Welcome Bonus $100 dari ForexChief​

MTI Forums Lain-Lain Iklan Welcome Bonus $100 dari ForexChief​

Viewing 15 posts - 931 through 945 (of 1,141 total)
  • Author
    Posts
  • #7451
    senjanjani
    Participant

    Pilar Utama Dalam Rencana Trading

    Dalam melakukan trading di pasar forex, rencana trading (trading plan) adalah pendekatan sistematis yang mengatur semua aspek. Secara garis besar, trading plan terdiri dari 3 sistem yang bekerja secara simultan dan merupakan pilar utama trading forex, yaitu metode serta strategi yang digunakan (forex trading system), sistem pengaturan finansial (money management), serta pengendalian emosi (emotion management system).

    Model pendekatan ini sering dijumpai dalam rencana trading mereka yang telah berpengalaman. Masing-masing sistem mempunyai ketentuan yang telah disepakati sebelumnya (rule set) untuk mengatur objek penunjang trading kita. Hubungan antara 3 pilar utama trading forex digambarkan dalam diagram berikut:



    Masing-masing objek adalah pilar utama yang akan menentukan keseluruhan proses dalam trading, yakni:

    • Forex trading system – menentukan waktu yang tepat untuk entry dan exit, sesuai analisa berdasarkan metode dan strategi trading yang kita gunakan.
    • Money management system – menentukan besarnya risiko per trade serta position size sesuai dengan balance dalam akun trading kita.
    • Emotion management system – yaitu kemampuan untuk mengatur kondisi psikologis. Apakah emosi kita stabil dan sudah layak untuk membuka posisi trading? Jika emosi sedang labil, dikhawatirkan akan berdampak pada saat kita membuat keputusan. Checklist emosi ini diperlukan bila kita trading sepenuhnya secara manual. Apabila menggunakan Software trading yang secara otomatis memberikan sinyal-sinyal entry dan exit, maka risiko terjadinya kesalahan eksekusi karena emosi trading dapat diminimalisir.

    Sumber : seputarforex.com

    #7457
    senjanjani
    Participant

    Sistem Yang Bagus Menjadi Pilar Utama Trading Forex
    Untuk membuat sistem trading yang bagus, kita bisa mulai mencatat secara rinci Level entry dan exit yang telah dilakukan. Caranya adalah dengan melihat histori atau catatan riwayat trading (trading log) untuk dievaluasi. Evaluasi jangka pendek sebaiknya dilakukan segera setelah sebuah trade selesai agar bisa dilakukan perbaikan atau menambah ide-ide baru jika diperlukan.

    Bergantung dari selera dan kebutuhan, trading log bisa langsung dianggap sebagai jurnal trading atau patokan untuk membuat jurnal trading guna evaluasi jangka panjang. Trading log bisa digunakan sebagai ukuran sampai sejauh mana keseluruhan sistem trading kita bekerja pada suatu kondisi pasar tertentu.

    Checklist untuk level entry dan exit seharusnya hanya pada satu level harga dan tidak diikuti dengan pilihan kedua (ambiguous). Perlu ditekankan bahwa entry atau exit hanya dapat dilakukan jika sinyal trading telah kita anggap valid (memenuhi semua syarat yang disepakati). Jika ada 2 pilihan yang sama-sama valid, sebaiknya diambil yang probabilitasnya lebih besar.

    Sumber : seputarforex.com

    #7458
    rahmatrabani
    Participant

    Belajar Trading Forex Dari Keunggulan Tersembunyi Trader Sukses

    Seorang trader sukses sekaligus hedge fund manager, Jarratt Davis, dalam salah satu pos di situsnya mengisahkan bagaimana pengalamannya selama karir trading dan pergaulannya dengan berbagai institusi investasi dan para trader top yang bekerja di dalamnya. Ternyata banyak hal-hal tersembunyi yang layak untuk kita pertimbangkan sebagai bekal untuk perjalanan karir trading kita. Berikut adalah beberapa diantaranya:

    1. Trader Sukses Tetap Percaya Pada Kemampuan Diri Walau Mengalami Kerugian Beruntun

    Masing-masing trader memiliki saat terburuknya. Begitu juga dengan orang yang menjadikan trading sebagai profesi dan benar-benar merasakan kesuksesan dalam dunia trading. Saat banyak kerugian menghampiri termasuk dan waktu kerugian beruntun datang, saat itulah menjadi suatu ujian yang akan membedakan antara “Trader Sukses” dan “Trader Yang Baru Merasa Sukses”.

