Welcome Bonus $100 tanpa Deposit dari ForexChief

MTI Forums Lain-Lain Iklan Welcome Bonus $100 tanpa Deposit dari ForexChief

This topic contains 1,168 replies, has 5 voices, and was last updated by  rahmatrabani 2 hours, 22 minutes ago.

Viewing 15 posts - 916 through 930 (of 1,169 total)
  • Author
    Posts
  • #6496

    jakaduriat
    Participant

                                                                            Agar tidak selalu melihat chart

    Melihat dan mengamati grafik itu diperlukan untuk melakukan analisa sebelum kita melakukan transaksi. Apalagi jika kita trading dengan cara Scalping, maka selalu mengamati grafik itu diperlukan.

    Namun jika kita termasuk trader yang cara tradingnya itu hanya 1-3 kali transaksi dalam 1 hari maka terus-menerus didepan chart forex itu perlu dihindari, karena lebih banyak mendatangkan kerugian akibat terombang-ambing gerakan grafik.

    Sekali lagi, jika kita scalper (hanya mencari profit sedikit namun berkali-kali) maka selalu mengamati grafik itu memang menjadi bagian tradingnya, Tapi jika kita trader yang membidik profit besar dari 1 kali transaksi maka mengamati grafik itu hanya diperlukan pada saat melakukan analisa, selanjutnya jika sudah membuka posisi Open buy atau Open Sell sudah tidak perlu lagi memandangi layar grafik, cukup memantaunya sesekali saja. karena jika terus memantaunya hanya akan membuat kita ragu dengan keputusan buy atau sell yang tadi dilakukan. Akibatnya lebih sering kita terburu-buru menutup posisi karena takut grafik tidak sesuai prediksi awal.

    Kesimpulan awal, bagi trader pemula selalu mengamati grafik setelah membuka posisi itu lebih banyak menimbulkan kerugian. Harus dihindari..!!

    Jadi, siapa yang boleh selalu mengamati grafik ? yaitu siapa saja yang memang mentalnya kuat untuk tidak terburu-buru buka tutup posisi, atau mereka yang sudah paham ritme gerakan grafik serta mereka yang trading dengan cara scalping.

    Scalping atau buka-tutup posisi dengan cepat untuk mendapatkan profit beberapa point akan terus didepan layar grafik karena dia harus buka posisi dan tutup posisi pada saat yang tepat. Walaupun sudah membuka posisi, Scalper masih perlu memperhatikan pergerakan chart, alasannya :

      [*]Scalping jarang menggunakan Stoploss dan Takeprofit
      [*] Jangan sampai loss dalam jumlah besar, karena saat profit pun jumlahnya sedikit

    Untuk anda yang masih pemula jangan berpikir bahwa andapun ingin menjadi scalper, karena perlu analisa secara cepat serta perlu keberanian melakukan cutloss.

    Cara trading yang cocok untuk pemula adalah day trading, yaitu hanya beberapa kali saja dalam 1 hari.

    Kembali tentang mengamati grafik,

    Misalnya kita termasuk jenis trader yang menginginkan profit lebih dari 30 pips atau 300 point dari 1 kali transaksi, anda harus sadar bahwa target profit sebesar itu tidak akan tercapai dalam hitungan menit. Perlu waktu minimal 1 jam agar profit 300 ponit tersebut tercapai, oleh karena itu kita harus membiarkan Order yang dibuka itu mencapai target keuntungan yang sudah direncanakan, kita harus menunggu. Nah, pada masa menunggu ini tidak perlu sambil melihat grafik.

    Penyebab selalu mengamati grafik setelah membuka posisi :

    Penasaran kemana arah grafik selanjutnya

    Solusi untuk yang suka penasaran, pikirkan ini: “Trading bukanlah tentang kepuasan batin karena prediksi anda benar. Anda tidak perlu pujian jika prediksi anda benar”

    Kita tidak perlu menginginkan prediksi kita benar saat ini, biarkan kita tahu apakah prediksi kita benar setelah selang waktu minimal 1 jam.

    Sambil menunggu 1 jam atau 2 jam itu silahkan lakukan kegiatan lain.

    Rasa Takut rugi kalo transaksinya ditinggalkan

    Bagaimana jika meninggalkan layar grafik ternyata hasilnya rugi ? anda harus punya prinsip ini : “Lebih baik 1 kali transaksi rugi dan jelas berapa ruginya, lalu kita berusaha menutup kerugian itu pada transaksi berikutnya dengan analisa yang lebih matang. Daripada rugi kecil terus-terusan karena terombang ambing gerakan grafik”

    Selain itu rugi karena grafik menyentuh stoploss kita adalah wajar, itu berarti memang prediksi kita salah. Yang menjadi masalah adalah rugi karena rasa ragu, sebentar-sebentar buka posisi, lalu sebentar-sebentar tutup posisi.

    selalu-mengamati-chart

    Solusi agar terhindar dari menatap chart forex sepanjang waktu :

    Analisa pada timeframe 1 jam

    Hindari analisa grafik pada timeframe 15 menit, 5 menit apalagi 1 menit. Karena jikapun prediksi anda benar pada time frame tersebut, jumlah profitnya sedikit.

    Lebih baik bertaruh untuk profit yang lebih besar pada timeframe 1 jam.

    Mengapa tidak pada TF 4 jam ? karena kebanyakan pemula merasa jenuh memantau grafik 4 jam. Padahal melihat grafik TF 4 jam ini sangat membantu untuk melihat trend dalam waktu yang lebih panjang. Salah satu caranya anda cukup memprediksi 1 buah candlestik apa yang akan terbentuk pada TF 4 jam itu.

    Pasang stoploss dan take profit

    memasang stoploss dan take profit ini hukumnya Wajib jika anda mau selamat dalam trading.

    Jika anda memasang SL dan TP pada setiap kali transaksi maka anda bisa meninggalkan layar grafik dengan tenang. Karena hasil trading anda sudah diketahui, jika rugi akan sebesar sekian, jika untung akan sebesar sekian.

    Cek setiap sekian jam

    Jika masih ada rasa penasaran ingin melihat Chart, boleh, tapi lakukan setiap sekian jam sekali. Misalnya karena kita trading di TF 1 jam, silahkan lihat chart 1 jam sekali untuk melihat candlestick apa yang terbentuk.

    Prinsip lebih baik rugi daripada terombang ambing

    Harus ditanamkan dalam pikiran bahwa lebih baik rugi karena stoploss tersentuh daripada rugi karena terombang-ambing gerakan grafik.

    Punya kesibukan lain

    Hal penting yang harus dimiliki seorang day trading adalah kesibukan lain, bisa berupa mengurus usaha atau mengerjakan hobi. Lebih bagus lagi jika kesibukan lain itu juga menghasilkan uang, ini akan membuat trading lebih nyaman.

    Jika anda memang ditakdirkan suka mengamati grafik, maka kesibukan lain yang cocok adalah trading option.

    Trading option ini hampir sama dengan trading forex, karena sama-sama menganalisa chart/ candlestik. Bedanya adalah dalam trading forex agar untung $100 itu anda harus transaksi 0,1 lot serta profit 1000 point. Sedangkan dalam trading option, untuk profit $100 itu anda harus bertaruh $100 dan cukup profit 1 point saja.

    Olehkarenanya, jika kita sudah terbiasa profit ratusan point saat trading forex, trading option menjadi begitu mudah, karena cukup profit 1 point saja dalam rentang waktu yang ditentukan. pada trading option, titik beratnya itu pada prediksi harus benar. Kalau kita memprediksi grafik akan Naik ya harus naik walau 1 point agar hasilnya profit.

    Baik trading forex dan trading option itu bisa dilakukan bersamaan. Kegiatan utamanya adalah trading forex, untuk mengisi masa menunggu itu kegiatannya trading option.

    SUMBER : siembah.com

    Facebook ForexChief Indonesia
    Twitter ForexChief Indonesia

    #6497

    jakaduriat
    Participant

                                                Akun Islamic

    Layanan Free Swap dirancang khusus untuk para trader yang keyakinan agama nya tidak memperbolehkan penggunaan tingkat bunga mata uang dalam dunia trading.

    Akun dengan layanan Free Swap juga disebut «akun Islamic», ciri utamanya adalah tidak adanya pertukaran akrual dan write-off dari swap, yang dihitung berdasarkan suku bunga kredit bank sentral nasional.

    [/url]


    Syarat dan Ketentuan Free Swap
    :

      [*]Free Swap hanya tersedia untuk akun standar: MT4.DirectFX, MT4.Classic+, MT5.DirectFX, MT5.Classic+;
      [*]Free Swap hanya tersedia untuk klien Muslim dari negara yang terdaftar, dimana di negara tersebut Islam adalah agama yang dominan;
      [*]Free Swap berlaku untuk daftar instrumen trading berikut : AUDCAD, AUDCHF, AUDJPY, AUDNZD, AUDUSD, CADCHF, CADJPY, CHFJPY, EURAUD, EURCAD, EURCHF, EURGBP, EURJPY, EURUSD, GBPAUD, GBPCAD, GBPCHF, GBPJPY, GBPUSD, NZDCAD, NZDCHF, NZDJPY, NZDUSD, USDCAD, USDCHF, USDJPY, USDSGD, XAUUSD (Gold), XAGUSD (Silver). Untuk instrumen lainnya swap tetap dihitung dan seperti mode standar;
      [*]Dilarang keras menggunakan strategi trading apa pun yang bertujuan (langsung atau tidak langsung) untuk mendapat untung dari selisih suku bunga (carry trade);
      [*]Untuk transaksi yang dibuka lebih dari 2 hari, perusahaan mengenakan komisi tetap untuk setiap hari selama transaksi dibuka. Komisi ditetapkan dan ditentukan sebagai nilai 1 poin dari kesepakatan dalam dolar AS, dikalikan dengan poin swap dari pasangan mata uang yang sudah disepakati;
      [*]Perusahaan berhak untuk menolak menyediakan layanan Free Swap kapan saja dan membebankan swap untuk setiap hari selama order dibuka jika terjadi pelanggaran.

