Welcome Bonus $100 tanpa Deposit dari ForexChief

MTI Forums Lain-Lain Iklan Welcome Bonus $100 tanpa Deposit dari ForexChief

This topic contains 182 replies, has 2 voices, and was last updated by  jakaduriat 6 hours ago.

Viewing 15 posts - 136 through 150 (of 183 total)
  • Author
    Posts
  • #4188

    jakaduriat
    Participant

    EUR/USD Sideways Jelang Pertemuan Trump-Juncker
    Dolar AS dan Euro diperdagangkan sideways menjelang pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dengan Presiden European Commission, Jean-Claude Juncker, nanti malam.

    Seputarforex.com – Dolar AS dan Euro diperdagangkan sideways Rabu (25/Juli) pagi ini, menjelang pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dengan Presiden European Commission, Jean-Claude Juncker, yang berlangsung nanti malam.

    Indeks Dolar terhadap mata uang-mata uang mayor tak banyak menunjukkan perubahan dengan menduduki level 94.555, masih cukup jauh dari level rendah dua pekan yang tercapao di 94.207. Sedangkan EUR/USD diperdagangkan sideways dalam rentang yang sempit pada harga 1.1679 saat berita ini ditulis.

    Euro Defensif Jelang Pertemuan Trump-Juncker

    Jean-Claude Juncker akan menemui Donald Trump di Washington hari ini untuk membicarakan masalah kebijakan perdagangan. Pertemuan tersebut digelar setelah Trump menerapkan bea impor untuk baja dan alumunium dari Uni Eropa, serta rencana ekstensi bea impor ke sektor otomotif. Kekhawatiran akan keputusan kebijakan perdagangan yang akan dihasilkan dari pertemuan kedua petinggi negara tersebut, membuat para trader berhati-hati dalam memperdagangkan EUR/USD.
    Juncker Akan Lakukan Pendekatan Solutif

    Kemarin malam, Trump mencuitkan kalimat “Tariffs are the greatest!” melalui akun Twitternya. Hal itu sengaja ia lakukan menjelang pertemuannya dengan Presiden Uni Eropa, untuk menunjukkan bahwa ia akan tetap kukuh pada kebijakan bea impornya.

    Kicaun tersebut merefleksikan bahwa Trump ingin agar negara lain berhenti memperlakukan Amerika secara tak adil, dan memahami bahwa agenda proteksi perdagangan yang diimplementasikannya sekarang ini serius dan tegas. Namun konsekuensi kebijakan tersebut dapat dinegosiasikan, dengan catatan, kesepakatan harus adil.

    Sementara itu, nara sumber Uni Eropa anonim yang dikutip oleh Bloomberg mengatakan, Juncker tak akan membuat “kesepakatan besar” ataupun penawaran saat tiba di Gedung Putih nanti. Presiden Uni Eropa tersebut hanya akan mencoba memahami apa kemauan Presiden AS, dengan pendekatan yang solutif tanpa perselisihan.

    #4194

    jakaduriat
    Participant

    Aggregator Likuiditas
    Kebutuhan untuk merancang teknologi arsitektur tinggi di-rumah dari agregasi likuiditas tidak hanya ditentukan oleh kekurangan dari teknologi yang ditawarkan di pasar, tetapi juga oleh keinginan untuk menghilangkan semua resiko dari model agensi STP/NDD yang terkait dengan konsentrasi semua omset perusahaan trading dalam satu penyedia likuiditas. Ini bukan rahasia bahwa desentralisasi tingkat tinggi pasar mata uang memungkinkan para pelaku pasar terbesar untuk menggunakan algoritma yang bervariasi untuk kustomisasi dari feed, yang pada akhirnya broker memperoleh dan menjual kembali likuiditas untuk menciptakan teknologi mereka sendiri untuk memberikan harga tebaik dalam order yang mereka berikan kepada konsumen.

    Pada saat meluncurkan agregator likuiditas, ForexChief terus bekerja untuk mengembangkannya. Struktur modular sistem yang memungkinkan tidak hanya untuk mengatur likuiditas dari platform ECN, bank, pelaku pasar, dan broker besar bersatu untuk mengambil kualitas order eksekusi perdagangan dengan tingkatan yang baru. Pada akhirnya, dikarenakan peralatan teknologi di bidang agregasi likuiditas yang disediakan oleh sejumlah besar penyedia yang membentuk keunggulan kompetitif dari broker valuta asing. Dengan cara ini, perkembangan inovatif berperan penting dalam memperluas kemungkinan skema lembaga dan memungkinkan perusahaan untuk menawarkan kepada trader eksekusi order dengan kecepatan tinggi, spread yang rendah, rendahnya tingkat slippage dan jumlah order yang ditolak.

    Dengan memperhitungkan kredit perdagangan yang dapat digunakan sebagai jaminan margin untuk transaksi, serta kondisi yang menguntungkan dari program bonus, klien ForexChief memiliki kesempatan untuk meningkatkan hasil perdagangan mereka secara signifikan. Seiring dengan kebijakan yang transparan dari eksekusi order klien dengan asumsi pada tingkat yang sama, slippage positif dan negatif, model agregator berdiri sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari logika bisnis perusahaan dan memungkinkan untuk bersaing dengan penyedia terbesar di pasar valuta asing. Pada akhirnya, pengembangan teknologi STP/NDD dengan cara modul integrasi agregator dengan platform MetaTrader 4 membuat peluang tidak hanya untuk menghiasi kondisi perdagangan, tetapi juga memungkinkan untuk menghasilkan suasana yang nyaman bagi para trader sistematis.

