Welcome Bonus $100 tanpa Deposit dari ForexChief

MTI Forums Lain-Lain Iklan Welcome Bonus $100 tanpa Deposit dari ForexChief

This topic contains 1,168 replies, has 5 voices, and was last updated by  rahmatrabani 2 hours, 42 minutes ago.

Viewing 15 posts - 616 through 630 (of 1,169 total)
  • Author
    Posts
  • #5571

    jakaduriat
    Participant

                                                    Luruskan Motivasi Trading, Langkah Pertama Belajar Forex 

    Motivasi trading setiap orang bisa jadi sangat beraneka ragam. Namun, ada satu motivasi trading yang sebenarnya menyesatkan.

    Apa yang membuat Anda ingin belajar trading forex? Atau, kalau Anda memang sudah lama melakukan kegiatan ini, apa sih yang membuat Anda bertahan untuk terus bertrading?

    Jawaban pertanyaan tentang motivasi untuk melakukan kegiatan trading ini bisa jadi sangat beraneka ragam. Ada teman trader yang menjawab bahwa motivasi trading dia adalah karena trading sudah menjadi hobi baginya. Ada juga trader menjawab, karena trading bisa mendatangkan penghasilan tambahan yang lumayan. Bahkan ada yang menjawab karena trading memang profesi utamanya.

    Bagaimana dengan motivasi trading Anda? Sebaiknya, luruskan motivasi sebelum belajar, karena ini bisa mempengaruhi trading Anda kelak.

    Motivasi Trading Bisa Bermacam-Macam 
    Iya sih, memang bisa jadi motivasi antara satu orang dengan orang lainnya berbeda, meskipun untuk kegiatan yang sama. Motivasi itu sendiri bisa diartikan sebagai hal atau faktor-faktor yang menyebabkan seseorang melakukan sesuatu. Jadi memang dimungkinkan, hal yang mendorong satu orang untuk melakukan satu kegiatan akan berbeda dengan orang lain.

    Bagi teman-teman trader yang menganggap kegiatan trading sebagai hobi, saya bisa kira-kira nih, mereka inilah jenis trader yang biasanya suka telaten ngoprek indikator, betah berjam-jam mengamati chart, dan merasa kesepian saat market tutup di akhir pekan.

    Sedangkan bagi trader yang menganggap trading sebagai pekerjaan sampingan atau bahkan yang sudah menjadikan trading sebagai penghasilan utama, bisa jadi mereka malah lebih mengandalkan EA alias Robot Trading dan berinvestasi sebagaimana investor yang rasional. Syukur-syukur sih kalau ada teman trader yang memang hobi trading dan bisa menjadikan trading sebagai penghasilan utamanya. Wah, bisa kebayang sih asyiknya, kalau kita bisa bekerja sesuai dengan minat kita.

    Okelah, bagi teman-teman trader yang sudah “jadi”, saya tidak terlalu mempermasalahkan apa motivasi trading utama mereka. Yang sering membuat saya prihatin, adalah motivasi teman-teman yang baru mulai belajar trading. Banyak teman-teman (calon) trader yang salah anggapan, menganggap trading adalah jalan singkat menuju kaya. Bahwa hanya dengan sekedar main tebak-tebakan buy atau sell, bisa mengeruk keuntungan tanpa harus bersusah payah.

    Trading Bukan Jalan Singkat Jadi Kaya 
    Biasanya para (calon) trader yang ingin cepat kaya itu terjun ke dunia trading ini dengan semangat menggebu-gebu, invest dengan nominal yang relatif besar, dengan harapan bakalan memperoleh keuntungan yang jauh lebih besar dalam waktu singkat. Tipe (calon) trader semacam inilah yang akhirnya nanti justru mempunyai pandangan negatif tentang trading forex. Setelah mengalami Margin Call (MC), barulah mereka sadar bahwa ternyata trading itu tidak semudah yang dibayangkan.

    Nah, kalau anda sekarang memang baru dalam tahapan tertarik untuk belajar trading forex dengan motivasi ingin cepat kaya, wah, saya sarankan untuk stop dulu deh. Coba review dulu sebelum invest atau deposit.

    Saya tegaskan bahwa trading ini bukanlah jalan cepat dan mudah untuk menjadi kaya. Kalaupun Anda mendengar cerita dari trader-trader yang sudah berhasil memperoleh keuntungan yang stabil dan lumayan besar dari trading, jangan cepat-cepat tergiur deh. Coba tanyakan dulu, sudah berapa lama mereka belajar? Tanyakan juga berapa waktu, tenaga dan biaya yang sudah mereka habiskan dalam prosesnya? Pertimbangkanlah hal-hal tersebut. Apakah Anda mau, mampu, dan bersedia, untuk terus belajar dan berusaha sekeras mereka?

    Ngomong-ngomong, saya jadi ingat salah seorang teman trader suka menguji (calon) trader yang ingin belajar trading. Pertanyaan standarnya adalah, “Sudah siap babak belur belum? kalau memang udah siap babak belur dan benjut-benjut, ayo kita bareng-bareng belajar”.

    Nah lho, biasanya sih banyak yang sudah mundur duluan tuh, dengan pertanyaan seperti itu. Lah iya, mana ada sih orang yang mau belajar sesuatu yang baru dengan motivasi pengen babak belur!? Tapi realitanya, di dunia trading, tidak ada ramuan instan untuk jadi kaya; semuanya tetap membutuhkan usaha. Punya keinginan belajar dan nyali yang kuat merupakan dua prasyarat untuk sukses belajar trading forex.

    SUMBER : http://www.seputarforex.com

    Facebook ForexChief

    Twitter ForexChief

    #5581

    jakaduriat
    Participant

                                                                  3 Kesalahan Fatal Saat Mengatur Money Management

    Target, pips, dan modal adalah 3 hal yang dapat menyesatkan Anda saat mengatur money management. Bagaimana bisa? Simak uraian lengkapnya di sini.

    Sudah menjadi rahasia umum jika money management merupakan salah satu komponen terpenting dalam trading forex. Tidak mempunyai money management bahkan bisa dikatakan sebagai dosa terbesar trader.

    Tanpa pengelolaan dana trading, strategi sebaik apapun tak akan menjamin kelangsungan trading Anda. Probabilitas keuntungan tinggi tak menjamin besar keuntungan dan tak bisa meminimalisir risiko. Jika tak percaya, coba pelajari masalah ini di artikel Untuk Bisa Profit, Tidak Harus Benar.

    Dalam penggunaannya, money management bisa diterapkan dengan beragam aturan dan dalam berbagai cara. Setiap trader bebas memilih metode mana yang terbaik dan paling sesuai dengan gaya, preferensi, juga pengaturan risikonya. Ada yang cukup mengikuti aturan 1% rule, menggunakan rasio Risk/Reward, hingga mengaplikasikan teknik Position Sizing. Apapun pilihan Anda, tak ada metode money management yang lebih baik atau lebih buruk, karena semua bergantung pada kondisi penggunanya.

    Kesalahan fatal mengatur money management
    Selain itu, Anda sebaiknya menghindari 3 kesalahan fatal berikut saat mengatur money management:

    1. Mengatur Money Management Dengan Target

    Memiliki target ada kalanya bagus, tapi dalam trading forex, terlalu fokus pada target justru cenderung berbahaya. Beberapa contoh target yang biasa dibuat trader amatir adalah:

    [*] Keuntungan sekian persen dalam sebulan.
    [*] Berapa banyak profit yang dihasilkan dalam sekian kali trading.
    [*] Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapai sekian Dolar.
    Meski berbeda-beda, ketiga target di atas sebenarnya didasari hal yang sama: keinginan menghasilkan uang dalam waktu singkat. Padahal kenyataannya, dalam trading tak ada jawaban definitif yang bisa menjamin tercapainya target-target tersebut secara konsisten.

    Mengapa demikian? Coba lihat chart trading Anda, lalu perhatikan betapa fluktuatifnya pergerakan harga yang terbentuk. Selain dinamis, harga tak bisa diprediksikan secara pasti.

    Para teknikalis boleh saja mengatakan bahwa pola harga akan selalu berulang. Tapi kenyataannya, harga tidak hanya digerakkan oleh faktor teknikal, tapi juga isu fundamental yang mempengaruhi sentimen pasar.

    Karena itu, adalah hal yang mustahil untuk mematok target keuntungan sekian persen dalam satu bulan dan berharap agar standard tersebut bisa selalu terpenuhi. Sayangnya, hal tersebut masih saja dilakukan banyak trader.

    Tuntutan kejar target sebenarnya bermula dari kesalahan dalam mengatur money management. Sebelum memilih metode yang sesuai, banyak trader menetapkan target yang diinginkan lebih dulu. Akibatnya, mereka akan menjalankan strategi dan metodenya untuk mengejar target tersebut, yang pada akhirnya bisa mengarah pada pelanggaran aturan trading hingga menyebabkan overtrading.

    Saat mengatur money management, sebaiknya jangan tetapkan target di awal trading. Gunakan skala pertumbuhan profit yang dihitung di akhir periode trading sebagai indikator kesuksesan. Sebagai contoh, setelah 6 bulan trading Anda mampu menghasilkan pertumbuhan 15%, dan di 6 bulan berikutnya, pertumbuhan meningkat jadi 20%.

    Dengan demikian, Anda tidak dituntut untuk memenuhi target yang ditetapkan di awal, tapi hanya mengevaluasi performa di akhir periode trading. Jika dirasa kurang baik, maka Anda bisa memperbaiki kesalahan untuk meningkatkan pertumbuhan profit di periode trading berikutnya.

    Cara di atas akan menghindarkan Anda dari gaya trading kejar target, karena dari awal tak ada standard keuntungan yang ditentukan.

