Welcome Bonus $100 dari ForexChief​

MTI Forums Lain-Lain Iklan Welcome Bonus $100 dari ForexChief​

Viewing 15 posts - 1,186 through 1,200 (of 1,310 total)
  • Author
    Posts
  • #9057
    senjanjani
    Participant

    Terimakasih informasinya gan, Benar sekali yang agan se iutkan diatas adalah mitos dan fakta dalam trading, pada intinya ada dua fakta yang tak terelakkan dalam forex trading, namun sayangnya tidak banyak yang menyadari dua fakta ini.

    Padahal jika Anda benar-benar mengingat dua hal ini maka Anda akan memiliki kemampuan psikologis untuk menanggulangi kegalauan pasca loss.

    Apa saja dua hal itu? Ini dia:

    1. Hal Tak Terduga Bisa Terjadi Kapan Saja
    Ini fakta. Hadapi saja. Sebesar apa pun usaha Anda dalam melakukan analisa, secanggih apa pun teknik analisa yang Anda pergunakan, Anda tidak akan bisa benar-benar yakin serratus persen bahwa pasar akan bergerak persis seperti yang Anda inginkan. Akuilah.

    2. Trading Adalah Bentuk Nyata Teori Peluang
    Ada dua hal penting dalam “memainkan” teori peluang dalam forex trading :

    Pertama, Anda harus memastikan bahwa posisi yang akan Anda ambil searah dengan trend yang sedang berlangsung.

    Kedua, Anda harus menyadari bahwa tetap ada kemungkinan harga akan bergerak berlawanan dengan posisi yang Anda ambil, meskipun berdasarkan riset peluang bahwa posisi yang Anda ambil akan membuahkan profit – katakanlah – sebesar 70%.

    Artinya, ada 30% peluang bahwa posisi Anda akan berakhir dengan kerugian. Untuk itulah pembatasan resiko diperlukan.

    #9060
    senjanjani
    Participant

    Ingin Berteman Baik Dengan Tren? Kenalan Dulu Dengan Moving Average

    Bagi para trader Forex, kelanjutan dan reversal trend adalah salah satu acuan dasar, harus diketahui sebelum menentukan order jual atau beli. Nah, itu dia, karena sebagian besar trader pemula biasanya hanya mengandalkan intuisi, ada baiknya ketrampilan untuk menganalisa menggunakan indikator dasar seperti Moving Average diasah juga.


    Mengapa Saya Harus Mengenal Moving Average?
    Mengapa kita perlu menggunakan indikator Moving Average? Laju trend suatu pairs mata uang pada umumnya dianalisa oleh para trader menggunakan analisa fundamental dan analisa teknikal, dan jika kita membicarakan mengenai trading dalam jangka pendek, analisa teknikal menggunakan Moving Average adalah pilihan terfavorit.

    Moving Average populer karena relatif mudah untuk dimengerti terutama oleh trader pemula (ya, karena indikator lainnya akan membuat pusing kepala para newbie). Tidak sebatas untuk tingkat pemula, Moving Average juga digunakan oleh investor besar untuk menganalisa apakah market mendekati nilai resistance atau support dalam jangka panjang.

    Perlu diingat, Moving Average dikategorikan sebagai lagging indicator, pendek kata, Moving Average bukanlah alat ukur otomatis untuk memprediksi trend terbaru, melainkan untuk menegaskan kemungkinan apakah suatu trend akan terus berlanjut didasarkan dari data-data transaksi sebelumnya.

    Bagaimana Cara Praktis Menggunakan Moving Average?
    Oke, cukup dengan pengenalannya. Secara teknis, Moving Average digunakan untuk mengukur ke arah mana Trend akan bergerak didasarkan dari penghitungan rata-rata nilai suatu pairs mata uang dalam periode tertentu (5 hari, 30 hari, dst.). Dari situ, kita bisa memanfaatkan Moving average sebagai penanda sinyal kapan kita harus mengambil posisi buy atau sell.