    #4195

    jakaduriat
    Participant

    Kredit Trading
    Kredit trading yang tak terbatas dan bebas bunga, dan dapat digunakan sebagai jaminan saat berdampak pada transaksi. Mengisi akun tersebut dengan dana

    pribadi adalah syarat wajib untuk mendapatkan kredit perdagangan; dalam hal ini, jumlah kredit mungkin sampai 50% dari jumlah deposit.

    [B]Persyaratan Kredit Trading[/B]

    [B]1.[/B]Program ini tersedia untuk jenis akun berikut: MT4.DirectFX, MT4.Classic+, cent-MT4.DirectFX, cent-MT4.Classic+;

    [B]2.[/B]Kredit perdagangan didapatkan untuk setiap isi ulang; dalam hal ini, klien memiliki hak untuk menunjukkan jumlah kredit perdagangan di «Personal Area»

    pada saat melaksanakan operasi: 10%, 20%, 30%, 40%, 50% dari jumlah isi ulang;

    [B]Contoh:[/B]

    [I]Pada saat mengisi ulang sebesar USD 1000, trader mengusulkan 10% sebagai kredit perdagangan. Dalam hal ini, jumlah USD 1100 akan dikreditkan ke akun,

    sementara USD 100 akan ditampilkan di kolom Kredit.[/I]

    [B]3.[/B]Jumlah kredit trading aktif pada semua akun di satu klien, tidak bisa melebihi USD 10 000 (atau setara dalam mata uang lain);

    [B]4.[/B]Kredit trading tidak dapat digunakan dalam «penarikan» dan akan secara otomatis dihapuskan jika terjadi pengurangan Equitas ke tingkat Kredit. Dengan

    cara ini, dalam kasus Equitas berkurang atau menjadi sama dengan jumlah kredit, kredit trading aktif akan dihapuskan dari akun tersebut; setelah itu, penutupan

    paksa otomatis semua posisi akan dilakukan;

    [I]Trader mengisi ulang akunnya sebesar USD 10 000 dan mendapat kredit trading dalam jumlah USD 1000. Dalam hal Equitas turun ke level USD 1000 (nilai di

    kolom Kredit), semua kredit perdagangan aktif (terdaftar di kolom Kredit) akan secara otomatis dihapuskan dari akun tersebut, dan posisi terbuka akan dipaksa

    ditutup.[/I]

    [B]5.[/B]Dalam kasus kredit trading aktif di akun, jumlah dana yang tersedia untuk diwithdraw harus dihitung dengan menggunakan rumus: Yang tersedia untuk

    diwithdraw = Margin bebas – Kredit – jumlah Isi ulang untuk kredit aktif yang diberi;

    [B]6.[/B]Agar dapat menghilangkan keterbatasan untuk penarikan dana, klien berhak untuk menghilangkan semua kredit perdagangan yang dikreditkan. Untuk

    alasan ini, perlu untuk melaksanakan operasi untuk membatalkan kredit aktif dalam «Personal Area»; alhasil, jumlah yang sesuai akan dihapuskan dari akun trading;

    [B]7.[/B]Penggunaan kredit oleh klien saat melakukan transaksi perdagangan tidak mempengaruhi jumlah biaya komisi yang diterima oleh mitra untuk omset

    perdagangan klien yang ditarik.

    #4198

    jakaduriat
    Participant

    Kebijakan Eksekusi Order

    [B]KECEPATAN EKSEKUSI ORDER SELAMA PENGUMUMAN BERITA EKONOMI[/B]

    Secara rata-rata, kecepatan eksekusi order klien dari saat mereka masuk ke server perdagangan dan sampai saat mengirimkan konfirmasi ke klien adalah 100 ms.

    Namun, berdasarkan sifat transaksi off-exchange, bank yang menjual likuiditas memiliki apa yang disebut “last look” kondisi yang memberi mereka hak untuk

    “menahan proses order sampai kondisi pasar telah diklarifikasi”. Itu berarti bahwa trader yang mengirim order untuk membuka posisi pada saat pengumuman

    berita, mungkin mengalami keterlambatan eksekusi order (waktu pemrosesan order dapat ditingkatkan hingga 3 detik). Itu tidak berarti bahwa semua order yang

    sama akan dijalankan dengan penundaan. Namun, ada kemungkinan seperti itu, dan perusahaan menganjurkan trader untuk merencanakan resiko tersebut dalam

    sistem perdagangan mereka.

    [B]POSISI PENUTUPAN WAJIB KARENA MENINGKATNYA SPREAD[/B]

    Terlepas dari kenyataan bahwa pedagang mungkin memiliki «hedged position», yaitu short position cocok untuk long position, stop-out (menutup paksa posisi

    karena kurangnya dana ) masih dapat terjadi pada akun. Biasanya, situasi ini adalah hasil dari spread yang melebar secara signifikan melebihi nilai rata-rata pada saat

    pengumuman berita ekonomi. Itu berarti bahwa trader memiliki kesempatan untuk melakukan transaksi dalam kasus spread yang sangat rendah. Namun tidak

    mungkin untuk memprediksi waktu peningkatan tajam dalam spread.

    [B]KREDIT PERDAGANGAN[/B]

    Kredit perdagangan merupakan leverage tambahan yang memungkinkan untuk meningkatkan posisi perdagangan dan sebagai kesempatan untuk menambah

    potensi profit. Namun, kita tidak boleh lupa bahwa ukuran posisi terus bertambah dengan mengorbankan dana tambahan, potensial jumlah kerugian dana yang

    menanti trader dalam kasus perubahan quote tidak berhasil bertambah juga.

    Jika ada kredit trading aktif di akun, penutupan paksa posisi mungkin terjadi hanya dalam dua kasus: jika tingkat margin mencapai 30% atau jumlah dana pada akun
    menjadi di bawah jumlah kredit yang aktif. Trader harus sepenuhnya menyadari resiko yang timbul apabila terjadi penggunaan kredit trading.