    Kejar target profit

    Teknik seperti itu juga sesuai dengan prinsip para trader berpengalaman yang tak memaksakan trading saat kondisi pasar tidak mendukung. Saat tak ada target yang dikejar, Anda tak akan mencari-cari peluang di pasar yang sebenarnya tidak kondusif. Penerapan strategi bisa lebih maksimal, jerat overtrading pun dapat dihindari.

    2. Menggunakan Satuan Pips

    “Sinyal Sell EUR/USD, Dapatkan Peluang Profit 100 Pips!”

    “Ikuti Strategi Trading Penghasil 1000 Pips Ini!”

    “Trader A Loss 200 Pips Dalam Semalam”

    “Trader B Cetak Keuntungan 300 Pips Pasca Berita XXX”

    Pernahkah Anda mendengar kalimat-kalimat di atas? Jika ya, maka jangan mudah termakan dengan banyaknya pips yang disebutkan, karena profit dan loss masih bersifat sangat relatif jika diukur dalam satuan pips.

    Hanya karena Anda terbiasa mendengar analis atau trader lain mengutarakan profit dan loss dalam satuan pips, bukan berarti Anda juga disarankan untuk menggunakannya ketika mengatur money management. Faktanya, pips hanya merefleksikan besar pergerakan harga, bukan jumlah keuntungan yang sebenarnya.

    Money management dengan pips
    Satu pip bagi seorang pengguna lot standard tentu berbeda dengan satu pip trader micro. Trader yang mengklaim bisa profit 500 pips tanpa menyebut besar keuntungan dalam Dolar tidak benar-benar bisa diperhitungkan kredibilitasnya, karena bisa jadi ia hanya menggunakan lot kecil. Jika benar, maka konteksnya tidak bisa disetarakan dengan trader yang bisa profit 500 pips dengan lot besar.

    Bagaimanapun juga, volume trading sangat berpengaruh pada aspek psikologis. Trader lot kecil bisa dengan mudah mengambil risiko 500 pips, tapi pengguna lot besar butuh keberanian luar biasa untuk menanggungnya.

    Belajar dari perbedaan tersebut, ada baiknya Anda mulai meninggalkan satuan pips saat mengatur money management. Sebaliknya, biasakanlah untuk menghitung profit dan loss langsung dalam satuan Dolar. Ketika Anda merencanakan Rasio Risk/Reward misalnya, jangan hanya memperhatikan berapa pips yang ditentukan, tapi perhitungkan juga berapa jumlahnya jika dikonversikan dalam Dolar.

    Mengetahui secara langsung besar profit dan loss tersebut juga mempermudah Anda menerapkan aturan 1%. Misalnya modal Anda $5000, berarti setiap posisi seharusnya tidak dibebani dengan risiko loss lebih dari $50. Untuk memenuhi aturan tersebut, jelas Anda tak bisa memperhitungkan Stop Loss dalam bentuk pips saja. Harus ada konversi ke dalam satuan Dolar agar Anda dapat merealisasikan aturan 1%.

    Menghitung nilai Dolar per pips cukup rumit karena melibatkan lot, jenis pair, dan mata uang dasar (base currency) yang digunakan. Anda bisa mempelajari rumus konversinya di sini, atau memanfaatkan kalkulator pips untuk mendapatkan hasil perhitungan secara otomatis.

    3. Sesuaikan Dengan Kemampuan Modal

    Trading forex memang bisa dimulai dengan $10 saja. Namun realistiskah jika Anda menggunakannya untuk trading dengan lot standard? Bahkan dengan leverage 1:1000, uang tersebut masih kurang dari margin yang diperlukan untuk membuka satu posisi EUR/USD.

    Agar tidak keliru menentukan lot dan membatasi kesempatan, maka sesuaikanlah besar lot dengan ukuran modal Anda. Hal itu penting untuk memastikan ketahanan dana yang cukup. Jangan sampai free margin yang tersisa begitu minim hingga MC bisa terpicu saat harga baru bergerak sedikit melawan trading Anda.

    Jika modal Anda masih kecil, gunakan lot kecil seperti mini, micro, atau bahkan nano (di broker yang menyediakan) untuk mendapatkan ketahanan dana yang cukup. Bila Anda nantinya berhasil mengumpulkan pengalaman dan profit konsisten, maka lot bisa mulai ditingkatkan sedikit demi sedikit untuk menumbuhkan keuntungan.

    Menumbuhkan profit
    Kebanyakan trader berpengalaman yang menggunakan lot standard saat ini juga memulai trading dengan risiko kecil. Jika risiko berhasil diminimalisir, maka kelangsungan dana jadi lebih terjamin dan membuka peluang bagi mereka untuk menumbuhkan profit secara bertahap. Seperti kata-kata bijak di luar sana, trading itu seperti lari marathon, bukan lari sprint.

    Tips Penting: Utamakan Disiplin

    Apapun metode money management yang Anda gunakan, hindari 3 kesalahan di atas saat mengaturnya. Prioritaskan disiplin saat menerapkan money management, karena tanpa konsistensi semuanya tak akan berarti.

    Untuk apa merencanakan Stop Loss dan Take Profit sesuai Rasio Risk/Reward jika pada akhirnya Anda masih sering menutup posisi lebih awal? Apa gunanya merencanakan ukuran lot sesuai 1% rule jika nantinya masih tergoda untuk memperbesar posisi saat melihat harga ‘sedang bagus’?

    Jelas, kurangnya disiplin trading membuat Anda mudah melalaikan aturan money management. Agar tetap sesuai pedoman, budayakanlah sikap disiplin dalam trading. Untuk mempermudah hal tersebut, belajarlah mengontrol emosi dengan lebih baik. Bagaimanapun juga, keingininan menutup posisi lebih awal atau mengubah ukuran trading di luar rencana timbul karena ketakutan dan keserakahan. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang cara mengendalikan emosi trading, ikuti ulasan selengkapnya di artikel Sistem Manajemen Emosi.

    SUMBER :  http://www.seputarforex.com

    Facebook ForexChief

    Twitter ForexChief

    #5584

    jakaduriat
    Participant

                                                                     Resiko Leverage Tinggi Dalam Trading Forex

    Tahukah Anda kalau leverage itu sangat berbahaya? Simak bahasan lengkap tentang risiko leverage tinggi pada artikel berikut.

    Konsep leverage memang sangat menguntungkan dalam trading forex, tapi juga bisa berbahaya jika Anda kurang berhati-hati dalam menggunakannya, terutama bila Anda menggunakan leverage yang sangat tinggi (over-leverage). Leverage yang tinggi akan menyebabkan margin minimum atau jaminan minimum yang dibayarkan setiap kali transaksi makin sedikit. Disadari atau tidak, resiko leverage sering menyerang pemula yang bercita-cita ingin cepat kaya dari trading.

    Leverage tinggi pada dasarnya menguntungkan, karena nilai margin minimum yang Anda bayarkan setiap transaksi semakin sedikit. Contohnya, jika Anda ingin membuka posisi 1 lot pada pasangan EUR/USD dengan leverage 1:1000. Anda hanya membutuhkan Margin sebesar 100 USD. Menarik bukan?

    Yah inilah trading forex dengan segala kemudahan yang teknologi pendukungnya saat ini. Banyak broker forex memberikan fasilitas seperti minimal deposit yang sangat kecil ditambah dengan leverage tinggi. Hal ini tentu saja sangat menarik bagi para pemula bermodal kecil. Dengan modal 10 USD dan leverage 1:1000, mereka sudah bisa transaksi forex dengan ukuran besar. Bahkan saat ini, ada broker yang menyediakan leverage hingga 1:3000.

    Resiko Leverage Berhubungan Dengan Emosi Trading

    Leverage tinggi memang menggiurkan, tapi juga bisa menjerumuskan trader karena berdampak buruk bagi emosi trading. Dengan menggunakan leverage yang kelewat tinggi, trader pemula mudah meremehkan resiko karena “merasa” didukung dengan modal besar untuk membuka banyak posisi. Padahal, semakin besar Volume dan semakin banyak posisi trading, jelas semakin tinggi resiko kerugian yang ditanggung. Inilah yang disebut dengan risiko leverage tinggi.

    Anggap saja Budi dan Ani baru saja memulai bisnis tradingnya. Budi dan Ani membuka akun pada broker yang sama dan dengan jumlah deposit yang sama pula. Hanya risiko leverage yang digunakan keduanya-lah yang berbeda.

    Di akhir trading tersebut, Budi dan Ani sama-sama meraih keuntungan 200 USD. Jadi, jumlah leverage tidak ada pengaruhnya dengan perolehan keuntungan mereka.

    Suatu saat, posisi Budi dan Ani mengalami floating besar. Mengikuti saran dari beberapa orang, mereka akhirnya melakukan Averaging Minus. Hingga pada suatu ketika, ketahanan dana Budi sudah tidak cukup digunakan untuk kembali menambah posisinya. Ani yang menggunakan leverage tinggi, tentu saja masih bisa menambah posisinya. Mengetahui ini, Ani terus saja menambahkan posisi pada hampir setiap kesempatan.

    Setelah terseret posisi cukup panjang. Budi dan Ani akhirnya berkonsultasi pada ahlinya di forum tanya jawab Seputarforex. Dengan tegas, keduanya diperintahkan untuk Cut Loss semua posisi loss dan memulai kembali belajar lebih banyak lagi soal trading.

    Budi yang hanya bisa membuka 3 posisi karena keterbatasan marginnya, hanya mengalami kerugian sebesar 1200 USD. Sementara Ani yang bisa membuka lebih banyak posisi, mengalami kerugian hingga 1500 USD.

    Leverage tinggi memberikan Ani kesempatan untuk membuka banyak posisi dan mendapatkan keuntungan lebih. Namun, perlu diingat bahwa posisi yang berlebihan juga bisa berakibat fatal jika salah dalam menganalisa.

