Welcome Bonus $100 dari ForexChief​

MTI Forums Lain-Lain Iklan Welcome Bonus $100 dari ForexChief​

Viewing 15 posts - 1,171 through 1,185 (of 1,190 total)
  • Author
    Posts
  • #9009
    senjanjani
    Participant

    Terlepas dari berbagai kelebihannya, trading forex dapat diibaratkan pedang bermata dua. Trading forex dapat membuat kita jadi kaya, tetapi juga bisa dalam sekejap mengikis habis modal kita. Tak peduli apakah forex Anda anggap sebagai salah satu jenis investasi atau sebagai perdagangan biasa, yang jelas resiko trading forex itu tinggi.

    Resiko paling besar bersumber dari pergerakan harga itu sendiri. Jika Anda bisa menganalisa kondisi pasar dan melakukan pengaturan transaksi dengan tepat, maka keuntungan bisa didapat.

    #9012
    senjanjani
    Participant

    Trading Agresif Dan Trading Defensif

    Sebuah alasan mengapa kebanyakan trader begitu sulit menghasilkan profit dengan konsisten diungkapkan oleh hedge fund manager terkemuka Amerika Serikat Ray Dalio, pendiri dan pemilik perusahaan hedge fund terbesar dunia Bridgewater Associates, seperti dalam buku Hedge Fund Market Wizards:

    “Dalam trading, Anda harus agresif dan defensif pada saat yang bersamaan. Jika Anda tidak agresif maka akan sulit menghasilkan profit, tetapi jika tidak defensif Anda akan sulit mempertahankan profit yang telah Anda peroleh sebelumnya”.

    Masalah yang sering dihadapi kebanyakan trader adalah keseimbangan untuk bisa bertindak cukup agresif agar bisa mendapatkan profit sementara menjadi cukup defensif untuk mempertahankan profit yang telah didapatkan sebelumnya. Berikut ini beberapa tip untuk menyimbangkan tindakan agresif dan defensif ketika trading, agar dalam jangka panjang bisa menghasilkan profit yang konsisten:

    Menjadi Trader Agresif, Tetapi Tidak Terlalu Agresif
    Sebagai seorang trader, Anda tentu sering tergoda untuk melakukan trade sebanyak-banyaknya dan kadang dengan resiko yang lebih besar dari yang telah direncanakan demi untuk memperoleh profit yang lebih. Hal itu sangat wajar mengingat misi alami seorang trader sebenarnya ingin mengeruk profit sebesar mungkin dalam waktu yang sangat singkat. Pikiran yang sering ada pada trader adalah ‘kalau pasar sedang bagus kenapa tidak? Besok belum tentu akan trending lagi seperti ini..’

    Memang tidak mudah menghilangkan perilaku tersebut, bahkan trader yang telah berpengalaman sering kali terjebak oleh pikiran ingin kaya dengan cepat. Dengan demikian sebenarnya sangatlah mudah bagi kebanyakan trader untuk menjadi terlalu agresif. Namun dalam kenyataannya terlalu agresif akan menyebabkan over tradingyang cepat atau lambat akan menggerogoti profit yang telah diperoleh sebelumnya, yang jika tidak cepat dihentikan pada akhirnya akan menyebabkan margin call. Berikut ini cara agar trader tetap agresif tetapi tidak terlalu agresif:

    1. Memutuskan untuk disiplin dengan masuk pasar hanya berdasarkan sinyal trading yang dihasilkan oleh sistem trading yang telah ditentukan. Sistem trading meliputi metode trading, strategi dan money management, jadi seharusnya Anda tahu apa sebenarnya yang Anda cari dari pergerakan harga pasar. Buatlah kesepakatan dalam rencana trading bahwa Anda hanya akan masuk pasar jika keadaan pasar telah sesuai dengan strategi Anda.

    2. Tidak ragu-ragu atau terlalu percaya diri ketika Anda telah melihat adanya sinyal untuk entry. Ragu-ragu akan menyebabkan Anda kurang agresif dengan kemungkinan melewatkan peluang untuk memperoleh profit, tetapi terlalu percaya diri akan menyebabkan Anda entry dengan mengabaikan sinyal, atau yang juga sering terjadi adalah dengan memperbesar ukuran lot karena yakin bahwa strategi yang Anda gunakan pasti benar. Perilaku terlalu percaya diri ini sering dialami oleh trader yang pernah mendapatkan profit secara beruntun.

    Menjadi Trader Defensif, Tetapi Tidak Terlalu Defensif
    Secara emosional, trader lebih mudah untuk menjadi agresif daripada defensif. Dalam pikiran mereka trading adalah cara untuk mendapatkan uang dengan masuk pasar, jadi apa gunanya trading kalau hanya mengamati pergerakan harga tanpa sering-sering masuk pasar? Tetapi pengalaman menunjukkan ketika mereka mengalami kerugian yang diluar ekspektasinya mereka akan cenderung terlalu defensif.

    Terlalu defensif bukan berarti kurang agresif atau ragu-ragu, melainkan sengaja tidak mau masuk pasar walaupun ada sinyal karena takut rugi. Secara emosional, perilaku terlalu defensif disebabkan rasa takut yang berkepanjangan dimana trader menjadi sangat jarang masuk pasar karena dihantui oleh takut menderita kerugian lagi, meski niatnya masih ingin trading. Kasus semacam ini banyak dijumpai pada trader yang akun-nya tidur (sleeping account).