    #4201

    jakaduriat
    Participant

    Dolar AS Sideways Jelang Rentetan Kebijakan Bank Sentral

    Pelaku pasar tak mengambil posisi karena pekan ini merupakan pekan yang penuh berita penting. Ada 3 bank sentral mayor yang akan merilis kebijakan moneter masing-masing.

    Memasuki sesi Eropa pada hari Senin (30/Juli) sore, Dolar AS sideways terhadap mata uang-mata uang mayor. Pekan ini merupakan minggu yang penuh berita penting, karena 3 bank sentral mayor akan merilis kebijakan moneternya. Oleh sebab itu, para investor memilih untuk menyingkir sementara dari pasar dan tidak mengambil posisi besar.

    Pelaku Pasar Tak Mau Ambil Posisi Besar

    Bank of Japan (BoJ) baru akan mengakhiri rapatnya besok Selasa (31/Juli). Sementara itu, Federal Reserve AS akan mengumumkan kebijakannya pada hari Kamis (02/Juli) dini hari. Sedangkan Bank of England (BoE) diekspektasikan akan menaikkan suku bunga pada hari Kamis sore.

    “Minggu ini akan menjadi minggu yang aktif, banyak sekali event berisiko,” kata Manuel Oliveri, analis Credit Agricole, kepada Reuters. “Pasar sangat range-bound dan tampaknya tak ada banyak motivasi untuk masuk ke posisi besar,” lanjutnya.

    Menurut Oliveri, data penempatan posisi menunjukkan bahwa posisi net long Dolar masih berada pada jumlah terbesarnya dalam beberapa bulan. Sementara itu, posisi penguatan Dolar akhir-akhir ini sangat rentan dengan reversal. Artinya, penguatan Dolar tersebut bisa sewaktu-waktu berbalik melemah.

    Dolar AS Tak Banyak Pergerakan

    Indeks Dolar (DXY) yang mengukur kekuatan Greenback terhadap mata uang-mata uang mayor, sedikit berubah ke posisi 94.717. Level tersebut melanjutkan penurunan akhir pekan kemarin.

    EUR/USD tak banyak berubah dari levelnya pekan lalu. Saat berita ini ditulis, pasangan mata uang tersebut berada pada posisi 1.1649. European Central Bank (ECB) sudah merilis kebijakan moneter Kamis lalu, yang mengungkapkan bahwa suku bunga akan dipertahankan setidaknya sampai musim panas 2019.

    Sementara USD/JPY naik tipis 0.1 persen ke 111.10 yen. Pasar bersiap untuk membuktikan apakah rumor perubahan moneter longgar BoJ akan terjadi esok hari. Rumor tersebut sangat besar dampaknya, karena telah membuat Dolar AS jatuh dari level tinggi enam bulannya terhadap Yen.

    #4204

    jakaduriat
    Participant

    Investor Tunggu Kebijakan 3 Bank Sentral, Dolar Melemah

    Dolar AS melemah tipis di sesi Amerika, Senin (30/Juli) malam menantikan kebijakan BoJ, The Fed, dan BoE berturut-turut dalam minggu ini.

    Setelah sideways di sesi Eropa, Dolar AS melemah tipis di sesi Amerika, Senin (30/Juli) malam. Meski dalam jumlah yang tak terlalu besar, para investor tampak membeli Euro dan Sterling sembari menanti rangkaian kebijakan moneter dari tiga bank sentral mayor pekan pekan ini.

    Indeks Dolar, yang mengukur kekuatan Greenback terhadap enam mata uang mayor, turun 0.43 persen ke 94.06, pada pukul 22:34 WIB. EUR/USD naik 0.48 persen ke 1.1713. USD/JPY melemah tipis 0.05 persen ke 110.97. Sementara itu, GBP/USD naik 0.31 persen ke 1.3146.

    Investor Tunggu 3 Bank Sentral Rilis Kebijakan

    Para investor sedang menunggu kebijakan moneter dari tiga bank sentral, yang dikenal dengan istilah Super Week, untuk menentukan arah pergerakan mata uang selanjutnya. Bank-bank tersebut adalah Federal Reserve (The Fed) AS, Bank of Japan (BoJ), serta Bank of England (BoE).

    Yang dijadwalkan paling dahulu mengumumkan kebijakannya adalah BoJ, yakni besok Selasa (31/Juli). Bank sentral Jepang ini sedang dilanda spekulasi akan perubahan kebijakan moneter longgarnya sehubungan dengan sejumlah intervensi pasar yang dilakukannya dalam seminggu ini. Yen bahkan sempat menguat terhadap Dolar AS menanggapi rumor tersebut.

    Meski demikian, para analis memperkirakan bahwa perubahan kebijakan moneter dengan skala besar masih terlalu dini bagi BoJ. Nomura, salah satu lembaga finansial dan bank multinasional, dalam catatan prediksinya menyebutkan bahwa ada kemungkinan para anggota dewan BoJ akan membahas hal tersebut dalam rapat kali ini. Namun tidak untuk diimplementasikan dalam waktu dekat.

    Sedangkan The Fed, akan mengumumkan kebijakan moneternya pada hari Kamis dini hari. Bank sentral yang dipimpin oleh Jerome Powell ini diekspektasikan tidak akan menaikkan suku bunga lagi setelah bulan Juni lalu. Seperti dalam grafik perkiraan berikut ini, 96.9 persen responden memperkirakan suku bunga The Fed akan berada di level yang sama pada bulan Juni. Namun, peluang kenaikan diperkirakan akan membesar lagi di bulan September.

