Welcome Bonus $100 tanpa Deposit dari ForexChief

MTI Forums Lain-Lain Iklan Welcome Bonus $100 tanpa Deposit dari ForexChief

This topic contains 1,327 replies, has 5 voices, and was last updated by  jakaduriat 3 hours, 34 minutes ago.

Viewing 15 posts - 661 through 675 (of 1,328 total)
  • Author
    Posts
  • #5714

    jakaduriat
    Participant

                                                                                                   Rugi Dengan Wajar (1) 

    Kerugian pasti bisa dialami oleh siapa saja. Namun, trader harus tau cara meminimalisir dan mengalami kerugian yang wajar-wajar saja.

    Satu hal yang pasti bisa dijamin oleh trader forex adalah kenyataan bahwa mereka akan mengalami kerugian. Kerugian merupakan bagian yang tak terpisahkan dari trading dan tidak bisa dihindari. Namun demikian mereka yang terlalu berharap banyak dari trading biasanya tidak bisa menerima kenyataan tersebut. ’’Cut loss?’’ itulah pertanyaan yang sering dilontarkan trader ketika mengetahui posisi tradingnya salah, kerugian pip sudah cukup banyak, dan agak panik karena memang tidak menggunakan pelindung stop loss.

    Rugi Dengan Wajar  
    Trader pemula sering kali mencoba untuk menghindari kenyataan tersebut dengan mengatur posisinya yang minus dengan berbagai cara. Yang populer adalah dengan cara hedging atau locking, yaitu membuka posisi baru yang berlawanan dengan posisi sebelumnya. Teknik ’’mengunci’’ (locking) ini digunakan dengan harapan pergerakan harga akan berbalik arah, dan jika belum bisa memperoleh profit, paling tidak bisa balik modal (breakeven). Atau jika tidak bisa breakeven, paling tidak mengurangi kerugian.

    Secara teori cara tersebut memang benar dan logis, namun dalam kenyataannya sangat sering meleset karena kita tidak bisa memperkirakan arah pergerakan harga dengan tepat. Jika trader salah dalam membuka posisi yang dikunci tersebut, kerugian yang diperolehnya akan semakin besar karena kerugian pip yang dikunci jadi semakin lebar. Trader yang berkali-kali gagal dalam permainan ini cenderung frustasi dan bisa saja meninggalkan trading forex.

    Dalam trading forex, sebagus apapun strategi dan rencana trading Anda, jika Anda tidak mengatur resiko dengan baik maka Anda sulit untuk memperoleh profit yang konsisten dalam jangka panjang. Dalam artikel ini James Stanley, seorang instruktur trading forex akan mengulas tentang bagaimana seharusnya rugi yang wajar. Menurutnya Anda mesti belajar untuk rugi sebelum memperoleh profit yang sebenarnya.

    Mengapa rugi diperlukan?
    Anda tidak akan tahu dengan pasti kejadian di waktu yang akan datang, juga trader-trader yang lain. Hal ini bukan berarti Anda tidak bisa memprediksi pergerakan harga, banyak orang melakukannya setiap hari, mereka yang bekerja di bank-bank besar, hedge fund manager dan para trader retail. Namun demikian Anda harus melihat setiap trade yang dilakukan sebagai sebuah ide, atau sebuah kesempatan. Seperti halnya banyak ide lainnya dalam kehidupan, ada kemungkinan sebuah ide tidak bekerja dengan baik, dan Anda harus bisa memperbaikinya jika hal itu terjadi.

    Satu-satunya cara yang harus Anda lakukan ketika sadar bahwa Anda salah adalah dengan berhenti berbuat salah dan mulai untuk bertindak benar. Cara untuk bertindak benar adalah dengan menutup posisi trading Anda. Anda perlu rugi. Mungkin hal itu sulit dilakukan, tetapi lebih baik daripada pergerakan harga yang terus melawan posisi Anda, dan Anda tidak tahu pasti pergerakan harga setelahnya.


    Facebook ForexChief

    Twitter ForexChief

    #5717

    jakaduriat
    Participant

                                                                       Pengertian Inflasi Pada Perekonomian Dunia
    Inflasi adalah peningkatan harga barang dan jasa secara umum dan terus menerus dalam suatu periode tertentu di sebuah wilayah.

    Dalam kehidupan sehari-hari dan berita televisi, inflasi sudah lazim disebut-sebut. Namun, kebanyakan orang tak sungguh-sungguh memahami apa itu inflasi, melainkan semata-mata menganggapnya sebagai sesuatu yang buruk saja. Nah, di sini kita akan mendalami arti inflasi yang sesungguhnya.

    Pengertian Inflasi 
    Dalam ilmu ekonomi, inflasi adalah peningkatan harga barang dan jasa secara umum dan terus-menerus dalam suatu periode tertentu di sebuah wilayah tertentu. Perhatikan bahwa inflasi tidak serta merta merupakan kenaikan harga saja. Jika warung bakso langganan Anda menaikkan harga, maka itu bukan inflasi. Namun, jika survei lembaga statistik telah menyimpulkan ada tren kenaikan harga bakso, soto, berbagai makanan lain, buah-buahan di pasar, pakaian di mall, perabotan, BBM, biaya kesehatan, biaya pendidikan, dan berbagai barang-jasa lainnya dalam satu periode tertentu (biasanya bulanan), maka itu berarti telah terjadi inflasi.

    Inflasi berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain:

    [*]konsumsi masyarakat yang meningkat,
    [*]berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi,
    [*]ketidaklancaran distribusi barang,
    [*]dan lain sebagainya.

    Contohnya, apabila terjadi gempa di suatu provinsi, kemudian distribusi bantuan ke daerah tersebut terhambat padahal persediaan barang kebutuhan masyarakat terbatas. Apa yang akan terjadi? Harga berbagai barang di provinsi tersebut akan meningkat. Uang sebanyak Rp100,000 yang mungkin bisa dibelikan 10 kg telur ayam pada hari-hari biasa, boleh jadi hanya dapat dibelikan tujuh, enam, atau lima kilogram telur saja setelah gempa. Apabila ini terjadi pada barang-barang lainnya dan biaya layanan jasa pula serta berlangsung lama, maka akan timbul inflasi.

    Dalam kondisi ekonomi normal pun tetap akan terjadi inflasi apabila pertumbuhan populasi meningkat, hingga permintaan akan barang dan jasa naik terus menerus. Buktinya, sebungkus permen berharga Rp25 pada era 1990an, sekarang harganya Rp100 atau Rp200. Jika dulu kita bisa membeli sebungkus permen dengan harga Rp 1,000; kini kita harus merogoh kocek sebanyak 10,000.

    Dengan kata lain, inflasi juga merupakan proses menurunnya daya beli mata uang secara terus menerus. Selain itu, istilah inflasi digunakan untuk mendefinisikan peningkatan jumlah uang beredar yang kadangkala dilihat sebagai penyebab meningkatnya harga.

    Cara Mengukur Inflasi 
    Ada banyak cara untuk mengukur tingkat inflasi. Namun umumnya, inflasi ditilik dari indeks harga konsumen (Consumer Price Index/CPI) dan indeks harga produsen (Producer Price Index/PPI).

    CPI mengacu pada harga-harga barang dan jasa di tingkat konsumen (harga yang kita bayarkan ke toko atau penyedia jasa). Karena langsung sesuai dengan kondisi pengguna, maka data CPI merupakan acuan inflasi paling penting. Sedangkan PPI berdasarkan harga-harga di tingkat produsen, atau dengan kata lain, biaya yang dikeluarkan produsen untuk memproduksi barang dan menyediakan jasa. Biasanya, data-data ini dirilis setiap bulan oleh badan statistik setiap negara dan menjadi bahan pertimbangan untuk pembuatan keputusan oleh pemerintah, bank sentral, pengusaha, maupun investor dan trader di pasar finansial.