    Cara Mendaftar akun Free Swap:

      [*]Daftar dan buat akun standar;
      [*]Verifikasi data pribadi;
      [*]Kirim permintaan untuk Free Swap di Personal Area anda;
      [*]Terima konfirmasi pengaktifan layanan Free Swap dan mulai trading.

    Hormat Kami
    Forexchief

    Facebook ForexChief Indonesia
    Twitter ForexChief Indonesia

    #6499

    jakaduriat
    Participant

                                                          Pengertian Inflasi Pada Perekonomian Dunia

    Inflasi adalah peningkatan harga barang dan jasa secara umum dan terus menerus dalam suatu periode tertentu di sebuah wilayah.

    Dalam kehidupan sehari-hari dan berita televisi, inflasi sudah lazim disebut-sebut. Namun, kebanyakan orang tak sungguh-sungguh memahami apa itu inflasi, melainkan semata-mata menganggapnya sebagai sesuatu yang buruk saja. Nah, di sini kita akan mendalami arti inflasi yang sesungguhnya.

    Pengertian Inflasi
    Dalam ilmu ekonomi, inflasi adalah peningkatan harga barang dan jasa secara umum dan terus-menerus dalam suatu periode tertentu di sebuah wilayah tertentu. Perhatikan bahwa inflasi tidak serta merta merupakan kenaikan harga saja. Jika warung bakso langganan Anda menaikkan harga, maka itu bukan inflasi. Namun, jika survei lembaga statistik telah menyimpulkan ada tren kenaikan harga bakso, soto, berbagai makanan lain, buah-buahan di pasar, pakaian di mall, perabotan, BBM, biaya kesehatan, biaya pendidikan, dan berbagai barang-jasa lainnya dalam satu periode tertentu (biasanya bulanan), maka itu berarti telah terjadi inflasi.

    Inflasi berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain:

    konsumsi masyarakat yang meningkat,
    berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi,
    ketidaklancaran distribusi barang,
    dan lain sebagainya.
    Contohnya, apabila terjadi gempa di suatu provinsi, kemudian distribusi bantuan ke daerah tersebut terhambat padahal persediaan barang kebutuhan masyarakat terbatas. Apa yang akan terjadi? Harga berbagai barang di provinsi tersebut akan meningkat. Uang sebanyak Rp100,000 yang mungkin bisa dibelikan 10 kg telur ayam pada hari-hari biasa, boleh jadi hanya dapat dibelikan tujuh, enam, atau lima kilogram telur saja setelah gempa. Apabila ini terjadi pada barang-barang lainnya dan biaya layanan jasa pula serta berlangsung lama, maka akan timbul inflasi.

    Dalam kondisi ekonomi normal pun tetap akan terjadi inflasi apabila pertumbuhan populasi meningkat, hingga permintaan akan barang dan jasa naik terus menerus. Buktinya, sebungkus permen berharga Rp25 pada era 1990an, sekarang harganya Rp100 atau Rp200. Jika dulu kita bisa membeli sebungkus permen dengan harga Rp 1,000; kini kita harus merogoh kocek sebanyak 10,000.

    Dengan kata lain, inflasi juga merupakan proses menurunnya daya beli mata uang secara terus menerus. Selain itu, istilah inflasi digunakan untuk mendefinisikan peningkatan jumlah uang beredar yang kadangkala dilihat sebagai penyebab meningkatnya harga.

    Cara Mengukur Inflasi
    Ada banyak cara untuk mengukur tingkat inflasi. Namun umumnya, inflasi ditilik dari indeks harga konsumen (Consumer Price Index/CPI) dan indeks harga produsen (Producer Price Index/PPI).

    CPI mengacu pada harga-harga barang dan jasa di tingkat konsumen (harga yang kita bayarkan ke toko atau penyedia jasa). Karena langsung sesuai dengan kondisi pengguna, maka data CPI merupakan acuan inflasi paling penting. Sedangkan PPI berdasarkan harga-harga di tingkat produsen, atau dengan kata lain, biaya yang dikeluarkan produsen untuk memproduksi barang dan menyediakan jasa. Biasanya, data-data ini dirilis setiap bulan oleh badan statistik setiap negara dan menjadi bahan pertimbangan untuk pembuatan keputusan oleh pemerintah, bank sentral, pengusaha, maupun investor dan trader di pasar finansial.

    SUMBER :www.seputarforex.com

    Facebook ForexChief Indonesia
    Twitter ForexChief Indonesia

    #6507

    rahmatrabani
    Participant

    Perkembangan teknologi yang pesat dan juga akses internet yang semakin merata di Indonesia memberikan banyak manfaat tambahan bagi para trader. Salah satunya adalah memungkinkan kita untuk trading dengan menggunakan handphone, smartphone ataupun gadget lain seperti tablet android, ataupun ipad.

    Untuk bisa trading forex di handphone,smartphone atau gadget lainnya anda tidak memerlukan jenis gadget yang mahal. Sejauh ini, metaquotes sebagai perusahaan yang mengeluarkan metatrader, memberikan dukungan teknis berupa metatrader versi mobile yang bisa anda gunakan. bagi anda pengguna android atau apple, dapat langsung mengunduhnya dari Google playstore ataupun dari App store .

    #6508

    jakaduriat
    Participant

                                         Hedging Sebagai Pengganti Stop Loss

    Hedging di sini maksudnya kita membuka posisi Buy dan Sell secara bersamaan atau tanpa meng-close salah satu posisi.

    Di artikel sebelumnya, kita sudah membahas mengenai pentingnya Stop Loss dan pertimbangan-pertimbangan untuk menentukan berapa point sebaiknya Stop Loss ditentukan. Namun demikian, banyak juga trader yang masih juga kurang nyaman dengan Stop Loss yang bersifat “kaku”. Kebanyakan masih menganggap Stop Loss konvensional seperti ini masih terlalu kaku untuk mengantisipasi gejolak yang terjadi di market. Nah, bagi temen-temen trader yang masih menganggap Stop Loss konvensional ini terlalu kaku, saya sarankan untuk mencoba alternatif lain untuk membatasi kerugian, yaitu menggunakan Hedging.

    hedging
    Hedging di sini maksudnya kita membuka posisi Buy dan Sell secara bersamaan atau tanpa meng-close salah satu posisi. Menggunakan Hedging sebagai Stop Loss bisa dilakukan dengan dua cara.


    1. Instant Execution

    Maksudnya, kita  membuka posisi baru yang berlawanan dengan posisi kita yang sedang terfloating minus di mata uang yang sama dan tanpa meng-close dahulu posisi yang minus tadi.  Cara ini digunakan untuk mengunci posisi yang sedang floating minus.

    Contoh: Kita open order Buy EUR/USD di posisi 1.3000 dan kemudian ternyata kita menderita loss hingga 50 point (turun ke 1.2950) kemudian di posisi 1.2950 tersebut kita  kunci (Hedging) dengan cara open order Sell baru di 1.2950 pada EUR/USD lagi. Sehingga dengan cara ini maka loss kita akan tetap floating -50 point terus, sampai nanti salah satu atau kedua posisi Hedging tersebut kita close. Jadi meskipun harganya turun terus ke arah 1.2500 pun posisi loss kita tetap -50 point.

    2. Pending Order
    Maksudnya, kita memasang pending order pada harga tertentu sebagai pelindung dari sebuah posisi yang kita ambil, sehingga kalaupun harga bergerak diluar prediksi kita pada saat kita tidak sedang memantau chart, pending order akan otomatis aktif untuk melindungi kerugian atas posisi yang telah kita ambil tadi.

    Contoh: Kita open order Buy EUR/USD di posisi 1.3000 kemudian kita memasang pending order (Sell Stop) di posisi 1.2950 pada EUR/USD juga. Dengan cara ini apabila harga ternyata bergerak turun, maka pending order akan otomatis aktif dan membatasi kerugian atas posisi pertama tadi.

    Masalahnya, bagaimana cara kita menentukan di posisi berapa kita memasang pending order? Kalau saran saya sih, karena Hedging ini kita maksudkan sebagai pengganti Stop Loss, maka pertimbangan untuk menentukan di posisi berapa kita memasang pending order ya kurang lebihnya sama dengan pertimbangan kita dalam menentukan Stop Loss konvensional. Silahkan simak di artikel terdahulu tentang Stop Loss.

    Kelemahan Hedging Sebagai Pengganti Stop Loss
    Cara hedging sebagai pengganti Stop Loss ini memang mempunyai kelemahan dari sisi psikologis, terutama untuk trader yang belum begitu berpengalaman. Biasanya kita akan ragu-ragu untuk menutup salah satu posisi yang positif, karena khawatir begitu posisi hedging kita close, ternyata trend terus berlanjut sehingga posisi yang masih terbuka semakin bertambah minusnya tanpa ada pelindung lagi. Sedangkan apabila kita meng-hold posisi yang positif, khawatir kalau-kalau trend tiba-tiba berbalik sehingga malahan kita jadi punya koleksi floating negatif deh.

    Ada saran dari salah seorang temen trader yang  biasa menggunakan cara hedging sebagai pengganti Stop Loss mengenai kapan kita menutup posisi hedging tersebut: sebaiknya posisi hedging tidak usah dipasang TP. Konsekuensinya, kita harus telaten scalping untuk posisi tersebut. Maksudnya, kita pantau terus pergerakan harga, begitu kita rasa trend mulai berbalik arah, segera close posisi yang positif.