    Kamis sore harinya, BoE akan menyusul memberikan pengumuman. Bank sentral Inggris ini diekspektasikan akan kembali menaikkan suku bunga setelah November 2017 lalu. Brexit memang masih menjadi sumber ketidakpastian bagi ekonomi Inggris, tetapi para analis memperkirakan kenaikan suku bunga masih dibutuhkan. BoE diperkirakan akan menaikkan suku bunganya pekan ini.

    #4205

    jakaduriat
    Participant

    Dolar AS Menguat, Terdukung Faktor Fundamental
    Dolar AS menguat terhadap mata uang-mata uang lain karena dovish-nya pernyataan ECB dan peningkatan minat risiko, yang tercemin pada kenaikan yield obligasi dan saham AS.

    Dolar AS menguat terhadap mata uang-mata uang mayor di sesi Asia, Jumat (27/Juli) siang ini. Dominasi Dolar terhadap mata uang mayor khususnya Euro, terdukung oleh faktor fundamental seperti dovish-nya Statement European Central Bank (ECB), serta meningkatnya minat risiko yang mengiringi kenaikan yield obligasi US Treasury.

    Dolar Ungguli Euro Begitu ECB Tak Ubah Kebijakan

    Dolar AS menjatuhkan Euro dari level tinggi hariannya, setelah ECB mengumumkan untuk tidak mengubah kebijakan moneternya. Kabar yang sesuai dengan ekspektasi pasar tersebut melemahkan EUR/USD, karena semakin melebarkan divergensi kebijakan ECB dan The Fed.

    Penurunan Euro terhadap Dolar AS makin dalam, setelah Presiden ECB Mario Draghi menyampaikan pidatonya yang bernada dovish. Draghi mengatakan bahwa ekonomi Zona Euro saat ini memang menunjukkan perkembangan yang bagus, dengan tingkat inflasi yang mendekati target 2%. Namun, stimulus moneter masih dibutuhkan karena risiko ketidakpastian cukup besar.

    Walaupun perundingan Presiden AS dengan Presiden Komisi Eropa berhasil meredakan tensi perdagangan kedua wilayah, Draghi mengatakan bahwa ancaman ketidakpastian sehubungan dengan proteksionisme (AS) perlu diwaspadai. Oleh karena itu, ECB merasa pemangkasan stimulus harus dilakukan secara perlahan dan bertahap.

    Dolar AS Menguat Bersama Minat Risiko

    Indeks Dolar yang mengukur kekuatan Dolar terhadap mata uang-mata uang mayor stabil di level 94.73. Sebelumnya, indeks berlabel DXY tersebut mendulang kenaikan 0.4 persen pasca pernyataan dovish ECB.

    Saat berita ini diturunkan, EUR/USD diperdagangkan pada kisaran 1.1642, masih beredar di level rendah yang terbentuk tadi malam. Sementara itu, USD/JPY menguat dan diperdagangkan pada posisi 111.15, menjauhi level rendah 110.97.

    “Dolar AS menguat terhadap mata uang-mata uang lain, dan hal ini merefleksikan bahwa (Dolar) menikmati kenaikan dari faktor-faktor fundamental, khususnya kenaikan Yield Obligasi AS dan saham-saham Wall Street, di tengah meningkatnya minat risiko,” tutur Junichi Ishikawa, Ahli Forex Senior di IG Securities.

    #4208

    jakaduriat
    Participant

    GDP Kanada Naik, USD/CAD Jatuh

    Dolar Kanada menguat terhadap Dolar AS setelah indeks GDP Kanada dilaporkan naik pada bulan Mei.

    Data GDP Kanada yang dirilis pada hari Selasa (31/Juli) malam ini menunjukan bahwa pertumbuhan ekonomi negara tersebut berakselerasi. Dolar Kanada menguat terhadap Dolar AS, walaupun diwarnai dengan aski tarik menarik harga oleh buyer dan seller yang cukup sengit.

    Pertumbuhan Ekonomi Kanada Meyakinkan

    Biro Statistik Kanada melaporkan, pertumbuhan GDP pada bulan Mei naik 0.5 persen, lebih tinggi dari bulan sebelumnya di 0.1 persen. Karena para ekonom memprediksikan pertumbuan sebanyak 0.3 persen, maka data aktual untuk GDP malam ini disimpulkan lebih kuat dari ekspektasi. Dalam basis year-over-year, pertumbuhan GDP Kanada naik dari 2.5 persen ke 2.6 persen, lebih tinggi dari ekspektasi penurunan ke 2.3 persen.

    Dalam tahun ini, GDP pada bulan Mei tersebut adalah yang terbesar bagi Kanada. Kontributor utamanya adalah sektor pertambangan, minyak, dan gas. Menguatnya GDP Kanada memicu spekulasi akan kenaikan suku bunga Bank of Canada (BoC) selanjutnya, setelah kenaikan suku bunga sebanyak 0.25bp di awal bulan Juli ini. BoC mengakui bahwa pertumbuhan dan inflasi Kanada berada dalam kondisi yang aman, meskipun Kanada sedang dilanda konflik dagang dengan Amerika Serikat.
    Dolar Kanada Menguat

    Dolar Kanada menguat terhadap Dolar AS pasca rilis laporan GDP. Dalam grafik USD/CAD time frame 1 jam, jelas terjadi tarik menarik antara buyer dan seller yang sengit; USD/CAD sempat menguat ke 1.3041 sebelum data GDP Kanada dirilis, tapi setelah laporan keluar, USD/CAD menurun 1.3015. Kondisi ini terjadi meskipun Dolar AS menguat terhadap mata uang mayor lainnya, pasca laporan inflasi PCE AS yang mengalami peningkatan.