    Pada dasarnya, “defensif” berarti secara emosional tidak mudah tergoda oleh pergerakan harga yang menyebabkan trader masuk pasar diluar sinyal yang telah disepakati, sementara “terlalu defensif” mengacu pada takut rugi yang berlebihan sehingga akan menggerogoti profit yang telah diperoleh sebelumnya. Biasanya perilaku terlalu defensif dialami oleh trader yang pernah menderita kerugian beruntun.

    Untuk menyiasati hal ini, dianjurkan untuk menarik (withdraw) keuntungan yang telah Anda peroleh secara berkala sehingga secara psikologis Anda akan percaya bahwa trading memang bisa menghasilkan. Dengan mengamankan sebagian atau seluruh profit yang telah Anda dapatkan diharapkan Anda tidak akan takut lagi untuk masuk pasar. Kelak Anda bisa mulai menambah dana atau meningkatkan ukuran lot trading ketika Anda sudah tidak terlalu agresif atau tidak terlalu defensif.

    Sumber : seputarforex.com

    #9015
    senjanjani
    Participant

    2 Metode Untuk Melatih Kesabaran Dalam Trading

    Trader yang telah berpengalaman dan bijaksana akan selalu menganjurkan para trader pemula untuk trading dengan sabar dan menghindari keterlibatan emosi ketika mengambil keputusan yang penting. Anjuran itu memang sederhana dan rasanya tidak sulit untuk dilakukan terutama jika Anda masih bermain-main dengan account demo. Anda memang bisa melakukannya, sabar dan tidak emosional. Tetapi apa yang terjadi bila dana Anda telah benar-benar terlibat?

    Ketidaksabaran biasanya terjadi ketika Anda trading pada pasar yang ranging atau sideways. Anda tidak sabar untuk segera menutup posisi karena pergerakan harga memang cenderung lambat. Secara psikologis, ketidaksabaran timbul karena ingin secepatnya meraup profit, ataupun merealisasikan kerugian agar bisa kembali entry.

    Yang biasa terjadi adalah trader menutup posisi sebelum level Stop Loss atau target terkena. Padahal, trader legendaris Jesse Livermore pernah mengatakan: “spekulator yang pandai selalu sabar dan memiliki dana cadangan”.

    Mengurangi Position Size Atau Memperkecil Leverage
    Dari survey yang pernah dilakukan pada sejumlah trader yang sering mendapatkan profit dengan cepat, mereka cenderung yakin bahwa untuk trade-trade berikutnya akan berulang seperti itu, sehingga ketika harga tidak menyentuh level target profit dengan cepat, maka mereka akan menutup trade tersebut sebelum waktunya, meskipun kadang mereka mengalami kerugian.

    Survey lain menunjukkan setelah trader mengalami kerugian, ia sangat berharap dan kadang yakin bahwa trade berikutnya pasti profitable. Alhasil ia memperbesar position size di luar rencana trading, dan dengan demikian ia juga memperbesar resiko.

    Apakah benar trade tersebut profitable? Tidak seorangpun tahu, termasuk trader tersebut. Yang pasti ia telah menyalahi aturan yang telah ditetapkannya sendiri mengenai besarnya resiko yang bisa ditanggung pada setiap trade. Perlu diketahui, persentase profit yang mesti Anda peroleh untuk menutup kerugian adalah lebih besar dari persentasi kerugian itu sendiri. Jika Anda rugi 25% dari balance, maka harus profit 33.3% agar breakevenatau balik modal.

    Dengan mengurangi position size (bukan malah memperbesar) ketika Anda merasa tidak sabar, maka akan bisa meredakan stress karena tidak terlalu khawatir lagi pada besarnya kerugian yang bakal Anda alami. Dengan cara ini Anda akan bisa melatih kesabaran.

    Selain mengurangi position size, Anda juga bisa memperkecil leverage, sehingga margin Anda lebih besar. Margin Call akan membatasi besarnya kerugian jika mungkin Anda tidak menggunakan Stop Loss. Namun, hal ini tergantung dari broker Anda, apakah bisa berganti leverage pada setiap trade.

    Melihat Trend Pada Time Frame Yang Lebih Tinggi
    Metode kedua agar bisa lebih sabar adalah dengan melihat trend pergerakan harga pada time frame yang lebih tinggi. Saat ini trading USD/CNH (USD versus Chinese Yuan) pada time frame 1 jam (H1) atau yang lebih rendah, pergerakan harganya begitu choppy dengan trend yang tidak beraturan.

    Jika Anda hanya memperhatikan time frame tersebut dan kurang sabar, maka akan cenderung stress dan mungkin frustasi. Namun, Anda akan lebih tenang dan sabar setelah mengamati trend pasangan mata uang tersebut pada time frame harian (daily) yang masih bergerak konsisten uptrend.



    Trader harian yang telah berpengalaman selalu melihat ke time frame yang lebih tinggi, sehingga mereka tampak lebih sabar. Anda bisa melatihnya juga. Selain USD/CNH, pasangan lain yang saat ini sedang trending dengan kuat adalah GBP/AUD, AUD/NZD, XAG/USD (Silver versus USD) dan juga USD Index.

