Welcome Bonus $100 dari ForexChief​

MTI Forums Lain-Lain Iklan Welcome Bonus $100 dari ForexChief​

Viewing 15 posts - 1,156 through 1,170 (of 1,190 total)
  • Author
    Posts
  • #8961
    senjanjani
    Participant

    Terimakasih informasinya gan, Trading Forex adalah perdagangan mata uang dari berbagai negara yang berbeda dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan. Dalam hal ini, forex merupakan kependekan dari Foreign Exchange (pertukaran valuta asing). Sebuah contoh dari perdagangan forex adalah membeli Euro (mata uang utama Eropa), sementara secara bersamaan menjual USD (mata uang Amerika), bisa disingkat EUR/USD.

    Dalam bayangan orang awam, pengertian trading forex adalah kegiatan menukarkan uang di Money Changer, yaitu jual beli mata uang asing secara manual yang dilakukan melalui money changer. Padahal, trading forex berbeda dengan transaksi manual seperti di Money Changer.

    Umumnya, tujuan seseorang untuk membeli dan menjual uang di Money Changer adalah karena kebutuhan untuk menukarkan mata uang untuk bertransaksi di negara berbeda, sehingga ada pertukaran uang secara fisik. Sedangkan trading forex dilakukan dilakukan secara online dengan tujuan mendapatkan keuntungan semata. Perlu dipahami, trading forex merupakan aktivitas bisnis, investasi, bahkan bisa menjadi profesi.

    #8965
    senjanjani
    Participant

    Adakah Metode Analisa Alternatif?
    Seperti yang telah disebutkan, ada beberapa metode yang disebut secara khusus, meskipun pada dasarnya mereka adalah piranti teknis.

    • Analisa Candlestick – Metode analisa tanpa indikator, hanya dengan memanfaatkan chart. Analisa yang berasal dari Jepang ini pada awalnya diciptakan untuk menganalisa grafik harian. Inti dari analisis ini adalah untuk menemukan angka pembukaan dan penutupan sebagai prediksi masa depan pergerakan harga.
    • Analisa fraktal – Jika menggunakan analisa fraktal, kita memanfaatkan indikator yang dibuat oleh Bill Williams. Analisa ini jarang digunakan sebagai strategi trading yang terpisah dan lebih sering digunakan sebagai sinyal tambahan untuk menembus garis Support dan Resistance.
    • Analisa gelombang (Wave) – Teknik yang diciptakan oleh Eliot ini, menyatakan bahwa pergerakan harga dapat dibagi menjadi 5 gelombang mengikuti tren dan 3 gelombang melawan tren. Elliot Wave juga didasari oleh kondisi psikologi trader, sehingga trader pemula akan agak sulit memahaminya. Meskipun begitu, banyak trader profesional yang secara aktif menggunakan analisa ini.

    Analisa Teknis VS Fundamental: Manakah Yang Harus Dipilih?
    Dilema ini seringkali muncul ketika seseorang telah memutuskan untuk serius dalam trading forex. Namun pada akhirnya, semua orang sampai pada kesimpulan yang sama: kedua metode tersebut harus digabungkan. Kita tidak bisa menyangkal bahwa indikator ekonomi makro seperti rilisan berita berdampak sangat mempengaruhi pasar. Jadi, kita perlu mengetahuinya terlebih dahulu dan menyiapkan diri.


    Meskipun begitu, tidak bisa juga dikatakan bahwa metode analisa teknikal tidak berfungsi, karena setiap tahun ada semakin banyak trader sukses yang memanfaatkan analisa teknikal. Bagi pemula, mendalami analisa teknikal adalah pilihan terbaik. Seiring berjalannya waktu dan bertambahnya pengalaman, kita dapat mencoba menggabungkan kedua cara dan dengan demikian meningkatkan profit yang didapat.

    Sumber : seputarforex.com

    #8969
    senjanjani
    Participant

    Kombinasi Antara Teknikal Dan Fundamental

    Salah satu pertanyaan umum trader yang baru mempelajari tentang strategi trading forex adalah strategi mana yang lebih baik dipakai? Teknikal atau fundamental? Jika analisis teknikal adalah semua hal yang berhubungan dengan grafik dan angka, maka analisis fundamental justru kebalikannya, yaitu segala hal diluar grafik dan angka, seperti misalnya berita dan opini pasar.