    Kamis dini hari besok, FOMC The Fed akan mengumumkan kebijakan moneternya. Ekspektasinya, bank sentral AS tersebut tidak akan menaikkan suku bunga. Meski demikian, event tersebut tetap diperhatikan trader untuk mengetahui respon bank sentral terkait kenaikan pesat GDP akhir-akhir ini, juga tanggapan The Fed atas kritikan Donald Trump yang beberapa minggu lalu dilontarkan terhadap kebijakan bank sentral.

    #4210

    jakaduriat
    Participant

    NZD/USD Melemah Akibat 3 Hal Berikut Ini

    Dolar New Zealand melemah terhadap Dolar AS akibat Tingkat Pengangguran New Zealand yang naik, menguatnya Dolar AS jelang hasil FOMC, dan perkembangan perang dagang AS-China.
    Memasuki sesi Asia Rabu (01/Agustus) siang ini, Dolar New Zealand masih melemah terhadap Dolar AS karena tiga faktor: data Tingkat Pengangguran New Zealand yang meningkat, menguatnya Dolar AS jelang keputusan The Fed, dan perkembangan perang dagang AS-China.

    Tingkat Pengangguran New Zealand Lebih Tinggi Daripada Ekspektasi

    Biro Statistik setempat melaporkan, Tingkat Pengangguran New Zealand berada pada level 4.5 persen di kuartal kedua tahun ini, lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya dan ekspektasi 4.4 persen. Data tersebut mengonfimasi prediksi dovish pasar terhadap suku bunga Reserve Bank of New Zealand (RBNZ).

    Dalam kebijakan moneternya bulan Juni lalu, Gubernur Adrian Orr mengatakan bahwa walaupun Outlook yang ia rincikan dalam kebijakan suku bunga masih tak terganggu, tetapi penggerak perekonomian kemungkinan tak akan sekuat yang dipekirakan. Dari situ, pasar memprediksikan RBNZ tidak akan menaikkan suku bunga lebih cepat daripada September 2019.

    NZD/USD Melemah Jelang Hasil FOMC Dan Bea Impor AS

    Menanggapi laporan tersebut, NZD/USD turun ke level 0.6794 dari sebelumnya di 0.6820. Selain karena data Pengangguran New Zealand, melemahnya NZD/USD juga dikarenakan oleh menguatnya Dolar AS jelang pengumuman FOMC dini hari nanti. Bank sentral AS diperkirakan tidak menaikkan suku bunga, namun memberi petunjuk akan kenaikan waktu pelakasanaan kenaikan suku bunga selanjutnya.

    Selain itu, sebagai mata uang komoditas, NZD juga dipengaruhi oleh perkembangan perang dagang antara China dengan Amerika Serikat. Hari ini, Reuters melaporkan bahwa Trump akan menaikkan bea impor China dari sebelumnya 10 persen menjadi 25 persen. Jika benar disahkan, maka China diperkirakan akan membalasnya dengan terus melemahkan nilai tukar Yuan terhadap Dolar AS. Dengan demikian, hubungan China dan AS akan kian memburuk karena tak hanya perang dagang, tetapi juga perang mata uang.

    #4212

    jakaduriat
    Participant

    3 Faktor Yang Mempengaruhi Kekuatan Dolar AS Hari Ini
    Dolar AS menguat terhadap sejumlah mata uang mayor di sesi Asia hari ini. Selain data ekonomi AS semalam, apa saja faktor yang mendorong Dolar?
    Hingga sesi Asia Rabu (01/Agustus) pagi ini, Dolar AS menguat terhadap sejumlah mata uang mayor. Ada 3 faktor yang mendukung mata uang tersebut, antara lain: data ekonomi AS yang dirilis kemarin malam, ekspektasi hawkish kebijakan The Fed, serta perkembangan baru hubungan perdagangan AS dan China.

    Data Ekonomi AS Yang Menguat

    Indeks inflasi Personal Consumption Expenditure (PCE) kuartal kedua, naik 0.1 persen senada dengan inflasi PCE inti. Sedangkan Consumer Spending naik 0.4 persen pada bulan Juni. Kedua data ini merupakan elemen penting bagi The Fed untuk memutuskan kebijakan moneternya. Untuk malam nanti, Amerika Serikat akan merilis data Non Farm Employment Change AS versi ADP yang diharapkan menambah 186,000 lapangan kerja.

    Antisipasi Pengumuman Hasil FOMC

    The Fed diekspektasikan tidak akan menaikkan suku bunga lagi pada pertemuan bulan ini, karena sudah melakukannya di bulan Juni lalu. Namun, pasar menunggu petunjuk timing kenaikan suku bunga dari FOMC pekan ini. Menurut sebagian analis, kemungkinan The Fed baru akan menaikkan Rate lagi pada bulan September 2018.
    Perkembangan Isu Perdagangan AS-China

    Reuters melaporkan bahwa Trump akan menaikkan tarif impor dari 10 persen menjadi 25 persen, terhadap barang impor China senilai $200 miliar. China diperkirakan akan membalasnya dengan terus melemahkan nilai tukar mata uang CNY terhadap Dolar, apabila rencana tersebut disahkan. Jadi tak hanya perang dagang, hubungan China dan AS akan berkembang pula menjadi perang mata uang (Currency War).
    Dolar AS Kuat, Dominan Terhadap Mata Uang Lain

    Meskipun mulai diperdagangkan flat pagi ini, Dolar AS masih menduduki level tinggi yang terbentuk kemarin malam pasca laporan inflasi PCE AS. USD/CNH menunjukkan kenaikan dari posisi 6.7828 ke 6.8253 begitu Yuan melemah. Sedangkan EUR/USD tertekan dan diperdagangkan turun ke 1.1684, dari sebelumnya di 1.1743. Penguatan Euro kemarin terbentuk setelah inflasi kawasan Euro dilaporkan menguat, walaupun GDP-nya melambat. Di sisi lain, USD/JPY diperdagangkan naik ke level 111.94 saat berita ini ditulis.