    Secara psikologis, semakin tinggi leverage, maka Anda akan semakin berani dalam membuka posisi trading. Hal ini disebabkan karena nilai Margin minimum yang Anda pinjam dari broker semakin sedikit. Jika Anda melihat tabel di bawah, hanya dengan modal 10,000 USD saja, Anda sudah bisa trading dengan ratusan bahkan ribuan lot. Mencengangkan bukan? Itulah kekuatan leverage.

    SUMBER : http://www.seputarforex.com

     

    Facebook ForexChief

    Twitter ForexChief

    #5585

    rahmatrabani
    Participant

    Keuntungan dalam forex trading didapatkan dari selisih nilai antara saat membeli mata uang dan menjual mata uang. Pada dasarnya sama dengan berjual beli di money changer . Sebagai contoh, misalkan kita membeli USD sejumlah $1000 dengan rate Rp 9.500 . Dan saat kita menukar kembali uang dollar tersebut, rate tukarnya adalah Rp 9.800. Maka kita mendapatkan keuntungan sebesar selisih antara rate beli dan rate jual (Rp 300) dikali 1000 (jumlah dolar yang kita punya) ; 300X1000 = Rp.300.000 . Mekanisme forex trading mirip dengan aktivitas di money changer, hanya saja berlangsung secara elektronik dan terus menerus selama 24 jam. Karena hal ini juga, perdagangan valuta asing /forex trading bisa dijalankan dengan sistem margin atau jaminan. Cara ini membantu karena memungkinkan fihak yang bermodal kecil untuk ikut serta dalam forex trading

    #5587

    jakaduriat
    Participant

                                                                        Ekspektasi Vs Realita Dalam Trading Forex

    Mulai dari mitos cepat kaya hingga penggunaan robot trading, berikut adalah macam-macam ekspektasi vs realita trading forex yang menarik untuk disimak.

    Apa motivasi yang pertama kali membuat Anda terjun ke dunia trading forex? Keuntungan besar dalam waktu singkat? Bisa menghasilkan uang hanya dengan bersantai di rumah? Menjadi miliarder dengan cara termudah? Punya ekspektasi tidaklah keliru, asalkan Anda menyadari realita di balik itu semua. Untuk itu, artikel ini akan mengungkap apa saja ekspektasi vs realita yang biasa terjadi di dunia trading forex, untuk membantu Anda menyusun ekspektasi yang realistis dalam mengarungi pasar forex sebagai trader retail.

    1. Trading Forex Adalah Jalan Cepat Kaya
    Ekspektasi:

    Saat pertama kali mencoba trading forex, Anda mungkin banyak mendengar penawaran bombastis. Bisa mendapatkan $10,000 per bulan, langsung kaya hanya dengan modal $1, adalah kalimat-kalimat yang umum dipakai untuk menarik trader pemula. Terlebih lagi, tawaran-tawaran seperti itu sangat “difasilitasi” oleh kemudahan trading retail saat ini, seperti keringanan membuka akun dengan $1 saja, bonus tanpa deposit, leverage tinggi, dan masih banyak lagi.

    Realita:

    Sayangnya, produk-produk dan layanan forex yang ditawarkan dengan promosi bombastis biasanya berujung scam. Bukannya mendapat $10,000 per bulan seperti yang diharapkan, modal Anda justru ludes tak bersisa.

    Menurut Dale Woods dari The Forex Guy, fenomena penawaran promo yang terlalu berlebihan berawal dari tujuan utama trading forex: untuk mendapatkan keuntungan. Para penyedia jasa trading yang bernafsu menggaet klien sebanyak-banyaknya, tak akan segan memelintir fakta hingga melebih-lebihkan potensi profit yang bisa didapatkan dari bidang pekerjaan ini. Jika yang membuat banyak orang tertarik masuk ke forex adalah mendapatkan profit banyak dalam waktu singkat, maka itulah daya tarik yang akan dimaksimalkan sedemikian rupa.

    Agar tak mudah terjebak skema penipuan pihak-pihak tak bertanggung jawab yang suka mengadakan promosi menggiurkan, maka selalu tanamkan ini di benak Anda:

    Trading forex itu tidak ada bedanya dengan berbisnis. Orang-orang yang membuka usaha tidak pernah berharap bisa sukses dalam semalam, demikian pula adanya dengan memulai trading forex. Ada proses belajar dan jatuh bangun yang perlu dijalani sebelum Anda benar-benar bisa dikatakan sebagai trader sukses. Maka dari itu, jangan pernah terjun ke dunia trading dengan ekspektasi ingin cepat kaya. Akibatnya akan jauh lebih buruk ketimbang kerugian trader pemula pada umumnya.

    Lantas apakah setiap broker atau penyedia layanan trading yang menarik klien dengan janji-janji manis selalu scam? Nyatanya, strategi pemasaran setiap pelaku usaha memang begitulah adanya; jadi kurang realistis juga kalau Anda mencari broker yang langsung memperingatkan risiko trading tanpa menawarkan keuntungan apa-apa. Untuk bisa memilah mana broker yang bisa dipercaya atau tidak, sebaiknya belajarlah untuk mengenali cara memilih broker ideal.


    2. Semakin Sering Trading, Semakin Besar Profitnya

    Ekspektasi:

    Pepatah mengatakan: sehari selembar benang, lama-lama jadilah selembar kain. Artinya, suatu pekerjaan yang dikerjakan dengan dedikasi waktu akan memberi hasil yang memuaskan. Hal ini mungkin berlaku di kehidupan sehari-hari, tapi tidak bisa diterapkan dalam trading forex. Misalnya saja, Anda mungkin bisa mengharapkan gaji yang lebih tinggi dari jam kerja yang lebih panjang, seperti mengambil lembur atau masuk di hari libur. Namun dalam trading forex, lama waktu mengamati chart sama sekali tak ada pengaruhnya dengan besar keuntungan.

    Mereka yang masih terjebak ekspektasi ini senantiasa mencari peluang trading dari waktu ke waktu, mengais-ngais kesempatan entry di setiap hari, jam, bahkan menit. Harapannya? Tentu saja agar bisa mendapat keuntungan lebih besar setiap harinya. Misalnya saja, Budi baru saja buka akun dan mendapat profit $10 dari posisi pertamanya. Ia kemudian membuka posisi lagi di hari itu, dan bisa mendapatkan profit yang sama, sehingga total keuntungannya di hari itu berjumlah $20. Budi pun kemudian berkomitmen untuk membuka posisi 5 kali per hari, dengan harapan bisa meraup keuntungan $50 setiap harinya.

    Sering trading tidak selalu sering profit

    Realita:

    Apa yang didapatkan Budi di hari pertamanya trading ternyata tidak bertahan di hari-hari berikutnya. Bukannya konsisten mendapat $50 per hari, Budi justru sering merugi karena open posisi hanya untuk memenuhi targetnya, bukan sesuai peluang yang ada di market. Akibatnya, modal Budi justru ludes di hari kelima trading.

    Perbandingan ekspektasi vs realita dalam hal ini sangat berkebalikan, karena kunci trading forex itu bukan tentang seberapa sering Anda open posisi atau melakukan analisa, tapi seberapa jeli Anda bisa mengenali dan memanfaatkan peluang trading yang potensial. Jika sedang tidak ada peluang bagus, ya jangan entry.

    Selain itu, trading forex juga memerlukan penyesuaian Risk (risiko) dan Reward (keuntungan). Banyaknya faktor tak terduga yang berpengaruh di pasar forex menjadikan peluang profit bukanlah hal yang bisa dipastikan 100%. Karena itu, Anda wajib mengatur manajemen risiko dengan seksama.

    Strategi jangka pendek yang frekuensinya begitu sering memang ada, tapi tidak disarankan untuk pemula, karena mereka belum benar-benar paham jika inti menjadi Scalper atau Day Trader adalah untuk mendapatkan profit kecil tapi sering, bukan untuk meraih profit besar setiap hari.


    3. Indikator Adalah Petunjuk Trading Paling Ampuh

    Ekspektasi:

    Memasang indikator memang sangat mudah dan seringkali dianggap menguntungkan. Tinggal pasang di chart dan ikuti grafik-grafiknya, lalu ambil posisi entry. Misalnya jika menggunakan MA, maka tunggu saja sampai terjadi crossing. Atau apabila pakai RSI, maka mudah saja. Tinggal ambil peluang saat harga sampai di level 30 atau 70 untuk buka posisi.

    Karena masing-masing indikator sudah disetel untuk “menghaluskan” pergerakan harga dan melakukan perhitungan berdasarkan data historis harga, maka tentu saja sinyalnya bisa diandalkan. Namun apakah benar setiap sinyal indikator selalu bisa dijadikan patokan entry?

    Bergantung pada indikator teknikal

    Realita:

    Jawabannya tidak juga. Meskipun indikator mampu memberikan gambaran naik turun harga dengan visual yang menarik dan mudah dicerna, tapi sinyalnya cenderung lagging dan mudah dipengaruhi oleh noise pasar di time frame kecil. Selain itu, perhitungan indikator sama sekali tidak memperhitungkan pengaruh fundamental dan sentimen pasar. Sifat lagging indikator sering berisiko membuat trader terlambat entry; bisa saja harga sudah lama bullish reversal, baru indikator menunjukkan sinyal buy.

    Kenyataannya, indikator hanyalah alat yang menampilkan visual di chart setelah menghitung data harga sebelumnya. Jika Anda menginginkan analisa teknikal yang lebih bisa diandalkan dalam hal kecepatan, maka gunakan juga metode analisa Price Action dan pola chart. Dalam hal ini, Anda benar-benar mengamati pergerakan harga sebagai dasar analisa, bukan lagi grafik-grafik tertentu yang “hanya” merespon pergerakan harga.