    Jenis-Jenis Inflasi 
    Inflasi dapat dikelompokkan menjadi empat golongan, yakni inflasi ringan, inflasi sedang, inflasi berat, dan hiperinflasi. Selain itu, terdapat pula situasi yang berkebalikan dari inflasi, yaitu deflasi. Deflasi terjadi apabila indikator-indikator harga (CPI maupun PPI) bukannya meningkat, melainkan menurun (inflasi negatif).

    Dalam keadaan normal, tingkat inflasi selaras dengan tingkat pertumbuhan suatu negara. Diantara negara-negara berkembang, biasanya inflasi dianggap wajar bila berada di sekitar 3-4% per tahun dengan toleransi deviasi antara 1-2%. Namun, untuk negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Zona Euro, Inggris, dan Jepang, bank sentral biasanya menargetkan inflasi 2% saja.

    Apabila sampai terjadi inflasi berat atau bahkan hiperinflasi, maka itu bisa mengindikasikan kalau suatu negara tengah larut dalam krisis ekonomi (resesi). Contohnya ketika Presiden Robert Mugabe dari Zimbabwe ingin mempertahankan kekuasaannya, ia mencetak lebih banyak uang Dolar Zimbabwe. Akibatnya justru merusak perekonomian.

    Jumlah barang dan jasa yang tersedia menurun akibat salah kebijakan, sedangkan jumlah uang berbedar meningkat; sehingga orang-orang berebut mengeluarkan dana sebesar-besarnya untuk mendapatkan barang yang mereka butuhkan. Hal ini memicu kenaikan harga-harga secara drastis hingga inflasi mencapai puluhan ratusan, jutaan, hingga milyaran persen dalam setahun (hiperinflasi). Daya beli mata uangnya di dalam negeri anjlok dan kurs nilai tukarnya merosot drastis. Mulai tahun 2009, Zimbabwe tak lagi mencetak uang sendiri dan masyarakat terpaksa menggunakan mata uang asing seperti Dolar AS, Euro, dan Yuan untuk bertransaksi sehari-hari.

    Dampak Inflasi: Positif dan Negatif 
    Inflasi memiliki dampak positif dan dampak negatif, tergantung parah atau tidaknya inflasi itu sendiri.

    Dampak Deflasi 
    Hanya karena inflasi dapat berdampak negatif, tidak lantas berarti deflasi (penurunan harga-harga barang dan jasa) itu baik. Coba bayangkan: apabila harga barang-barang menurun, lalu bagaimana perusahaan-perusahaan akan mendapatkan keuntungan? Dari mana mereka akan punya dana untuk berekspansi usaha dan merekrut karyawan baru? Dan jika deflasi makin parah hingga perusahaan-perusahaan tak mampu menggaji karyawannya, bukankah nantinya bisa terjadi PHK massal yang mengawali resesi ekonomi!? Oleh karena inilah, negara-negara maju sangat takut kalau akan terjadi deflasi (baca juga:Dampak Deflasi terhadap Perekonomian dan Mata Uang).

    Dampak Inflasi Ringan 
    Inflasi ringan justru mempunyai pengaruh yang positif karena dapat mendorong perekonomian agar menjadi lebih baik. Apabila harga-harga meningkat secara moderat, maka perusahaan-perusahaan bisa mendapatkan kenaikan keuntungan. Keuntungan itu akan mendorong mereka untuk berekspansi, membuka lebih banyak lapangan kerja, dan memberikan gaji lebih tinggi. Bagi masyarakat umum, inflasi akan membuat orang lebih bergairah untuk bekerja, menabung dan mengadakan investasi. Hasilnya, pendapatan negara meningkat dan pertumbuhan ekonomi terkendali.

    Adanya inflasi akan menguntungkan orang-orang yang pendapatannya meningkat sejalan dengan pertumbuhan ekonomi, seperti misalnya pengusaha. Begitu juga halnya dengan pegawai yang bekerja di perusahaan dengan gaji yang terus ditingkatkan dari waktu ke waktu. Namun, inflasi ringan pun dapat merugikan para penerima pendapatan tetap, khususnya pensiunan.

    Penerima pendapatan tetap akan kewalahan menanggung dan mengimbangi kenaikan harga barang-barang kebutuhan, sehingga kualitas hidup menurun. Ambil contoh seorang pensiunan pegawai negeri tahun 1990. Pada tahun 1990, uang pensiunnya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, namun di tahun 2003 -atau tiga belas tahun kemudian-, daya beli uangnya mungkin hanya tinggal setengah. Artinya, uang pensiunnya tidak lagi cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Inilah salah satu alasan mengapa orang-orang disarankan melakukan investasi sejak dini.

    Dampak Inflasi Sedang
    Inflasi yang lebih tinggi dibanding target bank sentral dapat menyebabkan orang enggan untuk menabung karena nilai mata uang semakin menurun secara tidak proporsional dengan pertumbuhan ekonomi. Umpama seseorang memiliki tabungan, kemudian pendapatan bunganya lebih rendah dibanding inflasi, maka ia takkan mau menabung lagi.

    Apabila masyarakat mulai enggan menabung, dunia usaha dan investasi akan sulit berkembang. Karena, dunia usaha membutuhkan dana untuk berkembang, yang mana sebagian dana tersebut bersumber dari pinjaman bank yang disalurkan dari tabungan masyarakat. Oleh karenanya, bank sentral setiap negara biasanya akan menaikkan suku bunga acuan mereka, apabila inflasi sampai mencapai target atau lebih dari itu.

    Dampak Inflasi Berat dan Hiperinflasi 
    Sebagaimana nampak pada kronologi hiperinflasi Zimbabwe, apabila inflasi terlalu tinggi atau bahkan terjadi hiperinflasi, maka keadaan perekonomian menjadi kacau. Orang menjadi tidak bersemangat kerja, menabung, atau mengadakan investasi maupun produksi, karena harga-harga meningkat dengan sangat cepat.

    Coba saja bayangkan: untuk membeli sebutir telur, minggu lalu Anda hanya perlu uang senilai 100,000, tapi minggu ini Anda perlu membawa segepok uang senilai 500,000. Bukan hanya repot sekali membawa uang tersebut, melainkan gaji Anda pun jadi tak ada gunanya. Walaupun gaji dinaikkan menjadi 20,000,000 bulan ini, itu bahkan tak bisa membayar makanan keluarga hingga kenyang di bulan depan!

     


    Facebook ForexChief

    Twitter ForexChief

    #5724

    rahmatrabani
    Participant

    Jika trading kita seringkali mengalami loss dan ada saja prediksi yang meleset bukan berarti kita gagal dalam trading, karena trading forex memerlukan usaha dan pengalaman yang tidak sedikit untuk dijadikan bahan kedepanya agar strategi kita lebih jitu lagi, juga didukung dengan pemahaman yang lebih dalam dan psikologi yang lebih mantap lagi.

    #5725

    jakaduriat
    Participant

    Fast Warren

    Fast Warren – adalah kontes dua mingguan yang menggunakan akun “cent” dan diperbolehkan untuk menggunakan akun trading yang sudah biasa anda gunakan untuk mengikuti kompetisi ini dan mendapatkan hadiah uang real. Kontes diadakan dalam dua nominasi – “Profit terbesar” dan “Turnover tertinggi”. Peserta dengan rating tertinggi dapat menjadi pemenang di kedua nominasi pada saat yang sama dan menerima hadiah pada setiap kompetisi.