    Umumnya, berdasarkan dua strategi diatas, trader akan terbagi menjadi trader teknikal dan trader fundamental. Akan tetapi, dalam prakteknya justru tidak ada trader yang bisa benar-benar mengaplikasikan murni satu strategi saja. Faktanya adalah, kedua strategi tersebut saling melengkapi satu sama lain, sehingga apabila keduanya dikombinasikan, jalan untuk menjadi seorang trader yang sukses akan terbuka lebih lebar.
    Semua trader pasti ingin mendapatkan cara untuk bisa bertahan di forex dan menghasilkan keuntungan yang konsisten. Di dalam artikel ini, kami akan memberikan cara yang mudah untuk mengidentifikasi kondisi pasar, berdasarkan kombinasi strategi trading teknikal dan trading fundamental.
    Secara teknikal, Anda bisa mengamati keadaan market saat ini untuk mencari trend pasar. Apakah pasar sedang reversal, jenuh, atau sedang mengalami pembalikan trend? Untuk mendapatkan jawaban itu, trader harus dapat mencari dan menemukan arah pergerakan harga. Grafik pergerakan harga atau price action chart adalah solusinya. Apabila harga menggerakkan trend menjadi lebih tinggi (grafik bergerak ke atas), maka itu dinamakan Up Trend, sebaliknya, apabila harga menggerakkan trend menjadi lebih rendah (grafik bergerak menurun), dinamakan Down Trend. Grafik berikut ini adalah contoh dari Up Trend dan Down Trend:

    Dengan mengamati trend-trend tersebut, dengan mudah trader dapat mengidentifikasi bias pada sentimen pasar. Dimana, pada saat down-trend, bias akan menurun, dan sebaliknya pada saat up-trend, bias akan meningkat.

    Dalam situasi ini, trader tidak cukup hanya entry buy dan sell lalu berharap berada di jalur yang benar. Akan tetapi, trader harus mampu untuk melakukan transaksi pembelian dengan harga seminim mungkin pada saat up-trend, dan melakukan penjualan dengan harga semaksimal mungkin pada saat terjadi down-trend. Dengan kata lain, ketika harga sudah berlawanan dengan transaksi Anda, segera keluarlah dari market.

    Lebih penting lagi, trend juga dapat berbalik ke arah yang berlawanan. Seperti pada grafik diatas menunjukkan harga yang awalnya sedang down-trend, dapat berbalik menjadi up-trend.
    Dengan demikian, manajemen risiko harus tetap digunakan meskipun gejala pasar tadinya dapat dilihat dan diprediksi dengan jelas.

    Untuk dapat menggabungkan analisa teknikal dan fundamental, trader bisa menggunakan kalender ekonomi untuk melihat kesempatan apakah harus buy atau sell. Umumnya, harga saat terjadi news akan memberikan peluang yang lebih banyak, sehingga diharapkan trader dapat mengambil peluang-peluang tersebut untuk memperoleh keuntungan dengan memasuki pasar pada saat yang tepat. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat dari gambar berikut ini:

    Kesimpulannya, untuk bisa memperoleh keuntungan yang konsisten, trader harus mampu melihat keseluruhan pasar. Seperti yang diungkapkan oleh Jamie Saettele: “untuk bisa mengambil keuntungan, maka trader harus mampu melihat reaksi harga dari sebuah berita yang terjadi, dan mampu untuk bereaksi cepat saat news sedang dirilis”.

    Sumber : seputarforex.com

    #8972
    senjanjani
    Participant

    Percaya Pada Indikator?

    Do you believe in God? Do you believe in life after death? Itu pertanyaan standar untuk mengetahui tingkat keyakinan sseseorang terhadap hal-hal di luar nalar. Pertanyaan sederhana, tapi jawabannya tidak sederhana. Ada satu pertanyaan sejenis itu yang bisa ditanyakan kepada trader: “Do you believe in indicator?” Lebay deh yaa? Iya sih! Tapi pertanyaan ini seringkali saya ajukan kepada temen trader untuk mengetahui, apa dasar dia dalam mengambil keputusan dalam trading. Apakah dia sudah memiliki trading system yang matang, ataukah trading hanya sekedar berdasarkan feeling, atau barangkali dia trading berdasarkan untung-untungan doang?