    4. Robot Trading Akan Melakukan Semuanya Untuk Anda

    Ekspektasi:

    Tak ingin repot mencari peluang di chart atau sibuk menentukan posisi Entry, Stop Loss, dan Take Profit secara manual? Robot trading (Expert Advisor atau EA) bisa jadi jawaban. Karena canggihnya alat ini, Anda bahkan tak perlu lagi memantau platform dan membiarkan semuanya dieksekusi secara otomatis oleh robot trading. Singkat kata, Anda tinggal membeli dan memasang robot, lalu membiarkannya bekerja untuk mengumpulkan profit buat Anda. Selain bisa berjalan otomatis, robot trading juga menghindarkan masuknya pengaruh emosi dalam transaksi trading.

    Realita:

    Bagaikan solusi ajaib yang bisa memecahkan semua masalah trading, robot banyak dianggap sebagai alat yang bisa melakukan semuanya untuk trader. Padahal, pergerakan harga di pasar forex terus berubah dan bersifat dinamis, sementara robot trading hanya bekerja sesuai algoritma yang disetel dengan seperangkat aturan tertentu. Artinya, ketika terjadi gejolak tak terduga di pasar forex, robot trading akan kesulitan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi.

    Hal itu bisa mengakibatkan kerugian besar atas posisi trading yang dipasang secara otomatis oleh robot trading. Ingat, pergerakan harga di pasar forex tidak hanya dipengaruhi oleh keputusan-keputusan teknikal, tapi juga berita-berita berdampak dan sentimen para pelaku pasar.

    Selain itu, ada biaya ekstra yang mesti dikeluarkan jika Anda ingin mendapatkan manfaat optimal dari penggunaan robot trading, yakni biaya yang digunakan untuk menyewa VPS. Memasang robot juga butuh pengetahuan (meskipun tidak harus banyak) tentang bahasa pemrograman MQL4, karena dari situ Anda bisa mengetahui bagaimana robot bekerja dan melakukan penyesuaian jika ada perubahan kondisi pasar. Satu lagi hal yang membuat ekspektasi vs realita robot trading begitu kontras adalah: Anda juga perlu rutin memantau kinerja robot trading.

    Jadi intinya, menggunakan robot trading sebenarnya hampir sama kompleksnya dengan trading sendiri. Masih ada pekerjaan-pekerjaan yang perlu Anda lakukan secara rutin, meskipun robot trading memang berperan mengeksekusi transaksi Anda secara otomatis. Selain itu, pikirkan pula biaya tambahan yang perlu Anda siapkan untuk membeli robot dan sewa VPS. Ini pun belum termasuk persiapan belajar memilih robot trading yang bisa diandalkan.

    Sekedar informasi, pasar robot trading merupakan salah satu yang paling banyak dipenuhi oleh para penipu dengan iming-iming profit setinggi langit. Jadi, sebaiknya jangan gunakan robot trading saat Anda masih pemula dan ingin ambil gampangnya saja.

    5. Sistem Trading Bisa Dicari Di Forum Online
    Ekspektasi:

    Trading forex itu tidak harus dipusingkan sendiri. Ada begitu banyak rekan-rekan sesama trader di seluruh dunia yang siap berbagi ilmu. Bukan cuma pelajaran, diskusi ini juga bisa membagikan sistem trading terpercaya yang siap coba. Jadi kalau bergabung di forum-forum trading online, ada sangat banyak sistem gratis yang bisa dipakai, tanpa kita perlu repot-repot menyusun sistem sendiri. Toh sistem dari trader-trader di forum itu pastinya sudah teruji, karena menurut kesaksian mereka, sistem itu mendatangkan profit yang menjanjikan bagi trading mereka. Kita juga bisa diajarkan langsung tentang cara terbaik menggunakan sistem itu.

    Ekspektasi vs Realita forum trading online

    Realita:

    Ada begitu banyak alasan mengapa mengharapkan efektivitas sistem trading dari forum-forum online itu bisa menyesatkan. Enam di antaranya adalah:

      [*]

      [*]Masing-masing trader memiliki gaya dan pendekatan trading yang berbeda-beda. Apa yang berhasil diterapkan oleh seorang trader, belum tentu cocok digunakan oleh trader lainnya.
      [*][*] Karena hanya berkenalan secara online, Anda belum tentu bisa mengetahui ataupun memastikan apakah trader yang memasarkan sistem tradingnya adalah sosok berpengalaman, atau justru pendatang baru yang sekedar suka pamer.
      [*][*] Kecuali si trader yang mengaku punya sistem trading mau secara sukarela memajang History Trading-nya, Anda tidak bisa mengetahui bagaimana sebenarnya performa sistem trading tersebut.
      [*][*] Sistem trading yang disiarkan di forum-forum biasanya tidak lengkap atau memiliki bagian yang dipalsukan.
      [*][*] Anda pada akhirnya tetap akan belajar menggunakan sistem itu sendiri, karena diskusi secara online tidak bisa memfasilitasi sharing ide dan proses pengajaran yang mendalam layaknya belajar face to face.
      [*][*] Tidak ada yang gratis di dunia ini. Jikapun ada, maka kualitasnya perlu sangat dipertanyakan, mengingat sistem trading itu sendiri bisa dijual dengan harga selangit pada trader-trader yang
      memerlukannya.
      [/list]

      Saran kami, jika Anda memang gemar menjelajah dan berdiskusi di komunitas trading, jangan terlalu berpatokan pada sistem ataupun sinyal trading yang di-posting di forum tersebut. Ekspektasi vs realita dari tindakan ini begitu jauh berbeda. Sebagai rekomendasi, Anda bisa membandingkan sistem tersebut dengan hasil analisa sendiri, sehingga Anda dan trader terkait bisa bertukar pikiran dan sama-sama belajar untuk memahami pasar dengan lebih baik. Bukankah tujuan utama dari komunitas trading adalah untuk mewadahi para trader yang ingin saling bertukar ide dan sama-sama belajar?

      SUMBER : “www.seputarforex.com

      Facebook ForexChief

      Twitter ForexChief

      #5592

      jakaduriat
      Participant

                                                                               Apakah Analisa Teknikal Bisa Dipercaya?

      Analisa teknikal memang diandalkan banyak trader. Namun apakah penggunaannya masih seampuh dulu? Simak ulasan menarik berikut.

      Setidaknya minimal satu kali, setiap orang yang mendalami investasi berbasis platform seperti perdagangan forex dan saham, pasti pernah mempelajari analisa teknikal. Karena itu, dalam perjalanan Anda di dunia investasi, akan ada sebuah pertanyaan yang mengganggu setidaknya sekali seumur hidup:

      “Jika analisa teknikal memang mudah, lalu mengapa tidak semua orang mempelajarinya dan langsung kaya? Saya sendiri Cut Loss dan terus kehilangan uang…”

      Kenyataannya, penggunaan analisa teknikal dengan seni garis-menggaris, ribuan indikator, juga sinyalnya yang tersedia di luar sana, masih saja dianggap kurang untuk dijadikan pedoman saat para trader menjelajahi belantara market yang tak kenal ampun.

       

      Pernahkah Anda bertanya-tanya juga, bahwa semakin banyak orang yang terjun ke market, maka semakin tinggi pula kemungkinan semua trader untuk menggunakan teknik yang sama? Padahal, kerugian Anda adalah keuntungan bagi orang-orang yang memiliki posisi terbalik dari Anda.

      Pada forex misalnya, Anda hanya akan bisa untung apabila posisi Anda adalah termasuk posisi mayoritas yang menentukan trend secara umum. Misalnya saya Buy dan Anda Sell, tiba-tiba harga naik lalu anda Cut Loss sedangkan saya Take Profit, maka otomatis kerugian Anda akan masuk ke saya. Hal yang sebaliknya berlaku.

      Pada saham, Market Maker akan memiliki “barang” sebelum Anda. Ketika harga naik dan Anda ikut beli, maka Market Maker dan orang-orang yang sudah membeli sebelumnya akan untung duluan karena mereka menjual kepemilikan saham mereka. Dengan kata lain, Anda sudah terlambat beli.

      Keraguan Pada Analisa Teknikal

      Saat ini, ada fenomena menarik yang bisa diperhatikan: saat Anda sudah susah payah menggaris-garis sesuai dengan kaidah pola tertentu, lalu Anda menggunakan indikator mantap yang dipercayai dan menemukan titik Buy atau Sell (berikut Buy Stop/Cut Loss/Trailing Stop, dll.), tiba-tiba harga tidak kunjung sampai ke target Anda. Harga kadang malah terbang atau jatuh jauh melebihi ekspektasi Anda. Biasanya, Anda langsung menyalahkan diri sendiri (atau orang lain jika Anda membeli jasa sinyal) atas garis-garis Anda yang mungkin tidak pas.

      Kalau kita kilas balik ke zaman tahun 1990-an, kita akan mendapati seorang trader sukses mantan pendeta yang dipanggil Bapak Tumeon. Beliau mengatakan bahwa pada saat itu, tidak banyak orang yang mengerti dan terjun ke dunia forex. Saat itu seperti surga dimana dengan analisa sederhana saja, beliau bisa meraup keuntungan USD5000 dalam semalam. “Market seperti mudah ditebak, tidak seperti sekarang dimana market lebih susah ditebak,” ujar Bapak Tumeon dalam cuplikan kisahnya di majalah lawas Intisari terbitan tahun 2000-an. Beliau mengatakan hal demikian saat mengenang kejayaannya di tahun 1990-an.