    Sumber : seputarforex.com

    #9018
    senjanjani
    Participant

    Mengontrol Keserakahan Dalam Trading

    Ada berbagai pernyataan dan pertanyaan yang dilontarkan para trader, ketika berhadapan dengan masalah keserakahan dalam trading, seperti misalnya: “Keserakahan telah menguasai tradingku”, atau “Bagaimana saya bisa mengendalikan diri untuk tidak serakah?”. Pertanyaan-pertanyaan seperti ini seringkali masih diperdebatkan oleh kalangan trader. Jadi, bagaimana seorang trader dapat mengendalikan diri mereka untuk tidak terjebak dalam keserakahan trading?

    Langkah Pertama
    Anda harus secara pribadi, menyadari bahwa keserakahan akan berpengaruh negatif terhadap trading Anda. Untuk menjaga emosi yang merugikan seperti ini, Anda harus memiliki perencanaan trading yang mantap. Rencanakan transaksi dengan baik, sebelum Anda melakukan open position. Penempatan strategi ini diharapkan dapat menjadi kendali Anda untuk menghindari segala hal yang bersifat serakah dalam trading.

    Lebih baik lagi, jika perencanaan tersebut diuji coba terlebih dahulu. Dengan adanya pengujian strategi, maka rencana trading yang bisa Anda lakukan adalah menambahkan ukuran balance menjadi berlipat ganda secara keseluruhan.

    Langkah Kedua
    Untuk menghindari keserakahan, ambillah trading sesuai dengan rencana yang telah disusun.
    Jika pergerakan harga tidak sesuai dengan prediksi, maka batalkan transaksi. Masukilah pasar ketika ada peluang yang sangat tinggi untuk untung. Jika tidak ada peluang keuntungan, maka lebih baik Anda tidak merisikokan trading apapun.

    Langkah Ketiga
    Mengatasi keserakahan tidak hanya sebatas mengetahui peluang probabilitas saja. Tetapi juga mengenai pemahaman manajemen risiko. Seperti misalnya, aturan minimal 5% balance perlu diterapkan dalam trading Anda. Rasio yang dapat diterapkan adalah 1:2. Tidak diperbolehkan bagi trader untuk melakukan terlalu banyak open position dalam satu waktu. Hal ini dikarenakan, apabila trading dilakukan dengan banyak posisi, maka kemungkinan untuk melakukan keserakahan akan semakin besar.

    Langkah Keempat
    Terakhir, setelah trading dieksekusi, maka tugas Anda hanyalah membiarkannya sampai proses transaksi menjadi profit. Namun, ketika harga bergerak tidak sesuai dengan arah transaksi pada saat itu, Stop Loss (SL) merupakan tempat teraman untuk melakukan close position. Kegunaan trader keluar dari trading adalah untuk menghindari terlibatnya emosi dalam pengambilan keputusan trading.

    Ketika Anda mencoba untuk melihat grafik, memeriksa trend trading, melihat level support dan resistance, fundamental dan sejenisnya, lakukanlah dengan tanpa emosi. Dengan begitu, rencana yang telah disusun murni berdasarkan keadaan pikiran akan fakta saja. Sebaliknya, jika emosi sudah terlanjur menguasai diri Anda, yang terjadi nantinya adalah rencana trading akan gagal tereksekusi. Akibatnya trading pun akan menjadi tidak terkendali, kemudian semua trading yang telah Anda lakukan akan hangus dan musnah karena keserakahan tersebut.

    Kesimpulan
    Berurusan dengan keserakahan bukanlah sesuatu yang dapat diselesaikan dengan melakukan beberapa trading dalam beberapa hari saja. Namun, harus dilakukan dengan kesadaran pribadi dan mengerti bahwa keserakahan akan berdampak negatif, serta teruslah melakukan langkah-langkah positif dengan tujuan utama “bebas dari keserakahan trading forex”.

    Sumber : seputarforex.com

    #9020
    rahmatrabani
    Participant

    Disiplin Dalam Trading

    Disiplin merupakan satu hal yang perlu anda pegang agar bisa anda bisa menemukan cara untuk trading secara simple tapi untung . Laksanakan rule dari sistem trading yang anda gunakan dengan benar. Gunakan perhitungan money management dengan teratur tanpa loncat-loncat tidak jelas.

    Dalam prakteknya, banyak sistem trading simple tapi bisa memberikan untung lumayan. Namun hal yang perlu dicatat dan dipahami ; keuntungan yang didapatkan tidak selalu berupa setiap transaksi anda untung, tapi lebih kepada jumlah akumulasi hasil trading yang anda dapatkan dalam waktu tertentu yang setelah dijumlahkan antara hasil transaksi loss dan profit, masih memberikan keuntungan untuk anda .

    Sejauh yang kami lihat, tidak terdapat satupun sistem trading yang mampu memberikan untung dalam setiap transaksi lho . untuk jangka pendek mungkin ada, tapi tidak untuk jangka panjang.

    forex trading lebih seperti marathon dibandingkan dengan sprint. Anda butuh waktu dan “stamina” yang kuat untuk mencapai tujuan finish ; konsisten profit dalam forex trading .

    Welcome Bonus $500
    Facebook ForexChief Indonesia
    Twitter ForexChief Indonesia

     

    #9021
    senjanjani
    Participant

    Disiplin tidaklah datang dengan sendirinya. Memangnya Anda sudah dianugerahi kedisiplinan begitu lahir? Tentu tidak. Disiplin bukanlah bakat alamiah seseorang, melainkan harus melalui latihan dan pembiasaan.

