Welcome Bonus $100 dari ForexChief​

MTI Forums Lain-Lain Iklan Welcome Bonus $100 dari ForexChief​

This topic contains 1,030 replies, has 5 voices, and was last updated by  senjanjani 9 hours, 10 minutes ago.

Viewing 15 posts - 751 through 765 (of 1,031 total)
  • Author
    Posts
  • #6886

    senjanjani
    Participant

    Langkah 3: Menelaah Perbedaan Suku Bunga Dan Neraca Pembayaran
    Terakhir, kita bisa menentukan mata uang mana yang akan kita jual dan mana yang akan kita beli di pasar forex berdasarkan selisih data moneter. Cara analisis fundamental ini: bandingkan selisih suku bunga dan neraca pembayaran masing-masing negara yang mata uangnya kita perdagangkan.

    Suku Bunga Dalam Analisis Fundamental
    Sebelumnya, penting untuk diketahui bahwa dalam dunia forex, ada mata uang mayor (major currency) dari delapan kawasan penting yang paling banyak diperdagangkan dan dominan di pasar forex. Karenanya, bank sentral dari kawasan-kawasan tersebut menjadi sorotan trader maupun investor. Berikut ini daftarnya tersebut beserta nama bank sentral masing-masing:

    1. Dolar AS (USD) dipakai oleh Amerika Serikat dan sejumlah negara lain, sekaligus alat pembayaran utama dalam perdagangan internasional. Oleh karenanya, tak heran bila bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), menjadi pusat perhatian di pasar forex.
    2. Euro (EUR) digunakan oleh negara-negara dalam kawasan Zona Euro. Kebijakan moneter dan stabilitas mata uang Euro merupakan tanggung jawab European Bank Central (ECB).
    3. Yen (JPY) merupakan sebutan bagi mata uang yang digunakan oleh Jepang. Dalam analisis fundamental terkait Yen, perlu memperhatikan kebijakan Bank of Japan (BoJ).
    4. Poundsterling (GBP) yang dijuluki Cable, digunakan berdampaingan dengan Euro di Inggris. Pergerakannya dipengaruhi oleh kebijakan suku bunga Bank of England (BoE).
    5. Dolar Australia (AUD) merupakan salah satu Comdoll. Selain sangat dipengaruhi oleh fluktuasi harga komoditas dan sentimen risiko, pergerakannya juga dapat diarahkan oleh kebijakan Reserve Bank of Australia (RBA).
    6. Dolar Kanada (CAD) adalah Comdoll kedua yang sangat mudah digoyahkan oleh harga minyak. Namun, kebijakan-kebijakan suku bunga yang mempengaruhinya ditentukan oleh Bank of Canada (BoC).
    7. Franc Swiss (CHF) berada di bawah otoritas Swiss National Bank (SNB). Selain dapat mempengaruhi Franc Swiss melalui kebijakan suku bunga, SNB juga diketahui sering melakukan intervensi langsung di pasar forex dengan melakukan aksi jual atau beli CHF versus Euro.
    8. Dolar New Zealand (NZD) merupakan Comdoll ketiga. Pergerakannya dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk suku bunga acuan yang ditentukan oleh Reserve Bank of New Zealand (RBNZ).

    Setiap bank sentral akan meninjau ulang kebijakan dalam rapat yang diadakan secara berkala antara 4-6 pekan sekali. Pada saat itu pula, bank sentral akan mengumumkan apakah suku bunga tak diubah, akan dinaikkan, atau akan diturunkan. Hasil dari keputusan-keputusan tersebut dapat Anda lihat di situs bank sentral terkait, di kalender forex, atau di tabel data suku bunga forex.

    Secara sepintas, banyak yang menganggap kalau kenaikan suku bunga akan berpengaruh positif bagi mata uang negara terkait; sedangkan penurunan suku bunga bakal berpengaruh negatif. Namun, pasca rapat berkala juga, bank sentral akan menyampaikan pandangannya mengenai perkembangan ekonomi terkini serta kebijakan-kebijakan lain yang akan diambilnya sesuai kebutuhan perekonomian mendatang. Sehingga, reaksi pasar tak semata ditentukan oleh keputusan suku bunga satu bank sentral saja.

    Pasar akan mencermati pernyataan bank sentral pasca rapat secara keseluruhan, untuk kemudian menyimpulkan apakah biasnya hawkish, dovish, atau netral. Pada akhirnya, reaksi pasar pasca rapat merupakan gabungan antara keputusan yang diambil saat ini serta bias bagi kebijakan di masa depan, lalu dibandingkan dengan bias negara lain. Perbandingan ini dikenal dengan istilah “divergensi kebijakan”. Kita tidak bisa menyimpulkan apakah suatu mata uang akan naik atau turun, hanya berdasarkan perubahan suku bunga saja.