      Sulitnya market untuk ditebak saat ini adalah karena semakin hari, semakin banyak orang yang berkecimpung di market dan setiap market player memiliki arah serta tujuan masing-masing. Kalau Anda (dan ribuan orang yang menggaris-garis seperti Anda di luar sana) menduga akan bisa profit di titik tertentu, maka akan ada orang-orang dengan dana raksasa yang berusaha agar harga tidak berdiam di titik tersebut. Mereka berniat agar banyak orang nyangkut dan Floating Loss lalu Cut Loss, sehingga posisi orang banyak itu tadi menjadi keuntungan mereka. Setelah proses yang melibatkan mental dan psikologi ini, tiba-tiba harga kembali ke jalurnya semula.

      Hal ini sudah sering terjadi dan banyak yang memang Cut Loss, lalu para “korban” berkoar-koar di luar sana bahwa forex dan saham itu tak lain hanyalah judi. Bagi penulis pribadi, situasi di atas tak lain hanyalah perubahan pada market yang tidak lagi sederhana. Lalu pertanyaannya, apakah analisa teknikal tidak lagi berguna?

      Teknikal Jaman Now

      Mayoritas pemain saham dan forex adalah trader, baik trader individual maupun trader besar seperti bank, Hedge Fund, dll. Seperti yang kita ketahui, trader menggunakan analisa teknikal sebagai strategi tempurnya. Namun sekarang, semakin banyak orang yang bisa analisa teknikal sehingga titik Buy/Sell suatu instrumen investasi juga sudah banyak diketahui bersama.

      Walau persentase yang kurang paham analisa dibandingkan dengan yang sudah pandai pastinya jauh lebih banyak, tapi seiring dengan bertambahnya populasi penduduk dunia, maka bertambah pula-lah jumlah analis. Hal ini dibuktikan dengan bertambahnya lembaga-lembaga keuangan investasi yang pastinya setiap lembaga memiliki expert minimal seorang.

      Kalau titik Buy/Sell sudah menjadi rahasia umum yang bisa didapatkan dengan mudah (baik dengan membeli sinyal, atau belajar garis-menggaris sendiri), maka para trader dengan dana raksasa yang disebut Market Maker akan memutar otak, bagaimana caranya agar mereka juga bisa profit.

      Contoh:

      Saham FREN akhir-akhir ini naik merangkak dari harga 78 ke 140-an, dimana sebelumnya jatuh di 127/lembar saham. Sejak naik ke 120 ke atas, diprediksi menggunakan analisa teknikal bahwa FREN dapat mencapai 173 dengan target minor di harga 150. Apakah dari harga 120-an FREN akan langsung ke 150? Ternyata tidak. Harga naik-turun dahulu ke 125, lalu melemah ke 118, besoknya menguat ke 128, kemudian turun lagi menguji iman para trader serakah yang ingin langsung kaya dalam semalam. Di periode naik-turun inilah broker AK dan empat sekuritas lain yang sebelumnya sudah membeli dalam jumlah besar untung banyak.

      Kalau sudah banyak yang bisa menebak dimana harga akan berlabuh, maka kini Market Maker akan membuatnya sedikit lebih tidak mudah. Saat harga diprediksi akan menyentuh 150, maka market jaman now akan memperlihatkan adanya perlawanan sehingga harga akan berhenti di 147 saja. Lalu keesokan harinya, harga malah turun ke 141, sehingga trader-trader harian yang tidak sabaran akan menduga inilah saatnya untuk melepas posisi.

      Perlu diperhatikan, setelah banyak trader melepas posisi, maka trader dengan dana besar atau yang disebut Market Maker akan membeli lagi dalam jumlah besar, dan mengundang trader kecil untuk membeli lagi. Proses terbentuk sebuah harga kini tidak lagi sederhana, dikarenakan semakin ramai dan banyak orang yang berkecimpung di dunia investasi.

      Kalau begitu, apakah teknikal masih bisa dipercaya di jaman sekarang?

      Karena banyak orang yang masih percaya teknikal, maka harga akan cenderung bergerak hampir akurat sesuai prediksi teknikal yang kita (atau analis kita) buat. Maka jawabannya adalah masih, masih bisa dipercaya. Namun karena banyaknya pemain yang berkecimpung, maka disarankan untuk menurunkan target profit yang sudah diprediksi, agar lebih mudah mendapatkan untung.

      Kalau Anda sekiranya lelah memprediksi market yang cenderung sulit ditebak, mungkin analisa teknikal tidak cocok bagi Anda karena memang tidak diwajibkan untuk semua orang. Secara jangka pendek, kenaikan harga hanyalah mesin voting dimana mayoritas akan menentukan arah, tapi secara jangka panjang, semua akan kembali ke nilai fundamentalnya. Mau terlibat secara jangka pendek atau panjang, kembali lagi ke pilihan Anda sendiri.

      SUMBER :  http://www.seputarforex.com

      Facebook ForexChief

      Twitter ForexChief

      #5594

      jakaduriat
      Participant

                                                                   5 Hal Penting Tentang Rights Issue Di Pasar Modal

      Rights Issue di pasar modal bisa merugikan maupun menguntungkan investor. Kuncinya ada pada kelima hal penting berikut ini.

      Seorang investor atau pemegang saham merupakan pemilik perusahaan, jadi investor bisa mempunyai beberapa hak tertentu dan salah satunya adalah Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) dalam aksi korporasi rights issue. HMETD dalam pasar modal ini merupakan hak yang diperoleh pemilik saham untuk membeli saham baru pada periode dan harga yang sudah ditentukan oleh perusahaan.

      5 Hal Penting Tentang Right Issue Dalam Pasar Modal

      1. Alasan Perusahaan Melakukan Rights Issue

      Pada dasarnya, alasan perusahaan melakukan rights issue adalah untuk mengumpulkan dana sebagai tambahan modal lagi. Biasanya perusahaan yang rights issue masih dalam tahapan pertumbuhan tinggi dan dana segar yang terhimpun akan digunakan untuk ekspansi usaha, membayar pinjaman, atau untuk modal kerja. Jika rights issue dilaksanakan untuk keperluan ekspansi usaha, maka aksi korporasi perusahaan bisa dipandang positif.

      Beberapa perusahaan melakukan rights issue dengan tujuan untuk menambah porsi kepemilikan pemegang saham atau meningkatkan jumlah saham beredar agar nantinya saham menjadi lebih likuid. Selain itu, perusahaan bisa juga rights issue agar kapitalisasi pasar perusahaan menjadi lebih besar. Rights issue ini sebenarnya hampir mirip dengan stocksplit, tapi bedanya kalau rights issue bisa menambah dana dari investor sekaligus dapat menaikkan kapitalisasi pasar perusahaan.

      2. Manfaat Rights Issue

      Mengingat tujuan suatu perusahaan melakukan aksi rights issue adalah untuk mengumpulkan dana tambahan, maka manfaat dari rights issue bagi perusahaan adalah perusahaan bisa menggunakan dana tersebut sebagai sumber modal usaha baru selain pinjaman dari bank. Hal ini bisa saja terjadi ketika terjadi pelemahan ekonomi dan membuat perusahaan sulit meminjam dana dari bank.

      Sementara itu, manfaat rights issue bagi investor pemegang saham perusahaan tersebut adalah harga pelaksanaan saham baru rights issue yang ditawarkan biasanya di-diskon karena berada di bawah harga pasar. Selisih harga eksekusi dan harga saham di pasar terkadang cukup signifikan dan bergantung pada seberapa besar suatu perusahaan itu ingin mendorong minat investor untuk berpartisipasi dalam aksi korporasinya.

      3. Sisi Negatif Rights Issue

      Aksi korporasi rights issue perusahaan umumnya tidak disukai oleh investor karena akan memberikan dampak negatif pada kepemilikan saham investor. Hal ini terjadi karena rights issue akan menimbulkan saham emiten mengalami dilusi. Dilusi saham adalah penurunan komposisi kepemilikan saham investor akibat dari adanya penambahan saham baru.

      Penerbitan saham baru ini akan merugikan investor saham jika investor ini tidak berbuat apa-apa karena persentase kepemilikan sahamnya otomatis berkurang. Akan tetapi, dampak negatif ini bisa diatasi dengan melaksanakan HMETD, yakni melakukan pembelian saham baru yang ditawarkan oleh emiten. Sedangkan apabila tidak memiliki dana untuk melakukan transaksi pembelian saham tersebut, pemegang saham dapat menjual HMETD saham baru kepada investor lain yang berminat. Hasil penjualan HMETD ini kemungkinan dapat dimanfaatkan untuk menutupi kerugian dari efek dilusi harga saham.

      4. Hal-hal Yang Harus Dilakukan Sebelum HMETD

      Ketika perusahaan memutuskan untuk melakukan rights issue, jumlah saham perusahaan tersebut akan bertambah. Apabila jumlah saham perusahaan yang melakukan rights issue bertambah dan dana yang masuk ke perusahaan sama dengan pasar saham, maka tidak terjadi dilusi sehingga aksi perusahaan untuk rights issue ini tidak merugikan bagi pemegang saham. Apabila Anda masih bingung untuk memutuskan apakah akan menggunakan HMETD, sebaiknya perlu melakukan beberapa hal berikut.

      Melakukan Valuasi Harga Pelaksanaan (Eksekusi)

      Pertama, Anda harus menimbang harga pelaksanaan yang ditawarkan perusahaan apakan wajar atau mahal. Untuk mengetahui apakah harga eksekusi ini wajar atau tidak, sebaiknya lakukan valuasi harga saham tersebut. Perlu diperhatikan bahwa harga saham pelaksanaan yang bagus dan ideal adalah bukan harga saham yang murah, hanya karena harga saham itu berada di bawah harga pasar. Oleh karena itu, lakukanlah valuasi harga dengan menghitung jumlah total kapitalisasi pasar saham emiten tersebut dan menimbang rasio PER serta kinerja perusahaan.

