimat ini tercetus dari Benjamin Franklin yang hidup lebih dari 200 tahun yang silam, dan barangkali akan tetap berlaku hingga akhir jaman.

    Kalimat itu memang tidak akan 100% menjamin kita mencapai sukses dalam waktu yang singkat. Tapi seiring dengan perjalanan waktu, kualitas kita sebagai trader forex profesional akan terus meningkat selama kita menjalankannya secara konsisten. Dengan kesabaran dan tentu saja disertai keikhlasan, sambil tetap membuka diri terhadap wawasan-wawasan baru.

    Memahami Trading Plan

    Memahami trading plan sebetulnya tidak terlalu sulit. Ia hanya terdiri dari beberapa elemen penting. Yang pertama adalah strategi. Termasuk di dalamnya menyiapkan antisipasi, karena kita harus selalu dapat menerima keadaan bahwa analisa kita tidak selalu benar.

    Yang kedua adalah implementasi risk/reward dan money management. Ini pun tidak rumit dan saya cukup yakin Anda dapat mempelajarinya sendiri.

    Dua hal tersebut membutuhkan asumsi bahwa kita memiliki wawasan yang cukup terhadap berbagai teknik/sistem trading, dan selalu meng-update diri kita sendiri dengan kondisi/situasi ekonomi global, data-data fundamental dan faktor-faktor eksternal yang berdampak mempengaruhi sentimen market.

    Tentang teknik/sistem trading, barangkali saya cuma menitip pesan saja. Apapun sistem trading yang Anda gunakan, sebaiknya juga membekali diri dengan wawasan tentang price action dan candle pattern, yang seringkali lebih cepat memberikan indikasi arah pergerakan harga ketimbang indikator teknikal manapun.

    Elemen Yang Lebih Sulit Ditaklukkan

    Terlepas dari beberapa hal tersebut di atas, sebetulnya ada elemen yang lebih sulit ditaklukan. Ini adalah tentang kita, tentang manusia yang punya perasaan sekaligus banyak kelemahan. Tentang emosi diri sendiri yang seringkali mempengaruhi penilaian/analisa pada kondisi-kondisi tertentu.

    Seorang kawan pernah mengatakan bahwa forex itu bukanlah tentang kita yang sedang berhadapan dengan market atau trader lain, tapi tentang kita yang sedang berhadapan dengan diri kita sendiri. Saya setuju dengan pendapat itu.

    “Trade only what you see on charts”, jargon ini seringkali diabaikan apabila psikologi/emosi kita sedang tidak stabil. Padahal, psikologi/emosi yang tidak stabil akan sanggup melumpuhkan siapa pun, termasuk trader profesional.

    Beberapa kawan pernah menyinggung soal ini, diantaranya malah bertemu muka secara langsung dan kemudian bertanya kira-kira seperti ini: Kalau psikologi/emosi sedang tidak stabil, apa yang harus dilakukan?

    Tentu saja saya bingung bagaimana menjawabnya. Akhirnya dengan sedikit bercanda, saya cuma bilang… “Matikan komputer/laptop, ambil nafas panjang dan hembuskan perlahan, kemudian lakukan hal-hal yang mungkin dapat membuat kita lebih santai, misalnya minum kopi, nonton TV, atau jalan-jalan ke mall/supermarket”.

    Kelihatannya menjadi solusi yang sederhana, tapi tetap saja sulit dilakukan dan setiap individu barangkali punya caranya masing-masing untuk “menaklukkan” emosi atau perasaannya sendiri.

    Petuah Kearifan Lokal
    Sebetulnya, negeri kita ini cukup kaya dengan berbagai petuah yang berisi kearifan lokal, yang diharapkan dapat tetap menjaga kita tetap stabil untuk menjalankan trading plan secara terus-menerus dan konsisten. Dan favorit saya adalah ungkapan dalam bahasa Jawa, “Ojo dumeh, ojo gumunan, ojo kagetan”.

    Jangan arogan/tetaplah rendah hati karena kesombongan akan membunuh kita…pelan namun pasti. Jangan mudah heran/kagum mengingat bahwa kita punya sifat untuk gampang heran atau kagum yang berlebihan pada orang lain atau pada hal-hal yang bersifat duniawi. Jangan mudah kaget dan kemudian bersikap terlalu reaktif terhadap kondisi tertentu, tetap sabar, mawas diri, dan tetap waspada untuk selalu bersiap mengantisipasi perubahan.

    Baik ungkapan “If you fail to plan, you are planning to fail” maupun “Ojo dumeh, ojo gumunan, ojo kagetan” barangkali akan terus ada dan tetap ada. Saling mengisi satu sama lain, menjadi ungkapan kearifan yang tak akan hilang termakan zaman.

    SUMBER :http://www.seputarforex.com

    Facebook ForexChief Indonesia
    Twitter ForexChief Indonesia

    #7383
    jakaduriat
    Participant

                                                                          Trading Plan Dan Kearifan Lokal

    Berbagai aspek dan wawasan baru bisa membantu trader meraih kesuksesan dalam trading forex. Termasuk diantaranya petuah kearifan berikut ini.

    Entah sudah berapa kali saya mengatakan bahwa trading plan itu penting. Mungkin puluhan, atau ratusan kali, terutama untuk trader yang jam terbangnya terbilang masih rendah. Tapi juga tak jarang saya utarakan (mungkin lebih tepatnya mengingatkan) hal yang sama pada kawan-kawan trader yang jam terbangnya sudah tinggi, tapi kehilangan semangat setelah terbentur beberapa kali Margin Call (MC).

    “If you fail to plan, you are planning to fail”, kalimat ini tercetus dari Benjamin Franklin yang hidup lebih dari 200 tahun yang silam, dan barangkali akan tetap berlaku hingga akhir jaman.