    #4216

    jakaduriat
    Participant

    Abaikan Kritikan Trump, FOMC Tak Ubah Rencana Rate Hike
    The Fed tak menggubris komentar Trump yang mengkritik kebijakannya. Bank Sentral AS tersebut tetap bertahan dengan rencana dua kali Rate Hike lagi hingga akhir tahun 2018.
    Dalam pertemuan FOMC yang berakhir pada hari Rabu (1/8) siang waktu setempat, komentar Presiden Trump yang tidak menyetujui kenaikan suku bunga karena dapat menghambat momentum pertumbuhan ekonomi sempat disinggung. Namun demikian, hal tersebut ternyata tidak menggentarkan The Fed untuk menghentikan jadwal Rate Hike tahun ini. Bank Sentral AS itu tetap berencana untuk menaikkan suku bunga dua kali lagi di sisa tahun ini.

    Dalam pernyataan FOMC seusai rapat kebijakan, keputusan untuk mempertahankan rencana dua Rate Hike lagi disetujui secara bulat oleh delapan anggota Komite Kebijakan Moneter, termasuk dua orang yang sebelumnya ditunjuk Trump sendiri, yakni Jerome Powell selaku ketua Fed dan Randal Quarles yang merupakan wakil Bank Sentral dalam hal pengawasan (supervision).

    FOMC Statement Bernada Hawkish

    Pernyataan Komite Kebijakan Moneter Fed pada hari Rabu mengambarkan kondisi ekonomi AS yang kokoh, atau serupa dengan pernyataan bulan sebelumnya. Tidak muncul tanda-tanda dari petinggi Bank Sentral yang “terpengaruh” atas komentar Trump saat diwawancari CNBC pada tanggal 19 Juli lalu.

    Menurut analisis yang dilakukan CME Group, sikap optimis The Fed membuat probabilitas kenaikan suku bunga acuan bulan September mencapai 90 persen di kalangan Investor. Sementara itu, kenaikan Rate keempat di tahun 2018 kemungkinan besar terjadi pada bulan Desember mendatang. “Saya tidak mengerti mengapa Trump berkomentar ‘miring’ terkait kenaikan suku bunga Fed. Namun apa yang dilakukan Fed merupakan hal yang benar,” kata Phil Orlando, Kepala Strategi Federated Investors di New York.
    Indeks Dolar Sedikit Terangkat

    Pada pukul 8:32 WIB, Greenback terpantau bergerak cukup beragam versus major currencies pasca pernyataan FOMC. Namun secara keseluruhan, Dolar naik tipis bila mengacu pada Indeks Dolar (DXY) yang menguat 0.03 persen pada level 94.65. Saat berita ini ditulis, indeks yang mengukur kekuatan Dolar terhadap sekumpulan mata uang mayor tersebut masih bergerak di kisaran 94.71.

    #4217

    jakaduriat
    Participant

    Terlemah Di Tengah Risk-off Asia, Fokus Pada IMP Manufaktur Inggris dan Fed

    Forex hari ini di Asia memulai bulan Agustus dengan hati-hati, karena ketegangan AS-Cina meningkat setelah pemerintah Trump mencatat bahwa mereka mempertimbangkan kenaikan tarif pada barang-barang Tiongkok senilai USD 200 miliar dari 10% menjadi 25%. Yuan China melanjutkan penurunan beruntun, menempatkan tawaran beli di bawah Dolar AS terhadap rekan-rekan utamanya. Yen tetap defensif setelah penyesuaian BoJ dengan pembelian ETF sehari sebelumnya.

    Sementara itu, Antipodean dijual karena fundamental yang lebih lemah dan kondisi pasar yang menghindari risiko. IMP Manufaktur Caixin Cina yang suram semakin menunjukkan perlambatan ekonomi China sementara laporan pekerjaan Selandia Baru yang beragam membebani Kiwi. Selain itu, harga komoditas yang lebih lemah berkolaborasi dengan penurunan mata uang terkait sumber daya tersebut.
    Fokus utama di Asia