    Kalaupun ternyata trend masih berlanjut, buka posisi lagi, demikian seterusnya. Memang kita akan rugi spread, tapi masih mendinglah kita bisa mengambil manfaat dari pergerakan harga, daripada cuma harap-harap cemas melihat loss dari posisi yang “terlanjur” kita ambil. Cara hedging sebagai pengganti Stop Loss ini memang tidak disarankan untuk trader pemula, namun demikian bisa menjadi alternatif bagi trader yang tidak menginginkan Stop Loss yang sifatnya kaku.

    Alternatif manapun yang akan kita pilih, sebaiknya disesuaikan dengan “situasi dan kondisi” kita. Artinya, kita harus merasa nyaman dengan apapun keputusan yang kita ambil pada saat trading. Saran utama saya sih, enjoy your trade. Nikmati setiap proses dalam ber-trading. Jangan sampai trading hanya menghasilkan “penyakit”. Sudah menghabiskan waktu, tenaga, biaya, masih plus jantungan pula.

    SUMBER :www.seputarforex.com

    Facebook ForexChief Indonesia
    Twitter ForexChief Indonesia

    #6511

    jakaduriat
    Participant

                                                             Berapa Banyak Modal Trading Forex Anda?

    Jumlah modal trading forex sangatlah beragam, mulai dari yang tanpa modal sama sekali hingga di atas USD10,000. Sebenarnya, berapa banyakkah modal terbaik untuk trading?

    Banyaknya modal trading forex yang diinvestasikan pada dasarnya sangat bervariasi antara satu trader dengan trader lain. Ada trader yang menginvestasikan modal di bawah USD100, tapi ada juga yang menginvestasikan modal hingga di atas USD10,000. Uniknya lagi, ada yang tidak mengeluarkan modal trading forex sama sekali.

    Lalu, sebenarnya berapa modal trading forex yang sebaiknya Anda alokasikan? Jawabannya sangat beragam. Jumlah modal trading forex sangat tergantung dari kemampuan trader yang bersangkutan. Namun dari prinsip tersebut, ada satu pakem yang sebaiknya dipahami, terutama untuk trader pemula: investasikanlah hanya “sebesar yang Anda relakan untuk hilang”. Dengan kata lain, investasikan uang yang benar-benar “menganggur”.

    Menentukan besar modal trading forex adalah hal yang perlu dipikirkan baik-baik. Jika Anda mengalami Margin Call, jangan sampai kerugian yang dialami membuat Anda begitu stres karena jumlahnya di luar batas toleransi. Biasanya, batas toleransi itu paling ideal jika bisa disesuaikan sendiri dengan kondisi dan kemampuan Anda. Namun apabila Anda masih bingung harus mulai dari mana untuk menentukan batas toleransi tersebut, maka kategori modal trading forex di bawah ini bisa menjadi bahan pertimbangan Anda:

    Modal Trading Forex 0 (Nol Alias Gratis)
    Di zaman sekarang, masih adakah layanan bermanfaat yang gratis? Di dunia trading forex, ada. Caranya adalah dengan memanfaatkan modal gratis yang ditawarkan oleh beberapa broker forex. Cara yang lain adalah dengan mengikuti kontes akun demo yang berhadiah modal trading. Kalau Anda memenangkan kontes trading kemudian bisa mengembangkan modal dari hadiah tersebut, bukankah artinya sama saja dengan memulai trading forex dengan modal gratis?

    Jika menggunakan modal trading forex sebesar nol rupiah, profit yang dihasilkan tentu saja tidak langsung besar, karena jumlah hadiah atau bonus yang diberikan broker, idealnya tentu tidak terlalu besar. Namun pengalaman belajar yang didapatkan dari trading forex dengan modal gratis bisa dimanfaatkan secara optimal untuk berlatih atau menguji strategi trading secara cuma-cuma. Yang terpenting adalah belajar teknik trading dulu, setelah lumayan mantap, baru kemudian lakukan deposit dengan modal Anda sendiri.

    Modal Trading Forex USD100- USD250
    Dengan modal sebesar USD100-USD250, Anda sudah bisa trading dengan akun-akun tertentu di broker forex. Yang penting, sesuaikan lot transaksi Anda agar modal tidak cepat habis. Biasanya dianjurkan untuk menggunakan sekitar 0.01 lot untuk menjaga kekuatan margin Anda. Perlu diingat juga untuk tidak terlalu banyak membuka posisi, karena hal ini akan menambah tekanan psikologis dalam trading.

    Strategi yang banyak dipilih oleh trader dengan jumlah investasi sebesar USD100-USD250 biasanya adalah Scalping. Bagi trader yang punya kesabaran ekstra, bisa juga menggunakan strategi Day Trading, asalkan tetap memperhatikan kekuatan margin setelah membuka posisi.

    Modal USD1,000-USD5,000
    Dengan modal sebesar USD1,000-USD5,000; Anda bisa lebih bebas memilih strategi trading yang akan Anda gunakan. Umumnya, trader dengan besaran investasi ini lebih percaya diri untuk menjadi Swing Trader. Mengenai pilihan akun yang digunakan, Anda bisa memulai trading dengan akun Standard. Melalui jenis akun ini, Anda dapat bertransaksi dengan ukuran USD100,000 per lot. Selain itu, akun ini merupakan jenis yang bisa ditemui di semua broker forex.

    Bagi trader yang memilih sistem trading otomatis, modal trading forex sebesar USD1,000-5000 juga membuat Anda akan lebih bebas untuk menggunakan Expert Advisor atau EA. Robot Trading Forex (Expert Advisor) adalah Software atau script algoritma yang dapat ditambahkan dalam platform trading forex, dengan tujuan agar aplikasi tersebut bisa berjalan secara otomatis atau melakukan transaksi buy dan sell tanpa instruksi manual trader.

    Modal di Atas USD5,000
    Dengan modal sebesar ini, Anda akan “dimanjakan” oleh broker. Bahkan, ada berbagai fasilitas tambahan yang disediakan oleh broker untuk trader dengan jumlah iinvestasi di atas USD5,000. Misalnya, Anda bisa meminta tambahan sinyal trading premium atau bahkan bonus Loyalty dalam tingkatan yang paling tinggi.

    Namun, perlu diingat juga bahwa modal yang terlalu besar seringkali membuat trader pemula mudah mengabaikan manajemen risiko, karena merasa santai memiliki kesempatan buka tutup posisi lebih banyak. Di beberapa kasus, ada pula trader pemula yang justru merasa takut untuk membuat keputusan, sehingga banyak melewatkan peluang trading yang seharusnya bisa dioptimalkan.

    Jika broker forex pilihan Anda menyediakan akun VIP atau Premium, maka besaran modal ini sangat cocok untuk melengkapi aktivitas trading Anda. Sementara itu, tidak ada batasan strategi yang bisa Anda gunakan jika menggunakan modal di atas USD5,000. Anda bisa lebih leluasa dalam mengaplikasikan strategi apapun, mulai dari Scalping, Day Trading, Auto Trading, hingga Position Trading.

    Ada Yang Lebih Penting Dari Modal Trading Forex
    Manajemen risiko dan pengendalian emosi trading juga memegang peranan penting dalam forex. Tidak peduli sebesar atau sekecil apapun modal trading forex yang Anda miliki, lakukanlah trading dengan pertimbangan rasional dan manajemen yang terencana.

    Jika trading dengan modal gratis, Anda mungkin cenderung mudah menyepelekan risiko karena berpikiran: “tidak apa-apa rugi besar, toh yang hilang bukan uang sendiri”. Perasaan menyepelekan modal ini tentu akan berbeda jika Anda trading dengan jumlah yang sangat besar, misalnya sebesar 10 kali gaji per bulan. Anda pastinya akan cenderung lebih hati-hati dalam melakukan Open Position.

    Perbedaan psikologi tersebut seharusnya tidak dialami oleh seorang trader. Mereka yang telah berpengalaman bisa menyikapi potensi untung dan rugi dengan cara yang sama, berapapun modal mereka. Kuncinya adalah penggunaan manajemen risiko yang jelas. Mereka juga tidak mengukur keberhasilan dari berapa banyak uang ($) yang dihasilkan, tapi sudah berapa pips profit yang didapatkan.

    Salah satu aturan manajemen risiko yang banyak diterapkan para trader berpengalaman adalah Rasio Risk/Reward. Standar ideal untuk Risk/Reward pada trading forex adalah lebih dari 1:1, untuk memastikan profitabilitas trading dalam jangka panjang.

    SUMBER :www.seputarforex.com

    Facebook ForexChief Indonesia
    Twitter ForexChief Indonesia

    #6512

    jakaduriat
    Participant

                                                                                  3 Macam Analisa Dalam Pasar Forex

    Macam analisa forex yang dikenal orang biasanya hanya analisa teknikal dan analisa fundamental. Padahal, masih ada satu macam analisa forex lagi yang bisa digunakan.

    Antisipasi dalam trading forex pada umumnya dilakukan dengan cara analisa. Ada beberapa cara dan kategori dalam analisa. Namun, tujuan akhirnya adalah menggunakan analisa tersebut untuk mengidentifikasi peluang terbaik dalam trading. Pada artikel ini kita akan melihat tiga macam analisa forex dan bagaimana kita akan mempelajarinya lebih lanjut.

    Anda bisa mencoba masing-masing area untuk menentukan yang mana di antara tiga macam analisa forex tersebut atau kombinasinya, yang sekiranya bisa digunakan dengan baik sesuai dengan kepribadian Anda. Ketiga macam analisa forex tersebut adalah analisa fundamental, analisa teknikal, dan analisa sentimen pasar.