    Di saat-saat awal saya belajar trading, saya mati-matian belajar aneka macam indikator. Kalau di chat room ada yang ngomongin tentang salah satu indikator yang “kebetulan” saya belum paham, saya akan segera tancap gas untuk cepet mencari tau tentang indikator tersebut. Kalau perlu trading dihentikan dulu, diganti dengan browsing sana-sini untuk cari tahu tentang indikator tersebut. Pendeknya, gak tau indikator yang dibicarakan orang merupakan satu hal yang memalukan menurut saya (saat itu).

    Lama kelamaan, kok saya cape sendiri ya? Soalnya ternyata, setelah lumayan paham beberapa indikatorpun, akhirnya yang dipakai saat trading sebenernya juga indikator itu-itu ajah kok. Malahan, terus terang, sekarang saya malahan cenderung mengandalkan candlestick plus chart pattern saat trading. Paling-paling dibantu dengan horizontal line. Jadi, apa pengetahuan dan kepercayaan terhadap indikator itu menjadi sia-sia? Kalau dibilang sia-sia sih tentu saja nggak-lah. Proses belajar dan memahami beberapa indikator menurut saya adalah salah satu tahapan dalam belajar menjadi trader yang baik.

    Terus terang saya suka ragu kalau kalau ada trader yang mengatakan bahwa dia trading berdasarkan feeling. Saya biasanya akan melanjutkan dengan pertanyaan: “sudah berapa lama belajar trading?” Kalau dia jawab “lebih dari 5 tahun”, itu saya anggap end of discussion. Mungkin dia memang sudah sampai pada satu tahap dimana dia sudah bisa membaca dan mengikuti gerak market, bahkan tanpa indikator sekalipun.

    Tapi kalau dia jawab “kurang dari setahun…” Wah, gawat tuh! Lah, kok kesannya trading itu cuma berdasarkan untung-untungan yaa…? Biasanya sih trader yang sejenis ini kalau saya liat gak akan bertahan lama. Begitu merasakan sekali atau dua kali MC, dia pasti akan kapok dan berhenti trading (plus rasa dendam terhadap segala yang berbau forex) Pemahaman tentang indikator menurut hemat saya masih sangat perlu bagi seorang trader, meskipun nantinya dalam prakteknya dia hanya mengandalkan candlestick saat trading. Lagian, candlestick juga kan salah satu indikator?

    Buat temen-temen yang saat ini dalam proses belajar menjadi trader, kalau saya boleh unjuk saran, cobalah untuk belajar dan memahami setidaknya beberapa indikator. Pahami dan kenali, dan yang utama, coba amati dan teliti bagaimana hubungan indikator tersebut dengan gerakan chart. Temen trader ada yang bilang, dengan modal mengamati, meneliti dan hafal akan sifat-sifat suatu indikator, kita akan bisa mengetahui ke mana gerakan chart selanjutnya, bahkan nantinya tanpa bantuan indikator sekalipun.

    Jadi, kalau saya ditanya: percaya gak sama indikator? Jawaban saya: tentu saja percaya. Hanya saja, masalah keputusan dalam trading, itu kembali ke judgement kita sendiri. Itu juga sebabnya saya lebih suka trading secara manual dibanding menggunakan EA. Bukankah keasyikan trading itu justru di prosesnya? Eh, tapi ngomong-ngomong, beberapa temen trader suka protes kalau saya bilang letak keasyikan trading itu ada di prosesnya. Mereka bilang trading itu asyiknya ya di WD-nya.

    Sumber : seputarforex.com

    #8974
    rahmatrabani
    Participant

    Praktek trading

    Setelah anda menguasai materi dasar forex dan tutorial forex, silahkan langsung anda praktekkan dalam kondisi real. Untuk awal , selalu gunakan demo account sebagai sarana belajar anda. Demo account mempunyai kondisi yang sama dengan account real, hanya saja menggunakan uang virtual/bohongan.

    Anda bisa menemukan sistem trading sederhana yang bisa anda gunakan sebagai praktek di bagian praktek trading forex .