    NIESR: BoE Harus Menaikkan Suku Bunga, Tetapi Bersiap Untuk Pembalikan – Reuters

    Seperti diberitakan oleh Reuters, Institut Nasional Penelitian Ekonomi dan Sosial (NIESR) mendesak Bank of England untuk menaikkan suku minggu ini, meskipun putaran cepat pada tingkat suku bunga tidak dapat dikesampingkan dalam waktu dekat.
    IMP Manufaktur Caixin China Turun ke 50,8 Pada Juli, Terendah 8 bulan IMP manufaktur Caixin Juli China keluar sebesar 50,8 vs 50,8 yang diharapkan dan 51,0 terakhir, dengan output dan bisnis baru keduanya berkembang pada tingkat yang lebih lemah.
    USD/CNH Naik Karena AS Mempertimbangkan Tarif Lebih
    CNH sedang dalam tawaran jual pada saat penulisan pada kekhawatiran bahwa AS dapat memutuskan untuk lebih meningkatkan perang dagangnya dengan China.
    Bank of Japan: Rencana Pembelian JGB Untuk Agustus
    Sebelumnya hari ini, Bank of Japan (BoJ) menerbitkan jadwal rencana untuk pembelian Japanese Government Bond (JGB) untuk bulan Agustus.
    Fokus utama berikutnya
    Kalender makro EUR hari ini tetap penting, dengan sejumlah laporan IMP Manufaktur akhir yang keluar dari seluruh area Euro, mulai pukul 07:15 GMT. IMP Manufaktur Inggris untuk bulan Juli akan dirilis pada pukul 08:30 GMT, yang diperkirakan akan lebih rendah hingga 54,2 banding 54,4 tahun lalu.
    Selanjutnya, sesi NA juga melihat banyak aksi sementara keputusan tingkat FOMC kemungkinan akan menjadi peristiwa risiko utama. Pasar secara luas mengharapkan Fed untuk menahan suku bunga Fed bulan ini, meskipun mungkin memberikan pernyataan optimis tentang ekonomi dan kenaikan suku bunga.
    Dalam hal data, laporan pekerjaan ADP AS akan diterbitkan menjelang laporan IMP Manufaktur dari Markit dan ISM yang akan dirilis pada pukul 14:00 GMT.
    EUR/USD Pertahankan MA 20-Bulan Untuk Bulan Ketiga Berturut-Turut
    EUR/USD bisa naik jika Fed meringankan nada hawkish. Di sisi lain, pasangan ini mungkin jatuh kembali ke support MA 20-bulan, saat ini terletak di 1,1623, jika bank sentral meremehkan kekhawatiran perang dagang dan mempertahankan retorika hawkish.
    GBP/USD Kembali Ke 1,31 Jelang Fed, Dengan Kamis BoE Membayangi
    Sebelum Kamis BoE, sesi AS mendatang akan ada Pernyataan Kebijakan FOMC dan keputusan suku bunga Fed, membuat bias pasar yang lebih luas dengan kuat di tangan pedagang Greenback sekali lagi.
    Analisis Teknis USD/CNY: Turun Di Bawah 6,80, Bearish Rsi Divergence Tunjukkan Kemungkinan Pullback Lebih Dalam
    USD/CNY turun di bawah 6,80 dan bisa menderita penurunan lebih dalam, berkat perbedaan indeks kekuatan relatif (RSI) bearish besar yang terlihat dalam grafik harian.
    FOMC Bersiap Untuk Tidak Mengubah Suku Bunga – Goldman Sachs
    Dalam pandangan analis di Goldman Sachs, Federal Reserve (Fed) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pada bulan ini, meskipun bisa memberikan pernyataan optimis pada prospek kenaikan suku bunga.
    BoE Diperkirakan Menaikkan Suku Bunga 25bps – Barclays
    Analis di Barclays percaya Bank of England (BoE) akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25bps ketika melakukan pertemuan kebijakan moneter besok.

    #4218

    jakaduriat
    Participant

    Kurs Rupiah Melemah, Jokowi: Indonesia Butuh Dolar

    Kurs Rupiah melemah pada kisaran Rp14,440-an hari ini. Presiden Jokowi mendesak menterinya untuk lebih cepat menstabilkan Rupiah demi menambal defisit.
    Di sesi perdagangan Rabu (01/Agustus) siang ini, nilai tukar Rupiah melemah terhadap Dolar AS yang sedang mengantisipasi hasil rapat bank sentral AS (FOMC). Kurs Referensi Jisdor menunjukkan angka Rp14,442.00 per dolar AS, lebih lemah daripada kemarin.

    Sedangkan Indeks Dolar Bloomberg menunjukkan penguatan tipis 0.04 persen ke Rp14,409 per dolar. Terlepas dari laporan tersebut, Presiden Joko Widodo sedang mendesak menteri-menterinya agar lebih cepat mengimplementasikan upaya penambahan cadangan devisa.

    Indonesia Butuh Dolar Untuk Menambal Defisit Dan Menghadapi Perang Dagang

    Presiden Indonesia, Joko Widodo, mendesak para menterinya untuk lebih serius dalam mengupayakan penguatan cadangan devisa, dengan cara memperluas penggunaan Biodiesel. Hal itu dimaksudkan agar Indonesia mengurangi impor dan siap menghadapi tekanan yang disebabkan oleh dampak perang dagang global.

    “Negara kita sekarang sedang butuh Dolar,” kata Jokowi dalam Rapat Kabinet yang dilaksanakan di Jakarta Selasa (31/Juli) kemarin. “Saya tidak ingin terus menerus menggelar rapat tanpa (laporan) implementasi yang baik.”

    Indonesia sedang membutuhkan lebih banyak valuta asing untuk membiayai defisit neraca berjalannya. Selain itu, Bank Indonesia (BI) juga membutuhkan cadangan devisa demi menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah dalam beberapa waktu terakhir. Hingga saat ini, sudah sekitar $12 miliar digelontorkan BI untuk intervensi.
    Pemerintah berencana mengimplementasikan penggunaan Biodiesel B20 untuk semua kendaraan diesel, termasuk mesin lokomotif dan alat berat, demi menekan impor bahan bakar dari luar. Menurut Menperin Airlangga Hartanto, penggalakan program ini akan dimulai secepatnya pada hari Kamis (02/Agustus) besok.

    Sejak awal Juli 2018, kabinet Jokowi sudah enam kali menggelar rapat sehubungan dengan eskalasi perang dagang dan melemahnya nilai tukar Rupiah. Presiden juga menyerukan agar tindakan penguatan mata uang Rupiah tersebut dilakukan dengan cepat.

    #4223

    jakaduriat
    Participant

    Tensi Perdagangan AS-China Kembali Meningkat, AUD/USD Tertekan

    Presiden Donald Trump sekali lagi membahas kelanjutan rencana untuk menaikkan tarif impor barang barang dari China sebesar 200 miliar Dolar. Hal ini membuat AUD di bawah tekanan.

    Dolar Australia masih berada dalam tekanan jual pada perdagangan hari Jumat (3/8), jelang rilis data Non Farm Payrolls AS nanti malam. Hal ini dikarenakan oleh meningkatnya kembali tensi perdagangan antara AS dan China, karena Presiden Donald Trump dikabarkan kembali membahas rencana untuk menaikkan tarif impor terhadap China.