    Trader Sukses sejati sudah mendalami bagaimana bisnis ini bergerak dan sampai pada tahap menganggap kerugian sebagai suatu kejadian yang wajar. Bahkan sudah memaklumi hal ini menjadi sesuatu yang harus terjadi dalam karirnya sebagai trader. Trader Sukses sejati akan tetap memiliki keyakinan teguh bahwa sistem tradingnya bakal kembali ke puncak performa pada waktunya nanti. Berbeda dengan “Trader Yang Baru Merasa Sukses”. Titik ini justru sering menjadi titik balik bagi para pemula dan trader amatir untuk kembali mempertanyakan tentang keandalan sistem tradingnya.

    2. Trader Sukses Sejati Tidak Memiliki Batasan Waktu Untuk Masuk Pasar

    Walau tidak melakukan trading yang terjadwal setiap jam atau hari atau minggunya, namun setiap hari trader forex yang sukses sejati selalu mengikuti perkembangan pergerakan pasar. Tidak seperti para “Trader Yang Baru Merasa Sukses”, yang masuk pasar dengan dasar pola waktu tertentu. Setiap petunjuk atau sinyal besar dan kecil yang muncul setiap jam, hari, atau bahkan mingguan, selalu dijadikan kesempatan bagi para para trader amatiran untuk masuk ke pasar.

    Pembeda berikutnya adalah ketika para trader sukses sejati tersebut sedang memiliki posisi trading yang terbuka. Mereka tidak pernah berharap bahwa target profit akan tercapai.

    Kok aneh ya? Baru kali ini ada orang yang nggak ingin harapannya dikabulkan. Bukan begitu..tapi mereka lebih cenderung berfokus mengamati sinyal-sinyal yang muncul setelah posisi dibuka, apakah terus ada dukungan yang searah dengan posisi tersebut. Mereka meyakini bahwa posisi yang sudah dibukanya di dalam pasar tidak akan mampu untuk mempengaruhi pergerakan harga di pasar, sehingga siap sedia untuk “meralat”.

    3. Para Trader Sukses Sejati Sangat Hati-Hati Menjaga Risiko

    Seorang Trader Sukses sejati berpikir tentang meminimalkan risiko, sedangkan “Trader Yang Baru Merasa Sukses” menghitung bagaimana mereka bisa memaksimalkan keuntungan. Seorang Trader Sukses sejati selalu berusaha menjaga dan membatasi kerugian tidak lebih dari 2 persen dari nilai akun dalam satu posisi yang mereka buka. Mereka juga dengan ketat memberikan batasan risiko maksimal sebesar 1 persen untuk sekali kesempatan masuk pasar.

    Untuk mendukung manajemen risiko seperti itu, mereka menggunakan strategi Stop Loss yang lebar. Mengapa demikian? Karena dengan rentang nilai besar atau lebar tersebut, mereka memiliki kesempatan untuk membuat evaluasi. Apakah posisi yang mereka buka tersebut sudah sesuai dengan arah pergerakan pasar dan sinyal-sinyal yang muncul setelah posisi dibuka? Nah, jika disimpulkan posisi mereka salah, maka dengan cepat mereka bisa menutup posisi guna meminimalkan risiko dan kerugian.

    4. Trader Sukses Sejati Hanya Memasang Target Secara Tahunan

    Seorang trader yang sangat baik menjaga dana yang dikelolanya, fokus pertamanya adalah keamanan dana investor, baru kemudian berbicara tentang keuntungan. Salah satunya adalah dengan menerapkan penghitungan kerugian maksimal yang dialami tidak lebih dari 10 persen selama rentang waktu setahun. Dan menghasilkan keuntungan dalam rentang 25-40 persen.

    Berbeda dengan “Trader Yang Baru Merasa Sukses”, beranggapan bahwa menghasilkan keuntungan ratusan persen dalam beberapa kali trading saja adalah cara trading yang baik dan benar.