    Money management

    Money management atau pengaturan modal transaksi dalam forex memegang peranan yang amat vital. Pastikan anda mengerti tentang money management dan juga mempraktekannya secara langsung dari awal anda belajar trading sehingga di kemudian hari anda tidak membuang waktu lagi untuk mempelajari hal ini dari awal.

    Anda bisa menemukan materi tentang money management, jenisnya, dan contoh money management yang bisa anda gunakan di bagian Money management forex

    Welcome Bonus $500
    Facebook ForexChief Indonesia
    Twitter ForexChief Indonesia

     

    #8976
    senjanjani
    Participant

    Tidak sedikit yang ingin belajar mengenal forex karena mengikuti orang lain yang telah memiliki keuntung besar dan sukses trading. Jika Anda memang punya keinginan yang kuat untuk belajar trading forex, maka Anda bisa mempelajarinya dari orang yang Anda lihat sukses tersebut. Bertanyalah dengan sungguh-sunguh padanya, karena biasanya trader enggan untuk berbagi ilmu pada orang awam yang hanya ingin tahu saja.

    Jika Anda tidak menunjukan kesungguhan Anda dalam keingintahuan Anda tentang forex, biasanya trader tersebut hanya akan menjawab ala kadarnya saja. Misalnya jika Anda bertanya apa itu trading forex, biasanya dia hanya akan menjawab trading mata uang asing atau jawaban lainnya yang simpel dan kiranya dapat dimengerti oleh orang yang awam forex. Padahal, kenyataannya trading forex ini tidak sesimpel itu.

    #8980
    senjanjani
    Participant

    5 Cara Praktis Mengatasi Kelemahan Analisa Teknikal

    Analisa teknikal umumnya digemari trader pemula karena kemudahannya dalam memberikan sinyal entry. Ditambah lagi, mencari sinyal trading dengan indikator dan pola harga sudah menjadi semacam ritual. Namun, seiring bertambahnya pengalaman trading, semakin kita sadar akan kelemahan analisa teknikal.

    Daripada terus mengalami kesalahan serupa berulang-ulang, seorang trader harus belajar untuk memperbaiki kekurangannnya. Jika selama ini Anda terus bergantung pada sinyal trading dari analisa teknikal tapi masih tetap merugi, maka inilah saatnya untuk membuka wawasan.


    Mengapa Trader Tidak Bisa Bergantung Sepenuhnya Pada Analisa Teknikal?
    Berikut adalah beberapa poin-poin utama kelemahan analisa teknikal:

    1. Analisa teknikal hanya menampilkan data lampau.
    Kelemahan analisa teknikal terletak pada fakta bahwa chart hanya menampilkan catatan perubahan harga, entah itu dalam bentuk candlestick, bar ataupun line chart. Yup, kata kuncinya adalah “catatan” atau recordperubahan harga. Dengan kata lain, chart hanya menyajikan rentang pergerakan harga dari masa lampau (history) sampai saat ini (current time).

    Implikasinya, secanggih atau seakurat apapun analisa teknikal, sesungguhnya tidak dapat “meramalkan” ke mana harga akan bergerak selanjutnya. Meskipun dengan bantuan leading indicator sekelas RSI dan Osilator Stochastic, resiko sinyal palsu (fake signal) masih berpotensi merugikan akun Anda.

    2. Relatif subyektif.
    Masalah kelemahan analisa teknikal kedua adalah ketika trader berusaha mencari titik-titik entry terbaik dengan beragam strategi berbeda. Hasilnya, antara satu trader dengan trader lain pasti akan berujung dengan pembukaan posisi berbeda. Akibatnya, pasar belum tentu akan bergerak sesuai harapan, meskipun sinyal trading terlihat sangat jelas bagi Anda sendiri.

    Meskipun kedua chart di atas menggunakan pair dan timeframe sama, namun trader akan membuka posisi pada titik entry berbeda-beda. Intinya, apa yang terlihat sebagai titik entry sempurna pada chart Anda belum tentu akan direspon serupa oleh trader-trader lain, bisa jadi mereka malah membuka posisi berlawanan.