    Sebelum menentukan kapan kita harus merespon suatu sinyal dari Moving Averages, kita harus terlebih dahulu paham mengenai crossover. Crossover (persilangan) adalah momentum di mana satu garis Moving Averages bersilangan terhadap harga pasar (candlestick atau grafik lain) atau terhadap garis Moving Averages lain.

    Moving Averages dengan periode panjang (100 dan 200) biasanya digunakan oleh investor besar sebagai acuan untuk menentukan uptrend maupun downtrend. Jika posisi harga pasar berada di atas garis MA (singkatan Moving Averages) berperiode panjang maka momentum tersebut disebut sebagai “uptrend”, sebaliknya jika harga pasar berada di bawahnya maka disebut sebagai “downtrend”.

    Investor besar akan mengawasi momentum uptrend sebagai penanda sinyal untuk membuka posisi beli (long position). Berbeda halnya dengan trader pemula, karena mereka jelas tidak memiliki modal besar, tentu mereka akan memilih untuk bertransaksi dalam periode singkat.

    Trader pemula dianjurkan untuk menggunakan lebih dari satu MA berperiode pendek (5, 10, 20) digandengkan dengan MA berperiode panjang untuk membantu memprediksi arah trend. Pada saat satu atau lebih MA berperiode pendek menyentuh MA berperiode panjang, saat itu juga trader dapat menentukan posisi.

    Apabila beberapa MA berperiode pendek nampak akan crossover dengan MA berperiode panjang ke arah atas, maka trader mulai bersiap menangkap sinyal beli. Sebaliknya, ketika beberapa MA berperiode pendek bergerak akan memotong garis MA berperiode panjang, bersiap-siaplah pada posisi jual.

    Moving Average dapat memberikan isyarat kepada trader untuk cepat-cepat membuka posisi selagi trend masih berjalan. Sedangkan bila MA nampak statis dalam waktu lama, atau mulai menunjukkan kecenderungan untuk berbalik arah, maka itu bisa menjadi isyarat untuk melakukan close position.

    Setelah Anda membaca artikel di Atas, ingatlah juga bahwa menggunakan MA semata wayang tidak bisa menjamin 100% mendatangkan profit, Anda juga harus belajar menggunakan indikator lainnya untuk mengonfirmasi keakuratan data yang telah diberikan Moving Averages.

    Sumber : seputarforex.com

    #9067
    senjanjani
    Participant

    Moving Average: Indikator Sederhana Dengan Banyak Fungsi

    Moving Average (dengan berbagai macam variannya) bisa dikatakan sebagai indikator yang sederhana tetapi multi fungsi. Indikator ini tersedia di semua platform trading, bahkan menjadi indikator default yang terpasang di chart. Banyak trader yang memanfaatkan fungsi Moving Average, karena inilah indikator yang biasanya mereka kenal pertama kali. Meskipun terlihat simpel, jangan dulu meremehkan indikator yang satu ini. Di balik penampilannya yang sederhana, sebenarnya banyak informasi yang bisa kita ambil dari segaris indikator Moving Average, maupun kombinasi beberapa garis Moving Average.

    Mengenal Moving Average Sebelum Menggali Fungsinya
    Memahami Moving Average sama dengan mempraktikkan metode sederhana membaca pergerakan harga dari waktu ke waktu. Sesuai dengan artinya secara harfiah, teknik “Moving Average” berarti menggunakan rata-rata harga penutupan (Closing Price) dari pasangan mata uang yang bergerak dari waktu ke waktu. Jika diaplikasikan pada grafik harga dalam platform trading forex, maka Moving Average akan terlihat seperti berikut:



    Moving Average terbagi menjadi 3:
    Simple Moving Average (SMA)
    SMA dihitung dengan rumus Moving Average dasar, yaitu nilai rata-rata pergerakan harga dalam periode tertentu. SMA merupakan jenis Moving Average paling sederhana dan paling banyak dimanfaatkan oleh trader, khususnya SMA-200 Day. SMA-200 Day digunakan oleh berbagai institusi keuangan dan bank-bank besar sebagai acuan tren jangka panjang, karena Bounce dan Breakout dari SMA-200 Day dianggap sangat signifikan untuk mengetahui tren harga.