    5. Trader Sukses Sejati Berfokus Pada Fundamental

    Pelaku pasar forex bukan hanya spekulan. Setiap hari, banyak sekali transaksi bisnis yang tidak berdasarkan spekulasi. Kapan saja bisa terjadi, suatu perusahaan melakukan transaksi valas dalam jumlah besar. Sebagai gambaran misalkan ada perusahaan X di negara A hendak melakukan ekspansi ke negara B. Dalam proses tersebut ternyata pabrik X harus membeli mata uang negara B sejumlah 50 juta dolar.

    Transaksi seperti itu bisa mempengaruhi price action pada timeframe pendek, tetapi pergerakan price action yang random dan tidak terjadwal ini tidak ada hubungannya dengan fundamental suatu mata uang dan malah bisa jadi berkebalikan dengan bias arah pergerakan harga sesungguhnya. Trader amatir bisa dengan mudah terhanyut oleh price action semacam itu, berpikir kalau itu adalah awal dari pergerakan besar tanpa alasan yang jelas. Tetapi trader profesional takkan mempedulikan itu dan menunggu hingga ada alasan yang cukup logis sebelum membuka posisi trading.

    Semoga beberapa faktor di atas akan membantu proses trading kita hingga akhirnya mendapat keuntungan konsisten dalam jangka panjang.

    #7468
    senjanjani
    Participant

    Terimakasih tips nya gan, sebagai trader pemula sangat umum untuk mencontoh hal-hal yang sudah dilakukan oleh trader profesional yang sudah sukses. Tips yang agan jelaskan diatas bisa diterapkan oleh trader pemula dan sudah terbukti sukses. Trading memang tidak hanya mencakup satu aspek, tetapi untuk menjadi sukses trader harus memperhatikan semua aspek yang berkaitan dengan trading seperti psikologi, Waktu trading, money management, strategi dll.

    #7470
    senjanjani
    Participant

    Pilar Utama Trading Forex: Money Management System
    Untuk checklist pada money management system, persentase risiko yang kita tentukan hendaknya cukup realistis dan sesuai dengan kondisi balance pada saat itu. Hal ini tentu saja bisa berubah-ubah sesuai dengan perubahan balance dan probabilitas sinyal trading yang kita peroleh. Selain itu, di sini kita juga bisa menambahkan catatan risk/reward ratio setiap trade pada checklist sistem.

    Manajemen Emosi Yang Baik Juga Pilar Utama Trading
    Checklist pada emotion management system diperlukan guna mencatat riwayat emosi kita selama trading. Hal ini menjadi bisa berarti bila kita membaca trading log setelah beberapa kali trade. Dengan selalu melakukan evaluasi keadaan psikologis saat trading, kita diharapkan mencapai kestabilan emosi dalam jangka panjangnya.

    Contoh checklist emosi:

    “Apakah saya akan marah jika stop loss saya kena?” Jika jawabannya adalah “ya”, maka kita menambahkan catatan sebagai peringatan, misalnya: “mengalami loss adalah bagian yang tak terpisahkan dari perjalanan menuju sukses dalam trading forex.”

    Kini Anda telah memahami 3 pilar utama trading forex. Karena trading forex adalah sebuah bisnis, maka rencana trading adalah juga rencana bisnis yang harus benar-benar kita siapkan sebelum terjun ke live account dengan uang sungguhan. Semakin baik dan matang persiapan kita, maka semakin besar harapan untuk berhasil di live account.

    Sumber : seputarforex.com

    #7479
    rahmatrabani
    Participant

    Morgan Stanley perkirakan dolar AS turun​



    Morgan Stanley, perusahaan perbankan investasi multinasional Amerika, memperkirakan penurunan dolar AS. The greenback cenderung akan melemah sepanjang 2019. Selain itu, penyebab utama penurunannya adalah faktor yang berkontribusi pada pertumbuhannya tahun lalu. Para ahli di Morgan Stanley percaya bahwa dolar AS akan jatuh karena perlambatan siklus yang terjadi di seluruh dunia, peningkatan risiko proteksionisme dan paket stimulus fiskal dan kebijakan moneter ketat di Amerika Serikat. Pada 2018, semua ini merangsang peningkatan nilai mata uang Amerika, namun sekarang akan berdampak sebaliknya. Selain itu, hubungan dagang antara AS dan China membaik, dan tidak ada konsesi pajak. Morgan Stanley yakin tahun 2019 tampaknya merupakan kebalikan dari 2018, dan pasar tidak siap dengan skenario tersebut. Amerika Serikat tampak rentan terkait utang luar negeri yang besar.

