Welcome Bonus $100 dari ForexChief​

MTI Forums Lain-Lain Iklan Welcome Bonus $100 dari ForexChief​

This topic contains 865 replies, has 5 voices, and was last updated by  senjanjani 10 hours, 56 minutes ago.

Viewing 15 posts - 811 through 825 (of 866 total)
  • Author
    Posts
  • #7062

    senjanjani
    Participant

    Apa Itu Stop Loss Forex: Pengertian dan Panduannya

    Stop Loss adalah nilai batasan harga terendah yang ditentukan untuk membatasi kerugian. Saat pergerakan harga menyentuh nilai ini, maka sistem secara otomatis akan menutup order atau posisi tersebut.

    Bagi kebanyakan trader, keputusan menaruh stop loss ini adalah pilihan yang tidak nyaman. Mengapa? karena itu berarti mereka telah menerima kerugian yang terjadi. Namun, setiap trader berhak untuk memutuskan sendiri mana model trading yang paling cocok dengan dirinya, baik dengan menggunakan stop loss ataupun mengabaikannya, itu kembali pada strategi trading yang digunakan oleh masing-masing trader.

    Macam-Macam Cara Memasang Stop Loss Dalam Forex
    Jika Anda termasuk trader yang ingin menggunakan Stop Loss untuk mengendalikan risiko rugi, maka hal pertama yang perlu diketahui ada beberapa cara memasang Stop Loss dalam forex. Berikut tiga diantaranya:
    1. Stop Loss Manual
    Pengertian Stop Loss Manual yaitu penghentian kerugian dilakukan oleh trader dengan menutup posisi trading sendiri di software trading, saat harga ternyata sudah jauh bergerak ke arah yang berlawanan dengan harapan. Penerapan Stop Loss dengan cara ini akan membutuhkan kedisiplinan dan kewaspadaan tinggi dari trader, karena jika ceroboh atau alpa maka loss bisa lebih besar daripada yang mampu ditanggung trader.

    Umpamanya, Anda membuka posisi Buy EUR/USD pada harga 1.2000. Anda sudah berniat akan menutup posisi jika bergerak ke 1.2050 (profit 50 poin) dan mencapai profit, atau jika loss karena mencapai 1.1975 (loss 25 poin). Namun, ternyata Anda tidak berjaga di depan komputer saat harga meluncur turun, serta baru sadar untuk menutup posisi pada posisi harga 1.1900. Akibatnya, kerugian jadi lebih membengkak hingga 100 poin.

    2. Stop Loss Otomatis
    Definisi Stop Loss Otomatis merujuk pada penentuan level harga tertentu dimana posisi trading akan tertutup secara otomatis jika sudah mencapai level tersebut. Stop Loss Otomatis biasanya dapat ditempatkan di semua software trading.

    Jika Anda sudah mengetahui bagaimana cara order (membuka posisi trading) di software trading Metatrader atau software trading lainnya, maka tentu Anda mengetahui bahwa pada formulir Order, terdapat pula kolom Stop Loss. Nah, di situlah Anda menuliskan level harga yang dimaksud. Nantinya, jika harga ternyata tidak bergerak ke arah yang Anda inginkan, maka posisi trading akan otomatis tertutup begitu mencapai level Stop Loss ini, meskipun Anda tidak sedang online memantau trading.

    3. Trailing Stop
    Selain menggunakan fitur Stop Loss Otomatis yang bisa diletakkan di formulir order, Anda juga bisa memakai fitur Trailing Stop. Apabila menggunakan Stop Loss, maka sudah pasti Anda akan menutup posisi trading dalam kondisi rugi. Namun, jika memakai Trailing Stop maka bisa tetap mendulang profit biarpun harga bergerak ke arah yang tak terduga.

    Cara menempatkannya di Metatrader, Anda pertama-tama harus membuka posisi trading dulu. Lalu, pada daftar order, klik kanan pada posisi yang ingin dipasangi Trailing Stop. Nantinya akan muncul tampilan seperti ini.

    Pilih berapa poin Trailing Stop yang akan Anda gunakan. Umpama, Anda order Buy di harga 1.2000, lalu memasang Trailing Stop di angka 20 poin. Jika kemudian harga naik ke 1.2021, maka trailing akan aktif dengan cara menggeser Stop Loss secara otomatis ke harga 1.2001. Jika harga naik lagi ke 1.2041, maka Stop Loss naik lagi ke 1.2021. Kalaupun nantinya ternyata harga berbalik turun ke 1.1975, Anda tetap bisa mendapatkan profit sebesar (1.2021-1.2000 = 21 poin).