    Exponential Moving Average (EMA)
    Sama seperti SMA, EMA dihitung berdasarkan nilai rata-rata pergerakan harga dalam periode tertentu, tetapi ditambahkan pembobotan (Multiplier) lebih tinggi bagi harga yang lebih baru. Dengan begitu, EMA bisa menghasilkan pembacaan yang ‘lebih halus’ dibandingkan SMA. Cara menghitung EMA adalah dengan rumus:

    EMA = 2 / (n+1) x 100%

    N adalah periode yang dipakai, dan hasil dari pembobotan dihitung dalam satuan persen yang disebut EMA%. Misalnya, EMA dari periode 20 hari:

    2 / (20+1) x 100% = 9.52%

    Indikator EMA lebih populer dibanding SMA, terutama bagi para trader harian yang lebih banyak mengandalkan sinyal trading cepat nan akurat.

    Weighted Moving Average (WMA)
    Selain SMA dan EMA, ada juga WMA. Perhitungan WMA diambil berdasarkan pembagian dari jumlah keseluruhan periode. Misalnya, WMA dengan periode 3 hari artinya: menghitung jumlah seluruh data dibagi jumlah periode. Dibandingkan dengan SMA, WMA lebih sensitif sehingga lebih cepat dalam menghasilkan sinyal. Namun perlu diperhatikan bahwa WMA memiliki lebih banyak Noise.

    Sumber : seputarforex.com

    #9068
    rahmatrabani
    Participant

    DISIPLIN MERUPAKAN ASPEK PENTING DARI PERJUANGAN EMOSI

    Disiplin membantu sekali mengendalikan emosi trading Forex dan untuk semua hal, itu memperkuat seseorang dan menahan diri untuk mengambil tindakan ugal-ugalan. Menandai target trading: jumlah maksimal transaksi yang menguntungkan. Hal ini diperlukan untuk berjuang bukan untuk memicu adrenalin melainkan untuk menjadi puas dengan keuntungan yang diterima dari masing-masing posisi terbuka. Jadilah metodis, dan melakukan semua prinsip-prinsip strategi trading secara konsisten.
    Perhatian! Hanya trader yang mampu mengendalikan diri yang akan memiliki kesempatan untuk mengoperasikan terminal trading pada hari berikutnya. Apakah anda ingin melanjutkan kegiatan favorit anda besok?
    Batasi resiko dan terampil mengelola modal anda. Keinginan untuk melanggar manajemen keuangan disebabkan oleh keserakahan atau ambisi untuk mendapatkan kembali dana yang hilang sebelumnya. Memahami keputusasaan strategi perilaku tersebut. Seorang trader individu tidak dapat mengatur pergerakan harga, ia hanya menemukan pola yang teratur dan mendapatkan profit dari situ. Jika anda tidak bisa mengontrol proses di pasar, apakah harus untuk mengambil resiko tinggi?
    Singkirkan kesombongan pribadi yang muncul setelah serangkaian transaksi sukses. kepercayaan diri yang berlebihan menyebabkan hilangnya rasa realitas dan impuls yang terjadi mengurangi usaha-usaha sebelumnya dan kembali ke nol. Hal ini dimungkinkan untuk menyadari bagaimana mengontrol emosi dalam perdagangan Forex dengan cara memperlakukan transaksi yang menguntungkan dan tidak menguntungkan dengan ketidakpedulian yang sama. Bayangkan saja anda anda sedang memaku. Anda tidak akan begitu sedih jika hanya 8 dari 10 paku masuk papan lurus, dan dua sisanya bengkok. Jika strategi anda adalah menguntungkan dalam 80%, anda akan membuat sebuah tragedi jika kedua paku tersebut bengkok? Terus melanjutkan pekerjaan, jangan membesar-besarkan signifikansi peristiwa positif dan negatif.