    Kalimat itu memang tidak akan 100% menjamin kita mencapai sukses dalam waktu yang singkat. Tapi seiring dengan perjalanan waktu, kualitas kita sebagai trader forex profesional akan terus meningkat selama kita menjalankannya secara konsisten. Dengan kesabaran dan tentu saja disertai keikhlasan, sambil tetap membuka diri terhadap wawasan-wawasan baru.

    Memahami Trading Plan

    Memahami trading plan sebetulnya tidak terlalu sulit. Ia hanya terdiri dari beberapa elemen penting. Yang pertama adalah strategi. Termasuk di dalamnya menyiapkan antisipasi, karena kita harus selalu dapat menerima keadaan bahwa analisa kita tidak selalu benar.

    Yang kedua adalah implementasi risk/reward dan money management. Ini pun tidak rumit dan saya cukup yakin Anda dapat mempelajarinya sendiri.

    Dua hal tersebut membutuhkan asumsi bahwa kita memiliki wawasan yang cukup terhadap berbagai teknik/sistem trading, dan selalu meng-update diri kita sendiri dengan kondisi/situasi ekonomi global, data-data fundamental dan faktor-faktor eksternal yang berdampak mempengaruhi sentimen market.

    Tentang teknik/sistem trading, barangkali saya cuma menitip pesan saja. Apapun sistem trading yang Anda gunakan, sebaiknya juga membekali diri dengan wawasan tentang price action dan candle pattern, yang seringkali lebih cepat memberikan indikasi arah pergerakan harga ketimbang indikator teknikal manapun.

    Elemen Yang Lebih Sulit Ditaklukkan

    Terlepas dari beberapa hal tersebut di atas, sebetulnya ada elemen yang lebih sulit ditaklukan. Ini adalah tentang kita, tentang manusia yang punya perasaan sekaligus banyak kelemahan. Tentang emosi diri sendiri yang seringkali mempengaruhi penilaian/analisa pada kondisi-kondisi tertentu.

    Seorang kawan pernah mengatakan bahwa forex itu bukanlah tentang kita yang sedang berhadapan dengan market atau trader lain, tapi tentang kita yang sedang berhadapan dengan diri kita sendiri. Saya setuju dengan pendapat itu.

    “Trade only what you see on charts”, jargon ini seringkali diabaikan apabila psikologi/emosi kita sedang tidak stabil. Padahal, psikologi/emosi yang tidak stabil akan sanggup melumpuhkan siapa pun, termasuk trader profesional.

    Beberapa kawan pernah menyinggung soal ini, diantaranya malah bertemu muka secara langsung dan kemudian bertanya kira-kira seperti ini: Kalau psikologi/emosi sedang tidak stabil, apa yang harus dilakukan?

    Tentu saja saya bingung bagaimana menjawabnya. Akhirnya dengan sedikit bercanda, saya cuma bilang… “Matikan komputer/laptop, ambil nafas panjang dan hembuskan perlahan, kemudian lakukan hal-hal yang mungkin dapat membuat kita lebih santai, misalnya minum kopi, nonton TV, atau jalan-jalan ke mall/supermarket”.

    Kelihatannya menjadi solusi yang sederhana, tapi tetap saja sulit dilakukan dan setiap individu barangkali punya caranya masing-masing untuk “menaklukkan” emosi atau perasaannya sendiri.

    Petuah Kearifan Lokal
    Sebetulnya, negeri kita ini cukup kaya dengan berbagai petuah yang berisi kearifan lokal, yang diharapkan dapat tetap menjaga kita tetap stabil untuk menjalankan trading plan secara terus-menerus dan konsisten. Dan favorit saya adalah ungkapan dalam bahasa Jawa, “Ojo dumeh, ojo gumunan, ojo kagetan”.

    Jangan arogan/tetaplah rendah hati karena kesombongan akan membunuh kita…pelan namun pasti. Jangan mudah heran/kagum mengingat bahwa kita punya sifat untuk gampang heran atau kagum yang berlebihan pada orang lain atau pada hal-hal yang bersifat duniawi. Jangan mudah kaget dan kemudian bersikap terlalu reaktif terhadap kondisi tertentu, tetap sabar, mawas diri, dan tetap waspada untuk selalu bersiap mengantisipasi perubahan.

    Baik ungkapan “If you fail to plan, you are planning to fail” maupun “Ojo dumeh, ojo gumunan, ojo kagetan” barangkali akan terus ada dan tetap ada. Saling mengisi satu sama lain, menjadi ungkapan kearifan yang tak akan hilang termakan zaman.

    SUMBER :http://www.seputarforex.com

    Facebook ForexChief Indonesia
    Twitter ForexChief Indonesia

    #7384
    jakaduriat
    Participant

                                                      Bill Lipschutz (komitmen dan uang sebagai bonus sampingan)

    Trader yang satu ini mengatakan: “Trader yang benar-benar ingin sukses haruslah berkomitmen untuk mendalami dunia trading, dan mengaggap uang sebagai bonus sampingan”. Artinya anda bakal cepat jenuh mengarungi pasar Forex jika tidak didukung dengan passion. Bagaimanapun juga, trading forex adalah kegiatan yang membutuhkan banyak kesabaran. Anda bahkan bisa menunggu hingga berbulan-bulan lamanya untuk mendapat sinyal trading yang valid, jika anda menerapkan strategi trading jangka panjang.

    SUMBER : http://www.seputarforex.com

    Facebook ForexChief Indonesia
    Twitter ForexChief Indonesia

Viewing 15 posts - 1,201 through 1,215 (of 1,434 total)
  • You must be logged in to reply to this topic.