    Sumber : seputarforex.com

    #7067

    rahmatrabani
    Participant

    Why Must Complicated

    Banyak yang chat dan bertanya apa dengan cara sederhana seperti itu bisa menghasilkan profit? apa aman trading dengan cara sedernaha seperti itu?

    Saya terkadang bingung dengan pertanyaan seperti itu?

    Karena menurut saya “Kalau bisa sederhana dan profitable kenapa harus cari yang rumit”

    Ada sebuah kata bijak dari seorang trader luar “Complicated System Trading Just make you Confused”

    Yaa.. Terlalu banyak variabel yang harus diperhatikan hanya akan memperlambat kita mengambil sebuah keputusan dan membuat kita menjadi bingung mengambil keputusan.

    Ini seperti seorang Pendekar dengan banyak senjata namun malah terbebani oleh senjata-senjata yang bahkan tidak digunakan saat pertarungan.

    #7068

    senjanjani
    Participant

    Benar gan, Lebih baik menggunakan sedikit indikator/ variabel tetapi trader sudah benar-benar paham dengan indikator yang akan digunakan, sehingga trader akan lebih yakin dengan hasil analisa yang dilakukan, dibandingkan dengan banyak menggunakan indikator tetapi belum sepetuhnya paham.

    #7073

    senjanjani
    Participant

    Cara Menentukan Stop Loss Dalam Forex
    Setelah mengetahui macam-macam cara memasang Stop Loss dalam forex, barangkali akan terlintas pertanyaan di benak Anda: Bagaimana menentukan level harga dimana kita perlu memasang Stop Loss?

    Kita tentu tak ingin menutup posisi trading terlalu dini, hingga gagal profit karena terlalu tergesa-gesa, padahal harga toh akhirnya bergerak ke target profit kita. Namun, kita juga tak mau terlambat tutup order hingga harus menanggung rugi besar.

    Sebenarnya, ada banyak sekali cara untuk menentukan Stop Loss, dan trader bebas mengembangkan strateginya masing-masing. Sebagai gambaran bagi Anda, berikut contoh sederhana beberapa cara menentukan Stop Loss dalam forex:

    1. Menggunakan Margin Call dan Stop Out.
    Margin Call dan Stop Out merupakan sebutan bagi level-level harga dimana broker akan memberikan peringatan atau menutup otomatis posisi trading kita karena ketersediaan dana di dalamnya dianggap sudah tidak mampu untuk mempertahankan posisi tersebut. Biasanya, broker forex akan memberikan peringatan ini jauh sebelum dana habis total, bisa ketika dana dalam akun tersisa 20%, 50%, atau bahkan 80%.

    Nah, dalam pendekatan pertama ini, Anda tidak menetapkan level Stop Loss sendiri, tetapi mengikut saja pada level Margin Call dan Stop Out yang dipersyaratkan oleh broker. Sebenarnya, cara ini agak ceroboh, tetapi banyak trader pemula yang melakukannya karena kurang memahami bagaimana menentukan Stop Loss sendiri.

    2. Berdasarkan Konsep Money Management Sederhana.
    Dalam teori Money Management paling sederhana, dikatakan bahwa tidak baik bagi trader untuk meresikokan dana sampai melebihi 2-3%, jadi pada skala nilai itulah seharusnya kita tempatkan Stop Loss.

    Contoh: Dengan dana trading sebesar $1000, trader melakukan order pada pair EUR/USD. Umpama pergerakan pair EUR/USD setiap 1 pips = 0.4. Apabila batasan kerugian 3% = $30, ini berarti stop loss harus diletakkan di: 30/0.4 = 75 pips.

    Selain teori ini, masih banyak konsep Money Management lainnya, dan Anda bebas akan menerapkan konsep yang mana.

    3. Berdasarkan Analisa Teknikal.
    Cara menentukan Stop Loss dengan analisa teknikal adalah dengan memanfaatkan grafik dan indikator yang sudah ada di software trading, atau teknik-teknik analisa teknikal lainnya. Misalnya Fibonacci Retracement, Pivot Points, dan lain sebagainya.