    Welcome Bonus $500
    Facebook ForexChief Indonesia
    Twitter ForexChief Indonesia

    #9071
    senjanjani
    Participant

    Untuk memulai trading Forex memang dibutuhkan bukan hanya melatih skill dalam waktu yang singkat. Kadang seorang trader dipaksa untuk jatuh bangun dalam menciptakan sistem yang dapat diandalkan pada saat bertransaksi. Selain itu keberhasilan sebuah transaksi juga didukung oleh kemauan yang kuat, demi membantu trading berjalan dengan lancar.

    Kemauan yang kuat di atas tidak bisa terjadi begitu saja, Anda harus bersabar dan senantiasa berlatih dengan tekun hingga akhirnya kesuksesan berpihak pada Anda. Memiliki tekad bulat serta kemauan yang kuat untuk mempelajari hal-hal mengenai trading dapat membantu terhindar dari kerugian dan kesalahan di dalam bertransaksi.

    #9075
    senjanjani
    Participant

    Fungsi Moving Average Yang Banyak Digunakan Trader
    Fungsi Moving Average yang sangat bermanfaat untuk trader adalah: sebagai pendeteksi tren, penentu nilai tengah harga, serta patokan untuk masuk ke pasar. Karena indikator ini telah banyak dipakai, trader tidak perlu lagi kesusahan menghitung secara manual. Platform-platform trading telah memiliki indikator Moving Average yang secara otomatis menghitungkan hasil sesuai dengan periode yang dibutuhkan. Di bawah ini adalah cara penerapan fungsi Moving Average:

    1. Pendeteksi Tren

    Sebagai indikator yang pada dasarnya “menghaluskan” pergerakan chart, salah satu fungsi Moving Average yang sangat membantu trader adalah untuk mendeteksi arah tren. Teori dasar yang menjadi acuan adalah: jika garis MA cenderung naik, berarti tren cenderung Bullish. Jika garis Moving Average turun, berarti tren cenderung Bearish. Namun apabila Moving Average membentuk pola bukit dan lembah secara simultan, berarti tren cenderung Sideways.

    Untuk mendapatkan fungsi Moving Average yang kita harapkan, Time Frame dan periode dari indikator ini bisa diatur untuk mendeteksi tren dalam jangka waktu tertentu. Misalnya kita ingin mendeteksi tren dalam 2 jam terakhir, maka kita bisa menggunakan Time Frame 15 menit dengan Moving Average periode 8. Demikian seterusnya.



    Pada gambar di atas, garis Moving Average periode 8 pada time frame 15 menit menunjukkan garis yang menurun, bertepatan dengan munculnya harga dari pukul 07:30 hingga 09:30. Itu artinya, tren yang sedang terjadi pada EUR/USD dalam waktu 2 jam terakhir adalah Bearish.

    Sumber : seputarforex.com

    #9076
    rahmatrabani
    Participant

    GAMBARAN TENTANG CONVERGENCE DAN DIVERGENCE DI FOREX

    Pertama-tama mari kita mendefinisikan istilah Convergence dan Divergence.

    Convergence di forex menggambarkan kondisi di mana harga aset dan nilai aset lain, indeks atau lainnya yang berkaitan dan bergerak ke arah yang sama. Sebagai contoh, mari kita asumsikan situasi di mana harga pasar menunjukkan tren naik, dan begitu juga indikator teknikal kami. Dalam hal ini, kita menghadapi momentum berkelanjutan, dan ada kemungkinan besar bahwa tren akan bertahan. Jadi, di sini harga dan indikator teknikal converge (yaitu mengikuti arah yang sama), dan pedagang dapat menahan diri untuk menjual, karena harga kemungkinan akan meningkat terus.