    Sebenarnya setiap orang bisa menjadi disiplin, namun memang kata itu lebih mudah diucapkan daripada dilakukan. Adalah biasa bahwa setiap langkah awal terasa lebih berat, termasuk menjalankan disiplin dalam trading. Ambil contoh: mengeksekusi stop-loss. Pertama kali melakukan itubiasanya terasa sangat menyakitkan, hingga mungkin akan menyebabkan Anda memutuskan untuk tidak mempergunakan stop-loss sama sekali.

    Itu jelas berbahaya, namun terkadang orang harus berhadapan dengan bahaya dulu sebelum menyadari kekeliruannya. Seperti contoh di atas, tanpa stop-loss Anda akan menghadapi resiko kerugian yang tak terukur, bahkan hingga menghabiskan modal Anda. Pada saat seperti itulah orang biasanya akan berpikir, “Seandainya tadi saya pasang stop-loss….”

    Biasanya begitu. Tetapi tidak sedikit pula yang dengan pandirnya menjatuhkan diri ke lubang yang sama berkali-kali. Trader bebal seperti itulah yang memiliki riwayat frekuensi deposit jauh lebih banyak daripada withdrawal. Deposit, habis, deposit lagi, habis lagi. Begitu terus berulang-ulang.

    Kecuali jika Anda ingin terjebak dalam lingkaran setan tersebut, ada baiknya Anda mulai mengetahui apa saja yang harus Anda lakukan untuk membentuk kedisiplinan dalam forex trading.

    #9027
    rahmatrabani
    Participant

    Social Trading Broker Luar

    Dan di awal perkembangannya Social Trading Network bermula dari perusahaan seperti Tradency dan Zulu Trade. Bahkan kedua2nya menawarkan social trading platform yang dibuat khusu untuk bisa beroperasi pada MT4 pada umumnya. Dan melalui konsep jaringan sosial trading, agan bisa melakukan apa yang dinamakan copy trading. Dengan menjadi follower dari trader trader professional, seorang trader bisa menduplikasi account trading trader lainnya dan menerapkannya kedalam account agan.

    Dengan cara menghubungkan satu account trading dengan account lainnya (follower to leader), secara otomatis semua transaksi baik open/close posisi hingga penentuan TP/SL pada account akan sama dengan settingan account trader yang diikuti. Sistem ini juga bekerja secara bersamaan, yaitu apabila trader yang di ikuti melakukan entry posisi, maka account trader yang mengikuti juga akan melakukan hal yang sama secara real time.

    Welcome Bonus $500
    Facebook ForexChief Indonesia
    Twitter ForexChief Indonesia

     

    #9029
    senjanjani
    Participant

    Pengertian Simple Moving Average

    Pada artikel kali ini saya akan membahas mengenai Simple Moving Average yang banyak digunakan oleh trader di seluruh dunia. Simple Moving Average (SMA) adalah salah satu jenis indikator Moving Averages yang paling sederhana untuk trading. Pada dasarnya, Simple Moving Average dihitung dengan menjumlahkan beberapa harga penutupan terakhir, disini saya sebut X periode, dan kemudian membagi jumlah tersebut dengan X. Hasilnya akan menjadi rata-rata bergerak yang terus berubah seiring dengan perjalanan waktu, selama harga masih dimunculkan oleh pasar.

    Pengertian Simple Moving Average
    Apabila Anda merencanakan dalam jangka waktu 5, maka Simple Moving Average pada grafik 1-jam, Anda akan menambah harga penutupan selama 5 jam terakhir, dan kemudian membagi jumlahnya dengan 5. Voila! Anda memiliki harga penutupan rata-rata selama lima jam terakhir. Rumus ini sama dengan cara penghitungan Moving Averagespada umumnya.

    Apabila Anda plot secara sederhana 5-Simple Moving Average pada grafik 10 menit, maka Anda akan menambah harga penutupan dari 50 menit terakhir dan kemudian bagi jumlahnya dengan 5. Namun, apabila Anda plot jangka waktu 5-Simple Moving Average pada grafik 30 menit, maka Anda akan menambah harga penutupan dari 150 menit terakhir dan kemudian bagi jumlahnya dengan 5. Hal yang sama juga berlaku untuk perhitungan Simple Moving Average pada time frame yang lebih tinggi.

    Pada paket charting kebanyakan, Simple Moving Average akan dihitung secara otomatis oleh software, sehingga memudahkan Anda sebagai trader. Meski demikian, cara menghitung Simple Moving Average itu sangat penting untuk dipahami, agar Anda akan mengetahui cara mengedit dan tweak pada indikator tersebut. Memahami bagaimana cara memahami indikator tersebut bekerja, berarti Anda sudah dapat mengatur dan menciptakan strategi yang berbeda, maupun menggunakannya dalam trading.

    Berikut adalah contoh bagaimana Simple Moving Average memperlancar Anda dalam menganalisa pergerakan harga suatu pasangan mata uang.


    Pada gambar grafik di atas, saya telah memasang tiga buah SMA yang berbeda pada chart 1 jam, pada pasangan mata uang USD/CHF. Seperti yang Anda lihat, semakin besar period SMA, maka akan semakin tertinggal harganya. Kemudian coba Anda perhatikan bagaimana 62-SMA berada lebih jauh dari pergerakan harga dibanding 30-SMA dan 5-SMA. Hal ini dikarenakan 62-SMA menambahkan hingga harga penutupan 62 periode terakhir dan kemudian membaginya dengan 62.