    3. Kondisi sinyal trading sempurna jarang ditemukan.
    Saat belajar menggunakan indikator, kita hanya diajarkan untuk mencari sinyal trading dengan pola sempurna. Umpamanya belajar mengendarai mobil, kita harus menunggu sampai kondisi jalan lancar dan tanpa gangguan, padahal dalam kenyataannya, kondisi tersebut tidak mewakili kondisi lalu lintas umumnya.

    Kelemahan analisa teknikal ini dapat menjebak trader untuk membuka posisi setiap kali muncul sinyal trader. Padahal nantinya, bisa saja harga masih sempat bergerak melawan prediksi awal.


    Pola head and shoulder biasanya diikuti oleh pembentukan trend setelah bentuk pola menjadi komplit. Namun, kenyataannya pola head and shoulder bearish di atas malah sempat melonjak naik melebihi batas “bahu” kedua sebelum akhirnya terjun bebas.

    Sumber : seputarforex.com

    #8981
    senjanjani
    Participant

    Saran Dan Petunjuk Mengatasi Kelemahan Analisa Teknikal
    Sebagian besar trader pemula hanya menambal sulam kelemahan analisa teknikal mereka dengan mengganti-ganti indikator atau menghabiskan waktu dan uang untuk menemukan “holy-grail”. Padahal kekurangan tadi akan lebih baik diperbaiki dengan melatih kebiasaan trading sebagai berikut:

    a. Aplikasikan Money Management.
    Money management (MM) diperlukan untuk mengontrol banyaknya alokasi uang per posisi. Hal ini jauh lebih penting daripada gonta-ganti indikator karena MM dapat mengatur seberapa besar toleransi resiko kita seandainya harga bergerak di luar ekspektasi awal.

    MM juga membantu kita untuk bertahan dalam segala kondisi market, baik kondisi pasar ranging (sideways)maupun trending. Fleksibilitas tersebut akan melatih trader untuk mempertahankan keutuhan modal trading meskipun telah berkali-kali mengalami kerugian kecil.

    b. Gunakan Stop Loss dan Take Profit.
    Selain membatasi jumlah uang per posisi dengan MM, Stop Loss dan Take Profit akan memberikan perlindungan tambahan bagi akun Anda untuk meminimalisir kerugian dan mengunci keuntungan. Sayangnya, masih banyak trader pemula melakukan kesalahan dalam mengatur TP dan SL.

    Dengan alasan di atas, penggunaan TP dan SL dapat membantu mengatasi kelemahan analisa teknikal, terutama jika posisi bergerak tidak sesuai dengan sinyal entri. Seandainya loss, maka SL akan segera menutup posisi untuk mencegah kerugian lebih besar. Sebaliknya jika posisi masih floating, maka TP akan mengunci keuntungan pada level harga tertentu sebelum harga berbalik arah.

    c. Diversifikasi resiko trading.
    Alasan utama kenapa trader pemula kehilangan modal saat memulai live trading adalah karena mereka terlalu antusias untuk membuka posisi saat sinyal trading muncul. Lebih parah lagi, mereka menggunakan leverage untuk membuka posisi dengan jumlah lot (volume) besar.

    Semakin besar jumlah lot untuk satu posisi atau satu jenis pair saja, maka semakin besar pula resikonya. Maka dari itu, Anda perlu menganekaragamkan alokasi modal/ekuitas pada beberapa pair dengan korelasi negatif. Dengan begitu, meskipun kelemahan analisa teknikal menimbulkan kemungkinan fake signal pada suatu pair, maka loss di pair tersebut dapat ditutupi dengan keuntungan di pair lain.

    d. Catat dan kembangkan sistem trading dengan bantuan jurnal trading.
    Semua trader profesional pasti berawal sebagai pemula. Namun, tidak semua trader pemula dapat menjadi trader professional. Alasannya, trader professional disiplin dalam menggunakan jurnal trading untuk mencatat setup MM (position sizing, rasio Risk vs. Reward) tiap kali posisi dibuka dan ditutup.

    Dari catatan pada jurnal trading tersebut, trader professional dapat mengembangkan setup MM untuk menyesuaikan kondisi pasar terkini, meskipun mereka hanya menggunakan analisa teknikal sederhana seperti price action dan moving average. Itulah alasan kenapa trader professional tidak perlu gonta-ganti indikator.

    e. Belajar menggunakan kalender Forex.
    Analisa fundamental memang kurang cocok untuk digunakan oleh trader pemula karena tingkat kesulitannya tinggi. Namun, paling tidak, harus belajar menggunakan kalender forex untuk meningkatkan kesadaran di waktu-waktu apa saja pasar Forex diprediksi akan mengalami gejolak harga.