    Divergence pada forex, sebaliknya, menggambarkan kondisi di mana harga aset dan nilai aset lain, indeks atau lainnya yang berkaitan dan bergerak ke arah yang berlawanan. Misalnya, jika kita mempertimbangkan lagi situasi di mana harga pasar naik dan harga indikator teknikal turun, kita akan menghadapi momentum penurunan, dan dengan demikian tanda-tanda pembalikan tren. Harga dan indikator teknikal diverge berbeda, dan karena itu trader dapat memilih untuk melakukan transaksi sell untuk menghasilkan profit yang banyak.
    Jadi, pada dasarnya, trading forex divergence dan trading convergence fokus pada alat yang sama, mekanisme dan merangkum pergerakan yang sama yang dilakukan oleh trader untuk mengevaluasi dinamika pasar.
    Ketika menyelidiki lebih detail sistem forex divergence, harus dikatakan bahwa ada dua situasi memungkinkan: pembalikkan naik (bullish divergence) dan pembalikan turun (bearish divergence).

    Welcome Bonus $500
    Facebook ForexChief Indonesia
    Twitter ForexChief Indonesia

    #9078
    senjanjani
    Participant

    Convergence adalah kondisi dimana pergerakan harga dalam grafik dengan pergerakan indikator bergerak dalam arah yang sama.

    Divergence adalah kondisi dimana pergerakan harga dalam grafik dengan pergerakan indikator bergerak dalam arah yang berlawanan.

    Ada beberapa indikator di platform trading metatrader yang dapat digunakan untuk melihat momentum convergence dan divergence. Indikator-indikator tersebut adalah : Moving Average Convergence Divergence (MACD) , Relative Strength Index (RSI) dan Stocastic Oscilator.

    #9085
    senjanjani
    Participant

    2. Penentu Nilai Tengah Harga

    Di saat market cenderung Sideways, kita bisa menggunakan Moving Average dengan periode 200 di time frame rendah (misalnya 15 menit), sebagai nilai tengah yang nantinya bisa menjadi patokan bahwa harga akan bolak-balik menembus SMA200 tersebut. Pada gambar di bawah ini, kita memakai perpaduan antara indikator SMA dan Parabolic SARuntuk melihat nilai tengah harga yang sering muncul:

    Bisa kita lihat kecenderungan harga untuk bolak-balik memotong SMA 200, sehingga bisa kita ambil patokan: apabila harga di atas SMA 200 dan Parabolic SAR terletak di atas candlestick, maka kita bisa lakukan Open Position Sell. Apabila harga di bawah SMA 200 dan Parabolic SAR terletak di bawah candlestick, maka kita bisa lakukan Open Position Buy.

    Sumber : seputarforex.com

    #9087
    senjanjani
    Participant

    3. Perpotongan Dua Moving Average sebagai Patokan untuk Masuk ke Market

    Moving Average sangat efektif jika digunakan pada pasar yang sedang trending, tetapi akan mengalami sangat banyak Bad Signal saat pasar sedang Sideways. Karena itu, beberapa garis dikombinasikan untuk mendapat fungsi Moving Average yang maksimal. Salah satu metode yang sering digunakan adalah dengan memperhatikan perpotongan dua titik Moving Average.



    Chart di atas adalah chart untuk pair AUD/USD pada time frame Daily dengan 2 SMA yang dipasang, yaitu SMA 20 (warna kuning) dan SMA 50 (warna merah). Nah, apabila SMA 20 memotong SMA 50 dari atas ke bawah, seperti tampak pada titik 1, berarti tren yang sedang terjadi cenderung turun. Dalam kondisi seperti itu, sebaiknya kita melakukan Open Position Sell.

    Garis MA periode pendek yang memotong ke bawah, biasa disebut dengan Death Cross dan sering menjadi sinyal kuat bahwa pasar sedang Bearish. Sebaliknya, jika garis MA tersebut memotong MA periode panjang ke arah atas, maka namanya adalah Golden Cross dan dianggap sebagai sinyal Bullish.