    Indikator SMA Menunjukkan Arah Pergerakan Harga
    SMA dalam gambar tersebut menunjukkan secara keseluruhan sentimen pasar pada titik waktu ini. Di sini, kita dapat melihat bahwa pasangan mata uang USD/CHF ini trennya sedang beranjak naik. Alih-alih hanya menunjukkan pergerakan harga pasar saat ini, Moving Average memberi kita pandangan yang lebih luas, dan kita sekarang dapat mengukur secara umum arah pergerakan suatu harga di masa depan.

    Pada umumnya, trader menganggap harga sedang bullish (cenderung bergerak naik) jika harga sekarang berada di atas SMA. Sebaliknya, harga dianggap sedang bearish (cenderung bergerak menurun) jika harga sekarang berada di bawah SMA. Selain itu, persimpangan (crossover) yang muncul ketika SMA dengan periode terkecil (misalnya 5-SMA) melintasi SMA lainnya dengan periode lebih tinggi (misalnya 30-SMA dan 62-SMA), seperti yang nampak di sisi paling kiri pada gambar di atas, bisa dibaca sebagai awal dari pergerakan naik harga.

    Kelemahan Indikator SMA
    Dengan menggunakan SMA, kita bisa tahu apakah pasangan itu trennya sedang naik, turun, atau hanya sideway. Hanya saja, terdapat satu permasalahan pada Simple Moving Average, yaitu rentan terhadap lonjakan.

    Ketika hal ini terjadi, maka akan timbul sebuah sinyal palsu pada chart yang kita amati. Dengan demikian, kita dapat berpikir bahwa tren baru akan segera berkembang, tetapi dalam kenyataannya, tidak ada yang berubah. Apabila Anda menggunakan indikator Simple Moving Average pada sistem trading Anda, sebaiknya menggunakan indikator tambahan seperti Oscillator untuk mengkonfirmasi pergerakan, agar tidak terjebak sinyal palsu.

    Sumber : seputarforex.com

    #9032
    senjanjani
    Participant

    3 Cara Trading Dengan Moving Averages

    Moving Averages (MA)adalah indikator trend yang paling populer. Dengan mengetahui penerapannya dalam trading akan sangat membantu dalam memutuskan untuk entry. Moving Averages adalah yang paling sederhana diantara indikator teknikal lainnya, biasanya dihitung dari penjumlahan harga penutupan pada suatu periode tertentu dibagi dengan jumlah satuan waktu pada periode tersebut. Jika harga bergerak uptrend, kurva MA akan bergerak keatas, dan sebaliknya pada saat pergerakan harga downtrend, kurva MA akan bergerak kearah bawah.

    Walaupun indikator ini lagging atau lebih lambat dari pergerakan harga, tetapi dianggap cukup ideal untuk mengidentifikasi kondisi trend yang sedang terjadi guna memprediksi arah pergerakan harga selanjutnya, terutama jika digunakan dengan kombinasi pada beberapa periode atau lazim disebut dengan multiple moving averages. Selain itu, MA juga sering dikombinasikan dengan indikator oscillator sebagai konfirmasi untuk entry.

    Ada 3 cara dalam menggunakan indikator MA yang dianggap cukup efektif, yaitu sebagai penyaring arah trend (trend filter), sebagai pemicu (trigger) untuk membuka posisi dan identifikasi titik perpotongan (crossover) untuk konfirmasi terjadinya koreksi atau pembalikan arah trend (trend reversal).

    1. Trading Dengan Moving Averages Sebagai Penyaring Arah Trend (Trend Filter)
    Karena MA dianggap cukup ideal untuk mengidentifikasi trend, trader hanya perlu menambahkan satu indikator lagi sebagai konfirmator momentum untuk entry. Arah trend sudah tersaring, jika harga bergerak di atas kurva MA berarti kondisinya uptrend dan trader akan membuka posisi buy. Sebaliknya ketika harga bergerak di bawah kurva MA, maka trader bisa membuka posisi sell.

    Periode MA sebagai filter jangka panjang yang lazim adalah 200 hari (SMA-200 day), sedangkan indikator momentum yang sering diterapkan adalah CCI (Commodity Channel Index) seperti contoh berikut:

    Kurva SMA-200 day digunakan sebagai penyaring arah trend, dan CCI diterapkan sebagai penentu momentum entry. Lakukan Buy bila CCI di atas level -100.

    2. Trading Dengan Moving Averages Sebagai Pemicu Untuk Membuka Posisi
    Cara ini adalah yang paling sederhana dengan indikator tunggal. Secara logika, bila harga memotong kurva dan ditutup di atas atau di bawah garis kurva searah dengan trend yang sedang terjadi, berarti sentimen penerusan trend sedang kuat. Namun jika harga ditutup di bawah atau di atas garis kurva, tetapi berlawanan dengan trend yang sedang terjadi, kita mesti menggunakan cara ke-3 (crossover).

    3. Identifikasi Titik Perpotongan (Crossover) Untuk Konfirmasi Terjadinya Koreksi Atau Pembalikan Arah Trend
    Cara ini adalah yang paling sering digunakan oleh para trader forex. Kombinasi periode MA yang lazim adalah SMA 20 dan 50, SMA 20 dan 100, SMA 20 dan 200, dan yang populer adalah SMA 50 dan 200 yang sering disebut juga dengan “death cross” dan “golden cross”. Periode-periode tersebut bisa diterapkan pada semua time frame trading.