    #7480
    senjanjani
    Participant

    Terimakasih informasinya gan, Trader memang harus selalu memperhatikan news dan update tentang berita terbaru tentang pergerakan mata uang. Seperti yang agan jelaskan diatas bahwa diperkiraan Dollar US akan melemah di tahun 2019, sampai saat ini memang sudah terbukti bahwa Dollar US cenderung melemah.

    #7485
    senjanjani
    Participant

    Membuat Sebuah Trading Plan

    Bagi seorang trader forex, Trading Plan sangat diperlukan untuk memperoleh hasil trading yang konsisten. Salah satu faktor keberhasilan dalam trading forex adalah disiplin. Melalui Trading Plan yang dibuat secara benar dan obyektif, seorang trader bisa berlatih untuk disiplin sesuai kaidah-kaidah yang telah ditetapkan dalam planningnya.

    Selain itu, seorang trader telah bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri dengan cara membuat Trading Plan. Jika hasil tradingnya tidak seperti yang diharapkan atau arah pergerakan harga pasar berlawanan dengan prediksi, trader bisa segera mengambil langkah yang terbaik pada akun trading tanpa ragu dan panik.

    Sumber : seputarforex.com

    #7491
    senjanjani
    Participant

    Mengapa Trader Perlu Membuat Sebuah Trading Plan?
    Semakin Anda memaksakan diri untuk masuk pasar dengan variabel analisa yang terlalu banyak beredar (baik teknikal maupun data fundamental), besar kemungkinan hasil trading semakin tidak konsisten. Hal itu merupakan rintangan psikologis yang harus diatasi oleh seorang trader. Kenyataan ini berhubungan langsung dengan konsep bahwa kesabaran dalam trading forex akan mendapatkan imbalan atau reward dari pasar.

    Contohnya saja, jika Anda adalah seorang trader Price Action. Bersabar menunggu sinyal Price Action yang terbentuk pada pasar tidak hanya meningkatkan peluang sukses trading, melainkan juga rasa percaya diri.

    Rintangan psikologi lain yang harus diatasi adalah rasa percaya diri yang berlebihan dan perasaan euforia setelah memperoleh hasil cukup konsisten dalam trading. Inilah yang membedakan antara seorang trader profesional dan seorang trader yang belum cukup jam terbangnya. Trader profesional selalu sanggup menjaga perasaan dan sadar sepenuhnya bahwa emosi tidak seharusnya dilibatkan dalam urusan trading.

    Cara terbaik agar kita tidak melibatkan emosi dalam aktivitas trading adalah dengan membuat Trading Plan yang definitif, lengkap dengan skenario trading yang jelas dalam menghadapi setiap perubahan kondisi pasar. Banyak trader yang tidak berusaha membuat Trading Plan, karena tidak tahu bagaimana harus memulai dan apa seharusnya isi dari sebuah Trading Plan itu.

    Sebenarnya, Trading Plan yang baik akan mudah untuk Anda terapkan, sesuai dengan pengetahuan maksimal yang Anda miliki tentang pasar. Jadi, tidak harus complicated dan bertele-tele. Yang paling penting dalam membuat Trading Plan adalah: Anda berdisiplin dengan diri sendiri untuk sungguh-sungguh menerapkannya setiap akan entry.