    Sumber : seputarforex.com

    #7075

    senjanjani
    Participant

    2 Cara Menghadapi Ketidakpastian Pasar

    Seperti menerbangkan pesawat, trading forex adalah pekerjaan serius. Keadaan cuaca saat penerbangan berlangsung bisa diprediksi, tetapi tidak bisa dipastikan. Prediksi bukan hal yang pasti, dan seorang pilot harus bisa menghadapi ketidakpastian cuaca. Taruhannya tentu saja nyawa seluruh awak dan penumpang pesawat. Demikian pula dalam trading forex, keadaan pasar bisa diprediksi, tetapi tidak bisa dipastikan. Jika Anda seorang trader forex, tetapi tidak mampu menghadapi ketidakpastian pasar, maka akibatnya akan fatal. Taruhannya seluruh modal trading Anda atau klien Anda.

    Pasar forex sungguh sangat menantang dan membuat trader penasaran untuk menaklukkannya. Bak binatang buas yang selalu berjaga selama 24 jam, pasar forex agak irrasional dan ‘mudah tersinggung’. Dengan sedikit agitasi, pasar bisa dengan tak terduga berubah dari jinak menjadi buas atau volatilitas-nya meninggi, kemudian dengan cepat berbalik lagi. Tak seorangpun bisa menduga apa yang akan terjadi kemudian. Menurut para trader yang telah berpengalaman, untuk menghadapi rasa takut akibat ketidakpastian pasar tersebut hanya dibutuhkan 2 hal yang sederhana, yaitu menerima keadaan pasar seperti apa adanya, dan melakukan persiapan yang sebaik-baiknya.

    1. Menerima keadaan pasar seperti apa adanyaRay Dalio, hedge fund manager terkenal dan pendiri perusahaan hedge fund ranking pertama dunia saat ini, Bridgewater Associates, pernah menulis bahwa “tidak peduli betapa kerasnya Anda bekerja, Anda masih akan bisa berbuat kesalahan.” Dengan pengalaman trading lebih dari 35 tahun serta pengalaman bekerja sama dengan para investor terkemuka plus trading tools yang paling mutakhir, Ray Dalio membuktikan dan mengakui bahwa tidak ada strategi yang sempurna atau ‘holy grail’ dalam trading.

    Jika Anda mengira memiliki kemampuan analisa pasar yang begitu mumpuni, baik secara teknikal maupun fundamental, sehingga hasil trading Anda akan seperti yang diinginkan, cobalah untuk berpikir lagi. Pada kenyataannya Anda tidak akan bisa memperkirakan setiap pergerakan harga, dan sistem trading Anda tidak akan selalu tepat dalam merespon variabel pasar kecuali Anda bisa melihat ke “waktu yang akan datang”. Anda tetap akan bisa loss, dan jika tidak bisa menerima keadaan pasar yang memang tidak pasti, Anda akan sulit beradaptasi dengan keadaan yang selalu berubah. Sayangnya, banyak trader menyadari hal ini setelah lama trading dengan jumlah transaksi yang cukup banyak.

    2. Persiapan sebaik mungkin
    Cara kedua untuk mengurangi risiko akibat ketidakpastian adalah dengan melakukan persiapan sebaik mungkin. Bisnis serius memerlukan persiapan yang serius. Seorang profesional seperti dokter bedah akan melakukan persiapan yang serius dengan membentuk team yang terdiri atas dokter-dokter yang telah teruji sebelum melakukan bedah jantung. Jika terjadi hal-hal yang tidak terduga, akibat fatal dari ketidak-pastian tersebut bisa dikurangi dengan persiapan yang matang.

    Untuk membuat persiapan yang matang dalam trading forex, Anda harus memahami pengetahuan pasar dan pengendalian risiko, seperti arah sentimen akibat rilis suatu data fundamental, serta cara mengatur level stop dan menentukan target profit. Hal tersebut akan mengurangi risiko, karena Anda telah membuat skenario bila sesuatu yang paling buruk terjadi. Jika Anda telah mengetahui apa yang akan terjadi jika harga naik, turun ataupun sideways, lalu apa yang Anda takutkan?

    Menerima keadaan pasar seperti apa adanya dan persiapan yang sebaik mungkin memang tampak sederhana tetapi tidak mudah dilakukan. Jika Anda bisa bertahan lama dalam trading forex, maka ketidak-pastian pasar akan bisa Anda atasi dengan sendirinya lewat pengalaman. Sejalan dengan waktu, Anda akan bisa mengembangkan cara trading yang baik yang tidak hanya berorientasi pada profit semata.