    Syarat dan ketentuan

    1. Untuk berpartisipasi dalam kontes, anda harus Membuka Akun Live atau menggunakan akun yang sudah ada, yang memenuhi persyaratan berikut:

      [*]jenis akun cent-MT4.DirectFX atau cent-MT4.Classic+;
      [*]mata uang akun USD (Dolar AS);
      [*]leverage 1:400;
      [*]akun diharuskan tidak memiliki posisi terbuka atau/dan pending order, kredit aktif, serta Welcome Bonus.

    2. Balance di akun harus tepat 10.000 (atau setara dengan 100 USD). Anda dapat mengisi ulang akun dengan opsi apa pun yang tersedia, termasuk transfer internal antar akun. Semua dana di akun tersebut dimiliki oleh klien secara keseluruhan!

    3. Selama kontes, transaksi balance akan diblokir: Deposit ulang, Penarikan dana dan Transfer internal tidak dapat dilakukan. Namu klien masih bisa untuk berhenti berpartisipasi dalam kontes dan semua pembatasan di akun akan dihilangkan.

    4. Daftar pair yang tersedia untuk diperdagangankan di akun kontes terbatas: Pair mata uang, Gold (XAUUSD) dan Silver (XAGUSD). Pair lain diblokir untuk akun kontes.

    5. Semua strategi trading atau robot/advisor diperbolehkan.

    6. Bonus Turnover akan tetap dihitung pada akun kontes, mitra tetap mendapat remunerasi dari turnover referral!

    7. Kontes diadakan selama 14 hari. Tanggal mulai dan tanggal akhir kontes, profit dan Turnover yang didapat, ditampilkan di Personal Area peserta di bagian Kontes.

    8. Hadiah dibagikan kepada pemenang sesuai dengan peringkat dalam dua nominasi: “Profit terbesar” dan “Turnover tertinggi”.

    9. Peringkat untuk nominasi “Profit terbesar” dihitung secara otomatis berdasarkan Equity pada akun dalam periode tanggal mulai kontes dan nilai saat ini. Profit = Equity – 10.000.

    10. Peringkat untuk nominasi “Turnover tertinggi” dihitung secara otomatis berdasarkan order yang ditutup dalam periode kontes. Dalam hal ini, Turnover trading dalam USD yang dihitung hanya untuk order yang ditutup dengan cara penambahan turnover untuk dua transaksi: transaksi untuk pembukaan order dan penutupan order.

    Contoh:

    BUY 1 lot EURUSD (1 lot = 100,000 EUR) order dibuka pada harga 1.1257 dan ditutup pada 1.1283. Turnover trading dalam USD untuk order ini = (100.000 * 1.1257) + (100.000 * 1.1283) = 225.400 USD

    SELL 5 lot USDJPY (1 lot = 100,000 USD) order dibuka pada harga 109.806 dan ditutup di 109.352. Turnover trading dalam USD untuk order ini = (500.000 * 1) + (500.000 * 1) = 1.000.000 USD

    BUY 3.5 lot GBPUSD (1 lot = 100,000 GBP) order dibuka pada harga 1.2978 dan ditutup di 1.2985. Turnover trading dalam USD untuk order ini = (350.000 * 1.2978) + (350.000 * 1.2985) = 908.705 USD

    11. Pemenang dalam nominasi “Profit terbesar” mendapatkan hadiah sebagai berikut:

      [*]Pemenang pertama = 400 USD
      [*]Pemenang kedua = 300 USD
      [*]Pemenang ketiga = 200 USD
      [*]Pemenang keempat = 100 USD
      [*]Pemenang kelima = 50 USD

    12. Pemenang dalam nominasi “Turnover tertinggi” mendapatkan hadiah sebagai berikut:

      [*]Pemenang pertama = 400 USD
      [*]Pemenang kedua = 300 USD
      [*]Pemenang ketiga = 200 USD
      [*]Pemenang keempat = 100 USD
      [*]Pemenang kelima = 50 USD

    13. Menurut hasil kontes, setiap peserta dapat menerima dua hadiah sekaligus sesuai dengan posisinya di kedua peringkat: “Profit terbesar” dan “Turnover tertinggi”. Hadiah akan dikreditkan ke akun kontes pada hari penilaian kontes dan dapat di Withdraw.

    14. Setiap klien hanya diperbolehkan mengikutsertakan satu akun untuk mengikuti kontes! Jika ditemukan mengikutsertakan lebih dari satu akun, maka peserta akan dikeluarkan dari kontes. Dengan menerima ketentuan kontes, peserta setuju dengan hak perusahaan untuk mengeluarkan peserta dari partisipasi kontes kapan saja dan tanpa memberikan alasan.

    Untuk berpartisipasi dalam kontes, anda bisa klik link

    Ini

    Hormat kami,
    ForexChief

    Facebook ForexChief

    Twitter ForexChief

    #5727

    jakaduriat
    Participant

                                                                                       Tips Dalam Menentukan Stop Loss 

    Stop loss sangat penting dalam menentukan position size pada trade yang akan kita lakukan. Besarnya stop loss seharusnya tidak ditentukan dengan cara acak.

    Stop loss sangat penting dalam me-manage resiko karena setelah kita menentukan level stop maka kita bisa menentukan ukuran lot atau position size pada trade yang akan kita lakukan. Sebagai bagian dari rencana bisnis, stop loss adalah biaya yang harus ditanggung untuk bisnis sebagai trader. Stop loss akan memaksa kita keluar dari pasar jika ternyata posisi trading kita salah terlepas dari emosi kita yang ingin tetap bertahan dan mengharap pergerakan harga akan kembali sesuai dengan yang kita inginkan.

    Keinginan untuk tetap bertahan tersebut sering kali menyebabkan kerugian yang cukup besar dan pada akhirnya membuat akun kita hancur. Trading tanpa menggunakan stop loss adalah kesalahan fatal yang harus kita hindari. Namun demikian, membicarakan stop loss sering dianggap kurang menarik dan bukan prioritas utama dalam trading meskipun sebenarnya adalah hal yang paling penting yang mesti diperhitungkan sebelum membuka posisi. Jika kita tidak tahu bagaimana menentukan level stop bisa jadi hasil akhir trading tidak sesuai dengan yang kita harapkan.

    Pada kenyataannya, hasil trading kita secara keseluruhan bergantung dari penempatan level stop loss yang proporsional dan logis, sehingga kita bisa menjalankan money management sebagai mana mestinya. Dengan money management yang memadai, kita akan bisa menghasilkan profit yang konsisten dalam jangka panjang.

    Menentukan Stop Loss Dengan Cara Acak (Random) 
    Banyak trader yang menentukan stop loss dengan cara acak berdasarkan perkiraan besarnya pip yang dikehendaki, misalnya 25 pip atau 50 pip, atau dengan perhitungan position sizing diusahakan agar besarnya stop loss sekecil mungkin, sehingga volume trading bisa semakin besar. Cara tersebut tidak benar karena tidak memperhatikan keadaan pergerakan harga, sehingga mungkin saja level stop loss tersebut tidak proporsional atau tidak sepadan dengan kondisi riil di pasar.

    Pada contoh diatas, trader menentukan level stop loss dengan acak sebesar 50 pip untuk posisi buy tanpa memperhatikan keadaan riil pergerakan harga terutama level support terdekat yang bisa dianggap sebagai acuan sehingga level stop-nya tereksekusi sebelum harga kembali bergerak naik.