    Sumber : seputarforex.com

    #7496
    senjanjani
    Participant

    Ingin Membuat Trading Plan? Perhatikan Hal-Hal Ini

    1. Tentukan strategi untuk entry. Ambil cara atau teknik yang terbaik dari pengalaman Anda menerapkan berbagai metode entry pada beragam kondisi pasar. Misalnya, Anda memilih reversal Pin Bar pada kondisi pasar trending (untuk strategi Price Action) dengan indikator pendukung Moving Average, maka yakinkan diri Anda bahwa kondisi itu adalah yang paling baik dan akurat untuk entry pada kondisi pasar trending jika dibandingkan dengan cara lainnya.
    2. Tentukan risk/reward ratio. Skenario Risk Management ini harus Anda terapkan pada setiap posisi yang akan Anda ambil. Pastikan Anda telah paham benar mengenai position sizing yang adalah bagian terpenting dalam menentukan resiko.
    3. Tentukan position size sesuai dengan target Stop Loss. Dalam membuat Trading Plan, selalu ingat bahwa position size bisa berubah-ubah sesuai dengan risiko Stop Loss per trade yang kita tentukan. Risiko per trade hendaknya ditentukan terlebih dahulu sebelum menentukan Stop Loss Level.
    4. Tentukan strategi exit atau Take Profit. Exit target seharusnya ditentukan juga sebelum Entry, sesuai dengan rewardyang kita sepakati. Hendaknya tidak menentukan exit level pada saat trade sedang berlangsung, karena emosi kita cenderung akan ikut terlibat ketika trading tanpa exit target. Kita akan lebih obyektif menentukan target profit saat belum punya posisi.
    5. Buat jurnal dan catatan untuk evaluasi. Untuk setiap posisi yang telah di-Close, baik profit atau loss, sebaiknya diberikan catatan untuk evaluasi kualitas strategi dan Plan yang telah Anda buat. Dngan begitu, Anda akan lebih terpandu untuk mengambil langkah ke depannya.

     

    Sumber : seputarforex.com

    #7497
    rahmatrabani
    Participant

    Trading Forex Itu Fleksibel

    Ada banyak keunggulan forex trading (online) dibandingkan dengan kegiatan bisnis lainnya. Salah satunya adalah fleksibilitas waktu. Menjadi forex trader berarti Anda bisa melakukan kegiatan sesuai dengan waktu yang bisa diluangkan. Market forex “buka” 24 jam dalam 5 hari kerja. Secara teoritis, Anda bisa memilih waktu untuk melakukan trading kapanpun waktu yang Anda sukai.

    Mau trading pagi? Silahkan. Siang? Oke ajah. Sore? Gak masalah. Malam? Bisa. Lewat tengah malam? Boleh-boleh aja sih. Eh, tapi asal “orang sebelah” Anda gak ngomel-ngomel. Hihihi! Yah, intinya, Anda bisa trading kapan aja. Pokoknya terserah deh! Asyik kan?

    Kedua, fleksibilitas tempat. Anda bisa melakukan trading dimana saja. Asalkan ada gadget yang terkoneksi dengan internet, di situlah Anda bisa trading. Mau trading di kantor, di kampus, di café, di rumah, di kamar, ato di kamar mandi? Bisa.

    Ketiga, fleksibilitas modal. Anda boleh memilih besarnya investasi sesuai dengan kemampuan. Mau $5 atau $5 juta juga boleh kok… Yang penting, Anda bisa sesuaikan modal dengan ukuran trading. Jangan sampai cuma modal $5, tapi buka trade dengan ukuran segede gaban karena kepingin dapat profit $5 juta dalam sekejap.

    Selanjutnya adalah fasilitas margin trading. Nah, ini dia salah satu keunggulan forex dibanding trading yang lain, bahkan dibanding dibanding dengan stock (saham) trading. Broker forex biasanya menyediakan fasilitas margin trading, dimana dengan fasilitas ini, trader bisa melakukan trading dengan kuantitas yang jauh lebih tinggi dibanding dengan modal yang diinvestasikan.

    Dengan margin trading, trader bisa bertransaksi sebesar $1,000 hanya dengan menginvestasikan sebesar $100. Tentunya hal ini membuat kemungkinan perolehan profit di forex trading bisa jauh lebih tinggi daripada di trading saham atau trading tradisonal, di mana kita harus menyediakan dana sebesar kuantitas yang kita perdagangkan.