    Sumber : seputarforex.com

    #7081

    senjanjani
    Participant

    Di pasar forex, fluktuasi harga seringkali membolak-balikkan market dengan arah yang tidak menentu. Hal tersebut tidak lain karena ada sentimen pasar dan pengaruh fundamental ekonomi. Namun, apakah yang disebut sentimen pasar? Apa pengaruhnya terhadap trading forex kita? Bagaimana cara mengantisipasinya?

    Apa Maksud Sentimen Pasar
    Sentimen Pasar adalah sikap kesepakatan bersama (konsensus) dari para pelaku pasar, untuk mengantisipasi pergerakan harga dalam suatu kondisi tertentu. Sikap ini merupakan akumulasi dari berbagai faktor fundamental dan teknikal, termasuk di dalamnya pola pembentukan harga serta rilis data ekonomi ataupun berita global yang dianggap penting. Aneka faktor tersebut secara bersama membentuk suatu persepsi komunitas pasar investasi.

    Setiap trader mempunyai opini tersendiri tentang pasar, seperti:
    “Wah, sentimen pasar sedang bullish, nih. Lumayan kalau profit,”
    “Harga emas melambung akibat sentimen Korea Utara vs AS,”
    dan semacamnya.

    Mereka juga punya alasan tersendiri mengapa pasar bergerak ke satu arah tertentu. Ketika trading, trader mengungkapkan pendapatnya setelah mengamati trading yang dia lakukan. Tetapi terkadang, pasar juga bergerak ke arah tertentu yang di luar perkiraan trader, sehingga tak peduli seberapa bagusnya trend yang telah tercipta, akhirnya trader tetap saja mengalami rugi (loss).

    Seorang trader harus menyadari bahwa keseluruhan pasar merupakan kombinasi semua pandangan, ide, dan pendapat dari semua trader di pasar (yang tentunya berbeda-beda). Kombinasi pandangan para pelaku pasar inilah yang disebut dengan sentimen pasar.

    Sumber : seputarforex.com

    #7082

    rahmatrabani
    Participant

    Karakter broker jujur. Diantaranya:

    • Broker jujur ada regulasi dan alamat kantor yang jelas.
    • Customer Service (CS) resmi berjalan lancar, setidaknya dalam lima hari kerja.
    • Fasilitas trading yang disediakan sinkron dan transparan.
    • Situs dilengkapi dengan edukasi atau disclaimer yang menjelaskan sifat risiko sebanding dengan peluang profit dalam trading forex maupun skema investasi lain yang disediakannya.
    • Broker direferensikan oleh lembaga lain, termasuk regulasi bisa di-crosscheck, namanya pernah dikutip oleh kantor berita penting, atau ada testimoni trader-trader lain.
    • Tidak ada halangan berat apabila kita ingin menarik dana. Broker jujur juga semestinya tidak suka memangkas keuntungan yang kita peroleh susah payah, dengan alasan tidak jelas.
    #7086

    senjanjani
    Participant

    Benar gan, hal-hal diatas dapat dijadikan sebagai acuan untuk memilih broker terpercaya. ForexChief adalah salah satu broker yang terpercaya dan memehuni semua kriteria yang agan jelaskan diatas.

    #7089

    senjanjani
    Participant

    Istilah-Istilah Terkait Sentimen Pasar
    Ada beberapa jargon populer terkait sentimen pasar. Yang paling umum adalah istilah sentimen bullish dan bearish. Naiknya harga mengindikasikan bahwa sentimen pasar sedang bullish, sedangkan penurunan harga merupakan indikasi bearish. Berikut uraian selengkapnya:

    • Sentimen Bullish: Pelaku pasar optimis mengenai suatu aset, sehingga ramai melakukan pembelian dan mendorong harga aset tersebut meningkat.
    • Sentimen Bearish: Pelaku pasar pesimis mengenai suatu aset, sehingga ramai menjual aset tersebut dan mendorong harga set tersebut jatuh.
    • Sentimen Penghindaran Risiko (High Risk Aversion, Low Risk Appetite): Terjadi peningkatan risiko di pasar, sehingga investor dan trader ramai-ramai mengamankan dananya di aset-aset berisiko rendah dan safe haven, seperti Emas, Obligasi Pemerintah AS, Yen Jepang, dan Swiss Franc.
    • Minat Risiko Tinggi (High Risk Appetite, Low Risk Aversion): Ketidakpastian dan risiko di pasar cenderung menurun, sehingga investor dan trader berani untuk menanamkan dananya di aset-aset berisiko lebih tinggi, seperti saham, mata uang negara berkembang, minyak, dan lain sebagainya.