    Menentukan Stop Loss Berdasarkan Level Support Atau Resistance Terdekat 
    Untuk membuktikan kebenaran posisi yang kita buka, stop loss ditempatkan di bawah level support terdekat untuk posisi buy atau di atas level resistance untuk posisi sell. Jika level tersebut ditembus, berarti posisi yang kita buka salah. Masih pada chart dalam contoh sebelumnya, berikut ini stop loss yang ditentukan dibawah level support yang secara logika akan ditembus jika memang posisi kita salah.

    Menentukan Stop Loss Jika Level Support Atau Resistance Tidak Tampak Jelas 
    Jika level support atau resistance tidak tampak dengan jelas, maka kita bisa menentukan stop loss dengan memperhatikan formasi price action, misalnya mother bar atau pin bar, atau dengan bantuan indikator Average True Range (ATR). Berikut contoh stop loss yang ditempatkan di bawah level terendah pin bar dan di bawah level terendah mother bar untuk posisi buy yang kita buka.

    Menentukan Stop Loss Dengan Indikator ATR
    Range pergerakan harga bisa digunakan sebagai acuan untuk menentukan besarnya stop loss ketika level support atau resistance tidak tampak jelas. Dengan range pergerakan harga yang lebar atau volatilitas pasar sedang tinggi, trader tentu tidak akan menentukan stop loss yang ketat, sebaliknya saat volatilitas pasar sedang rendah, trader seharusnya tidak menentukan level stop loss yang terlalu lebar.

    Indikator ATR yang mengukur derajat volatilitas perubahan harga dari level high ke low atau dari low ke high berdasarkan perubahan besarnya range pada tiap-tiap bar bisa digunakan sebagai acuan untuk menentukan stop loss, biasanya 1 kali nilai ATR periode 14 hari, yaitu range rata-rata dalam 14 hari terakhir. Berikut contoh penentuan stop loss dengan bantuan indikator ATR (14) pada time frame daily, dimana level entry pada saat pin bar retrace 50%:

     Tentukan Stop Loss Sebelum Menentukan Target Profit 
    Besarnya stop loss hendaknya ditentukan sebelum menentukan level target profit. Hal ini penting untuk menentukan position size sebelum entry. Selain itu, setelah ditentukan, besarnya stop loss seharusnya tetap dan tidak diperbesar, tetapi bisa digeser ke level breakeven jika pergerakan trend sedang kuat, bisa digeser secara manual atau dengan menggunakan fasilitas trailing stop.


    Facebook ForexChief

    Twitter ForexChief

    #5728

    jakaduriat
    Participant

                                                                  Cara Untuk Meminimalisir Risiko Dalam Perdagangan Forex 

    Seperti yang kita tahu, trading Forex itu berisiko. Trader secara konstan mencari kesempatan untuk menghasilkan keuntungan di setiap perdagangan. Hal ini tentu sangat bagus, tetapi tidak semua orang memperhatikan 1 hal penting dalam perdagangan Forex: membatasi risiko.

    Bagaimana kita dapat membatasi risiko?

    1.  Rasio risk-reward.Hal pertama yang sangat penting adalah keuntungan yang didapat. Potensi keuntungan harus dua kali lebih besar atau lebih, 1: 3 lebih baik. Ini tidak berarti membatasi stop loss atau memperluas target take profit untuk mencapai rasio risk-reward yang diinginkan. Jika sistem anda menghasilkan perdagangan yang memiliki rasio risk-reward yang masuk akal, itu adalah perdagangan yang baik. Jika tidak, itu merupakan perdagangan yang buruk. Rasio risk-reward yang tinggi berarti Anda dapat memiliki lebih banyak perdagangan rugi dari perdagangan profit, tetapi masih berhasil membuat keuntungan dalam jangka panjang.

    2.  Membatasi kerugian suatu perdagangan sesuai dengan jumlah uang di akun: pengelolaan uang di akun berarti Anda menyadari besarnya persentase kerugian berdasarkan jumlah uang di akun pada setiap perdagangan. Sebuah kerugian 2% dari akun Anda dianggap baik, 3% maksimum.

    3.  Perdagangan kecil di saat volatilitas tinggi: Anda tidak dapat mengantisipasi suatu berita ekonomi, tetapi ada beberapa peristiwa yang mengakibatkan volatilitas tinggi. Non-Farm Payrolls dan rate decisions biasanya menggerakan pasar. Jika Anda berencana untuk masuk ke dalam perdagangan sebelum atau setelah berita ini, Anda harus lebih berhati-hati. Anda dapat mengatur stop loss Anda menjadi lebih kecil dan tetap mengawasi pasar, yang paling penting adalah mengurangi ukuran lot Anda.

    Jadi, bagaimana Anda membatasi risiko Anda? Apakah Anda menggunakan salah satu metode di atas? Selalu batasi risiko Anda supaya Anda dapat bertahan di perdagangan Forex dan mendapat profit secara konsisten.

    SUMBER : http://www.forexindo.com

     


    Facebook ForexChief

    Twitter ForexChief

    #5735

    jakaduriat
    Participant

                                                                  Bagaimana Anda Belajar Seni “Merasakan” Pasar Forex ?

    Bagaimana Anda Belajar Seni “Merasakan” Pasar Forex ?. Saya menggunakan fotografi sebagai hobi baru dan saya melihat beberapa kesamaan antara hal ini dengan perdagangan forex.

    Tentu, saya telah mempelajari aspek teknis schmancy yang mewah, mengutak-atik lensa, dan menemukan cara menyesuaikan kecepatan rana dan apertur. Tapi, menilai dari foto yang saya ambil sejauh ini, semua pengetahuan tentang buku teks itu tidak cukup untuk menjadikan saya fotografer yang baik.

    Saya masih heran bagaimana seorang profesional dapat menghasilkan gambar yang luar biasa dari subjek yang biasa biasa saja. Mungkin butuh banyak latihan untuk mengetahui cara menyesuaikan pengaturan kamera untuk menggunakan pencahayaan, latar belakang, atau lingkungan saat ini untuk keuntungan mereka. Meski begitu, tidak ada aturan keras dan cepat untuk setiap situasi.

    Demikian pula, dalam perdagangan forex, kita harus belajar mengukur sentimen pasar, memperhatikan setiap grafik, dan menyesuaikannya.

    Lebih sering daripada tidak,hal ini juga tentang mendapatkan waktu yang tepat. Itu sebabnya intuisi memainkan peran besar. Tidak perlu bingung dengan mengambil perdagangan impulsif berdasarkan perasaan, perdagangan forex menuntut jenis intuisi khusus yang banyak disebut sebagai “merasakan pasar” atau “berada di zona itu.”

    Saya sedang berbicara tentang titik spesifik dalam karir perdagangan forex Anda ketika Anda telah memperoleh cukup pengalaman untuk melabeli perilaku pasar (tren, mulai, pecah, atau konsolidasi) dan tahu pengaturan perdagangan apa yang akan Anda lakukan untuk memiringkan peluang sedikit demi kebaikan Anda. .

    Contohnya:

      [*]Anda perhatikan bahwa pasar sedang tren, jadi Anda menggunakan rata-rata pergerakan.
      [*]Anda perhatikan bahwa pasar sedang mundur, jadi Anda menggunakan level retracement Fibonacci.
      [*]Anda memperhatikan bahwa pasar sedang berkisar, jadi Anda akan menggunakan level support dan resistance yang utama.
      [*]Anda perhatikan bahwa pasar sedang berkonsolidasi, jadi Anda menunggu breakout.

    Apakah Anda baru saja berubah menjadi seorang peramal? Apakah ini secara ajaib terjadi? Tidak! Sama seperti dalam bentuk seni lainnya, beberapa dilahirkan dengan bakat alami sementara yang lain memperoleh keterampilan. Bagaimanapun, Anda tiba pada titik ini karena penyempurnaan yang konstan dan latihan yang disengaja.