    Eh, tapi harap diingat, fasilitas ini juga membuat trading forex menjadi lebih tinggi risikonya dibanding dengan misalnya trading di saham yang tidak menggunakan margin trading. Risiko kerugian tertinggi di forex trading biasanya terjadi apabila kita mengalami Margin Call, yang bisa berarti modal kita habis. Bandingkan dengan risiko kerugian di trading saham yang akan terjadi apabila terjadi penurunan harga saham, yang secara teoritis kecil sekali kemungkinannya untuk sampe menjadi nol. Yah, tentu saja ini tergantung preferensi atau pilihan dari masing-masing trader sih. Mau pilih yang high profit, high risk, atau yang relatif aman.

    Saran saya sih, tetap bersikap realistis aja dalam memasang ukuran trading. Memang tidak mustahil bagi trader forex untuk mengejar profit $5 juta dengan modal $5, tapi pengharapan itu jelas sangat tidak realistis. Iya kalau tradingnya bisa profit terus, kalau loss terus? Harga baru gerak sedikit, pasti sudah habis duluan itu modalnya yang cuma $5. Jadi, ya kembali lagi ke tips sebelumnya.

    Walaupun di forex trading ada yang namanya fleksibilitas margin, manfaatkan sebijak mungkin. Kalau modalnya cuma $5 ya, target profit per trade mestinya nggak lebih dari $5. Nanti kalo pengalaman sudah terkumpul, nggak sulit kok untuk dapat $5 juta dolar. Cuman ya butuh kesabaran pastinya.

    #7505
    senjanjani
    Participant

    Terimakasih informasinya gan, Benar sekali pasar forex adalah pasar yang flexible sehingga trader bisa menentukan jam kerja nya sendiri sesuai dengan waktu yang trader punya. Ini adalah salah satu keunggulan trading forex. Selain itu modal yang kecil juga menjadi keunggulan trading bahkan trader bisa menjalankan trading secara gratis atau tanpa modal dengan memanfaatkan welcome bonus yang diberikan oleh broker sebagai modal awal.

    #7508
    senjanjani
    Participant

    Strategi Money Management Dengan Position Sizing (1)

    Sejauh ini money management adalah komponen yang paling penting dari sistem trading. Inti money management adalah pengendalian risiko, dan strategi money management yang baik adalah jika risiko bisa ditekan serendah mungkin dengan output yang maksimal. Dalam trading forex money management tidak semudah yang dibayangkan karena faktor risiko di pasar jenis ini memang sangat tinggi.

    Berbagai macam strategi telah dicoba untuk diterapkan dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing, sehingga tidak ada metode ataupun strategi tertentu yang paling tepat. Salah satu strategi money management dalam trading forex adalah dengan mengacu pada position size, atau ukuran besarnya trade (lot, volume atau quantity). Strategi tersebut lazim dikenal dengan sebutan martingale, anti-martingale dan fixed fractional position sizing. Artikel ini akan mengulas kelebihan dan kekurangan masing-masing strategi tersebut.

    Strategi Martingale
    Pada abad ke-18, seorang matematikawan Perancis bernama Paul Pierre Levy menciptakan sebuah strategi untuk permainan judi yang ternyata memiliki rating sukses cukup tinggi. Caranya adalah dengan melipat gandakan nilai taruhan setiap kali kalah bertaruh. Idenya, kita hanya membutuhkan satu kali menang untuk menutup semua kerugian. Di atas kertas, strategi ini sangat meyakinkan, tetapi dalam prakteknya bisa menyebabkan uang kita ludes lebih cepat. Masalahnya adalah ketika terjadi kekalahan yang beruntun, modal kita bisa habis sebelum kita mengalami kemenangan.

    Bila diterjemahkan dalam trading forex, risiko untuk trade berikutnya kita perbesar setiap kali mengalami loss dengan penyesuaian pada position size-nya (ukuran lot, volume atau quantity). Risk/Reward dari strategi ini cenderung menerapkan rasio 1:1, karena pada intinya metode ini adalah berusaha menutup kerugian secepat mungkin. Dengan demikian, besarnya risiko adalah 50% dari portofolio kita. Hal ini akan menyebabkan Drawdown atau persentasi kerugian kita tinggi.

    Berikut ini contoh strategi martingale dalam trading yang bisa bekerja dengan efektif: Diasumsikan balance awal kita $100, Risk/Reward Ratio = 1:1, risiko awal $10 dan akan kita gandakan setiap kali mengalami loss.