    Neraca Pembayaran Dalam Analisis Fundamental
    Neraca Pembayaran sebuah negara dapat diibaratkan Neraca Keuangan sebuah perusahaan. Semakin bagus Neraca Pembayaran, maka makin kuatlah ketahanan mata uang suatu negara dalam menghadapi gejolak ekonomi. Selain itu, ada baiknya juga memeriksa apakah Neraca Pembayaran itu didukung oleh deposit dana yang mudah keluar lagi dari suatu negara (hot money) ataukah akumulasi investasi langsung jangka panjang yang bersifat lebih permanen.

    Neraca Pembayaran biasanya dapat ditilik dari data Current Account Balance (CAB) serta rasio Current Account to-GDP masing-masing negara yang dipublikasikan secara berkala. Negara-negara dengan surplus CAB dan rasio tinggi, biasanya dipandang sebagai kawasan dengan perekonomian tangguh.

    Dengan membandingkan suku bunga dan Neraca Pembayaran, maka kita dapat memutuskan tindakan berdasarkan dua skenario analisis fundamental:

    Ketika perekonomian dunia berada pada akhir fase Pemulihan dan awal fase Puncak, minat risiko meningkat, sehingga pelaku pasar akan cenderung menjual mata uang dengan kondisi fundamental kuat dan suku bunga rendah. Sebaliknya, mereka justru akan membeli mata uang dengan suku bunga lebih tinggi, meskipun fundamentalnya mungkin lebih lemah.
    Ketika perekonomian dunia mengalami fase Resesi dan Kelesuan, maka pelaku pasar cenderung cari aman dengan membeli mata uang dengan Neraca Pembayaran kuat. Di saat yang sama, mereka akan menjual mata uang dengan suku bunga lebih tinggi yang negaranya memiliki Neraca Pembayaran buruk.

    Kesimpulan
    Cara benar menganalisis fundamental bukanlah dengan menggunakan bagus atau jeleknya data ekonomi tertentu sebagai pemicu buy atau sell. Trader harus memerhatikan data-data tersebut secara historis, data ekonomi lainnya dari negara tersebut, serta kondisi ekonomi global; baru kemudian mengambil keputusan.

    Pada umumnya, pelaku pasar menggunakan analisis fundamental sebagai acuan untuk membuka posisi trading jangka panjang yang berlawanan arah dengan posisi trading mayoritas (counter-trend). Ada tipe pelaku pasar lain yang menggunakan rilis data-data ekonomi sebagai acuan langsung untuk membuka posisi trading jangka pendek, dikenal dengan istilah News Trading. Namun, bagi pengguna cara analisis fundamental orthodox, News Trading acapkali tidak dianggap sebagai cara benar menganalisis fundamental.

    Sumber : seputarforex.com

    #6889

    senjanjani
    Participant

    Istilah-Istilah Berita Fundamental Pada Trading Forex

    Terkadang kita merasa bingung analisis apa yang akan kita gunakan dalam trading kita. Entah karena tidak bisa mengikuti pergerakan harga, atau karena tidak bisa mengetahui volatilitas market yang cenderung fluktuatif. Perhitungan-perhitungan teknikal terkadang masih membutuhkan dukungan fundamental. Artikel ini akan membahas istilah-istilah fundamental forex sebagai referensi analisis fundamental.

    Apakah Indikator Fundamental Itu?
    Indikator fundamental adalah petunjuk berupa data-data ekonomi dari lembaga pemerintah atau berita politik, ekonomi, dan hankam dunia yang dapat mempengaruhi pergerakan mata uang. Untuk bisa sukses dalam dunia bisnis trading forex, kita haruslah mengerti cara membaca berita ekonomi forex demi akurasi analisa fundamental.

    Istilah-Istilah Fundamental Forex
    Istilah fundamental forex sangat penting dan perlu dipahami oleh orang yang akan melakukan investasi di forex. Karena banyak sekali berita yang bisa mempengaruhi penguatan dan pelemahan suatu mata uang.

    Berikut dilampirkan beberapa istilah yang sering disebutkan dalam berita ekonomi beserta keterangan singkat dan pengaruhnya terhadap mata uang. Semuanya juga disertai dengan istilah dalam dalam Bahasa Indonesia untuk memudahkan Anda dalam mempelajarinya. Dengan memahami istilah fundamental forex dari data yang dirilis tersebut, diharapkan trader mampu berpikir dinamis pada market forex.

    1. Federal Reserve (The Fed)
    Dalam rilis berita, terutama yang kaitannya dengan Dolar AS, akan sering disebutkan Federal Reserve AS atau yang disingkat dengan The Fed, FED, atau FRB. Federal Reserve AS adalah lembaga yang berperan sebagai bank sentral Amerika Serikat. Seperti bank-bank sentral pada umumnya, The Fed berwenang mengubah suku bunga atau mengutak-atik kebijakan moneter negeri Paman Sam.

    2. Unemployment Change (Tingkat Pengangguran)
    Ini adalah sebuah indikator yang mengukur jumlah pengangguran suatu negara selama satu bulan, satu kuartal, dan satu tahun. Salah satu data paling berpengaruh dalam trading forex adalah data pengangguran di Amerika Serikat. Jika nilai pengangguran di AS meningkat, maka biasanya nilai mata uang USD akan melemah, sehingga mendorong penguatan mata uang lainnya yang diperdagangkan versus USD.