      Perhatikan Kemungkinan Terjadinya Efek Dilusi

      Aspek kedua yang harus dipertimbangkan investor saham sebelum melaksanakan HMETD adalah efek dilusi yang kemungkinan terjadi. Maka dari itu, sebaiknya Anda amati perbedaan jumlah saham baru yang diterbitkan dengan jumlah saham lama. Ketika suatu emiten melakukan rights issue dengan jumlah saham yang tidak jauh melebihi jumlah saham lama, maka aksi korporasi emiten ini dapat dikategorikan wajar.

      Sebagai contoh, emiten A mempunyai saham di pasar sebanyak 2 miliar. Apabila emiten A ini melakukan right issue saham baru tidak melebihi 2 miliar tersebut, maka hal ini masih dianggap wajar. Sebaliknya, jika emiten A ini melakukan rights issue sebesar 4 atau bahkan bisa 5 miliar saham, sebaiknya tidak diambil karena efek dilusi yang terjadi bisa melebihi 50 persen.

      Cari Tahu Tentang Calon Pembeli Saham Dan Kebijakan Rights Issue

      Langkah selanjutnya yang perlu diambil sebelum HMETD adalah menyelidiki siapa saja calon pembeli saham baru. Ini harus dilakukan untuk menghindari ketidakjelasan calon pembeli siaga dan potensi tidak adanya calon pembeli, sehingga saham baru itu langsung begitu saja dijual ke publik. Hal tersebut bisa sangat berdampak negatif terhadap harga saham di pasar.

      Di samping itu, cari tahu juga tentang kebijakan rights issue, apakah aksi korporasi ini dilaksanakan menggunakan HMETD atau tidak. Jika perusahaan tidak menawarkan HMETD kepada investor, hal ini akan memunculkan spekulasi bahwa dana hasil rights issue akan dimanfaatkan emiten tidak untuk ekspansi usaha, melainkan untuk membayar utang perusahaan.

      5. Mekanisme Rights Issue Emiten

      Mekanisme pelaksanaan rights issue suatu emiten biasanya diawali dengan pengumuman perusahaan terkait hal-hal penting berikut:

      Rencana Penggunaan Dana

      Pengumuman dalam hal ini sangat penting untuk disebarkan ke investor saham agar investor mengetahui tujuan rights issue emiten. Para pemegang saham perlu waspada apabila rencana penggunaan dana rights issue adalah untuk melunasi utang. Biasanya perusahaan tersebut sedang mengalami kesulitan dalam melakukan pelunasan utang-utangnya dan tidak dapat meminjam uang dari lembaga keuangan. Kondisi ini berpotensi menyebabkan harga saham turun. Sebaliknya, jika perusahaan akan memanfaatkan dana hasil rights issue untuk ekspansi usaha maka langkah emiten rights issue kemungkinan besar akan memberikan manfaat bagi pemegang saham, baik dalam bentuk pemberian dividen atau harga sahamnya.

      Informasi Terkait Rasio HMETD

      Informasi ini sangat bermanfaat bagi pemegang saham untuk mengetahui rasio jumlah saham lama dan jumlah saham baru. Kedua data ini selanjutnya juga digunakan dalam perhitungan harga teoritis dari harga saham eksekusi HMETD ini. Dengan mengetahui harga teoritis, para pemegang saham dapat melakukan kalkulasi terhadap capital gain pembelian saham baru.

      Setelah pengumuman dari emiten terkait, pemegang saham dapat mengambil haknya dan membeli sahamnya. Di sisi lain, pemegang saham juga dapat mengabaikan penawaran tersebut dan memilih untuk tidak mengeksekusinya. Namun, agar tidak merugi karena persentase kepemilikan saham terdilusi, maka pemegang saham juga bisa menjual saham baru kepada pihak lain.

      SUMBER :  http://www.seputarforex.com

      Facebook ForexChief

      ]Twitter ForexChief

      #5596

      jakaduriat
      Participant

                                                                 4 Cara Menentukan Batas Toleransi Risiko Anda 

      Empat metode berikut ini akan menjelaskan bagaimana cara menentukan batas toleransi risiko paling ideal sesuai tujuan trading, besar modal, pengalaman, dan kenyamanan trading Anda

      Bagi trader forex, mengenali risiko adalah sama pentingnya dengan menargetkan profit trading. Trader sukses Paul Tudor Jones bahkan berkata, “Jangan fokus membuat uang, fokuslah melindungi apa yang Anda punya”. Jadi untuk bisa berhasil bertahan di pasar forex, manajemen risiko merupakan kunci yang wajib dimiliki oleh semua trader.

      Namun masalahnya, banyak trader masih bingung menentukan berapa batas toleransi risiko yang ideal. Menurut pengamatan penulis dari Babypips, topik ini merupakan salah satu pokok bahasan paling populer di forum-forum forex. Beberapa solusi menawarkan angka 1% hingga 2%, tapi ada pula yang secara khusus menyarankan risiko 5% per trade jika mengadopsi gaya trading agresif. Sekarang pertanyaannya, benarkah menentukan batas risiko bisa semudah itu?

      Jika Anda tak ingin repot dan lebih suka menggunakan cara pintas, maka anjuran tersebut bisa saja diterapkan. Tapi apabila ingin profitable dalam jangka panjang, maka ukurlah batas toleransi risiko sesuai kondisi personal Anda. Nah, bagaimana cara mengukur kesesuaian tersebut? Empat cara jitu berikut ini akan mengungkap jawabannya.

      4 Cara Jitu Menentukan Risiko Trading

      1. Kenali Tujuan Trading Anda 

      Apakah Anda sudah punya penghasilan tetap di luar trading? Ataukah profit trading menjadi satu-satunya sumber pendapatan Anda? Jika bertujuan menjadikan trading sebagai mata pencaharian utama, maka lebih baik pilih ukuran trading yang kecil saja. Kenapa demikian? Hal ini berhubungan dengan risiko psikologis yang akan membebani trading Anda.

      Katakanlah Anda berniat menggantungkan hidup dari trading, maka akan ada keharusan untuk memenuhi target profit yang jumlahnya bisa digunakan untuk membayar tagihan dan memenuhi kebutuhan hidup lainnya. Trading di bawah tekanan seperti itu jelas akan membuat mental sangat rentan terhadap rasa takut (fear) dan serakah (greed), 2 emosi trading paling negatif yang bisa menghancurkan akun Anda. Oleh karena itu, akan lebih baik jika Anda memperkecil risiko per trade dengan mengambil ukuran trading yang minim. Solusi itu bisa meringankan beban trading Anda, dan mengamankan akun dari kerugian besar.

      Sementara itu, jika hanya menjadikan trading sebagai pekerjaan sampingan, Anda bisa lebih bebas menentukan batas toleransi risiko. Karena penghasilan utama tidak bersumber dari keuntungan trading, maka kerugian tak akan berpengaruh banyak pada kondisi finansial Anda. Di samping itu, Anda juga bisa belajar mengatur manajemen risiko dan meningkatkan skill trading dengan lebih leluasa, mengingat tak ada tuntutan kewajiban memenuhi target trading tertentu.

      2. Ukur Dari Besar Modal 

      Berapa banyak investasi awal Anda? Inilah pertanyaan kedua yang perlu Anda jawab untuk menentukan batas toleransi risiko. Jika memulai trading dengan dana besar, maka tak masalah untuk mengambil lot-lot berukuran besar. Namun jika deposit awal Anda relatif kecil, lebih baik jangan gunakan lot standard dan mini. Sebabnya tak lain adalah untuk melindungi akun dari risiko perubahan volatilitas harga. Apabila Anda kurang bisa menyesuaikan besar modal dengan lot trading, maka peningkatan volatilitas sekecil apapun akan berpotensi mendatangkan risiko margin call.

      3. Sesuaikan Dengan Pengalaman 

      Apabila sudah malang melintang di dunia forex, maka Anda akan punya kepercayaan diri lebih terhadap insting dan keputusan-keputusan trading. Dalam hal ini, trading dengan memasang risiko besar tak akan menjadi masalah. Justru dengan meningkatkan ukuran trading, Anda bisa dikatakan telah siap “naik kelas” dari sekedar trader pendatang baru, menjadi trader berpengalaman.

      Namun sebaliknya, jangan coba-coba trading dengan batas toleransi risiko yang besar jika Anda masih kurang pengalaman. Sebagai catatan, lama pengalaman trading yang ideal tidak ditentukan dari periode tertentu, tapi kemampuan Anda untuk melepaskan diri dari pengaruh emosi. Jadi, meski telah lama berkecimpung sebagai trader sekalipun, Anda kurang disarankan untuk memperbesar ukuran trading jika masih sering membuat keputusan berdasarkan emosi.

      4. Kondisikan Risiko Trading Sesuai Kenyamanan 

      Tahukah Anda? ukuran risiko tidak bersifat statis karena nantinya bisa disesuaikan dengan kenyamanan trading Anda. Contohnya, Anda bisa terapkan batas risiko per trade di 1% sebagai awalan. Jika dalam beberapa waktu setelah trading Anda merasa terbebani dengan ukuran tersebut, maka sah-sah saja untuk memperkecil ukuran risiko itu.

      Mengubah Ukuran Risiko Trading
      Di sisi lain, Anda juga bisa memperbesar ukuran trading jika prospek profit dirasa kurang ‘menyulut motivasi’. Hanya saja, pastikan jika keputusan tersebut telah dipertimbangkan baik-baik dengan memperhitungkan ketiga aspek sebelumnya. Karena jika tidak, itu artinya Anda hanya akan memperbesar ukuran trading tanpa basis yang jelas, atau hanya mengejar profit karena faktor greed saja.