    Trump Lanjutkan Rencana Kenaikan Tarif Impor, AUD Meradang
    Presiden Donald Trump berencana meningkatkan tarif impor dari 10 persen menjadi 25 persen, untuk barang barang China sebesar $200 miliar. Hal itu menimbulkan gejolak, baik pada mata uang Dolar AS maupun Yuan, dan pasar memprediksi volatilitas akan berlanjut hingga beberapa pekan mendatang.

    Meski anjlok cukup dalam pada perdagangan hari Kamis, sejatinya Dolar Australia masih bergerak “choppy” atau berada dalam fase konsolidasi sejak awal bulan Juli. Berdasarkan Time Frame Daily, AUD/USD bergerak naik turun di antara level 0.7484 hingga 0.7310, yang merupakan High Low awal Juli.

    AUD/USD – 3 Agustus

    Pada pukul 8:05 WIB, Dolar Australia mencoba naik terbatas dan diperdagangkan pada kisaran 0.7362 terhadap Greenback. Para buyer tampaknya berusaha menjauhkan harga dari Low hari Kamis di 0.7355. Meski demikian, Aussie secara keseluruhan masih di bawah tekanan. AUD/CAD belum mampu lepas dari tekanan seller dan berada pada level 0.9588, sementara terhadap Yen, AUD berjuang naik ke level 82.27 setelah menyentuh 81.95 pada perdagangan hari Kamis.

    Surplus Perdagangan Tidak Banyak Membantu AUD
    Rilis data Trade Balance Australia pada hari Kamis kemarin menunjukkan terjadi surplus sebesar AUD1.87 miliar, jauh melampaui ekspektasi surplus AUD910 juta, dan rilis pada periode sebelumnya yang tercatat mengalami Surplus sebesar AUD730 juta (direvisi turun dari AUD830 juta). Surplus Perdagangan Australia itu terjadi dikarenakan nilai impor yang turun -1 persen.

    Meski terangkum membaik, laporan neraca perdagangan Australia tidak mampu mendukung AUD yang saat ini lebih digerakkan oleh tensi perdagangan AS-China. Pasalnya, China adalah salah satu partner dagang utama Australia, sehingga dampak perang dagang AS-China kemungkinan besar akan sampai ke Australia.
    .

    #4224

    jakaduriat
    Participant

    Dolar Menguat Setelah Laporan Initial Jobless Claims AS
    Kebijakan proteksi dagang belum berimbas buruk ke sektor tenaga kerja, terlihat dari Jobless Claims AS yang naik lebih sedikit daripada ekspektasi.
    Jumlah warga Amerika Serikat yang mengisi lembar permohonan Tunjangan Pengangguran bertambah lebih sedikit daripada ekspektasi. Laporan yang tercermin dalam rilis Jobless Claims AS itu menegaskan mantapnya pasar tenaga kerja negara tersebut meskipun sedang terancam konflik dagang global. Dolar AS menguat menyusul laporan ini.

    Pasar Tenaga Kerja Belum Terdampak Proteksi Perdagangan
    Departemen Ketenagakerjaan AS melaporkan bahwa dalam data mingguan Initial Jobless Claims untuk pekan yang berakhir tanggal 28 Juli, terdapat penambahan Tunjangan Pengangguran sebanyak 1,000 orang saja (total 218,000). Kenaikan ini lebih kecil dibandingkan ekspektasi penambahan 3,000 orang (menjadi 220,000), meski masih lebih besar dari klaim pekan sebelumnya yang sejumlah 217,000.

    “Klaim mulai bergerak ke atas di pertengahan Juni, dan sempat menimbulkan tanya apakah ini gara-gara kebijakan proteksi,” kata Blerina Uruci, ekonom Barclays di Washington. “Namun, penurunan yang terjadi di minggu-minggu setelahnya menunjukkan bahwa belum ada dampak buruk yang terjadi di pasar,” simpulnya.

    Amerika Serikat tengah menggalakkan kebijakan proteksi perdagangan dengan sejumlah negara, antara lain China, Kanada, Meksiko, dan Uni Eropa. Bahkan setelah mengesahkan bea impor 10% terhadap barang-barang China senilai miliaran Dolar, Trump berencana menaikkan tarifnya lagi menjadi 25%.

    Para ekonom dan analis sedang mengamati apakah kebijakan tersebut berdampak pada menurunnya sejumlah indikator ekonomi, dalam hal ini ketenagakerjaan. Namun, data sejauh ini membuktikan belum ada dampak signifikan yang mengkhawatirkan.

    Dolar AS Menguat Terhadap Mata Uang-Mata Uang Mayor
    Pada hari Kamis (02/Agustus), Indeks Dolar yang mengukur kekuatan Dolar terhadap mata uang-mata uang mayor, naik 0.36% di sesi perdagangan Amerika. Selain Jobless Claims AS yang lebih baik dari ekspektasi, permintaan terhadap mata uang AS meningkat karena kebijakan The Fed yang hawkish; bank sentral tersebut akan menaikkan suku bunga dua kali lagi di sisa tahun ini.

    USD/JPY menurun tipis 0.26% dan diperdagangkan pada 111.44. Sedangkan EUR/USD turun 0.38% dengan diperdagangkan di 1.1616. GBP/USD tertekan setelah BoE menaikkan suku bunga, karena terdapat pernyataan dovish dalam konferensi pers Mark Carney yang menyertainya. Saat berita ini ditulis pukul 23:00 WIB, pasangan mata uang tersebut diperdagangkan pada 1.3036.

Viewing 15 posts - 136 through 150 (of 183 total)

You must be logged in to reply to this topic.