    1. Trade pertama kita profit (win) sehingga balance bertambah menjadi $ 110.
    2. Dengan kondisi yang sama pada trade yang ke-2, kita loss sehingga balance kembali lagi ke $100.
    3. Dengan menggunakan strategi martingale, pada trade yang ke-3, risiko kita naikkan menjadi 2 kali:
      2 x $10 = $20Risk/Reward Ratio tetap 1:1. Ternyata kita kembali loss sehingga balance berkurang $20 menjadi $80.
    4. Pada trade yang ke-4, nilai risiko kembali kita naikkan 2 kali menjadi:
      2 x $20 = $40Kita profit, sehingga balance kita bertambah $40 menjadi $ 120.

    Contoh berikutnya adalah trading dengan strategi martingale yang berakhir tragis. Asumsi balance awal, Risk/Reward Ratio dan besaran risiko sama dengan contoh sebelumnya.

    1. Trade pertama kita loss sehingga balance menjadi $90.
    2. Dengan risiko $20, trade ke-2 juga loss dan balance kita menyusut lagi menjadi $70.
    3. Pada trade ke-3, risiko kita $40, tetapi lagi-lagi loss. Balance sekarang tinggal $30.
    4. Untuk menyesuaikan position size dengan perhitungan risiko:
      2 x $40 = $80Dana kita yang sudah tinggal $30 sudah tidak mencukupi lagi, sehingga kita pertaruhkan sisa balance terakhir yang $30. Ternyata loss juga, sehingga tamatlah account kita alias game over.​

    Seperti kita lihat pada contoh terakhir, hanya dibutuhkan 4 kali trade saja untuk menguras habis dana kita. Oleh sebab itu, banyak trader coach menganjurkan untuk menghindari penggunaan strategi ini, terutama bagi para trader pemula. Alasan utamanya adalah karena dalam menentukan risiko, sistem martingale ini menggunakan pola eksponensial.

    Sumber : seputarforex.com

    #7521
    senjanjani
    Participant

    Strategi Anti-Martingale
    Seperti namanya, strategi ini adalah kebalikan dari strategi martingale. Pada strategi anti-martingale ini, kita tidak menggandakan risiko setiap kali setelah mengalami loss, melainkan hanya menggandakan risiko setiap kali profit. Pencipta ide strategi ini tentunya pernah merasakan pahitnya trading dengan strategi martingale, hingga fokus pemikirannya berubah ke “biarkan profit Anda terus bertambah dan realisasikan kerugian Anda sedini mungkin”. Prinsip tersebut merupakan petikan dari istilah berbahasa Inggris yang berbunyi: let your profits run and cut your losses short.

    Namun demikian, ada catatan penting dalam menerapkan strategi ini, yaitu:

    Dengan menggandakan risiko setiap kali setelah mengalami profit, maka probabilitas untuk menderita kerugian yang lebih besar juga akan semakin tinggi. Oleh sebab itu, kita harus menggunakan Risk/Reward Ratio yang lebih besar dari 1:1. Dari hasil trial and error, dianjurkan untuk menerapkan rasio 1:2. Hal ini untuk mencegah akibat kerugian beruntun yang terjadi setelah kita profit atau beberapa kali profit, yang menyebabkan nilai risiko semakin membengkak.

    Contoh sistem penggandaan risiko setiap kali setelah profit dengan Risk/Reward Ratio 1:2, balance awal $ 100.


    Untuk meminimalisir risiko setelah mengalami loss, maka position size diperkecil setengahnya, atau risiko dikurangi hingga 50% setiap kali setelah mengalami loss. Hal ini juga untuk menghindari drawdown yang besarsetelah terjadi kerugian beruntun. Berikut contoh penerapan strategi anti-martingale pada trade yang mengalami profit beruntun sebanyak 4 kali dan kerugian beruntun 3 kali. Risk/Reward Ratio 1:2, dengan balance awal $ 100.