    Melalui tindakan ini, Anda telah belajar untuk memercayai diri sendiri dan mengamati pasar forex dengan cara analitis dan “berseni”, dan tidak hanya dengan menebak.

    Anda telah menemukan bahwa perdagangan lebih merupakan seni daripada ilmu pasti, dan benar-benar tidak ada “sinyal” atau seperangkat aturan yang menunjukkan bahwa lingkungan pasar telah berubah.

    Bagi mereka yang belum mencapai titik ini, berikut adalah beberapa kata untuk Anda

    Masuk ke zona tidak terjadi dalam semalam. Ini membutuhkan waktu.
    Sama seperti dalam fotografi, di mana dibutuhkan banyak latihan untuk mendapatkan bidikan sempurna, perdagangan mengharuskan Anda menonton grafik setiap sekarang dan kemudian sebelum nda sampai pada titik di mana Anda secara naluriah dapat “merasakan pasar.”
    Pengalaman ini diperlukan karena ini akan membantu Anda memahami mengapa pasar bersikap seperti itu. Tidak cukup dengan membaca manual dan mempelajari semua aspek teknis.

    Pada titik tertentu, Anda perlu menerapkan semua pengetahuan ini dan mencobanya sendiri. Dengan mengekspos diri Anda ke pasar, Anda dapat memperoleh keterampilan yang diperlukan untuk mengukur kondisi pasar dan pada akhirnya, menghasilkan kesimpulan sendiri.

    Sumber : https://www.babypips.com


    Facebook ForexChief

    Twitter ForexChief

    #5736

    rahmatrabani
    Participant

    setiap usaha mesti ada pengorbanannya dan juga setiap usaha memerlukan pengalaman oleh karena memang forex bukanlah bisnis instan yang lansung menghasilkan dan dapat diprediksikan waktunya. jadi jangan ada rasa putus asa dan juga patah semangat yang penting cari strategi yang jitu untuk memaksimalkan usaha kita kalau perlu sharing di jejaring sosial dan memakai mentor

    #5744

    jakaduriat
    Participant

                                                                 Bagaimana Teknologi Mengubah Metode Berinvestasi

    Teknologi telah memiliki dampak mendalam pada hampir setiap aspek kehidupan kita. Investasi tentu tidak terkecuali. Bahkan, teknologi telah mendemokratisasikan investasi dalam beberapa dekade terakhir dan juga memberikan tekanan signifikan pada biaya.

    Membeli dan menjual surat berharga
    Bertahun-tahun yang lalu, jika anda ingin melakukan perdagangan, anda perlu menelepon pialang saham anda dan melakukan pemesanan. Tarif komisi untuk membeli atau menjual saham cukup banyak dan tetap karena kurangnya informasi dan alternatif. Investor tidak akan tahu bagaimana nasib investasi mereka sampai mereka menerima laporan akun mereka melalui pos.

    Investor hari ini dapat mencari di web untuk melihat perusahaan pialang mana yang memiliki biaya transaksi terendah dan membeli serta menjual sekuritas itu sendiri dengan mengklik mouse. Fidelity memulai perang harga baru dalam biaya perdagangan saham dan ETF dengan menurunkan biaya transaksi mereka menjadi $ 4,95 per perdagangan. Schwab dengan cepat menurunkan harga mereka untuk mencocokkan Fidelity, sementara TD Ameritrade juga mengurangi komisi perdagangan mereka.

    Banyak perusahaan pialang dan pemelihara lainnya menawarkan aplikasi untuk memungkinkan investor melacak investasi mereka menggunakan ponsel mereka. Peringatan dapat dibuat pada berbagai kepemilikan dan banyak lagi.

    Teknologi juga telah mempersenjatai investor individu dan penasihat investasi dengan alat untuk melakukan penelitian dan analisis mutakhir tentang investasi dan untuk membantu mengelola portofolio.

    Penasihat Robot
    Salah satu inovasi terbesar dalam sepuluh tahun terakhir adalah munculnya penasihat robot. Perusahaan seperti Betterment, Wealthfront dan yang lainnya telah menggunakan teknologi untuk memungkinkan mereka membangun dan mengelola portofolio klien menggunakan algoritma.

    Sebagian besar penasihat robot berinvestasi dalam ETF biaya rendah. Mengambil elemen manusia dari persamaan investasi dapat secara drastis menurunkan biaya investasi.

    Penasihat robot telah menambahkan layanan tambahan juga. Baik Betterment dan WealthFront menawarkan pemanenan rugi pajak untuk akun kena pajak. Betterment menawarkan produk 401(k) dan memiliki versi yang bermitra dengan penasihat keuangan juga.

    Pemain yang lebih besar seperti Schwab, Vanguard dan Fidelity telah memerhatikan dan telah memulai layanan robo mereka sendiri, terkadang ditambah dengan penasihat manusia. Teknologi ini berjanji untuk terus merevolusi lanskap investasi di tahun-tahun mendatang.

    Sumber:  investopedia.com


    Facebook ForexChief

    Twitter ForexChief

    #5746

    jakaduriat
    Participant

                                                                            Hal-Hal Penting Dalam Trading Breakout 

    Breakout atau perdagangan menjebol adalah suatu pola klasik dari suatu harga yang telah digunakan bertahun-tahun oleh para trader untuk mendapatkan perdagangan yang menguntungkan. Breakout bekerja sangat baik karena menunjukkan suatu harga di pasar telah memasuki suatu tren baru, yang bisa bertahan lama dan trader dapat mendapat untung dari hal ini.
    Singkatnya, breakout memberi sinyal penuh dalam suatu perubahan pergerakan harga. Seperti analisis teknikal lainnya, breakout bekerja dengan baik jika digunakan dengan cara yang benar. Trading breakout yang salah akan mengakibatkan loss yang tidak diharapkan.
    Hal-hal berikut perlu diperhatikan sebelum Anda trading breakout :

    1. Jangan masuk ke dalam perdagangan sebelum breakout itu terjadi.

    Beberapa trader menyukai trading breakout, tetapi mereka berpikir mereka dapat mengantisipasi breakout itu akan terjadi. Dengan demikian, mereka berpikir mereka dapat masuk ke dalam perdagangan untuk dapat entri masuk yang lebih baik padahal breakout belum terjadi. Lebih baik menunggu untuk harga benar-benar menjebol atau breakout suatu tren.

    2. Jangan menunggu harga untuk bergerak berlawanan.

    Setelah breakout terjadi, trader kadang-kadang masuk ke dalam perdagangan saat harga berada jauh di atas breakout. Beberapa trader tidak langsung masuk ke dalam perdagangan setelah mereka melihat breakout terjadi. Sebaliknya, mereka menunggu harga untuk bergerak menarik kembali 3% atau 5% sebelum memasuki posisi baru. Hal ini tidak selalu sukses karena harga yang bergerak menarik kembali sering berakhir menjadi breakout palsu dan harga yang tidak menarik kembali adalah breakout yang membuat keuntungan besar.

    3. Jangan menggunakan indikator sebagai acuan untuk trading breakout.

    Sebagian besar indikator teknis memiliki cara menggambarkan breakout dan dapat berguna untuk memasuki tren harga baru. Namun, indikator teknis tidak boleh digunakan sendiri untuk menilai breakout.
    Misalnya, jika RSI bergerak melewati level 80, itu adalah sinyal bullish tetapi harus dipertimbangkan hanya jika tingkat harga telah bergerak ke tingkat tertinggi yang baru juga. Breakout yang sukses selalu dikonfirmasi oleh pergerakan harga riil.