    Analisa Fundamental
    Fokus analisa fundamental dalam pasar forex adalah tingkat suku bunga suatu bank sentral. Meski demikian, pada praktiknya, faktor-faktor fundamental yang lain juga ikut diperhitungkan seperti Gross Domestic Product (GDP), inflasi, iklim bisnis manufaktur, dan data-data lain yang merangkum aktivitas ekonomi dalam suatu negara. Tidak begitu penting apakah rilis suatu data fundamental tersebut bagus atau mengecewakan. Yang perlu diperhatikan adalah bagaimana pengaruhnya terhadap prospek suku bunga negara tersebut.

    Jika Anda menganalisa rilis suatu data, tetaplah melihat pada pengaruhnya terhadap pergerakan suku bunga. Jika sedang terjadi risk appetite atau kecenderungan untuk berani mengambil resiko, maka investor akan masuk, terutama ketika suku bunga sedang tinggi. Hal ini berarti pula ada masuknya investasi baru ke negara tersebut. Sebaliknya ketika sedang terjadi risk aversion atau kecenderungan untuk menghindari resiko, maka investor melarikan uangnya ke mata uang safe haven seperti Yen Jepang dan Franc Swiss.

    Analisa Teknikal
    Analisa teknikal meliputi bentuk-bentuk pola pergerakan harga untuk menentukan probabilitas entry dan exit yang paling tinggi. Karena kemudahan interpretasi dan penerapannya, analisa teknikal selalu digunakan oleh hampir semua trader forex.

    Karena pasar forex adalah yang terbesar perputaran uangnya dan paling likuid, pergerakan harga dalam trading chart pada umumnya mengisyaratkan level-level permintaan dan penawaran, baik yang jelas terlihat maupun yang tersembunyi (hidden levels). Yang jelas terlihat misalnya level-level support dan resistance, dan untuk melihat hidden levels trader menggunakan indikator teknikal yang dari waktu ke waktu semakin banyak jenisnya. Dengan menerapkan indikator teknikal, maka sinyal-sinyal trading akan mudah terbaca dan membuat trading menjadi lebih mudah dilakukan.

    Pemilihan penggunaan analisa teknikal atau fundamental dalam pasar forex banyak diperdebatkan, namun tidak ada jawaban yang paling tepat karena dua macam analisa forex tersebut memang benar dan bisa diterapkan dalam trading, hanya saja porsi penggunaannya sepenuhnya tergantung pada analisa mana yang paling cocok dengan kepribadian trader masing-masing.

    Analisa Sentimen Pasar
    Analisa sentimen pasar akhir-akhir ini banyak digunakan di samping analisa fundamental dan teknikal. Jika Anda melihat harga bergerak pada satu arah tertentu, artinya mayoritas trader telah komit pada posisi itu, atau sentimen para trader berada pada posisi tersebut. Sentimen pelaku pasar bisa dilihat dengan indikator tertentu misalnya Indeks Sentimen Spekulatif Pasar (Rasio Jual/Beli) yang kadang-kadang disediakan oleh broker tertentu.

    Macam analisa forex jenis ini juga membutuhkan intuisi tersendiri yang bisa terbentuk setelah melakukan pengamatan yang mendalam serta pengalaman dalam membaca suasana hati pasar. Main feeling saja dong alias spekulatif? Tidak juga. Tetap ada perhitungan teknikal atau fundamentalnya. Tetapi, para ahli analisa sentimen pasar biasanya adalah orang yang konsisten dengan analisanya sendiri dan tidak mudah terpengaruh.

    Untuk trader pemula, analisa sentimen pasar bisa dikatakan susah-susah gampang (banyak susahnya). Masalahnya, sekuat apapun insting kita mengenai trade tertentu, kita tetap tak bisa menggerakkan pasar forex sesuka hati. Jika kita sangat yakin Dolar akan naik, tapi orang-orang lain masih bearish, mau apa coba? Kecuali, kalau kita adalah pemain besar seperti Goldman Sachs atau investor kawakan seperti George Soros.

    Oleh sebab itulah, analisa sentimen pasar ini adalah macam analisa forex yang kalah populer dibandingkan analisa fundamental dan teknikal. Dibutuhkan banyak sekali pengalaman untuk memahaminya. Meski demikian, keberadaan analisa sentimen pasar terus dikembangkan agar bisa diterapkan dengan mudah.

    SUMBER :www.seputarforex.com

    Facebook ForexChief Indonesia
    Twitter ForexChief Indonesia

    #6517

    rahmatrabani
    Participant

    5 Cara Trading Forex Untuk Pemula

    Bagi anda yang baru mengenal dan mempelajari forex trading, kemungkinan besar akan sedikit bingung dari mana harus memulai belajar . Tidak jarang para pemula dalam dunia forex memulai dengan langkah yang kurang tepat, dan pada ujungnya malah berputar-putar tidak jelas. Jika anda ingin mencoba, beberapa tips cara bermain forex untuk pemula dibawah ini mungkin bisa membantu anda memulai melangkah

    1.Komputer dan Internet

    Kemampuan untuk mengoperasikan komputer dasar, dan juga cara memanfaatkan internet secara optimal akan berguna sekali. Untuk komputer, anda hanya cukup menguasai dasar cara mengoperasikannya. Sedangkan untuk internet, anda akan memerlukannya untuk mencari sumber pelajaran seputar forex trading di dunia maya. Mengetahui perintah dasar menggunakan mesin pencari google akan sangat berguna dalam menemukan bahan yang anda perlukan nantinya. Internet juga diperlukan untuk anda melakukan transaksi .

    2.Pondasi pengetahuan

    Mulai dengan mempelajari hal-hal mendasar dalam forex trading terlebih dahulu. Bagi pemula, amat disarankan untuk tidak terjun langsung bertransaksi forex menggunakan uang real ! . Pastikan anda mengetahui dasar forex trading sebelum melangkah lebih lanjut.

    Menu belajar forex di idforextrading.com bisa menjadi sarana anda untuk mempelajari dasar forex trading.

    3.Pilih Sistem Trading

    Setelah menguasai dasar tentunya anda ingin langsung praktek kan ? untuk trading, silahkan pelajari satu sistem trading terlebih dahulu dan kuasai. Keinginan utuk mencoba banyak sistem trading pasti akan banyak muncul. Apalagi jika anda banyak melihat hasil dari trader lain yang terlihat besar. Perlu di ingat keberhasilan trader salah satunya adalah menguasai sistem trading yang dia gunakan.

    Sistem trading yang bagus akan membantu anda menemukan cara bermain forex yang menguntungkan sesuai dengan style trading anda.

    4.Luangkan Waktu

    Mempelajari forex trading tidak bisa dianggap remeh. Hal ini lebih disebabkan karena anda dituntut untuk lebih banyak belajar sendiri, dan mengandalkan diri sendiri tanpa adanya pengawas atau mentor secara langsung. Mau tidak mau anda harus meluangkan waktu yang cukup untuk belajar dan praktek trading . Seiring perjalanan nanti, investasi waktu yang anda lakukan akan sangat terasa hasilnya.

    5.Realistis

    Forex trading bukanlah cara cepat untuk menjadi kaya. Banyak orang yang menyebutkan dan mempromosikan bahwa forex merupakan jalan pintas untuk mendapatkan keuntungan besar, namun kenyataannya tidak begitu. Sebagian besar dari orang yang mempromosikan forex seperti ini berujung pada menjual satu jasa investasi, seminar, bahkan menjual sistem trading atau robot trading. Amat disarankan untuk bersikap selektif terhadap setiap penawaran yang anda dapatkan .

    Trading forex bukan sesuatu yang mudah dilakukan. Anda bisa belajar forex dengan waktu relatif cepat , tapi perlu waktu untuk dapat mulai menghasilkan profit secara stabil. Kabar baiknya lama waktu yang diperlukan untuk mulai bisa menghasilkan profit secara stabil tergantung pada diri anda sendiri, bukan orang lain. Jika anda bisa disiplin dan mampu mengatur waktu dengan baik, kemungkinan akan cepat ,

    Bagi anda yang sedang mencari cara bemain forex untuk pemula, bahan belajar forex di website kami bisa anda manfaatkan . Anda juga bisa mengikuti kursus forex online gratis di website kami . Semoga berguna

    #6520

    jakaduriat
    Participant

                                             Mengidentifikasi Trend Dalam Forex

    Trend dalam forex bisa dibedakan menjadi 3: up trend (trend naik), down trend (trend turun), dan sideways. Namun, bagaimana cara mengidentifikasi trend itu?

    Salah satu ketrampilan dasar bagi seorang forex trader adalah mengidentifikasi trend. Mungkin bagi anda yang sudah punya jam terbang tinggi sebagai trader, identifikasi trend tidak terlalu menjadi masalah. Tapi bagi trader pemula, bagaimana mengenal trend ini seringkali menjadi masalah krusial yang mau gak mau harus dihadapi.

    Bagi trader pemula, trend dalam forex memang seringkali menjadi hal yang membingungkan. Mungkin anda juga sering melihat (membaca) atau mendengar keluhan-keluhan (yang terkadang malah lucu-lucu sih) berkaitan dengan kebingungan mengenali trend ini. “Gimana sih. Di-buy malah turun, giliran di-sell malah naik”.

    Nah tuh, biasanya setelah kalimat itu, kemudian kalimat selanjutnya berisi aneka macam curahan kekesalan (yang biasanya tak lupa juga terselip berbagai koleksi kata-kata “indah”).

    Terus terang saya sering geli dengan ungkapan kekesalan semacam itu. Yah, setidaknya saya jadi teringat di masa lalu, saat trading tak pernah lepas dari yang namanya bingung plus (sedikit) panik. Hehehe… Oke, deh… Bagi anda para master, bahasan kali ini mungkin hanya sekedar mengenang masa lalu yang indah. Tapi bagi anda yang masih pemula, pemahaman tentang trend ini mutlak harus anda kuasai.