    Disebut Death Cross bila SMA 50 melintas ke bawah SMA 200, karena ini mensinyalkan pergerakan akan berubah dari bullish menjadi bearish. Sedangkan disebut Golden Cross bila SMA 50 melintasi SMA 200 ke arah atas, karena ini mensinyalkan perubahan pergerakan harga dari bearish menjadi bullish.

    Trader bisa entry sell ketika kurva MA periode yang lebih cepat memotong kurva MA periode yang lebih lambat dari arah atas ke bawah (pada contoh di atas: SMA 50 memotong SMA 200 kearah bawah), dan entry buy bila kurva MA periode yang lebih cepat memotong kurva MA periode yang lebih lambat dari arah bawah keatas (SMA 50 memotong SMA 200 ke arah atas). Death Cross adalah sinyal sell dan Golden Cross sinyal untuk buy.

    Sumber : seputarforex.com

    #9035
    senjanjani
    Participant

    Trading Dengan 200 Day Moving Average (1)

    Salah satu indikator yang paling populer adalah simple moving average (SMA) 200-day. Indikator ini bisa ditemukan pada berbagai trading chart di institusi keuangan, bank-bank besar, perusahaan hedge fund dan juga trader retail. Dengan berbagai alasan, mereka menggunakan indikator ini sebagai acuan utama.

    Indikator ini juga sering digunakan sebagai acuan pada analisa fundamental dengan dasar pemikiran banyak pelaku yang melihat indikator ini sehingga pasar akan bereaksi bila pergerakan harga menyentuh garis SMA 200-day tersebut. Sebagai contoh pada saat krisis finansial tahun 2008 lalu, EUR/USD sempat merosot hingga 3500 pip atau 21.58% dalam kurun waktu hanya 3.5 bulan.

    Setelah diluncurkan Troubled Asset Relieve Program (TARP) pada 14 Oktober 2008 yang disusul dengan pembelian bond, maka sentimen pasar terhadap mata uang Euro menjadi positif hingga EUR/USD rebound. Pasangan mata uang tersebut rally hingga 2400 pip atau 19.35% dari harga terendahnya, hingga menyentuh garis SMA-200 day, seperti tampak pada gambar berikut:

    Contoh diatas sekaligus menunjukkan penggunaan SMA-200 day sebagai level support (sebelum ditembus) dan juga sebagai resistance (setelah ditembus).

    SMA-200 day sebagai level support dan resistance
    Barangkali indikator yang paling sering dilihat para trader adalah garis-garis level support dan resistance, baik yang statis berupa garis lurus atau yang dinamis berupa garis indikator moving average. Trader sering melihat pada indikator SMA-200 day dengan asumsi banyak trader besar dan analis yang menggunakan indikator ini sebagai salah satu acuan sebelum mereka bereaksi. Sebagai contoh bisa dilihat pada chart EUR/USD daily berikut ini:


    Dalam contoh di atas, trader akan bereaksi dengan membuka posisi buy ketika pergerakan harga telah menembus level support garis SMA-200 day. Demikian pula pada contoh sebelumnya, trader entry sell ketika harga menyentuh garis SMA-200 day sebagai level resistance. Untuk konfirmasi, bisa dilihat formasi bar candlestick atau setup price action yang terbentuk. Level stop loss ditentukan dibawah garis SMA-200 day atau level terendah bar candlestick yang memotong garis moving average tersebut.


    Strategi diatas biasanya digunakan untuk trading pada jangka menengah atau panjang, karena acuan indikator SMA-200 day tersebut selalu digunakan dalam basis time frame daily.

    SMA-200 day sebagai indikator trend
    SMA-200 day ini juga populer digunakan sebagai indikator arah trend jangka panjang. Jika harga bergerak diatas garis moving average tersebut maka diasumsikan pasar sedang uptrend, dan jika bergerak dibawah SMA-200 day diasumsikan pasar sedang downtrend.

    Sumber : seputarforex.com

    #9037
    rahmatrabani
    Participant

    Apa saja yang akan mempegaruhi harga saham?

    1. stabilitas keamanan, semakin aman suatu negara maka semakin aman infestasi di negara tersebut.
    2. stabilitas politik, Indonesia sangat tidak baik iklim politiknya. adanya KPK bukan memperbaiki malah memperburuk kondisi. gonta ganti kepemimpinan di departemen terutama departemen departemen yang membutuhkan infestasi akan membuat orang berpikir 2 kali karena lain orang lain kebijakan yang diambil dan tidak ada 1 infestor di dunia bahkan yang pernah diciptakan TUHAN mau rugi. maksud gw mendingan biarin korupsi tapi tuh duit jangan di bawa kabur ke luar negri. kpk seharusnya mengawasi hal ini.
    3. stabilitas ekonomi. kemampuan masyarakat indonesia dalam belanja. saat ini indonesia selamat dari terpaan krisis dunia adalah karena indonesia masyarakatnya memiliki hobi belanja. sehingga perputaran uang cukup cepat.
    4. stabilitas keamanan dunia. terjadianya perang di sbuah kawasan akan berpengaruh terhadap pergolakan saham di negara negara tetangganya termasuk keputusan yang diambil negara tersebut maksudnya kalo di arab perang alangkah baiknya indonesia diam tidak berkomentar atau bersikap netral.
    5. harga emas. naik turunya harga emas. sebenarnya harga saham bisa di lihat dari sini. biasanya kalo emas naik saham akan turun.
    6. harga minyak. ini berbanding lurus. naiknya harga minyak akan turut menekan harga saham perusahaan penambangan (biasanya sih begitu aku jga engak ngerti karena ku perhatiin harga minyak naik saham2 pertambangan justru turun kalo balik ke harga normal malah naik lagi) tetapi biasanya mempush harga saham di sektor lain.
    7. profit tacking day. nah kalo ini tiap tiap sham beda bedan biasanya terjadi saat perusahaan mau bagi2 deviden. biasanya harga saham akan naik.
    8. kebijakan pemerintah. nah kalo ada kebijakan kebijakan konyol seperti naikin harga pajak, naikin harga tol dsb. ini jelas berpengaruh.
    9. kebijakan dan isu. nah ini bisa naikin dan bisa nurunin seketika sebuah harga saham. ada sebuah saham yang diisukan pabriknya kebaaran pada hari itu saham tersebut jatuh. kesesokan harinya naik bahkan lebih tinggi dari penutupan tertinggi dalam minggu itu.
    10. orang iseng. mungkinkah ada orang iseng,?? mungkin ada istilah UMA (unusual market aktifity). orang orang tidak bertanggung jawab yang dengan sengaja menggoreng saham2 3rd liner(perusahaan perusahaan engak terlalu terkenal). kok bisa??? bisa. biasanya mereka modalnya kuat. membeli saham murah dan menjualnya di harga tinggi.ini akan mempengaruhi sikologi dari treader lain.