    4. Jangan masuk trading breakout setelah adanya pergerakan harga yang ekstrim.

    Breakout cenderung bekerja lebih baik ketika harga bergerak secara pelan tapi pasti. Ketika ada pergerakan harga yang menjebol atau breakout yang ekstrim, harga cenderung akan berbalik arah dan kemungkinan Anda akan mendapatkan loss. Selalu hindari masuk ke dalam suatu perdagangan breakout jika harga bergerak menjebol dengan ekstrim.

    Sumber:  http://www.forexindo.com


    Facebook ForexChief

    Twitter ForexChief

    #5747

    jakaduriat
    Participant

                                                                     Memahami Dan Memanfaatkan Leverage

    Berkat leverage, kita bisa trading tanpa harus mempunyai modal sebesar transaksi forex yang dilakukan. Namun benarkah kita harus cermat memilih leverage?

    Saat saya mendengar kata ”bisnis”, terus terang yang terbersit dalam benak saya adalah “berapa banyak modal yang dibutuhkan?” Hehehe… Maklumlah, modal menjadi hambatan utama bagi saya untuk coba-coba berbisnis. Yah, di jaman sekarang, mana ada sih bisnis dengan modal kecil yang bisa menghasilkan pendapatan yang besar? Mungkin ada benarnya juga ungkapan yang mengatakan, “kalau mau dapet ikan yang gedhe, ya harus menyediakan umpan yang gedhe juga.”

    Itulah mengapa, saat saya pertama kali mendengar tentang bisnis forex, yang terbayang dalam benak saya adalah “wah, pasti butuh modal yang lumayan nih, minimal puluhan juta”. Logikanya kan kalau mau ambil untung dari sebuah kegiatan jual-beli, berarti harus punya modal untuk “beli” barangnya dulu dong, betul tidak? Maklumlah, pikiran saya masih tradisional hihihi… Tapi untunglah, saya kemudian mendapat pengertian tentang “leverage” ini.

    Leverage: Manfaat Margin Trading
    Di sinilah terasa manfaat dari margin trading. Kita bisa melakukan transaksi tanpa harus mempunyai modal sebesar transaksi yang kita lakukan. Asyik kan? Tentu, namanya juga kemajuan teknologi.

    Beruntunglah kita sekarang, yang hidup dilengkapi dengan sarana dan pra sarana yang sedemikian komplit. Hanya dengan bermodalkan PC, sambungan internet dan modal semampunya, kita bisa melakukan transaksi jual-beli valas ini. Jadi kita bisa trading kapan saja dan di mana saja, asal terkoneksi dengan internet.

    Mungkin anda bertanya-tanya, “Lantas, emang dari mana uang yang kita transaksikan?” Nah, ini dia satu lagi sarana yang menguntungkan. Sekarang ini sudah tersedia banyak sekali broker yang bisa memfasilitasi kegiatan trading kita, plus “meminjami” modal. Weh, yang bener? Hehehe… benerlah!

    Kalau kita melakukan trading lewat sebuah broker, maka broker tersebut menjadi perantara kita dengan market, sekaligus “memberikan talangan” untuk transaksi yang kita lakukan. Tapi jangan khawatir, kita tidak akan terlibat hutang piutang dengan broker tersebut, jadi jangan takut jika suatu saat akan ada debt collector yang mendatangi kita. Hehehe..

    Hubungan Trader Dan Broker
    Banyak orang yang salah sangka dan memiliki persepsi negatif terhadap forex trading, sehubungan dengan masalah utang-piutang ini. Terus terang, ini membuat saya prihatin. Mungkin perlu saya tegaskan kembali bahwa tidak ada hubungan hutang-piutang yang harus ditagih antara kita (trader) dengan broker tempat kita melakukan kegiatan trading.

    Trus, bagaimana sebenernya hubungan antara trader dengan broker?

    Nah, ini kembali ke pengertian leverage yang akan kita bahas sekarang. Begini, pada saat kita mendaftar di sebuah broker, kita mendapatkan tawaran tentang leverage yang akan kita gunakan. Mayoritas broker forex menawarkan pilihan leverage yang bisa kita pilih, meskipun ada pula broker yang menetapkan hanya satu pilihan leverage.

    Gambaran leverage adalah, apabila leverage yang ditetapkan sebuah broker adalah 100:1, artinya kita hanya harus menggunakan dana sebesar $1 untuk bertransaksi sebesar $100. Jadi, apabila kita memiliki dana deposit sebesar $5 di broker tersebut, maka $1 ditempatkan sebagai used margin untuk transaksi sebesar $100 tersebut, sedangkan sisanya ($4) menjadi cadangan apabila transaski yang kita lakukan mengalami kerugian.

    Jadi, setiap kerugian yang mungkin kita alami dari setiap transaksi yang kita lakukan akan otomatis mengurangi sisa dana dari yang kita tempatkan tersebut. Itulah mengapa kita mengenal istilah Margin Call. Margin Call terjadi apabila sisa dana kita di broker terkuras habis oleh kerugian yang kita alami dan transaksi kita otomatis tertutup (ter-closed).

    Leverage Melipatgandakan Daya Beli
    Leverage sering diibaratkan sebagai daya ungkit. Maksudnya, dengan adanya leverage, maka kemampuan kita melakukan transaksi akan berlipat-lipat. Bayangkan, untuk melakukan transaksi sebesar $100, kita cukup menempatkan $1 sebagai used margin. Itu jika berlaku leverage sebesar 100:1.

    Banyak broker yang menawarkan leverage sebesar 500:1, bahkan leverage 1.000:1 di mana kita cukup menempatkan $1 untuk transaksi sebesar $1.000! Wow, bukankah itu fantastis?

    Sampai di sini anda mungkin berpikir,”Wah, kalau begitu semakin besar leverage, semakin menguntungkan kita sebagai trader dong?” Hmmm… iya sih… Tapi perlu diingat, semakin besar transaksi yang kita lakukan, semakin besar pula resiko kerugian yang kita tanggung. Dengan kata singkat, mungkin bisa dikatakan bahwa kemungkinan untung cepat, kemungkinan MC juga cepat. Itulah mengapa leverage sering diibaratkan sebagai pedang bermata dua. Memperbesar keuntungan, tapi di lain pihak bisa pula mempercepat kerugian. Karena itu, anda perlu belajar memilih leverage dengan cermat, supaya bisa mendapatkan keuntungannya, tapi tidak membuat trading anda kebablasan dan memicu kerugian lebih cepat.

    Ok, sampai di sini anda mudah-mudahan sudah cukup mendapatkan gambaran tentang leverage dan bisa memilih leverage dengan besaran yang paling sesuai untuk anda.

    Sumber: http://www.seputarforex.com

     


    Facebook ForexChief

    Twitter ForexChief

    #5749

    rahmatrabani
    Participant

    memang error dan MC merupakan konsekuensi suatu latihan dan semestinya dari situ dibauat suatu evaluasi yang hasilnya jelas dan dapat dibuat suatu sistem trading yang baru yang lebih baik dengan analisa yang tepat juga dengan kekamampuan psikologi terutama yang diperbaiki. sistem trading memang harus bagus untuk diterapkan akun real agar tidak ada lagi keragu-raguan saat kita masuk pasar dan melakukan analisa. dengan begitu maka diharpkan profit yang dihasilkannya juga lebih stabil.