    Jenis-Jenis Trend Dalam Forex
    Mari kita mulai dengan jenis-jenis trend. Trend secara umum bisa dibedakan menjadi 3: up trend (trend naik), down trend (trend turun), dan sideways alias bolak-balik dalam kisaran (range) tertentu.

    Masalahnya, bagaimana kita menentukan trend yang sedang terjadi sekarang masuk jenis yang mana? Nah, kalau tentang hal ini, karena saya cenderung pada teknikal, maka saya mengandalkan indikator teknikal dalam mengenali trend yang sekarang sedang terjadi.

    Bagi teman-teman trader yang lebih mengandalkan analisis fundamental, biasanya sih akan mengamati berita-berita yang berkaitan dengan mata uang yang diperdagangkan, untuk kemudian mengambil kesimpulan bagaimana reaksi market tentang kondisi yang ada. Kali ini saya nggak akan bahas lebih lanjut tentang masalah analisis fundamental ini. Biarlah temen-temen fundamentalist yang bahas aja yah.

    Oke. Kita lanjut dengan masalah indikator teknikal tadi yah! Untuk mengenali trend, saya biasanya menggunakan indikator sederhana yang tersedia di semua trading platform: Trend Line dan Moving Average. Kedua indikator ini sangat sederhana, tetapi cukup bisa memberikan gambaran tentang trend yang sedang terjadi.

    Mengidentifikasi Trend Dengan Menarik Garis
    Pertanyaan selanjutnya biasanya adalah: gimana cara menarik garis Trend Line? Kalo jawaban saya sih: suka-suka kita ajah… hehehe! Eh, jangan sewot dulu dong! Menarik Trend Line ini memang bisa disesuaikan dengan selera kita kok.

    Pokok dasarnya, kita perlu menentukan titik-titik level rendah (Low) dan level tinggi (High) pada setiap pergerakan harga yang nampak. Selanjutnya, tariklah Trend Line dari satu titik ke titik berikutnya.

    Kalau saya sih memang lebih sering menarik Trend Line dari High ke High, dan dari Low ke Low di masing-masing wave. Tapi ada juga temen trader yang lebih suka bermain-main dengan Channel, jadi ditariknya justru dari High ke Low, dari Low ke High. Terserah anda mau pilih cara yang mana, yang penting hasil tarikan Trend Line tersebut informatif bagi anda.

    Identifikasi Trend Dengan Moving Average
    Bagaimana dengan Moving Average? Terus terang, inilah indikator yang pertama saya kenal. Maklumlah, di trading platform yang saya gunakan, indikator ini sudah terpasang secara default. Tapi memang Moving Average ini indikator yang sederhana tetapi banyak gunanya loh…

    Moving average, sesuai dengan namanya, menunjukkan rata-rata bergerak dari beberapa data terakhir sesuai dengan periodenya. Untuk memasangnya, cukup periksa menu pilihan indikator di trading platform saja, pasti ada.

    Nah, pertanyaan selanjutnya biasanya adalah berapa periode Moving Average yang paling baik untuk digunakan? Seperti biasa, jawabannya adalah: terserah selera anda. Hihihi… eh, ampun boss! Lah memang periode Moving Average ini bisa dipilih sesuai selera kok.

    Kecuali, pertanyaannya, “Greenpips biasanya pake yang mana?” Nah, itu baru saya akan jawab: untuk identifikasi trend di chart Daily, saya pakai Moving Average 50, 100, dan 200. Itu kalau memilih gaya trading swinger. Bagi anda yang lebih senang scalping, tentunya anda perlu menyesuaikan Time Frame dan periode Moving Average yang akan anda gunakan.

    SUMBER : seputarforex.com

    Facebook ForexChief Indonesia
    Twitter ForexChief Indonesia

    #6522

    jakaduriat
    Participant

                                                                       Memahami Komponen Pergerakan Harga

    Agar dapat mengetahui pergerakan harga di pasar forex dengan lebih baik, maka ada baiknya Anda ketahui dulu beberapa komponennya. Apa saja itu?

    “Walaah, gak usah bingung-bingung kalau mau trading. Apapun pemahaman sistem maupun cara tradingnya, yang penting hasilnya hijau, oke lah”

    Yah, memang ada sih temen trader yang berpendapat demikian, saya pun sepakat. Namun, sebaiknya kita mesti mempunyai pemahaman maupun sistem trading yang dapat dipertanggungjawabkan. Well, bukan maksud hati membuat segalanya jadi ruwet. Hanya saja, meskipun modal yang kita kelola itu modal kita sendiri, tetap saja segala keputusan yang kita ambil harus dilandasi dengan pertimbangan rasional apabila kita menganggap forex sebagai bisnis.

    Berdasarkan uraian di atas, maka hal krusial bagi seorang trader adalah memahami komponen pergerakan harga. Tentu saja dari pemahaman tersebut, kemudian akan diambil kesimpulan tentang posisi apa yang akan diambil, berapa Take Profit dan berapa Stop Loss.

    Bagi seorang trader fundamental, komponen pergerakan harga bisa diketahui dengan memantau isu-isu maupun berita global, serta melakukan prediksi awal tentang reaksi market terhadap hal tersebut. Sementara bagi trader teknikal, pemahaman akan komponen pergerakan harga lebih mengacu pada data-data historis.

    Komponen pergerakan harga

    Hal ini disesuaikan dengan keyakinan dasar mereka, bahwa segala sesuatu terjadi berdasarkan kejadian yang telah lalu dan bahwa history selalu berulang, termasuk juga dalam pergerakan harga. Oleh karena itu, mari kita mengenal berbagai komponen pergerakan harga sebagai berikut:

    1. Tren
    Tren didefinisikan sebagai kecenderungan harga untuk bergerak dalam satu arah. Secara sederhana, tren dibedakan menjadi 3 macam:

    Uptrend, yaitu pergerakan harga yang naik secara bertahap.
    Downtrend, yaitu pergerakan harga yang menurun secara bertahap.
    Ranging atau Sideways, yakni saat harga menunjukkan konsolidasi akibat adanya tarik-menarik antara pihak seller vs. buyer. Pada kondisi ini, arah tren sulit untuk diketahui karena harga hanya bergerak naik-turun dalam kisaran tertentu.

    2. Volatilitas

    Besarnya jarak antara fluktuasi (naik turunnya) harga secara periodik disebut volatilitas. Volatilitas tinggi berarti harga naik tinggi dengan cepat lalu tiba-tiba turun dengan cepat pula, sehingga memunculkan selisih sangat besar antara harga terendah dan harga tertinggi dalam suatu waktu. Di sisi lain, volatilitas yang lebih rendah berarti nilai tukar tidak banyak berfluktuasi, dan perubahannya cenderung kecil dari waktu ke waktu.

    3. Momentum
    Momentum ini ada hubungannya dengan tren pada poin pertama di atas. Agar tidak salah atau telat entry, maka kita perlu tahu dulu kekuatan tren yang sedang terjadi. Kekuatan inilah yang dinamakan momentum. Dengan bantuan momentum, kita dapat mengetahui apakah tren akan berlanjut (momentum menguat) atau justru berbalik (ditandai dengan melemahnya momentum).

    4. Kekuatan Pasar
    Intensitas dari opini pasar yang berhubungan dengan sebuah harga, dengan melihat posisi pasar yang diambil oleh beragam pelaku pasar, disebut kekuatan pasar atau sentimen pasar. Dalam pasar forex, sentimen ini berpengaruh cukup signifikan terhadap kondisi pasar yang sedang diperdagangkan. Sentimen yang negatif biasanya akan melemahkan pasar, sementara sentimen positif cenderung memperkuat pergerakan harga di pasar.


    5. Siklus

    Yaitu kecenderungan harga pasar untuk bergerak dalam pola siklus tertentu. Salah satu teori analisa yang mengulas pola pergerakan harga dalam siklus tertentu adalah Elliot Wave. Di sini, harga dipetakan dalam 5 gelombang utama dan 3 gelombang koreksi. Jika harga sudah membentuk semua gelombang-gelombang tersebut, maka trennya akan berlanjut.


    6. Support Resistance

    Ketika para trader menganggap level harga saat ini sudah terlalu tinggi, maka mereka akan cenderung mengakhiri aksi buy dan melakukan profit-taking. Tindakan inilah yang menyebabkan harga turun setelah mencapai level tinggi tertentu, atau biasa disebut sebagai Resistance. Sebaliknya, ada level harga yang oleh para trader dianggap sudah cukup rendah, sehingga mereka yang sell akan melakukan profit-taking. Sebagai akibatnya, harga akan terkoreksi naik dari suatu level yang dikenal sebagai Support.

    Penutup
    Overall, pemahaman akan hal-hal tersebut merupakan suatu keharusan untuk bisa mengambil keputusan yang tepat dalam bertrading. Tidak perlu khawatir tentang dari mana memperoleh data maupun cara mengolah data yang kita butuhkan tersebut. Bisa dikatakan, kita sungguh beruntung ada di zaman dimana segala macam informasi dari banyak sumber bisa diolah dan disajikan secara real-time, sehingga kita bisa melakukan trading dengan mudah plus menyenangkan.

    Kita bisa memanfaatkan trading platform maupun bantuan software untuk mengetahui lebih jauh tentang berbagai komponen pergerakan harga. Anda tinggal klik untuk menampilkan indikator yang diinginkan, yang pada dasarnya menyajikan informasi tentang komponen-komponen pergerakan harga di atas.