    Seperti tampak pada tabel di atas, kita menggandakan risiko setiap kali mengalami profit. Hasilnya, balance terakhir berjumlah $400. Kemudian saat terjadi kerugian beruntun sebanyak 3 kali, maka akumulasinya adalah seperti berikut:


    Dengan memperkecil risiko 50% setiap kali loss, maka account kita masih bisa bertahan, bahkan masih bisa profit meski mengalami kerugian beruntun. Bandingkan jika kita tidak memperkecil position size, account kita akan terkena Margin Call.

    Sementara itu, berikut ini adalah contoh strategi anti-martingale untuk trade yang mengalami profit dan loss bergantian. Risk/Reward Ratio 1:2, balance awal $ 100.

    Dalam perkembangan selanjutnya, Risk/Reward Ratio 1:2 tidak harus 1:2, melainkan fleksibel sesuai dengan kondisi pasar, asalkan masih lebih tinggi dari 1:1. Misalnya saja, Anda memilih Risk/Reward Ratio 1:1.5 karena pasar sedang sideways atau harga bergerak dalam rangesempit. Dalam situasi seperti ini, wajar untuk memperkecil target profit, karena pergerakan harga kemungkinan tidak akan melonjak secara signifikan untuk menyentuh target profit yang besar.

    Demikian pula halnya dengan penurunan position size (ukuran lot, volume atau quantity) setelah mengalami loss, tidak harus dikurangi hingga separuhnya (50%). Aturan ini cenderung fleksibel sesuai dengan kondisi balance dalam account Anda. Jika Anda termasuk trader yang konservatif, maka bisa menurunkan prosition size hingga lebih dari separuh. Sebaliknya bagi Anda yang agresif, maka dapat mengurangi ukuran trading kurang dari setengahnya. Apapun jumlah penurunan yang Anda pilih nanti, upayakan agar persentase penurunannya konsisten.

    Anti-Martingale Vs Martingale
    Seperti tampak pada contoh di atas, strategi anti-martingale jauh lebih aman dan lebih profitable dibandingkan strategi martingale. Hal ini disebabkan oleh Risk/Reward Ratio yang lebih besar dari 1:1 dan penurunan isiko (pengurangan position size) setiap kali setelah mengalami loss. Dengan demikian, maka besarnya risiko tidak naik secara eksponensial seperti pada strategi martingale, yang bisa mengakibatkan drawdown sangat besar.

    Sumber : seputarforex.com

    #7522
    rahmatrabani
    Participant

    Contoh Menggunakan Stop Loss

    Ada beberapa cara yang umum dipakai untuk menerapkan stop loss di posisi kita yang terbuka, yaitu seperti contoh berikut ini:

    *Pertama adalah menggunakan berapa banyak poin anda sanggup merugi. Misalnya anda membuka posisi GBP/USD buy di harga 1.6850. Anda berani menanggung rugi sebanyak 50 point/pip, maka Stop Loss anda tetapkan di level harga 1.6800. Jadi ketika harga turun sejauh 100 pip diharga 1.6750, maka secara otomatis anda terselamatkan oleh Stop Loss yang hanya menanggung kerugian 50 pip di harga 1.6800 dan posisi akan tertutup otomatis.

    *kedua adalah anda dapat menggunakan level Support dan Resistance sebagai titik acuan Stop Loss. Untuk posisi Buy/Beli posisi stop loss idealnya di Bawah Level Support, Sedangkan untuk posisi Sell/Jual posisi stop loss ada pada atas level Resistance saat ini.

    Para Trader jangka pendek biasanya menetapkan stop loss ketat yang berbeda dengan trader jangka panjang yang menetapkan stop loss dengan jarak yang lebih jauh. Hal tersebut dilakukan dengan tujuan bisa memberi sedikit ruang kepada harga untuk bergerak. Jarak Stop loss usahakan jangan seketat mungkin,karena sering terjadi level stop loss yang terlalu ketat seringkali terkena harga ketika swing, namun juga jangan terlalu lebar karena bisa menyebabkan kerugian anda sedikit lebih membesar.
    Usahakan menetapkan level stop loss se-Natural atau se-Nalar mungkin. Jadi jangan terlalu menggunakan insting, tapi tetapkanlah level Stop loss menggunakan analisa dan perhitungan anda pada harga saat ini.

Viewing 15 posts - 931 through 945 (of 1,141 total)
  • You must be logged in to reply to this topic.