    Welcome Bonus $500
    Facebook ForexChief Indonesia
    Twitter ForexChief Indonesia

     

    #9043
    senjanjani
    Participant

    Klien yang Terhormat,

    Saat ini kami memiliki program terbaru, yaitu Program Souvenir Ekslusif.

    Semua klien dapat claim Souvenir dengan cara Tukar point.
    Point bisa anda dapatkan dengan cara melakukan transaksi trading sebanyak mungkin.

    $500.000 Turnover sama dengan 1 point.
    Untuk melihat apa saja souvenir yang bisa anda dapatkan, anda bisa melihatnya pada link berikut: https://my.fxchief-indonesia.com/id/bonuses-credits/souvenirs/

    Hormat kami,
    ForexChief

    #9050
    senjanjani
    Participant

    Faktor yang Mempengaruhi Fluktuasi Mata Uang pada Trading Forex
    1. Perbedaan tingkat inflasi. Cobalah perhatikan tingkat inflasi suatu negara dan perhatikan fluktuasinya.
    2. Perbedaan tingkat suku bunga antara 2 negara. Suku bunga, inflasi dan nilai tukar sangat berhubungan erat.
    3. Neraca perdagangan.
    4. Ratio harga ekspor dan harga impor.
    Stabilitas politik dan ekonomi suatu negara.

    #9055
    senjanjani
    Participant

    Trading Dengan 200 Day Moving Average (2)

    SMA-200 day sebagai trend filter
    Masih pada contoh EUR/USD Daily, dalam tahun 2011 pergerakan harga memotong (crossing) garis SMA-200 daily sebanyak 3 kali dengan keadaan yang berbeda, sedang dalam tahun 2012 hanya sekali.


    Dalam hal ini tampak bahwa pada setiap crossingSMA-200 daily selalu diikuti oleh trend pergerakan harga yang stabil dan bertahan cukup lama. Pergerakan pip-nya juga cukup memadai.

    Strategi trading forex dengan SMA-200 day ini relatif mudah untuk dilakukan. Seperti tampak pada gambar diatas, harga bergerak trending ketika memotong garis SMA-200 daily, sehingga trader bisa masuk posisi buy ketika harga bergerak di atas SMA-200 daily dengan stop loss pada garis moving averages tersebut. Demikian juga trader bisa open sell ketika harga bergerak dibawah garis SMA-200 day, dengan stop loss pada garis SMA.

    Trader yang biasa menggunakan indikator teknikal, SMA-200 day bisa berfungsi sebagai trend filter. Misal Anda trading dengan indikator RSI dan harga sedang bergerak diatas garis SMA-200 day, maka Anda hanya akan entry buy setelah RSI memotong level 30 ke arah atas. Demikian pula jika harga sedang bergerak dibawah garis SMA-200 day. Anda hanya akan open sell ketika RSI telah memotong level 70 ke arah bawah. Dengan cara ini indikator SMA-200 day sebagai penentu arah trend, sedang RSI sebagai penentu momentum untuk entry.

    Strategi Trading Moving Average Crossover: SMA-200 Day dan SMA-100 day
    Strategi ini menggunakan SMA-200 day dan SMA-100 day. Moving Average Crossover adalah titik ketika garis moving average periode yang lebih pendek (dalam hal ini SMA-100 day) memotong garis MA periode yang panjang (SMA-200 day) ke arah atas atau bawah. Titik perpotongan (crossing point) tersebut mengisyaratkan sinyal trading.

    Seperti tampak pada chart EUR/USD Daily di atas, sinyal sell terjadi ketika garis SMA-100 day memotong SMA-200 day dari atas ke bawah, dan sinyal buy terjadi ketika garis SMA-100 day memotong SMA-200 day dari bawah ke atas. Karena indikator moving average cenderung lagging, maka momen untuk entry bisa dilakukan beberapa bar setelah crossing, sebagai konfirmasi.

    Indikator SMA yang dipasangkan dengan SMA-200 day tidak harus SMA-100 day, tetapi bisa juga SMA-50 day. Strategi ini sering digunakan untuk trading jangka menengah dan jangka pendek.