    #5759

    jakaduriat
    Participant

    <p>                                              Kebijakan Eksekusi Order</p><p>Membuka akun trading dengan broker Forex, pertama-tama, trader harus, membiasakan diri dengan Prosedur Operasi Trading. Dokumen ini menentukan aturan untuk melakukan transaksi, serta menentukan dasar hukum untuk menyelesaikan kasus antara klien dan Perusahaan.</p><p>Dalam prakteknya menunjukkan bahwa hanya sebagian kecil dari klien mempelajari Prosedur dan Perjanjian Klien yang diterima oleh mereka dalam bentuk penawaran umum saat mendaftar di website broker. Mengingat bahwa dokumen-dokumen ini menentukan persyaratan umum untuk melaksanakan operasi perdagangan, kadang-kadang bahkan trader berpengalaman memiliki kesulitan memahami bagaimana sebenarnya order akan dieksekusi atau dalam situasi pasar yang lain.</p><p>Menyadari perlunya untuk menggambarkan potensi masalah yang sedang trader hadapi, perusahaan mengembangkan kebijakan eksekusi Order, yang tujuannya adalah untuk memperingatkan klien dari aspek yang paling sulit saat melakukan transaksi pada akun trading di ForexChief.</p><p><br />SLIPPAGE PADA STOP ORDER (BUY STOP, SELL STOP, STOP LOSS)</p><p>Pertanyaan yang paling sering ditanyakan oleh pemula adalah sebagai berikut: Mengapa saya menempatkan stop order pada satu harga dan dieksekusi di harga yang berbeda? Jawaban atas pertanyaan ini terletak pada sifat dasar dari stop order. Pertama, stop order adalah kondisi yang dieksekusi ketika mengirimkan order ke pasar. Pada prakteknya, itu berarti: Saya ingin buy/sell pada harga yang tersedia (yaitu “market price”) jika harga tertentu muncul. Kedua, pengaturan harga pasar yang berarti melakukan transaksi hanya dengan persetujuan kedua belah pihak pembeli dan penjual. Itu berarti bahwa tidak mungkin untuk mengeksekusi stop order sesuai dengan harga yang ditetapkan oleh klien jika tidak ada harga seperti di pasar (yaitu tidak ada yang bersedia untuk membeli atau menjual pada harga ini). Dengan cara ini, apabila terjadi gap (gap harga), stop order dapat dieksekusi hanya sesuai dengan “gap harga” yaitu pada harga pertama yang tersedia. Oleh karena itu, menempatkan stop order pada akun trading, trader harus menyadari kemungkinan slippage negatif ketika mengeksekusi stop order.</p><p><br />SLIPPAGE POSITIVE PADA LIMIT ORDER (BUY LIMIT, SELL LIMIT, TAKE PROFIT)</p><p>Mengenai limit order, logika sebaliknya berlaku. limit order dapat dieksekusi pada harga klien atau dengan harga terbaik yang tersedia. Itu berarti bahwa dalam hal mendapatkan limit order di gap, broker akan mengeksekusi order pada “gap harga” (yaitu pada harga pertama yang tersedia), yang akan membawa trader mendapatkan penghasilan tambahan dalam bentuk slippage positif.</p><p><br />KECEPATAN EKSEKUSI ORDER SELAMA PENGUMUMAN BERITA EKONOMI</p><p>Secara rata-rata, kecepatan eksekusi order klien dari saat mereka masuk ke server perdagangan dan sampai saat mengirimkan konfirmasi ke klien adalah 100 ms. Namun, berdasarkan sifat transaksi off-exchange, bank yang menjual likuiditas memiliki apa yang disebut “last look” kondisi yang memberi mereka hak untuk “menahan proses order sampai kondisi pasar telah diklarifikasi”. Itu berarti bahwa trader yang mengirim order untuk membuka posisi pada saat pengumuman berita, mungkin mengalami keterlambatan eksekusi order (waktu pemrosesan order dapat ditingkatkan hingga 3 detik). Itu tidak berarti bahwa semua order yang sama akan dijalankan dengan penundaan. Namun, ada kemungkinan seperti itu, dan perusahaan menganjurkan trader untuk merencanakan resiko tersebut dalam sistem perdagangan mereka.</p><p><br />POSISI PENUTUPAN WAJIB KARENA MENINGKATNYA SPREAD</p><p>Terlepas dari kenyataan bahwa pedagang mungkin memiliki «hedged position», yaitu short position cocok untuk long position, stop-out (menutup paksa posisi karena kurangnya dana ) masih dapat terjadi pada akun. Biasanya, situasi ini adalah hasil dari spread yang melebar secara signifikan melebihi nilai rata-rata pada saat pengumuman berita ekonomi. Itu berarti bahwa trader memiliki kesempatan untuk melakukan transaksi dalam kasus spread yang sangat rendah. Namun tidak mungkin untuk memprediksi waktu peningkatan tajam dalam spread.</p><p><br />KREDIT PERDAGANGAN</p><p>Kredit perdagangan merupakan leverage tambahan yang memungkinkan untuk meningkatkan posisi perdagangan dan sebagai kesempatan untuk menambah potensi profit. Namun, kita tidak boleh lupa bahwa ukuran posisi terus bertambah dengan mengorbankan dana tambahan, potensial jumlah kerugian dana yang menanti trader dalam kasus perubahan quote tidak berhasil bertambah juga.</p><p>Jika ada kredit trading aktif di akun, penutupan paksa posisi mungkin terjadi hanya dalam dua kasus: jika tingkat margin mencapai 30% atau jumlah dana pada akun menjadi di bawah jumlah kredit yang aktif. Trader harus sepenuhnya menyadari resiko yang timbul apabila terjadi penggunaan kredit trading.</p><p></p><p>Facebook ForexChief</p><p>Twitter ForexChief</p>