    Yang terpenting adalah bagaimana Anda memahami apa yang ditunjukkan oleh indikator tersebut. Ada banyak sekali indikator yang bisa Anda gunakan untuk membaca komponen pergerakan harga. Misalnya untuk membaca tren, Anda bisa menggunakan Parabolic SAR, atau bisa juga “keluarga” Moving Average. Untuk volatilitas dan momentum, Anda bisa gunakan MACD, Relative Strength Index (RSI) dan sejenisnya. Untuk siklus dan Support Resistance, Anda bisa gunakan Fibonacci ataupun Pivot Point. Dan untuk kekuatan pasar, Anda bisa lihat langsung di candlestick. Simple kan? Semuanya sudah tersedia diujung jari, kok.

    Jadi, tugas Anda hanyalah memilih dan memahami beberapa kegunaan indikator di atas. Selanjutnya, Anda bisa mengambil keputusan tepat berdasarkan pemahaman yang diperoleh terhadap data dan indikator tersebut. Dengan menggunakan dasar yang kuat dalam pengambilan keputusan, apapun hasil yang kita peroleh, kita bisa ambil manfaatnya. Yah…syukur-syukur kalo profit. Kalaupun loss, dari situ bisa kita ambil pelajaran supaya lain kali tidak terulang lagi kesalahan yang sama.

    SUMBER :  http://www.seputarforex.com

    Facebook ForexChief Indonesia
    Twitter ForexChief Indonesia

    #6526

    rahmatrabani
    Participant

    Trader mulai bekerja ia harus memiliki modal dasar dan manajemen resiko, serta melalui berbagai jenis analisa (fundamental, teknikal, berita). Berdasarkan pengetahuan yang diperoleh dari para penulis buku, masing-masing akan bekerja di luar strategi sendiri, yang sesuai dengan kualitas pribadinya. Bekerja dengan posisi besar, dan juga menggunakan “inspirasi” adalah cara yang pasti dimulainya kehancuran. Trading adalah untuk mereka yang siap untuk melepaskan emosi saat bekerja dan berkonsentrasi untuk jangka waktu yang lama. Setiap kesalahan di bidang ini dapat menyebabkan kerugian moneter, sehingga perlu untuk mengawasi setiap detail. Jika anda memiliki keraguan untuk setiap hal kecil dan berkecil hati karena setiap kerugian, maka bisnis ini bukan untuk anda.

    #6528

    jakaduriat
    Participant

                                                                  10 Fakta Menarik Tentang Yuan China

    Tahukah Anda, bahwa “Yuan” aslinya bermakna “bundar”? Dan apakah Anda juga tahu, kalau mata uang ini punya dua nilai tukar berbeda? Simak lebih lanjut disini.

    1. Mata Uang Resmi China Adalah Renminbi, Bukan Yuan
    Di Indonesia, mata uang Republik Rakyat China kerap disebut sebagai Yuan, padahal nama aslinya adalah Renminbi. “Yuan” adalah sebutan bagi satuannya. Dalam hal ini, Renminbi berbeda dengan Rupiah yang selain menjadi nama mata uang resmi juga menjadi sebutan untuk satuan. Jadi, jika diumpamakan dalam pembicaraan, “Berapa Rupiah harganya?” kita bisa menjawab “Seribu Rupiah” maka “Berapa Renminbi harganya?” bisa dijawab dengan “Seribu Yuan”.

    Di sisi lain, karena “yuan” merupakan penyebutan satuan, maka dalam bahasa Mandarin itu juga bisa digunakan sebagai satuan bagi mata uang lain , seperti Yen Jepang dan Won Korea.

    2. Yuan = Koin Bundar
    Secara harfiah, jika ditulis dalam konteks formal, “yuan” (圓) artinya “koin bundar”. Ini merujuk pada koin perak bundar yang dulu berlaku di jaman Dinasti Qing. Sedangkan dalam konteks informal, “yuan” ditulis dalam huruf (元), secara harfiah bermakna “permulaan”.

    Sedangkan renminbi secara harfiah bisa diartikan “uang rakyat”. Itu merupakan hasil kependekan dari berbagai nama mata uang yang sebelumnya digunakan sebagai alat pembayaran legal di China.

    3. Yuan = Won = Yen?
    Dalam hal penamaan mata uang, Korea dan Jepang memiliki mata uang yang secara etimologi berakar pada kata yang sama. “Won” dalam bahasa Korea dan “Yen” dalam bahasa Jepang juga memiliki arti klasik “bundar”. Bahkan penulisan formal “Yuan” dulu pernah digunakan juga untuk “Won” di Korea (hanja) sebelum kemudian diubah menjadi penulisan dengan hangeul seperti sekarang.

    4. Dijuluki Redback Dan Bergambar Mao Zedong

    Karakter apa yang paling mencolok dari Renminbi? Pertama adalah Mao Zedong, dan kedua adalah warna merah. Uang kertas Renminbi yang lama pernah menggunakan gambar ilustrasi sosok dari suku-suku minoritas China, seperti Tibet, Mongol, Hui, Miao, Uyghur, dll. Namun di seri-serinya yang terbaru, sosok Mao Zedong mendominasi ilustrasi di pecahan uang kertasnya, disertai dengan panorama dan bunga-bungaan. Ada juga gambar dari beberapa pemimpin lainnya di seri sebelumnya, tetapi gambar Mao Zedong telah menjadi salah satu icon bagi Renminbi, sebagaimana juga warna merah ini.

    Sehubungan dengan rupa lembaran 100 yuan yang berwarna merah, media Barat menjulukinya “redback”, berlawanan dengan Dolar AS yang kerap disebut “greenback”.

    5. Uang Kertas Pertama Di Dunia
    Tahukah Anda bahwa penemu kertas berasal dari China? Tsai Lun, seorang kasim dari Dinasti Han menemukan proses pembuatan kertas di tahun 105. Sebelumnya, orang hanya menulis pada kayu, tulang, kerang, kulit pohon, dan bambu. Uang kertas pertama dunia pun digunakan di China, meskipun basis penghitungan masih koin tembaga. Seperti dibawah ini, gambar uang kertas dari jaman Dinasti Song.

    6. Jiao Dan Fen
    Ingat jaman dulu Rupiah punya pecahan yang lebih kecil, disebut “sen”? Renminbi pun juga demikian, tetapi nama pecahan yang lebih kecilnya adalah Jiao dan Fen. Unit-unitnya: 1 Yuan = 10 Jiao = 100 Fen. Sayangnya di seri Renminbi terakhir (kelima), fen sudah tidak ada. Pecahan terkecil hadir dalam bentuk uang koin adalah 0.1 Yuan (1 Jiao) dan 0.5 Yuan (5 Jiao).

    7. Bukan Alat Pembayaran Resmi Di Hong Kong Dan Makau
    Renminbi adalah alat pembayaran resmi di China daratan, tetapi daerah khusus Hong Kong dan Makau punya mata uang resmi sendiri. Hong Kong menggunakan Dolar Hong Kong, sedangkan di Makau menggunakan Pataca. Di Hong Kong, misalnya, sebagian besar toko menolak menerima Yuan, dan di beberapa lokasi yang mau menerimanya pun nilai tukarnya disebut-sebut kurang bagus.

    8. Nilai Tukar Tidak Sepenuhnya Mengambang
    Di awal sejarahnya, Renminbi dijaga agar bernilai tukar tetap 2.46 Yuan per Dolar AS, kemudian direvaluasi hingga 1.50 Yuan. Namun ketika pasar dalam negeri Tirai Bambu mulai dibuka bebas pada 1980an, pemerintahnya mulai mendevaluasi nilai tukar agar harga barang-barang yang diekspornya jadi lebih kompetitif, hingga mencapai “puncak” level terlemah 8.62 Yuan per Dolar AS pada 1994.

    Bulan Juli Tahun 2005, patokan terhadap Dolar itu sempat dilepas beberapa waktu, tetapi kemudian dipasang lagi. Kini, bank sentralnya menerapkan sistem managed floating, dengan menetapkan kisaran tertentu dimana nilai tukarnya bisa bergerak. Kisaran itu pun sering diubah-ubah. Artinya, nilai tukar Yuan tidak mengambang di pasar sepenuhnya seperti umumnya mata uang seperti Dolar AS, Euro, atau Rupiah.

    9. Satu Mata Uang, Dua Nilai Tukar
    Jika Anda kerap mengunjungi situs berita keuangan internasional seperti Bloomberg atau Reuters, maka Anda akan tahu bahwa Renminbi memiliki dua kode ISO, yaitu CNY dan CNH, yang mana bagi masing-masing memiliki nilai tukar berbeda. Saat artikel ini ditulis, misalnya, kurs USD/CNY adalah 6.5199, sedangkan USD/CNH 6.6379. Dalam periode waktu yang singkat, arah pergerakan nilai tukarnya pun tidak selalu serempak; salah satu bisa naik, sedangkan satunya turun.

    Keduanya sama-sama dirilis oleh bank sentral People’s Bank of China, tetapi penggunaannya berbeda. CNY mengacu pada mata uang yang hanya bisa dipindahtangankan di dalam batas wilayah China (mainland), sedangkan CNH yang kadang juga disebut sebagai offshore Yuan, bisa dipertukarkan di luar wilayah tersebut. Hong Kong merupakan hub internasional bagi pasar offshore Renminbi.

    Perbedaan mencolok lain diantara keduanya adalah nilai CNY dibatasi dalam kisaran tertentu oleh bank sentralnya, tetapi CNH tidak. Inilah kenapa pergerakan nilainya bisa berbeda. Apakah ini berarti intervensi bank sentral China tak berimbas pada CNH? tidak juga. Memang tidak berdampak langsung, tetapi secara psikologis, kisaran nilai tukar yang ditetapkan bank sentral China tetap mempengaruhi nilai CNH.