    Penerapan Fungsi Moving Average
    Dapat disimpulkan, agar dapat memanfaatkan fungsi Moving Average dengan baik, trader bisa memahami dulu jenis-jenis MA dan keunggulan mereka. Fungsi Moving Average bisa dimanfaatkan di semua kondisi pasar, baik itu trending maupun sideways. Jika pasar trending, maka cukup perhatikan posisi MA terhadap harga. Apabila pasar sideways, maka gunakan SMA 200 sebagai patokan harga tengah. Selain itu, MA juga bisa digunakan untuk menentukan posisi entry, yakni dengan mengkombinasikan 2 MA dan melihat sinyal crossing-nya.

    Sumber : seputarforex.com

    #9089
    senjanjani
    Participant

    Pilih Teknikal Atau Fundamental

    Salah satu pertanyaan paling umum yang diajukan oleh trader baru biasanya adalah: manakah yang lebih baik? Analisis teknikal atau fundamental?

    Pada dasarnya kedua teknik analisis ini hanya berbeda pada objek yang dianalisis. Analisis teknikal mengacu kepada analisis grafik yang dapat dilakukan melalui corat-coret chart, melihat signal indikator, atau memanfaatkan price action. Sedangkan analisis fundamental mengacu pada data-data perekonomian suatu negara. Tabel di bawah akan memberikan perbedaan antara analisis teknikal dan analisis fundamental:


    Artinya:
    Analisis Teknikal:
    1. Hanya berfokus pada grafik dan perilaku harga masa lalu
    2. Trader akan sering menggabungkan beberapa indikator dan tool

    3. Trader berusaha untuk mengantisipasi pergerakan harga masa depan dengan menggunakan pergerakan price action di masa lalu

    Analisa Fundamental:
    1. Berkonsentrasi pada data keuangan dari ekonomi suatu negara
    2. Trader akan sering mengikuti berita dan pengumuman rilis data
    3. Trader mempercayai sentimen pasar (berdasarkan berita dan rilis data ekonomi)

    Beberapa dari trader ada yang hanya memfokuskan menggunakan analisis teknikal saja. Ada juga yang menggunakan analisa fundamental saja. Nah, supaya tidak bingung untuk memilih manakah teknik yang pas bagi Anda, artikel ini akan menunjukkan bagaimana memilih di antara dua teknik analisis di atas.

    Analisis Teknikal
    Analisis teknikal memiliki peran yang sangat besar di pasar forex. Seni analisis teknikal biasanya memanfaatkan indikator-indikator teknikal dan strategi yang bisa dimanfaatkan oleh trader.
    Ada berbagai macam cara untuk melakukan hal ini, sehingga membuat banyak trader ingin memasukkan beberapa indikator sekaligus sebagai tool analisis teknikal mereka.

    Supaya Anda dapat memahami dan dapat menggunakan analisis teknikal, ikuti gambar di bawah ini:

    Dalam grafik di atas, ditunjukkan bahwa indikator dapat memberi sinyal sesuai aturan yang telah dipahami oleh trader. Analisis ini dapat memberikan banyak informasi, seperti mampu membaca sentimen yang mungkin terjadi pada grafik, atau adanya kemungkinan pembalikan harga.

    Analisis Fundamental
    Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, analisis fundamental bekerja dengan menganalisis berita-berita dan rumor yang terjadi saat ini. Mengingat pentingnya berita mengenai suatu negara, maka Anda harus mengikutinya supaya mendapat informasi yang tepat untuk transaksi trading Anda di masa depan. Informasi dapat diambil dari beberapa website berita, seperti seputarforex.

    Di samping itu pula, berita-berita terstruktur sudah ada pada website-website terkenal lainnya. Seperti forexfactory, dailyfx, dan lain-lain. Untuk memanfaatkan data terjadwal tersebut, Anda dapat melihat pada menu kalender yang sudah disediakan oleh seputarforex. Sehingga Anda akan lebih mudah membuka informasi, sekaligus melihat analisis fundamental, serta rumor yang beredar hanya dalam satu situs.