    #5760

    jakaduriat
    Participant

    <p>                                            Trading Forex Menggunakan Berita Fundamental<br /><br /><br />Banyak kesalahpahaman terkait trading forex menggunakan berita fundamental, beberapa diantaranya cukup fatal.</p><p>Banyak kesalahpahaman terkait trading forex menggunakan berita fundamental. Diantaranya, yang paling fatal adalah anggapan salah kaprah bahwa untuk bisa profit maka trader harus mendapatkan berita sebelum rilis data, atau sebaliknya, bahwa trader sama sekali tak perlu tahu berita untuk trading. Bagaimana sebenarnya cara yang tepat menggunakan berita fundamental dalam aktivitas trading forex?</p><p>Cara Trading Fundamental Yang Salah<br />Beberapa trader mengklaim bahwa memahami teknikal saja sudah cukup, sedangkan trading forex menggunakan berita fundamental merupakan sesuatu yang impossible. Benarkah demikian?</p><p>Bisa benar, bisa tidak. Menurut premis analisa teknikal, dinamika fundamental sudah direfleksikan dalam pergerakan harga; inilah yang menjadi dasar mengapa banyak trader memilih fokus pada teknikal yang tidak ribet dan penuh syarat. Di sisi lain, pergerakan harga yang diklaim dipicu oleh rilis berita fundamental tertentu, seringkali tidak sesuai “rumus”. Umpamanya event Nonfarm Payroll di bawah ekspektasi, Dolar AS semestinya melorot, tetapi ternyata pertumbuhan gaji melonjak, sehingga greenback justru bullish berhari-hari.</p><p>Ini bukan karena berita fundamental tidak bisa dipercaya, melainkan karena respon pelaku pasar terhadap kabar tertentu itu akan bervariasi dari waktu ke waktu, dan aset investasi pun tak hanya satu. Daya tarik Rupiah, misalnya, tak hanya bergantung pada bagaimana kondisi ekonomi Indonesia saja, melainkan “bagaimana kondisi ekonomi Indonesia dibandingan dengan negara-negara lainnya”.</p><p>Berbeda dengan analisa teknikal yang rigid; buy jika sinyal begini, sell jika sinyal begitu, cari konfirmasi dengan ini dan itu. Tak ada rumus yang pasti dalam trading forex menggunakan berita fundamental, karena semuanya akan tergantung konteks situasi dan mood sentimen pasar secara keseluruhan. Jadi, jika ada yang menerjemahkan trading forex menggunakan fundamental sebagai “buy atau sell setelah berita rilis, sesuai dengan bagus atau jeleknya data”, maka sama artinya dengan ngebut di jalan tol menuju loss. Realitanya, bagi trader yang mengandalkan analisa fundamental sekalipun, indikator teknikal tetap dibutuhkan untuk mengidentifikasi entry dan exit yang tepat.</p><p>Perpaduan analisa teknikal dan fundamental ini digunakan oleh banyak trader jangka panjang maupun jangka pendek, termasuk diantaranya Kathy Lien, pengelola BK Asset Management yang sering diwawancarai laman kuli tinta ternama seperti Bloomberg, Reuters, dan CNBC.</p><p>Mitos Mengenai Trading Forex Menggunakan Berita Fundamental<br />Di rubrik Tanya Jawab Seputarforex, ada yang menanyakan, “cara mengetahui data actual lebih dini atau sekurang-kurangnya 5 menit sebelum data dirilis, bagaimana caranya?”</p><p>Nah, ini berkaitan dengan mitos nyeleneh lain yang banyak beredar di kalangan trader. Ada anggapan bahwa trader kawakan dan broker bisa sukses karena mendapatkan berita fundamental lebih awal.</p><p>Faktanya, publikasi data ekonomi di negara-negara maju merupakan suatu event kritis yang termasuk rahasia negara (confidential). Sebelum waktu yang ditentukan, data diembargo; tak ada yang mengetahui angkanya selain pegawai pengurus data. Di waktu yang ditentukan, baru kemudian data ekonomi biasanya dirilis serentak oleh lembaga yang mempublikasikannya dalam konferensi pers dan di situsnya. Generator kalender forex seperti Investing dan Forexfactory bisa mengutip dalam tempo nyaris serempak pula dengan jeda antara beberapa detik hingga beberapa menit setelahnya. Jadi, tidak mungkin untuk mengetahui data aktual lebih dini atau 5 menit sebelum rilis.</p><p>Karena alasan ini pula lah, maka berita fundamental forex jadi terkesan lambat, baru dipublikasikan satu-dua jam setelah peristiwa berlalu. Wartawan pun baru mengetahui data setelah waktu publikasi, dengan detail laporan dan reaksi pemain forex mayor terungkap beberapa waktu kemudian.</p><p>Jika sampai ada yang bisa mendapatkan data ekonomi aktual lebih dini, maka itu termasuk insider trading di dunia forex. Jangan kira insider trading hanya bisa muncul di pasar saham saja. Sebuah kasus seperti itu pernah terjadi di Australia tahun 2014, melibatkan seorang karyawan National Australia Bank (NAB) dan Australian Bureau of Statistics (ABS). Pelakunya dijatuhi vonis penjara pada tahun 2015 akibat meraup profit 8 juta AUD dengan cara ilegal dan merugikan sejumlah broker forex besar Australia.</p><p>Cara Tepat Trading Forex Menggunakan Berita Fundamental<br />Faktor-faktor yang diuraikan di atas tak lantas berarti analisa fundamental itu tak berguna ataupun tidak mungkin dipakai oleh trader. Berita fundamental tetap perlu disimak, agar trader teknikal pun mendapatkan gambaran mengenai kondisi pasar dan mengetahui waktu-waktu di mana ketidakpastian terlalu tinggi hingga lebih baik cuti trading dulu. Misalnya, event kritis berisiko besar seperti referendum, pemilu, dan pidato tertentu yang takkan tertulis angkanya, serta nyaris tak mungkin diprediksi dengan tepat.</p><p>Berikut beberapa tips-nya:<br /><br />1. Dapatkan sumber data dan berita fundamental akurat.</p><p>Beberapa sumber populer adalah Kalender Forex dari Forexfactory dan Investing, tetapi mereka hanya mengungkap data kasar. Jika ingin mengetahui isi pidato, hasil pemilu, atau sejenisnya, maka akan lebih baik mengikuti akun-akun twitter tentang forex, fanpage facebook situs berita dunia seperti Bloomberg dan Reuters, atau tentu saja, rubrik berita Seputarforex. Untuk mendapatkan kabar lebih awal memang tidak mungkin, tetapi setidaknya tepat waktu dan akurat.<br /><br />2. Sesuaikan jam dengan lini waktu Indonesia.</p><p>Ini penting sekali, karena selisih waktu antara negara penerbit berita dengan Indonesia bisa berjam-jam, sehingga kalau keliru maka bisa salah dapat berita basi. Ketahui setting waktu situs sumber, lalu bandingkan jam yang tercantum pada kalender forex atau berita fundamental yang dirilis dengan jam komputer Anda. Untuk konversi, bisa juga memanfaatkan laman timeanddate.</p><p>3. Pedulikan hanya berita fundamental High Impact.</p><p>Setiap harinya, selusin atau lebih data dirilis, tetapi yang berlabel High Impact hanya segelintir. Jika Anda mengamati kalender forex, maka cermati saja event bertanda warna merah atau triple tanda seru/banteng. <br /><br />News dengan Medium Impact (double banteng) kadangkala berdampak saat sepi High Impact, tetapi secara umum bisa diabaikan karena dampaknya lebih cepat sirna. Sedangkan situs-situs seputar forex, maka tentu saja akan hanya membahas berita fundamental penting saja atau memberikan laporan pergerakan harian, mengesampingkan angka-angka lainnya.</p><p> 4. Memahami makna berita fundamental.</p><p>Arti dari suatu indikator fundamental biasanya bisa dilihat dari ulasan singkat pada Kalender Forex atau dari artikel mengenai Istilah Berita Fundamental Pada Forex. Secara kasat mata, efek suatu kabar pun dapat dilihat dari merah atau hijaunya angka pada penanggalan yang sama. Namun, seperti telah diungkapkan di atas, semua itu tidak pasti.</p><p>Alternatif terbaik, trader menganggap fungsi trading forex menggunakan berita fundamental hanya empat:</p><p>Untuk memberikan konteks pada pergerakan harga yang lampau, sehingga bisa membantu menentukan, misalnya, apakah pembalikan harga (reversal) atau breakout sebelumnya itu permanen atau hanya sementara.<br />Bagi trader jangka menengah-panjang, material data secara kumulatif (bukan data tunggal, melainkan banyak data yang memberikan gambaran kondisi ekonomi secara makro) bisa menjadi bahan proyeksi atau prediksi harga ke depan.<br />Bagi News Trader akan mengetahui bias pasar sebelum event yang potensial jadi peluang trading.<br />Bagi trader jangka pendek, maka bisa mengetahui waktu-waktu ketika sebaiknya menghindari pasar.<br />SUMBER :www.seputarforex.com</p><p></p><p>Facebook ForexChief</p><p>Twitter ForexChief </p>

    #5761

    rahmatrabani
    Participant

    dalam memanfatkan kesempatan trading apakah dengan modal sendiri ataupun dengan menggunakan bonus deposit tanpa didampigi dengan kesabaran dan kedisiplinan maka akan membuatnya menjadi useless karena lebih mengedepankan ego dan juga rasa serakah pengen mendapat profit besar tanpa menperhitungkan kemampuannya apalagi untuk penggunaan bonus tidak bisa sembarangan karena ada persyaratannya

Viewing 15 posts - 661 through 675 (of 1,328 total)

You must be logged in to reply to this topic.