      SUMBER :  www. seputarforex.com

       

      Facebook ForexChief

      Twitter ForexChief

      #5597

      rahmatrabani
      Participant

      Objek jual beli dan cara mendapatkan profit

      Yang menjadi objek dalam forex trading adalah mencari keuntungan dari perubahan nilai dari satu mata uang terhadap mata uang pasangannya (pair) . Contoh kasarnya dari cara mendapatkan keuntungannya kira-kira seperti ini :

      kita membuka posisi long (buy) di pair EUR/USD di nilai tukar 1.1800 sebesar 1 lot. Hal ini berarti kita membeli 100.000 Euro jika di Regular account, atau 10.000 Euro di mini/micro account di nilai tukar 1.1800 dengan mata uang USD. Lalu 3 minggu kemudian kita menutup posisi long (buy) di nilai tukar 1.2000 . Bisa dikatakan kita menukarkan kembali Euro yang anda beli sebelumnya (saat membuka posisi) kembali ke mata uang USD.

      Dari contoh diatas bisa kita lihat bahwa kita mendapatkan keuntungan sebesar 200 pips. Nilai ini didapat dari selisih nilai tukar saat menutup posisi dengan nilai tukar saat kita membuka posisi ( 2000-1800=200 ) . Karena membuka posisi sebesar 1 lot, keuntungan 200 pips ini bisa berarti $200 di account mini, atau $2000 di account standar (tergantung jensi account).

      Nilai tukar (exchange rate) sederhananya adalah rasio dari nilai satu mata uang terhadap mata uang pasangannya. Contohnya : nilai tukar USD/CHF menunjukan berapa dollar amerika yang diperlukan untuk membeli satu Swiss franc, atau berapa banyak swiss franc yang diperlukan untuk membeli 1 dollar amerika.

      #5602

      jakaduriat
      Participant

                                                                 Tips Cara Trading Forex Yang Simple Tapi Untung 

      Setiap trader yang baru mengenal dunia forex biasanya sering bergelut dengan pertanyaan ini ; adakah cara trading forex yang simple tapi untung ? Pertanyaan yang sama juga suka muncul pada trader yang sudah beberapa lama menggeluti forex trading online. Berkaitan dengan pertanyaan ini ada beberapa tips yang bisa anda gunakan agar bisa mendapatkan sistem trading simple tapi profitable .

       Pahami dasar forex trading 

      Banyak dari trader pemula yang langsung terjun dalam transaksi tanpa mengetahui apa sebenarnya forex trading. Mengetahui dasar forex membantu anda untuk memahami apa sebenarnya yang akan anda geluti . Dari sini juga anda akan mengetahui apa sebenarnya resiko yang ada dalam forex trading, dan potensi keuntungan yang terdapat didalamnya .

      Faktor resiko trading merupakan salah satu hal yang perlu anda ketahui sejak awal . Dengan begini anda bisa mengukur dan mengatur modal tanpa terjebak iming-iming manis dari oknum tertentu yang mengatas namakan forex trading, dan lebih mawas diri. Hanya dibutuhkan sedikit waktu untuk membaca dan memahami konsep-konsep dasar forex trading

      Pilih sistem trading dan kuasai 

      Setelah memahami dasar forex trading, anda bisa mencoba terjun praktek trading . Amat disarankan untuk menggunakan demo account terlebih dahulu. Pilih sistem trading yang akan anda gunakan, dan pelajari sampai anda kuasai. Banyak sekali sistem trading yang terdapat di internet .

      Kesalahan pemula yang sering terjadi adalah; anda cenderung gonta-ganti sistem trading karena tergiur hasil trading besar orang lain padahal sistem trading yang sebelumnya anda gunakan belum dikuasai . kesalahan semacam ini seolah menjadi satu kesalahan umum yang selalu dialami oleh setiap trader.

      Untuk menghemat waktu belajar anda, silahkan pilih satu sistem trading yang cocok dan pelajari sampai benar-benar dikuasai. jangan terjebak dengan kesalahan umum yang dialami oleh rekan trader lain. Gunakan kesalahan mereka sebagai guru bagi anda.

      Disiplin 

      Disiplin merupakan satu hal yang perlu anda pegang agar bisa anda bisa menemukan cara untuk trading secara simple tapi untung . Laksanakan rule dari sistem trading yang anda gunakan dengan benar. Gunakan perhitungan money management dengan teratur tanpa loncat-loncat tidak jelas.

      Dalam prakteknya, banyak sistem trading simple tapi bisa memberikan untung lumayan. Namun hal yang perlu dicatat dan dipahami ; keuntungan yang didapatkan tidak selalu berupa setiap transaksi anda untung, tapi lebih kepada jumlah akumulasi hasil trading yang anda dapatkan dalam waktu tertentu yang setelah dijumlahkan antara hasil transaksi loss dan profit, masih memberikan keuntungan untuk anda .

      Sejauh yang kami lihat, tidak terdapat satupun sistem trading yang mampu memberikan untung dalam setiap transaksi lho . untuk jangka pendek mungkin ada, tapi tidak untuk jangka panjang.

      forex trading lebih seperti marathon dibandingkan dengan sprint. Anda butuh waktu dan “stamina” yang kuat untuk mencapai tujuan finish ; konsisten profit dalam forex trading .

      Sumber:   ID FOREX TRADING

      Facebook ForexChief

      Twitter ForexChief

      #5603

      jakaduriat
      Participant

                                                              Tips Membagi Waktu Untuk Trading Forex Bagi Pemula 

      Pernahkah Anda merasa kesulitan saat ingin belajar trading forex online? Jika jawabannya iya, mungkin manajemen waktu yang kurang tepat lah penyebabnya. Sebab, kebanyakan trader pemula memang masih kesulitan dalam membagi waktu trading atau bahkan menentukan strategi belajar trading yang efisien dan sesuai dengan kegiatan sehari-hari.
      Untuk mengatasi hal tersebut, coba ikuti beberapa tips sederhana berikut untuk membagi waktu trading Anda dengan lebih baik:

      Biasakan Membaca Berita Ekonomi di Pagi Hari 
      Pagi hari merupakan waktu yang baik untuk mempelajari informasi baru. Dengan demikian, waktu-waktu ini juga sangat baik Anda gunakan untuk belajar melakukan analisis fundamental secara bertahap. Sebagai contoh, jika Anda langsung belajar melakukan analisis fundamental dalam satu hari, tentu akan memakan waktu yang lama.

      Sementara, dengan rutin membaca situasi keuangan secara rutin selama 30 menit sehari, secara perlahan, Anda akan memahami rangkaian kejadian ekonomi yang sedang berlangsung. Setelah beberapa hari, Anda akan lebih mudah memahami kondisi ekonomi yang terjadi dan tidak akan kerepotan saat harus melakukan analisis fundamental.

      Manfaatkan Akun Demo untuk Berlatih Memahami Indikator Teknikal 
      Untuk analisis teknikal, maka teknik belajar trading yang dapat Anda terapkan adalah dengan menguji coba berbagai indikator menggunakan akun demo yang Anda miliki. Sebagai contoh, jika Anda ingin mengetahui cara melakukan analisis teknikal menggunakan indikator MACD dan Bollinger Bands, maka Anda dapat memanfaatkan akun demo Anda untuk membuka posisi trading sesuai keinginan dan bagaimana indikator tersebut dipengaruhi pergerakan pasar.

      Dengan memanfaatkan akun demo, meskipun akhirnya posisi yang Anda buka mengalami rugi, Anda akan mendapat pengalaman dan pemahaman baru yang berharga. Lakukan ini secara rutin dengan satu indikator setiap harinya. Maka dalam jangka waktu beberapa hari, kemungkinan besar Anda telah menguasai berbagai teknik analisis teknikal.

      Buat Review dan Catatan Trading Harian di Malam Hari 
      Salah satu hal yang dapat membuang waktu Anda adalah mengulang latihan atau pelajaran teori trading yang sama karena Anda melupakan hasil belajar sesi sebelumnya. Untuk menghindari hal ini, siapkan selalu catatan trading harian yang berisi teknik serta teori trading yang telah Anda pahami di hari itu.

      Dengan begitu, Anda akan lebih mudah melacak progress dan perkembangan Anda dalam trading dan meminimalkan waktu yang terbuang untuk mengulang-ulang pelajaran yang sama.

       Gunakan fitur Trading Tools dari Monex 
      Khusus bagi nasabah Monex, jika Anda tidak sempat melakukan analisis teknikal maupun fundamental, maka Anda dapat memanfaatkan trading tools yang disediakan oleh Monex. Trading tools ini dapat memberitahu berbagai posisi yang memiliki potensi profit saat peluang tersebut muncul. Sehingga Anda dapat dengan lebih mudah menentukan posisi trading apa yang akan Anda buka tanpa harus membuang waktu melakukan analisis trading yang memakan waktu.

      Sumber: https://mifx.com

      Facebook ForexChief

      Twitter ForexChief

      #5605

      jakaduriat
      Participant

                                                                 Kesalahan Trader Menurut Pakar Psikologi

      Artikel berikut akan mengupas tuntas kesalahan-kesalahan trader menurut Dr.Brett N. Steenbarger, Ph.D, seorang pakar yang sudah banyak menulis buku tentang psikologi trading.

      Artikel ini ditulis oleh Dr.Brett N. Steenbarger, Ph.D., seorang trader aktif yang juga professor dalam bidang psikologi di Behavioral Sciences at SUNY Upstate Medical University. Ia juga kolumnis untuk situs MSN Money (www.moneycentral.com), Stocks Futures and Options Magazine (www.sfomag.com) dan Greatspeculations.com. Bukunya yang terkenal antara lain ‘The Psychology of Trading’ (Wiley, 2002).