    Sumber : seputarforex.com

    #7093

    senjanjani
    Participant

    Pentingnya Memahami Sentimen Pasar
    Sebagai seorang trader, sudah menjadi tugas Anda untuk mengetahui sentimen pasar. Anda tidak bisa mengatakan ke pasar apa yang Anda inginkan, tetapi Anda bisa bereaksi untuk menanggapi apa yang terjadi di pasar. Sentimen pasar merupakan suatu penggerak yang begitu kuat sehingga dapat mempengaruhi arah dan pergerakan pasar.

    Hal yang seringkali tampil di berbagai media memperlihatkan bahwa memang sentimen pasar sangat dominan dalam mempengaruhi dinamika pergerakan pasar. Sentimen yang biasanya negatif akan melemahkan pasar, sebaliknya sentimen positif akan memperkuat pergerakan harga di pasar.

    Umpamanya, jika ada faktor dominan di pasar yang kemudian membentuk sentimen bearish, maka pelaku pasar harus segera mengantisipasi turunnya harga, yang mendorong mereka untuk secepatnya melakukan aksi yang sesuai. Aksi tersebut bisa berupa profit taking, hedging, atau open sell di sejumlah aset. Di sisi lain, tindakan cepat para investor, dengan sendirinya justru mempercepat pergerakan harga. Downtrend dari harga bisa semakin cepat dengan penyebaran informasi tentang adanya sentimen bearish ini.

    Sumber : seputarforex.com

    #7094

    rahmatrabani
    Participant

    Trader Contrarian, selalu mengambil kesempatan untuk bertindak bertentangan dengan mayoritas. Menurut mereka, mendapatkan keuntungan dengan melawan opini masal itu lebih menjanjikan. Pasalnya, trader Contrarian berasumsi pasar Forex pada dasarnya adalah Zero Sum Game, di mana keuntungan trading satu trader berasal dari Loss trader lain.

    Umpamanya nih, seperti operasi tangkap-jaring, trader Contrarian akan menangkap basah para trader-trader “culun” yang barusan tadi siang belajar Forex, cuma ikut-ikutan arus. Eh, saking polosnya mereka, tak sadar lampu kuning sudah berkedip-kedip, tanda arus akan segera berhenti. Setelah lampu merah menyala, “Prit…!”, ujung-ujungnya pindah semua deh “uang damainya” ke kantong si Musang. Begitulah singkatnya, analogi aksi preman Contrarian di pasar Forex.

    #7098

    senjanjani
    Participant

    Terimakasih informasinya gan, Benar sekali banyak trader yang menjalankan trading dengan mengikuti tren mayoritas. Tetapi ada pula trader yang bertrading dengan cara melawan tren mayoritas. Hal ini sangat umum dilakukan oleh trader tetapi trader harus benar-benar jeli dalam mengambil peluang tersebut.

    #7099

    senjanjani
    Participant

    Permintaan Dan Penawaran Dalam Pasar Forex

    Dalam trading di pasar forex, analisa fundamental digunakan untuk mengetahui aspek-aspek seperti kebijakan pemerintah, bank sentral, dan berita ekonomi yang bisa menjadi dasar membaca arah pergerakan pasar. Di sisi lain, Analisa teknikal digunakan untuk membaca ekspektasi, harapan, dan tindakan dari para pelaku pasar melalui pengamatan langsung di chart harga. Namun tahukah kalian, kedua analisa itu berasal dari sebuah dasar? Harga dapat bergerak dan dianalisa secara fundamental dan teknikal, karena adanya hukum pemintaan dan penawaran dalam forex.

    Apa Itu Hukum Permintaan Dan Penawaran Dalam Forex?
    Hukum permintaan dan penawaran digunakan untuk menggambarkan hubungan yang terjadi antara pembeli, penjual, dan barang. Permintaan adalah jumlah barang yang diingankan atau diminta pada suatu harga dan waktu tertentu, sedangkan penawaran adalah jumlah barang yang dijual atau ditawarkan pada suatu harga dan waktu tertentu pula. Hal ini berlaku pada semua jenis pasar dan barang yang dijual, bahkan dalam forex sekalipun.