    Sumber : seputarforex.com

    #9056
    rahmatrabani
    Participant

    <p>

    7 Mitos Dan Fakta Dunia Trading Online

    </p><p><br />Indonesia sangat kental akan adat dan kebudayaan yang berdampak mudah sekali percaya dengan hal berbau mitos yang kebenarannya sangat diragukan. Berbicara soal mitos, “kebudayaan” trading pun juga memiliki mitos yang tidak sedikit orang-orang masih salah tanggap terhadap dunia trading. Apa saja mitos dunia trading? Berikut faktanya juga<br /><br />#1 Trading itu Gampang<br />Memang untuk “sekedar” mulai ke dunia trading itu gampang. Apa yang sulit jika kamu cukup dihadapkan dengan mouse lalu tinggal klik buy atau sell?</p><p><br />Tapi untuk meraih profit yang berkala itu tidak seperti membalikan telapak tangan. Diperlukan waktu dan latihan. Memang nyatanya ada trader yang cepat paham dan cepat beradaptasi dengan dunia trading. Walau bagi sebagian trader mereka memerlukan waktu untuk belajar, latihan, dan mengembangkan strategi trading mereka.<br /><br />#2 Trading itu Judi<br />Yang satu ini adalah jelas mitos salah akan dunia trading yang selalu kita dengar dari waktu ke waktu. Trading bukanlah judi namun merupakan kegiatan jual-beli yang dilakukan secara berkala (konsisten) untuk mendapatkan keuntungan.</p><p><br />Disini investor bisa melakukan trading berupa forex, gold, commudity, dan index. Kalau pun dunia trading itu judi berarti para ekonom, para hedge fund, spekulan adalah penjudi yang hebat donk?! Maka itu saya lebih suka menyebutnya “Mahasiswa Ekonomi” yang special mendalami analisa teknikal dan analisa fundamental dan psikologi trading.<br /><br />#3 Trading itu Penipuan<br />Reputasi dunia trading tercemar sejak program High Yield Investment (HYIP) “mengaku” mereka mendapatkan uang lewat trading forex. Sejak itu di New York, situs trading online pun ditutup. Yang akhirnya dibuatlah undang-undang untuk menghindari penipuan trading.</p><p><br />Faktanya: dunia trading memiliki market real dimana semua orang dapat melakukan perdagangan (trade) dan bertanggung jawab akan keputusannya. Yang perlu kamu waspadai adalah broker penipu dan jutaan ebook yang mengimingi-imingi tools trading yang tokcer!! Untuk mencegah itu, pilihlah broker yang terpercaya reputasinya dan tidak memiliki kasus.<br /><br />#4 Hanya yang Berduit yang bisa Trading<br />Zaman dulu waktu trading masih era dealing desk, trading hanya untuk kalangan yang berkantong tebal. Tapi sekarang mitosnya sudah berubah. Dimana dengan adanya jaringan internet, trading bisa dilakukan dimana saja dan oleh siapa saja. kita bisa bertrading dalam micro account dengan cTrader.</p><p><br />#5 Holy Grail itu Ada<br />Kebanyakan trader masih memiliki “kepercayaan” akan sebuah strategy trading yang bisa membawa mereka ke puncak gunung emas mereka dan bisa dipakai selamanya. Sayangnya “kepercayaan” tersebut belum memiliki bukti.</p><p><br />Trader sukses itu adalah mereka yang selalu mengubah strategi trading dan bisa mengadaptasikannya ke kondisi market yang sedang terjadi. Strategi itu tidak hanya bersifat pasti, namun harus fleksibel untuk mendatangkan profit. Memang ada Master Trader yang bisa menghasilkan ratusan juta per-tahun. Itu karena mereka latihan, menerapkan, dan belajar dari kesalahan secara konsisten.</p><p><br />#6 Broker VS Trader<br />Mitos ini antara benar dan salah. Untuk beberapa broker diluar sana yang masih memakai dealing desk. Tentu ini adalah fakta. Karena broker dealing desk harus melawan order posisi yang kita transaksikan.</p><p><br />Tapi dengan broker STP non dealing desk, tentu order kita langsung menuju market yang benar-benar transparan dan adil bagi semua trader, dimana tidak ada manipulasi harga, atau “kepentingan pribadi” broker.</p><p><br />#7 Trading itu Memiliki Resiko<br />INI BUKAN MITOS – TAPI FAKTA! Semua model bisnis, investasi, dan juga trading memiliki resiko. Tidak ada jaminan kita akan selalu profit.</p><p><br />Namun dengan mempelajari money management, bisa mencegah itu. Yang perlu kita ingat, jika kita ingin membuka account $500, janganlah memakai $500 yang sebetulnya untuk membayar cicilan kita. Kabar bahagianya, jarang trader yang kehilangan uang lebih dari yang ia investasikan, karena trading online mempunyai sistem yang bisa mencegah itu. Secara teknis kita aman.</p><p><br />Mitos dan Fakta dunia trading mungkin masih banyak yang belum kita bongkar. Tapi setidaknya dengan mitos (serta fakta) yang sudah dibeberkan diatas bisa membantu kita lebih percaya diri dan tetap fokus akan trade anda sehingga terhindar dari kesalahan trader.</p><p><br />Welcome Bonus <br />Facebook ForexChief Indonesia<br />Twitter ForexChief Indonesia</p>

Viewing 15 posts - 1,171 through 1,185 (of 1,190 total)
  • You must be logged in to reply to this topic.