    Sumber : seputarforex.com

    #9092
    rahmatrabani
    Participant

    INDIKATOR FOREX DIVERGENSI
    Sejumlah indikator forex divergence yang berbeda dapat digunakan dalam trading forex divergensi. Yang paling umum dari mereka adalah sebagai berikut:
    Moving Average Convergence Divergence (MACD) adalah indikator forex divergence berdasarkan evaluasi dari exponential moving average indikator teknikal untuk 26 dan 12 hari atau 9 hari. Dalam trading forex divergence, histogram MACD cara untuk mengungkapkan saat-saat di mana harga melakukan pergerak ke atas atau ke bawah, tetapi MACD tidak melakukannya. Bahkan, situasi seperti menggambarkan divergence antara harga dan momentum. MACD adalah indikator forex divergence cukup sederhana dan mudah digunakan.
    Relative Strength Index (RSI) adalah indikator forex divergence yang didasarkan pada penilaian kekuatan internal saham dan perbandingan berikutnya dari rata-rata perubahan harga naik dan turun. Penggunaan chart RSI mirip dengan penggunaan histogram MACD, dan tugas utamanya di sini adalah untuk mengungkapkan saat di mana harga dan RSI mulai diverging. Ini mungkin indikator divergence yang terbaik di forex agar pedagang mampu melakukan analisa teknikal dasar.
    Stochastic indicator digunakan dalam trading divergence sebagai indikator momentum berdasarkan evaluasi dari harga penutupan saham dan perbandingannya dengan kisaran harga saham tersebut selama periode tertentu. Skema penggunaannya cukup sama seperti pada dua indikator sebelumnya.

    Welcome Bonus $500
    Facebook ForexChief Indonesia
    Twitter ForexChief Indonesia

     

    #9097
    senjanjani
    Participant

    Indikator Pendeteksi Divergence Otomatis

    Satu pertanyaan lain sering mengemuka: adakah indikator teknikal untuk mendeteksi divergensi secara praktis dan otomatis tanpa kita perlu memicingkan mata atau memelototi setiap chart? Jawabannya, ada. Diantaranya:

    Indikator DiverMACD
    Indikator Stochastic Divergence
    Indikator MACD Divergence

    Akan tetapi, perlu diperhatikan bahwa sinyal divergensi kadang-kadang tidak bisa diandalkan. Dan daripada mempercayai tools otomatis yang tak bisa membedakan handal atau tidaknya suatu sinyal, agaknya tetap lebih baik mengandalkan diri sendiri. Modifikasi parameter indikator untuk trading Divergence yang telah dipilih, sesuaikan dengan timeframe dan kondisi pasar saat Anda akan bertrading, lalu pilih sinyal dengan cermat dan jangan lupa melakukan konfirmasi dengan indikator lain juga.

    #9099
    senjanjani
    Participant

    Trading Mengikuti Metode, Pasar Mengikuti Emosi

    Konsep dasar untuk memperkirakan pergerakan pasar secara optimal adalah dengan disiplin dalam trading. Trading selalu berdasarkan metode dan kita mesti mengikuti metode tersebut, sedang pergerakan pasar adalah cerminan dari emosi para pelakunya. Trading adalah methodical sedang pasar adalah emosional. Tampaknya sederhana untuk dimengerti tetapi sering kali yang terjadi adalah sebaliknya sehingga kita terjebak pada keadaan yang emosional ketika trading, yang bisa menghancurkan account kita.



    Sebagai contoh, trader cenderung emosional karena ia mengira pergerakan pasar mengikuti metode tertentu. Semisal ia menggunakan pendekatan dengan garis trend untuk entry. Metode ini bisa berjalan baik berkali-kali pada waktu sebelumnya, dan ketika sekarang pergerakan pasar berlawanan dengan yang diharapkan, trader tersebut cenderung emosional. Katakan ia menggunakan garis support berdasarkan uptrend yang sedang terjadi dan entry buy pada level yang dekat dengan garis tersebut. Ia tidak mengerti mengapa harga bergerak menembus garis tersebut dan tidak bouncing (bergerak memantul sehingga searah dengan trend sekarang).