      Berikut adalah salah satu artikel mengenai pengamatannya terhadap sejumlah trader yang datang berkonsultasi kepadanya:

      Kesan yang saya dapatkan, para trader pada umumnya membuat 3 kesalahan dasar. Ketika mereka datang ke saya untuk mencari solusi psikologi, sebenarnya masalah dasarnya belum sampai ke taraf psikologi yang serius. Karena saya juga seorang trader, saya pernah untung dan pernah rugi, jadi saya bisa paparkan demikian:

      1. Tidak mempunyai sistem trading yang valid 

      Mereka yakin masalah yang dialami dalam trading adalah faktor psikologi seperti tidak disiplin, atau kurang sabar. Tetapi setelah saya ajukan beberapa pertanyaan, masalah utamanya ternyata tidak mempunyai sistem trading yang benar-benar valid, paling tidak menurut keyakinan mereka. Mereka gelisah dan selalu ragu ketika trading karena pada dasarnya mereka tidak tahu pasti apa yang sedang dilakukan. Keraguan timbul karena mereka mengira apakah benar sistem trading yang digunakan akan seperti yang diharapkan.

      Keraguan yang terus-menerus akan menyebabkan kegelisahan. Dan apakah Anda bisa trading dengan benar dalam keadaan psikologis yang demikian? Ketika saya tanya mereka terus terang mengatakan belum pernah melakukan backtest terhadap metode atau strategi tradingnya, bagian dasar dari sistem trading, jadi bagaimana mungkin mereka tahu drawdown yang diharapkan? Jika mereka tidak tahu kehandalan sistem tradingnya untuk waktu lampau, bagaimana bisa mengharapkan sistemnya akan berjalan pada pergerakan harga real-time saat ini?

      Trader yang mencari solusi psikologi sementara mereka tidak menguasai metode trading yang digunakan mengingatkan saya pada sepasang suami istri yang mencari solusi psikologi karena mereka tidak bisa berkomunikasi dengan baik. Setelah saya teliti, ternyata mereka memang tidak compatible satu sama lain, jadi apa yang bisa mereka komunikasikan?

       2. Berganti-ganti metode atau cara analisa 

      Kesalahan kedua yang saya temukan adalah mencoba mengganti metode atau cara analisa sebelum tahu benar penerapan metode tersebut pada kondisi pasar yang sedang terjadi. Jika Anda mengalami hal yang demikian, maka Anda perlu membuat jurnal trading guna mengetahui metode yang paling pas, dan kemudian Anda tidak harus menggunakan banyak metode ketika trading. Anda akan menjadi kurang yakin dan tegang jika berganti-ganti metode. Meski tujuan trading adalah memperoleh profit dalam waktu singkat, tetapi pendekatan yang ingin ‘sekali gebrak’ tersebut tidak bisa diterapkan.

      3. Selalu berpikir negatif setelah pernah mengalami kerugian 

      Anda pernah rugi, tetapi mungkin juga pernah untung. Anda selalu ingat saat Anda rugi karena sebenarnya Anda takut rugi. Jika Anda takut rugi, pikiran Anda tentang trading akan selalu negatif. Kalau Anda mengalami hal ini, sebaiknya Anda istirahat untuk tidak trading hingga Anda yakin bahwa kerugian adalah bagian dari permainan (seperti sering diucapkan oleh para trader besar). Lakukan motivasi diri hingga Anda bisa berpikir dengan positif. Selama 15 tahun ini saya melakukan konseling dan therapi pada rata-rata 130 orang client per tahun dengan teknik motivasi diri ini.

      Sumber: http://www.seputarforex.com

      Facebook ForexChief

      Twitter ForexChief

      #5609

      rahmatrabani
      Participant

      Beberapa keuntungan dari mengetahui jam market ini?

      • Mengetahui saat-saat dimana market aktif, yaitu saat market Tokyo-London dan London -New York overlap . Market cenderung mulai bergerak lebih aktif saat memasuki market London.
      • Mengetahui saat-saat market cenderung sepi/ volume nya kecil. Hal ini terutama muncul di akhir sesi market New York dan jam-jam awal market Sydney.
      • Dapat memfokuskan perhatian pada even-even fundamental/ news release dari masing-masing region market forex.
      • Hasil dari pengamatan kita sendiri nanti terhadap kebiasaan market dalam sesi tertentu bisa menunjang strategi trading kita sendiri
      #5617

      jakaduriat
      Participant

      <p>                                    Cara Mengatasi Deflasi</p><p>Keadaan deflasi tidak bisa berhenti dengan sendirinya, malah akan menimbulkan efek spiral bila tidak segera diatasi.</p><p>Keadaan deflasi tidak bisa berhenti dengan sendirinya, malah akan menimbulkan efek spiral bila tidak segera diatasi. Oleh karenanya pemerintah dan otoritas keuangan harus berusaha secepat mungkin untuk menghentikan begitu data-data ekonomi menunjukkan gejala timbulnya keadaan deflasi. Efek spiral deflasi bisa terjadi karena merosotnya harga-harga akan menyebabkan turunnya produksi yang mengakibatkan turunnya tingkat upah dan pada akhirnya mengakibatkan merosotnya tingkat permintaan. Hal ini akan semakin menurunkan tingkat harga, berkurangnya produksi dan efek berantai ini akan semakin memperburuk keadaan.</p><p>Setiap negara mempunyai cara yang berbeda dalam mengatasi deflasi. Depresi besar di AS (great depression) pada tahun 1930-an adalah contoh klasik dari efek spiral yang disebabkan oleh keadaan deflasi. Karena belum ada contoh dalam mengatasi keadaan seperti itu, pemerintah AS mengambil tindakan yang ternyata tidak efektif. Pada waktu itu presiden AS Franklin D. Roosevelt yakin bahwa deflasi yang terjadi disebabkan oleh kelebihan penawaran (supply) barang dan jasa di pasar, sehingga ia berusaha untuk menguranginya dengan cara membeli ladang-ladang pertanian dan perkebunan sehingga produk-produknya tidak membanjiri pasar. Tetapi ternyata solusi ini malah membuat perekonomian bertambah buruk dan efek spiral deflasi tetap berlangsung.</p><p>Untuk memutus rantai efek spiral deflasi diperlukan tindakan yang disiplin dan tidak terburu-buru. Dalam perkembangan selanjutnya negara-negara yang pernah mengalami keadaan deflasi belajar bahwa bank sentral mempunyai peran yang sangat penting dalam mengatasi keadaan deflasi, yaitu membanjiri pasar dengan uang, atau meningkatkan jumlah uang beredar. Sebagai contoh The Fed, Bank of Japan (BoJ) dan Bank of England (BoE) yang melakukan quantitative easing (QE) dengan membeli surat-surat berharga (bond, obligasi dan lainnya) begitu tampak gejala deflasi.</p><p>Agar lebih efektif tindakan QE juga dibarengi dengan penurunan suku bunga hingga tingkat yang paling rendah seperti The Fed yang suku bunganya saat ini 0.25%, BoE 0.5%, BoJ 0.1%, SNB (Swiss) 0.125% dan terakhir ECB (kawasan Euro) yang memangkas suku bunganya hingga 0.15% menyusul deflasi yang mulai menghantam kawasan 18 negara pengguna mata uang Euro itu. Dengan tingkat suku bunga pinjaman yang sangat rendah diharapkan bisa merangsang aktivitas perekonomian sehingga angka pertumbuhan bisa meningkat.</p><p>Meskipun cara meningkatkan jumlah uang beredar tersebut bisa berdampak pada bahaya lainnya yaitu tingkat inflasi yang berlebihan, tetapi penerapan QE yang cermat dan terukur bisa menghindari hal tersebut, seperti The Fed yang telah melakukan tapering. Sejauh ini cara penerapan kebijakan QE yang moderat dan terukur masih dianggap efektif dalam mengatasi deflasi.</p><p>SUMBER :  http://www.seputarforex.com</p><p&gt;</p><p>Facebook ForexChief</p>

      #5618

      jakaduriat
      Participant

      KEUNTUNGAN dan KEKURANGAN DARI SCALPING

      KEUNTUNGAN DARI SCALPING:

      • Kemungkinan untuk mendapatkan keuntungan yang cepat;
      • Persyaratan minimal untuk jumlah deposit: karena sejumlah besar transaksi, adalah mungkin untuk mendapatkan keuntungan yang baik bahkan pada akun sen;
      • Strategi scalping mendapatkan ketergantungan yang lemah pada tren pasar global dan faktor fundamental. Hal ini cukup untuk memantau hanya saat-saat rilis berita penting dan statistik, pada periode lainnya – hanya analisa teknikal sudah cukup;
      • Trading otomatis dengan menggunakan advisor.

      KEKURANGAN DARI SCALPING:

      • Jika advisor otomatis tidak digunakan, membuka/menutup secara manual dari sejumlah besar transaksi jangka pendek membutuhkan tuntutan yang tinggi untuk profesionalitas dan stabilitas psikologis trader;
      • Membutuhkan untuk mengontrol terus menerus dari berbagai transaksi dari pertengahan dan jangka panjang transaksi saat itu sudah cukup untuk mengunjungi terminal 1-2 kali sehari;
      • Resiko kerugian yang besar sambil menghasilkan sejumlah profit yang sedikit;
      • Persyaratan yang tinggi untuk kondisi teknikal: spread yang rendah, tidak adanya slippage, memproses permintaan dengan kecepatan tinggi ;
      • Kontrol terus menerus dan setup strategi atau parameter advisor. Setiap perubahan dari kondisi pasar dapat menyebabkan kegagalan dalam perdagangan, dan strategi jangka pendek yang menguntungkan dapat mulai menyebabkan kerugian cepat, terutama dalam hal perdagangan otomatis.

    Viewing 15 posts - 616 through 630 (of 1,169 total)

    You must be logged in to reply to this topic.