    Biasanya, semakin tinggi ekpektasi dampak dari rilis berita yang berkaitan dengan suatu mata uang, maka semakin besar dan lama potensi gejolak harga akan berlangsung. Karena alasan tersebut, trader menyadari kelemahan analisa teknikal dalam kondisi pasar bergejolak, lalu berkeputusan untuk mundur dari pasar sampai situasi kembali normal.

    Sumber : seputarforex.com

    #8986
    rahmatrabani
    Participant

    KREDIT PERDAGANGAN

    Kredit perdagangan merupakan leverage tambahan yang memungkinkan untuk meningkatkan posisi perdagangan dan sebagai kesempatan untuk menambah potensi profit. Namun, kita tidak boleh lupa bahwa ukuran posisi terus bertambah dengan mengorbankan dana tambahan, potensial jumlah kerugian dana yang menanti trader dalam kasus perubahan quote tidak berhasil bertambah juga.

    Jika ada kredit trading aktif di akun, penutupan paksa posisi mungkin terjadi hanya dalam dua kasus: jika tingkat margin mencapai 30% atau jumlah dana pada akun menjadi di bawah jumlah kredit yang aktif. Trader harus sepenuhnya menyadari resiko yang timbul apabila terjadi penggunaan kredit trading.

    Welcome Bonus $500
    Facebook ForexChief Indonesia
    Twitter ForexChief Indonesia

    #8990
    senjanjani
    Participant

    Perdagangan saham atau mata uang melebihi volume uang seseorang di Forex dengan cukup mudah. Tidak seperti kredit bank, perdagangan margin tidak melibatkan birokrasi rumit seperti mengumpulkan referensi atau menandatangani dokumen kredit. Sebagian besar perusahaan broker akan menetapkan ketentuan margin trading dalam penawaran layanan broker standar yang harus diterima dan ditandatangani oleh semua klien baru.

    Pada saat yang sama, Anda bahkan tidak perlu menghitung nilai margin atau leverage sendiri. Semua perhitungan yang diperlukan dilakukan secara otomatis di platform perdagangan.

    #8993
    senjanjani
    Participant

    Indikator Teknikal: Pengertian Dan Macam-Macamnya

    Untuk membantu memetakan kondisi pasar saat ini dan memprediksi pergerakan harga di masa depan berdasarkan grafik yang telah terbentuk, trader forex sering menggunakan Indikator Teknikal. Terdapat berbagai macam Indikator Teknikal yang dapat digunakan trader, tetapi sebelum mulai menggunakan, ada baiknya kita mempelajari terlebih dahulu pengertian indikator teknikal dan macam-macamnya.

    Apa Itu Indikator Teknikal?
    Indikator Teknikal adalah alat yang dibuat berdasarkan perhitungan matematis atas harga, volume, atau minat pasar terhadap sebuah instrumen investasi atau kontrak keuangan. Dengan menerapkan Indikator Teknikal pada data histori harga, trader bisa menggunakannya untuk memetakan kondisi pasar saat ini, sekaligus memprediksi pergerakan berikutnya (analisa teknikal). Beberapa contohnya; Relative Strength Index (RSI), Stochastics, Bollinger Bands, dan lain sebagainya.

    Analisis forex dengan menggunakan Indikator Teknikal berfokus pada data historis harga, dengan mengabaikan faktor-faktor fundamental yang mempengaruhi harga. Indikator Teknikal seperti ini biasanya digunakan oleh trader harian yang memperdagangkan saham, forex, dan komoditas; karena didesain untuk menganalisis pergerakan harga jangka pendek. Namun demikian, trader jangka menengah-panjang yang berfokus pada analisa fundamental juga bisa menggunakan Indikator Teknikal untuk mengidentifikasi momen-momen terbaik untuk melakukan transaksi buy maupun sell.