    Pada intinya trader tersebut memproyeksikan pendekatan methodical ke pasar dan yakin bahwa pasar juga bergerak mengikuti metode tertentu. Dalam contoh ia percaya bahwa jika garis uptrend (garis support) tersebut break (ditembus) maka itu adalah false break (salah) dan berharap harga akan bergerak balik sesuai dengan yang diharapkannya.

    Trader tersebut telah melibatkan emosinya dalam trading dengan mengasumsikan pasar bergerak mengikuti suatu metode tertentu. Ketika pasar tidak bergerak sesuai dengan yang diharapkan, ia akan menerapkan cara-cara yang bisa merugikan rencana trading dan juga account-nya. Cara tersebut misalnya averaging pada posisinya yang sedang loss, mencabut stop loss sehingga tidak menggunakan stop loss, atau memperlebar jarak stop loss. Cara-cara tersebut adalah kesalahan yang umum dilakukan oleh trader yang emosional.

    Ketika Anda hendak entry harus selalu ingat bahwa strategi entry Anda berdasarkan suatu metode tertentu dan tidak terlalu bergantung pada prasangka Anda terhadap pergerakan harga pasar. Jika Anda terlalu berharap, Anda akan kecewa. Trader sering salah mengerti dan mengira bahwa strategi trading yang mempunyai winning ratio (angka perbandingan profit) tinggi akan selalu profitable. Dalam kenyataannya strategi yang paling baguspun hanya menghasilkan probabilitas profit antara 40% hingga 50% setiap kali trade.

    Yakinlah pada metode trading Anda yang telah teruji dan tradinglah dengan metode tersebut secara disiplin. Biarkan pasar yang emosional menentukan hasil trading Anda. Sebisa mungkin usahakan untuk tidak menggunakan leverageyang terlalu tinggi untuk menjaga equity Anda jika terjadi margin call, dan jangan terlalu berharap pada pergerakan harga pasar.

    Sumber : seputarforex.com

    #9101
    rahmatrabani
    Participant

    Penyebab Kerugian Trader

    Rugi saat trading forex bisa disebabkan oleh analisa yang kurang tepat, kondisi market yang tidak sesuai dengan style strategi yang digunakan, dan sejenisnya.

    Namun, sebagian besar penyebab kerugian ataupun kehilangan seluruh modal (margin call) dari seorang trader umumnya disebabkan oleh faktor trader itu sendiri seperti :

    • Menggunakan nilai lot yang terlau besar ( full lot ? ). Anda tidak melakukan perhitungan yang cermat dengan lot yang anda gunakan, karena keputusan transaksi yang anda lakukan tidak melibatkan faktor resiko.
    • Tidak menggunakan stop loss atau cut loss. Stop loss merupakan pengaman/safety belt bagi anda sendiri. Adanya stop loss atau cut loss transaksi yang jelas akan dapat membatasi kerugian yang anda alami.
    • Averaging negatif dalam transaksi. Maksud dari istilah ini adalah menambah posisi transaksi saat kondisi transaksi yang anda lakukan sedang minus. Sebetulnya hal ini tidak masalah selama anda memang memperhitungkan hal ini. yang jadi masalah, biasanya averaging negatif terjadi dilakukan tanpa perhitungan yang matang.

    Agar dapat membangun strategi dan cara trading forex yang aman, anda perlu meminimalir ketiga hal diatas . Cara trading forex yang benar perlu memasukan manajemen ketiga unsur diatas.

    Welcome Bonus $500
    Facebook ForexChief Indonesia
    Twitter ForexChief Indonesia

    • This reply was modified 1 month, 1 week ago by rahmatrabani.
Viewing 15 posts - 1,186 through 1,200 (of 1,310 total)
  • You must be logged in to reply to this topic.