    Dalam era pasar bebas seperti sekarang, perubahan harga pasar yang terjadi dari waktu ke waktu adalah akibat dari ketidakseimbangan antara jumlah permintaan dan penawaran. Bila permintaan melebihi penawaran yang ada di pasar, maka harga akan naik. Sebaliknya jika penawaran yang ada di pasar lebih besar dari permintaan, maka harga akan turun

    Contohnya, Di pasar terdapat 300 pembeli dan 200 penjual. Harga akan tetap stabil dan tidak bergerak sampai penjual ke-200 selesai bertransaksi. Pada saat itu, masih ada 100 pembeli yang belum terpenuhi kebutuhannya. Hal ini menyebabkan ketidakseimbangan di pasar dan harga akan bergerak naik.

    Sebaliknya, jika penawaran yang ada di pasar lebih besar dari permintaan, maka harga akan turun. Misalnya ketika ada 200 pembeli dan 300 penjual, harga akan bergerak turun karena adanya ketidakseimbangan yang disebabkan oleh tersisanya barang dari surplus penjual.

    Jika diminta menjelaskan secara menyeluruh, baik penawaran dan permintaan dapat bertambah, berkurang, maupun tidak berubah. Hubungannya dapat dirangkum menjadi seperti gambar di bawah ini:

    ​Sumber : seputarforex.com

    #7102

    senjanjani
    Participant

    Titik Temu Antara Permintaan Dan Penawaran Dalam Forex
    Titik temu antara permintaan dan penawaran biasanya disebut titik equilibrium atau titik keseimbangan. Titik keseimbangan ini menunjukkan bahwa jumlah barang yang tersedia dan yang diinginkan sama. Pada titik ini, pihak seller dan buyer belum ada yang mendominasi, sehingga harga cenderung mondar mandir di daerah tertentu.

    Dalam prakteknya, keseimbangan tersebut tidak akan berada pada satu level harga saja. Tetapi, bisa berubah-ubah sehingga bisa dianggap sebagai zona keseimbangan harga.

    Perhatikan gambar di atas tadi. Zona keseimbangan adalah harga yang ditandai dengan kotak berwarna merah. Pergerakan harga (A) terjadi karena pembeli yang belum terpenuhi kebutuhannya pada zona keseimbangan sebelumnya, menyeret harga naik ke atas. Ketidakseimbangan ini nanti akan berlanjut hingga terdapat sejumlah penjual yang ingin memenuhi kebutuhan pembeli tersebut. Pada akhirnya, akan terbentuk zona keseimbangan baru pada bagian atas harga.

    Begitu pula sebaliknya pada harga yang menurun. Ketidakseimbangan terjadi karena barang yang tersedia di pasar jumlahnya jauh lebih banyak daripada pembeli yang menginginkan barang tersebut. Ketidakseimbangan tersebut akan terus berlanjut hingga ada pembeli yang membeli sisa barang tersebut, sehingga terbentuk zona keseimbangan baru di bawah zona yang lama.

    Sumber : seputarforex.com

    #7106

    senjanjani
    Participant

    Menentukan Zona Keseimbangan
    Cara menentukan zona keseimbangan sudah dijelaskan di artikel cara trading supply and demand untuk pemula ini, tapi akan sedikit dibahas di sini.

    Dalam prakteknya, zona keseimbangan di pasar forex adalah saat harga berada dalam masa konsolidasi atau sideways. Untuk menggambarnya, carilah candlestick yang sedang berimpit-impitan seakan membentuk sebuah barisan. Perhatikan sekali lagi gambar di atas. Pada kotak berwarna merah, harga dengan rapi berbaris. Di sanalah zona keseimbangan berada.

    Untuk trading dengan hukum permintaan dan penawaran ini, gunakan strategi Breakout dari zona keseimbangannya. Breakout yang terjadi pada salah satu sisi zona diharapkan akan menjadi titik awal pergeseran zona keseimbangan.

    Untuk contoh perhatikan gambar di bawah ini:

    Harga yang sedang berbaris rapi akan di-Breakout oleh sebuah candlestick momentum besar yang menandakan awal mula ketidakseimbangan dalam pasar. Pasca Breakout tersebut, Anda dapat langsung masuk ke dalam market dengan level Stop Loss di batas bawah zona keseimbangan. Sementara untuk Take Profit, letakkan pada zona keseimbangan selanjutnya. Anda juga dapat menunggu terlebih dahulu hingga terjadi pullback di daerah tersebut, untuk mendapatkan manajemen risiko yang lebih baik.

    Sumber : seputarforex.com

Viewing 15 posts - 811 through 825 (of 866 total)

You must be logged in to reply to this topic.