    10. Obligasi Renminbi Disebut Juga “Dim Sum Bond”
    Obligasi, atau surat utang, bisa diterbitkan dalam valuta asing seperti Dolar AS, Euro, Yen Jepang, maupun Renminbi. Obligasi yang diterbitkan dalam valas tertentu, maka pembayarannya kembali juga harus dalam valas itu. Pemerintah Indonesia, misalnya, pada awal Agustus 2015 sukses merilis “Samurai bond”, atau obligasi berdenominasi Yen, untuk keempat kalinya.

    Nah, seiring dengan makin populernya Renminbi, kini makin banyak korporasi yang menerbitkan obligasi dalam denominasi mata uang tersebut. Obligasi-obligasi itu lebih akrab disebut “Dim Sum Bond”. Dim Sum Bond dari perusahaan diluar China pertama kali dikeluarkan oleh McDonald’s pada tahun 2010.

    Secara tidak langsung, maraknya penerbitan Dim Sum Bond tersebut mengindikasikan peningkatan pamor Yuan sekarang. Lalu, apakah ini saatnya berinvestasi disini? Anda bisa menyimak pembahasannya di artikel editorial Seputarforex, “Inikah Saatnya Berinvestasi Di Yuan?”

    SUMBER :www.seputarforex.com

    Facebook ForexChief Indonesia
    Twitter ForexChief Indonesia

    #6531

    jakaduriat
    Participant

    <p>                                    Perbedaan Akun Micro, Mini, Dan Standard</p><p>Akun Mikro adalah rekening trading forex dengan ukuran transaksi sepersepuluh Akun Mini, atau seperseratus Akun Standar. Berikut ini uraian mengenai pengertian dan perbedaan akun tersebut.</p><p>Sering kita jumpai beberapa broker yang menawarkan akun real. Dari sekian broker tersebut ada yang memberikan akun dengan berbagai tingkatan. Ada level micro (Akun Mikro), level mini (Akun Mini), dan level standard (Akun Standar). Jenis-jenis akun tersebut memungkinkan seorang trader memilih sesuai kriteria dan kemampuan tradingnya. Di sini kita akan mengkaji bagaimana trader bisa memilih jenis akun berdasarkan kecocokannya, dan apa saja keuntungan dari masing-masing level akun.</p><p>Memilih jenis akun trading forex yang tepat biasanya tergantung pada kemampuan Anda dalam mentolerir resiko dan berapa besar modal yang akan dimasukkan sebagai investasi awal. Oke, kita langsung saja pelajari ketiga akun tersebut:</p><p>

    [/url]

    </p><p>Akun Standard<br />Akun Standard adalah akun trading forex paling umum, dimana Anda dapat bertransaksi dengan ukuran USD100,000 per lot. Dalam akun Standard, Anda biasanya juga dapat memperdagangkan banyak sekali jenis pasangan mata uang, berikut Silver dan Gold Spot, serta indeks saham dunia. Karena bersifat umum, maka tak heran jika akun semacam ini bisa ditemui di semua broker forex.</p><p>Istilah “lot” di sini merupakan ukuran volume trading minimal per transaksi. Apabila Anda termasuk pemula di dunia forex, maka perlu dipahami terlebih dahulu bahwa dalam trading forex, Anda tak bisa mentransaksikan secara eceran hanya USD1 saja, melainkan harus mengikuti ukuran lot sebagai besar minimal per transaksi. Nah, dalam hal Akun Standard, ukuran minimalnya adalah USD100,000.</p><p>Ini tidak berarti bahwa Anda harus menyetorkan modal USD100,000 saat pertama kali membuka akun. Menurut aturan margin dan leverage (biasanya 100:1 di forex), hanya dibutuhkan USD1,000 dalam rekening sebagai margin (jaminan) untuk satu lot standar yang akan diperdagangkan. Namun, agar memiliki ruang cukup untuk mengakomodasi fluktuasi harga, maka disarankan agar Anda membuka akun Standard dengan modal sedikitnya USD10,000.</p><p>Akun Mini<br />Sebuah akun Mini memungkinkan para trader untuk melakukan transaksi menggunakan mini lot. Di kebanyakan broker, mini lot sama dengan USD10,000 (0.1 lot), atau sepersepuluh dari rekening Standard. Sebagian besar broker yang menawarkan akun Standard juga akan menawarkan akun Mini sebagai cara untuk mendapatkan nasabah baru yang ragu-ragu untuk melakukan trading dengan lot standard karena besarnya modal yang dibutuhkan. Untuk itu, akun ini cocok bagi trader yang relatif baru, atau mereka yang belum siap menanggung besarnya resiko rugi di akun Standard.</p><p>Jika diperhitungkan dengan bantuan leverage 100:1, maka trading di akun Mini membutuhkan margin USD100 untuk setiap lot yang akan diperdagangkan. Meski begitu, Anda juga perlu bersiap-siap menghadapi fluktuasi harga yang tak terduga, sehingga modal minimal yang sesungguhnya jadi lebih besar, setidaknya USD2000-5000.</p><p>Dahulu, broker forex Indonesia hanya diperbolehkan menyediakan Akun Standard. Namun, mulai tahun 2012 sudah diijinkan kembali. Kini, sudah banyak yang memberikan Akun Mini sebagai opsi, seperti broker MONEX, broker GKInvest, CFForex, dan lain-lain.</p><p>Akun Micro<br />Pengertian akun Mikro adalah rekening trading forex dengan ukuran transaksi sepersepuluh akun Mini atau seperseratus akun Standar; tepatnya ukuran micro lot sama dengan USD1,000 (0.01 lot). Jenis akun Mikro biasanya digunakan oleh trader pemula untuk berlatih trading secara live, sebagai transisi dari akun demo.</p><p>Meski tak seumum akun Standard atau Mini, saat ini sudah banyak broker forex menawarkan akun Mikro sebagai solusi bagi para pemula yang ingin mengetahui seluk beluk trading real dengan resiko rendah. Umpamakan Anda memilih leverage 100:1, maka Anda hanya perlu minimal USD10 sebagai margin untuk tiap satu micro lot yang ditradingkan. Setoran modal awal minimal yang disarankan sekitar USD500-1000.</p><p>Berikut adalah contoh konversi lot dan unit untuk membandingkan akun Mikro, Mini, dan Standard:</p><p>

    1 lot = 100,000 unit (1 pip= USD10)<br />1 mini lot = 10,000 unit (1 pip= USD1)<br />1 micro lot = 1,000 unit (1 pip= USD0.1)

    </p><p>Bukan hanya berdampak pada besar modal yang dibutuhkan untuk trading, aturan lot di setiap jenis akun juga akan berdampak secara proporsional pada penghitungan profit yang diperoleh. Contoh bila Anda membuka posisi buy GBP/USD di 1.7400, yang kemudian naik ke 1.7425, atau profit sebanyak 25 pip, maka:</p><p>

    1 lot = USD10x25 Pip= USD 250<br />1 mini lot = USD1x25 Pip= USD 25<br />I micro lot = USD0.1×25 Pip= USD 2.5

    </p><p>Sekarang Anda sudah tahu bagaimana kapasitas dana dan transaksi pada masing-masing level akun trading forex. Bila memang sudah mahir dan punya modal besar, akun Standard adalah pilihan yang tepat bagi Anda. Namun bila hanya mempunyai modal pas-pasan, memilih akun Mikro dan Mini adalah jawabannya.</p><p>Pesan kami, Anda harus mempelajari dahulu tipe-tipe akun dan cara bertrading terlebih dahulu dengan mantap, sebelum terjun ke live trading dalam akun Mikro atau jenis lainnya. Jangan menggunakan seluruh uang Anda jika belum siap menerima jumlah kerugiannya. Bertradinglah secara bijak, profesional, dan jangan serakah.</p><p>SUMBER :www.seputarforex.com</p><p>

    </p><p> Facebook ForexChief Indonesia <br /> Twitter ForexChief Indonesia </p>

    #6533

    jakaduriat
    Participant

                                                            Tiga Pertanyaan Populer Trader Pemula

    Indikator apa yang paling tepat dipakai trading? Berapa target pip yang wajar didapat trader? Dan timeframe mana yang pas untuk digunakan? Simak jawabannya di sini.

    Artikel ini ditulis berdasarkan pengalaman Rob Pasche, seorang instruktur trading forex, terhadap sejumlah partisipan di kelas trading-nya. Sebagian besar dari mereka adalah trader pemula yang sudah siap membuka account live. Pasche mengajarkan penggunaan platform trading dan beberapa strategi trading sederhana, namun kebanyakan dari mereka mengajukan tiga pertanyaan yang sama. Tidak hanya di kelas itu, di kelas lainnya yang sebagian besar pengikutnya para trader pemula, Pasche juga menerima pertanyaan yang sama.

    Sebagai instruktur trading forex, Pasche memahami bahwa seorang trader belum tentu bisa menghasilkan profit kontinyu. Namun, ia pribadi teringat akan tiga pertanyaan populer yang juga pernah ia tanyakan ketika baru memulai trading di account live.

    Pertanyaan pertama: Indikator apa yang paling tepat digunakan dalam trading forex?
    Jawaban singkatnya adalah “tidak ada”. Tidak ada satu indikator yang lebih akurat dari indikator lainnya, dan tak ada indikator yang bisa menjamin trader pasti benar dan profitable.

    Setiap indikator teknikal dibuat dengan tujuan identifikasi dan prediksi, dan akan profitable bila digunakan dengan tepat. Penggunaan jenis indikator teknikal tergantung pada kondisi pasar, dan trader hendaknya mempelajari tiap-tiap indikator pada beberapa kondisi pasar hingga bisa diperoleh gambaran hingga seberapa jauh akurasi-nya.