    Macam-Macam Indikator Teknikal
    Tak berlebihan kiranya jika dikatakan bahwa di dunia ini ada puluhan Indikator Teknikal. Setiap matematikawan, ahli statistik, dan pakar yang memahami pasar finansial bisa membuat indikatornya sendiri. Apabila Indikator Teknikal tersebut menunjukkan akurasi cukup tinggi dan disukai pelaku pasar lainnya, maka dapat disebarluaskan hingga digunakan oleh trader di seluruh dunia. Namun, secara umum, dilihat dari tampilannya, Indikator Teknikal dapat dibagi dua, yaitu tipe Overlay dan tipe Oscillator:

    Overlay
    Indikator Teknikal bertipe Overlay biasanya berbentuk grafik yang digunakan dengan menumpukkannya di atas grafik harga. Contoh paling terkenal diantaranya:Moving Averages (MA)
    Bollinger Bands (BB)
    Parabolic SAR
    Ichimoku Kinko Hyo
    Contoh tampilan Indikator Teknikal tipe Overlay dapat dilihat pada grafik EUR/USD dengan Bollinger Bands berikut ini. Grafik Candlestick mewakili pergerakan harga, sedangkan grafik garis merupakan tampilan Bollinger Bands.

    Oscillator
    Indikator Teknikal bertipe Oscillator biasanya menampilkan osilasi antara nilai minimal dan maksimal tertentu yang tampil di bawah grafik harga. Selain itu, berbeda dengan indikator tipe Overlay yang terutama dikalkulasikan dari data harga, beberapa indikator tipe Oscillator juga memperhitungkan fluktuasi volume trading pada suatu instrumen. Contoh paling terkenal diantaranya:Moving Average Convergence Divergence (MACD)
    Relative Strength Index (RSI)
    Stochastic Oscillator
    Money Flow Index
    Contoh Indikator Teknikal tipe Oscillator dapat dilihat pada RSI yang ada di bawah grafik EUR/USD seperti nampak di bawah ini:

    Sumber : seputarforex.com

    #8995
    senjanjani
    Participant

    Tips Memilih Indikator Teknikal Terbaik
    Trader forex pemula biasanya mempelajari satu per satu berbagai Indikator Teknikal tersebut, kemudian memilih mana yang paling nyaman dan menguntungkan untuk digunakan sehari-hari. Namun, trader juga seringkali menggunakan lebih dari satu Indikator Teknikal guna menganalisis pergerakan harga suatu instrumen investasi. Yang penting, perhatikan tiga hal ini dalam pemilihan Indikator Teknikal:

    Sesuaikan Parameter Setting Indikator Teknikal
    Apabila kita memasang Indikator Teknikal yang sudah ada (built-in) pada platform trading (umpamanya Metatrader), maka pasti sudah ada setting default-nya. Namun, trader sebenarnya bisa merubah parameter setting tersebut.

    Penyesuaian parameter misalnya dalam penggunaan Moving Average, trader dapat membuatnya berdasarkan harga penutupan (Close), harga tertinggi (High), atau lainnya. Moving Average itu sendiri dihitung dari rerata harga, sehingga periode pun bisa ditentukan sendiri, seperti MA-50 Day (rerata harga 50 hari terakhir), MA-100, MA-200, dan lain sebagainya.

    Pada grafik harga EUR/USD di bawah ini, garis merah mewakili MA-50 Day, sedangkan garis biru merupakan MA-100 Day. Apabila kita menggunakan parameter berbeda, maka tampilan dan akurasinya juga akan berbeda, walaupun metode penggunaan indikator MA tetap sama.

    Kombinasi Indikator Teknikal Berdasarkan Fungsi Masing-Masing
    Kombinasi dua Indikator Teknikal atau lebih untuk menganalisis harga suatu instrumen harus didasarkan pada fungsi masing-masing indikator. Namun, berhati-hatilah untuk tidak menumpuk terlalu banyak indikatordi atas grafik hingga fluktuasi pergerakan harga itu sendiri tak dapat dibaca dengan jelas.