    Satu hal yang penting diketahui adalah beberapa indikator dihitung dengan rumus berbeda, tetapi penampilannya bisa sangat mirip. Oleh karena itu, trader forex harus memahami jenis-jenis indikator, misalnya ada beberapa jenis indikator oscillator, indikator untuk mengukur kekuatan trend, indikator volatilitas dan sebagainya. Trader hendaknya tahu bagaimana menggunakannya dan kapan waktu yang tepat untuk menggunakan setiap indikator tersebut.

    Pertanyaan kedua: Berapa pip yang secara wajar bisa diperoleh dalam sehari atau seminggu?
    Pertanyaan ini sangat sering dilontarkan, dan kerap kali diulang. “Apakah profit 50 pip seminggu cukup bagi seorang trader full time?”, atau “Apakah 250 pip per bulan terlalu tinggi?”, atau “Bisakah saya pasang target profit 100 pip setiap kali open posisi?”

    Pertanyaan-pertanyaan tersebut sebenarnya sia-sia. Dalam trading forex, menentukan target berdasarkan pip yang diperoleh adalah tidak benar dan bisa merusak kinerja trading.

    Pasar forex tidak konsisten dan Anda tidak bisa mengatur perolehan Anda selama periode waktu tertentu. Bahkan dengan strategi trading yang sangat canggih pun, Anda bisa mengalami kerugian jika memang kondisi pasar tidak menguntungkan. Anda seharusnya fokus pada apa yang bisa Anda kendalikan. Hasil trading Anda akan sangat bergantung pada rencana trading yang telah Anda buat, dan bukan pada keputusan untuk membuka atau menutup posisi trading berdasarkan emosi.

    Pertanyaan ketiga: Time frame mana yang paling pas untuk trading?
    Penggunaan time frame trading bisa disesuaikan dengan jadwal dan kesibukan Anda sehari-hari. Ada trader full time yang bisa profit dengan menggunakan semua time frame trading.

    Untuk trader dengan metode scalping, time frame yang digunakan biasanya 5-menit dan 15-menit. Untuk swing trader biasa menggunakan 1-hour hingga daily. Sedangkan trader jangka panjang biasanya menggunakan time frame daily dan weekly.

    Pada dasarnya, Anda bisa trading menggunakan time frame berapa saja. Hanya saja sebelum membuka posisi trading, sebaiknya Anda konfirmasikan arah trend dengan kondisi pada time frame yang lebih tinggi. Kenapa? karena pergerakan harga pada time frame rendah, apalagi dalam hitungan menit, akan sangat banyak terganggu oleh noise. Agar tak tertipu oleh pergerakan harga yang hanya sementara, tengoklah timeframe yang lebih besar.

    SUMBER : seputarforex.com

    Facebook ForexChief Indonesia
    Twitter ForexChief Indonesia

    #6536

    jakaduriat
    Participant

                                                    Keunggulan dan Kelemahan Robot Trading Forex (EA)

    Robot Trading Forex (EA) adalah alat yang dapat bertrading forex secara otomatis. Sebelum memakainya, ada keunggulan dan kelemahan EA yang perlu Anda tahu.

    Autotrading Robot atau yang sering disebut dengan istilah “Expert Advisor” (EA), adalah sebuah alat elektronik yang bekerja sendiri untuk mencari peluang open trade, baik open sell ataupun buy di forex market. Robot Trading Forex (EA) disini bukan secara fisik. Tetapi sebuah software untuk trading forex secara otomatis. Tanpa Anda melakukan perintah Buy/Sell, robot akan mengerjakan sendiri untuk Anda.

    Bicara soal EA, tidak akan ada habisnya. Apalagi kalau dibandingkan dengan trading manual. Supaya jelas pangkal dan ujungnya, yuk kita kupas apa saja sih keunggulan dan kelemahan Robot Trading.

    Inilah beberapa keunggulan Robot Trading yang menjadi alasan utama kenapa banyak trader berhenti trading sendiri dan ganti menggunakan EA:

    a. Multi-tasking.
    Robot Trading forex mampu menjalankan ratusan hingga ribuan instruksi per detik untuk menyisir dan mengeksekusi setiap peluang trading forex. Beban kerja tadi jelas melampaui batas kemampuan manusia, tetapi mudah-mudah saja dilakukan EA. Namun, perlu diingat, tidak semua Robot Trading Forex memiliki performa setinggi itu, karena tergantung sistem yang melandasi pembuatannya juga.

    keunggulan robot trading forex

    b. Tak terpengaruh emosi.
    Dalam kondisi market apapun, Robot Trading Forex hanya menjalankan instruksi sesuai dengan standar-standar pemrograman, tanpa intervensi emosi. Dalam artian tersebut, EA akan mengeksekusi order seperti buy atau sell dan meletakkan Stop Loss dan Take Profit persis seperti rumusan programnya.

    Berbeda dengan trading manual, di mana trader mudah terpengaruh emosi saat menghadapi gejolak harga. Mereka biasanya akan menggeser-geser posisi SL dan TP akibat merasa serakah atau sebaliknya, cemas menghadapi harga yang tak bergerak sesuai keinginan. Dalam jangka panjang, kebiasaan buruk tersebut bisa jadi penghambat kesuksesan, sehingga EA yang bebas emosi dipandang lebih unggul.

    c. Aktif 24/7, non-stop.
    Selama terkoneksi dengan VPS, Robot Trading Forex dapat bekerja sepanjang hari, non-stop. Jadi, begitu ada peluang trading muncul, Robot akan selalu siap siaga mengeksekusi order market, kapanpun. Dengan kata lain, kalau Anda menggunakan EA, tidak perlu lagi khawatir akan melewatkan peluang trading meskipun Anda sibuk dengan kegiatan lain atau sedang beristirahat.

    robot trading forex aktif 24/7

    d. Performa trading dapat diuji.
    Karena Robot selalu konsisten mengikuti standar pemogramannya, maka performa trading-nya pun bisa diukur dengan jelas pula. Umumnya, performa robot trading diukur dengan metode backtest dan forward testing. Jadi, sebelum Anda membeli Robot Trading Forex, pastikan dulu bahwa laporan kinerjanya baik.

    Mau beli robot EA tapi pusing membuktikan performa-nya? Tak usah bingung-bingung, artikel ini akan memberikan Anda bukti performa nyata robot trading Forex dengan mudah dan sederhana

    e. Fitur-fitur baru terus diperbarui dan berkembang.
    Seiring berkembangnya proses pengembangan Robot Trading Forex, semakin banyak fitur-fitur baru turut berkembang untuk mengikuti dinamika pasar. Misalnya saja, fitur news filter dan invisible mode (untuk menghindari broker yang stop loss-hunting).

    Supaya Anda dapat menikmati fitur-fitur tercanggih, cari developer robot trading Forex yang menyediakan auto-update. Dengan fitur tersebut, Robot Trading akan selalu terbaharukan dengan fitur-fitur terbaru.

    Kelemahan Robot Trading Forex
    Tak ada gading tak retak, robot trading Forex pun memiliki kekurangan, antara lain:

    a. Memakan biaya tambahan.
    Trading menggunakan robot EA sudah pasti memakan biaya lebih tinggi daripada trading manual. Selain mengeluarkan biaya untuk membeli robot itu sendiri, Anda juga harus secara rutin membayar biaya sewa VPS. Dan percayalah, semakin bagus kualitasnya, semakin tinggi pula biayanya. (Baca juga: Robot Trading Forex (EA) vs Manual)

    b. Kurang mampu menyesuaikan diri pada kondisi market tertentu.
    Sewaktu rilis berita berdampak tinggi, biasanya trader-trader oportunis memanfaatkan gejolak pergerakan harga untuk meraih profit. Kegiatan tadi nama kerennya adalah news trading, dan biasanya dilakukan oleh para scalper. Namun, kegiatan tersebut resikonya jauh lebih tinggi daripada trading pada kondisi pasar normal; kalau lagi beruntung bisa bawa pulang uang banyak, kalau buntung maka isi akun bisa ludes seketika.

    Sayangnya, robot trading tidak didesain untuk bisa beradaptasi pada situasi tersebut. Itu karena pada dasarnya “cara berpikir” robot trading didesain secara linear (lurus notok, tidak neko-neko), sedangkan pada saat rilis berita pergerakan bergerak secara fluktuatif dan acak.

    c. Menuntut ketrampilan khusus untuk mengaturnya.
    Eh, siapa bilang kalau sudah pakai Robot Trading Forex (EA) tidak perlu pengetahuan apa-apa soal trading? Justru karena proses trading berjalan full otomatis, maka di saat-saat tertentu di mana kondisi market di luar kebiasaan, Anda adalah orang pertama yang harus mengambil alih kontrol.

    Karena alasan itu, disarankan untuk menggunakan Robot Trading Forex jika Anda memang sudah cukup berpengalaman trading dan memiliki ketajaman intuisi dalam mengetahui kapan kondisi market tak kondusif.

    Kedua, Anda juga paling tidak harus mengerti mengenai istilah-istilah dalam IT dan penggunaan software untuk dapat meng-install dan merawat robot trading Forex. Hal tersebut perlu dipelajari agar robot EA tetap berjalan sesuai dengan prosedur.

    d. Tidak semua broker mengijinkan penggunaan Robot Trading Forex.
    Sekali lagi, EA dapat mengirim puluhan hingga ratusan order market dalam kurun waktu cukup singkat. Jika cukup banyak trader menggunakan Robot Trading Forex, bisa saja server broker terbebani oleh antrian panjang order market. Pada situasi tadi, bisa saja server broker mengalami lag atau bahkan freeze.

    Untuk menghindari lag dan freeze server, beberapa broker akan melarang penggunaan robot trading Forex pada tipe akun atau pair tertentu.

    SUMBER :www.seputarforex.com

    Facebook ForexChief Indonesia
    Twitter ForexChief Indonesia

Viewing 15 posts - 916 through 930 (of 1,169 total)

You must be logged in to reply to this topic.