    Contoh kombinasi yang cukup memadai:Moving Average untuk menunjukkan arah tren pergerakan harga. Umumnya, tren bullish (harga akan cenderung naik) bila grafik harga bergeser ke atas garis MA. Sebaliknya, tren bearish (harga akan cenderung turun) bila grafik harga bergeser ke bawah garis MA. Namun, akurasi perkiraan itu cukup buruk, sehingga dibutuhkan konfirmasi dengan menggunakan Indikator Teknikal lain.
    MACD untuk mengkonfirmasi bahwa arah tren yang diidentifikasi indikator MA itu tepat. Apabila MA dan MACD sama-sama cenderung bullish, maka probabilitas kesuksesan buy bisa dikatakan cukup besar. Demikian pula, jika MA dan MACD sama-sama cenderung bearish, maka dapat disimpulkan itu waktunya sell. Namun, pada harga berapa kita bisa buy atau sell? MACD kurang baik dalam hal ini, sehingga boleh jadi diperlukan dukungan Indikator Teknikal lain lagi.
    RSI untuk menunjukkan momentum yang bagus bagi trader melakukan buy atau sell.
    Kombinasi Indikator Teknikal berdasarkan fungsinya seperti contoh tersebut akan menghasilkan tampilan seperti ini:

    Jangan Mencoba Indikator Teknikal Pada Akun Riil
    Tips terakhir, apabila masih belajar atau mencoba-coba, maka gunakanlah akun demo; jangan gunakan akun trading riil. Akun demo memungkinkan kita untuk berlatih pada kondisi pasar aktual, tetapi dana yang dipakai adalah uang virtual yang bisa diperoleh gratis dari broker. Dengan demikian, kita akan lebih bebas dalam melakukan trial and error parameter setting maupun pengujian kehandalan kombinasi Indikator Teknikal pilihan.

    Sumber : seputarforex.com

    #8997
    rahmatrabani
    Participant

    Cara Perdagangan Parabloic SAR

    Untuk Setup Beli :

    • Tunggu sampai dot parabolic SAR terbentuk di bawah candle.
    • Tempatkan buy stop order 3-5 pips di atas harga tertinggi dari candlestick dengan indikator parabolic SAR terbentuk di bawah.
    • Tempatkan stop loss 5-10 pips di bawah harga terendah dari candlestick.
    • Keluar dari perdagangan ketika indikator SAR parabolik memberikan sinyal jual (ketika dot parabolic SAR terbentuk di atas candlestick)

    Untuk Setup Jual:

    • Tunggu sampai parabolic SAR dot bentuk di atas candlestick.
    • Tempatkan sell stop order 3-5 pips di bawah harga terendah dari candlestick dengan indicator parabloc SAR yang terbentuk di atas.
    • Tempatkan stop loss 5-10 pips diatas harga tertinggi dari candlestick.
    • Keluar dari perdagangan ketika indikator parabolik SAR memberikan sinyal beli (ketika dot indicator parabolic SAR terbentuk di bawah candlestick)

    Welcome Bonus $500
    Facebook ForexChief Indonesia
    Twitter ForexChief Indonesia

     

    #9004
    senjanjani
    Participant

    Indikator parabolic SAR adalah indicator yang pandai membuat harga sedang bergerak mengayun di pasar.

    Strategi trading dengan menggunakan indikator Parabolic SAR adalah salah satu strategi trading forex yang sederhana karena alat bantu yang digunakan hanya indikator parabolic sar tanpa ada bantuan dari indikator forex lainnya.

    #9007
    rahmatrabani
    Participant

    Pahami dasar forex trading

    Banyak dari trader pemula yang langsung terjun dalam transaksi tanpa mengetahui apa sebenarnya forex trading. Mengetahui dasar forex membantu anda untuk memahami apa sebenarnya yang akan anda geluti . Dari sini juga anda akan mengetahui apa sebenarnya resiko yang ada dalam forex trading, dan potensi keuntungan yang terdapat didalamnya .

    Faktor resiko trading merupakan salah satu hal yang perlu anda ketahui sejak awal . Dengan begini anda bisa mengukur dan mengatur modal tanpa terjebak iming-iming manis dari oknum tertentu yang mengatas namakan forex trading, dan lebih mawas diri. Hanya dibutuhkan sedikit waktu untuk membaca dan memahami konsep-konsep dasar forex trading

    Welcome Bonus $500
    Facebook ForexChief Indonesia
    Twitter ForexChief Indonesia

     

Viewing 15 posts - 1,156 through 1,170 (of 1,190 total)
  • You must be logged in to reply to this topic.