    3. Reserve Bank of Australia (RBA)
    RBA adalah bank sentral Australia. Seperti The Fed, kebijakan moneter dari bank sentral Australia akan memengaruhi nilai Dolar Australia.

    4. GDP (Gross Domestic Product)
    Dalam Bahasa Indonesia disebut Produk Domestik Bruto (PDB). Indikator ini digunakan untuk mengukur tingkat pertumbuhan ekonomi suatu negara. Pengaruh data GDP sangat krusial, karena angka GDP menyatakan nilai total barang dan jasa yang dihasilkan perekonomian suatu negara dalam periode waktu tertentu. Jika GDP menyusut atau negatif, biasanya nilai tukar mata uang negara tersebut akan cenderung melemah, dan sebaliknya.

    5. Retail Sales (Penjualan Ritel)
    Indikator Retail Sales adalah parameter untuk mengetahui level pengeluaran konsumen untuk berbelanja barang-barang eceran. Ini penting karena untuk mengukur seberapa aktif ekonomi negara tersebut bergerak. Tumbuhnya Penjualan Ritel mencerminkan kekuatan daya beli konsumen, kesehatan ekonomi secara keseluruhan, dan kecenderungan naiknya tingkat inflasi. Kuatnya perekonomian akan mendorong kenaikan nilai tukar mata uang negara tersebut.

    6. Commodity Prices (Harga Komoditas)
    Ini merupakan sebuah indikator yang mengukur nilai pertumbuhan harga komoditi ekspor. Biasanya mata uang yang terpengaruh oleh data Harga Komoditas adalah Dolar Australia, Dolar New Zealand, dan Dolar Kanada. Ketiga mata uang tersebut masuk dalam jajaran Dolar Komoditas, sehubungan dengan eratnya hubungan pertumbuhan ekonominya dengan ekspor komoditas tertentu. Dolar Australia terkait dengan Bijih Besi dan Emas, Dolar NZ terkait harga Dairy (produk susu dan turunannya), serta Dolar Kanada terkait dengan harga minyak bumi.

    7. PMI (Purchasing Managers’ Index)
    Purchasing Managers’ Index merupakan indikator iklim bisnis di suatu kawasan. Indeks terdiri dari gabungan dari lima unsur: pesanan baru (New Orders), tingkat persediaan, produksi, pengiriman, dan tenaga kerja. Apabila angka indeks di atas 50, berarti bisnis mengalami ekspansi, sedangkan angka di bawah 50 berarti mengalami kontraksi. Indeks ini juga dapat mendeteksi tekanan inflasi dan aktivitas perindustrian.

    8. Pending Home Sales
    Sebuah indikator yang mengukur aktivitas bisnis properti di suatu negara. Pending Home Sales mengukur aktivitas pembuatan perjanjian pembelian rumah, baik rumah yang bangunannya sudah berdiri, kondominium, maupun jenis-jenis rumah lainnya. Rilis data ini biasanya memiliki pengaruh yang medium pada pergerakan mata uang Dolar AS.

    9. Non Farm Payroll (NFP)
    Nonfarm Payroll adalah data yang menunjukkan perubahan jumlah tenaga kerja Amerika Serikat di semua sektor dengan pengecualian pegawai pemerintah, pegawai rumah tangga, pegawai yang bekerja pada organisasi LSM (non-profit/nirlaba), dan karyawan sektor pertanian. Data NFP Amerika Serikat merupakan data ekonomi yang paling berpengaruh di pasar forex. Dolar AS sangat sensitif dengan rilis data NFP AS, hingga melahirkan pula banyak strategi dan tips bertrading jelang NFP AS.

    10. Unemployment atau Jobless Claims (Klaim Pengangguran)
    Unemployment Claim adalah sebuah indikator yang menghitung jumlah orang yang mengajukan tunjangan pengangguran. Perlu diketahui bahwa di negara-negara maju, pengangguran memiliki hak untuk mendapatkan tunjangan. Namun, semakin banyak jumlah orang yang mengajukan tunjangan pengangguran maka semakin tinggi tingkat pengangguran nantinya. Data Unemployment Claim di AS biasanya dirilis mingguan, sedangkan data serupa di Inggris yang disebut Claimant Count Change dipublikasikan secara bulanan.

    11. Consumer Price Index (CPI) atau Tingkat Inflasi
    Indikator CPI biasanya ditulis sebagai indikator “Tingkat Inflasi” saja. Indikator ini mengukur persentase kenaikan harga barang dan jasa secara terus menerus dalam suatu periode waktu tertentu. Apabila inflasi terlalu rendah atau bahkan minus, maka itu mengindikasikan kondisi ekonomi tidak sehat. Namun, apabila inflasi naik terlalu tinggi maka biasanya perlu diimbangi oleh Bank Sentral dengan menaikkan Suku Bunga. Kenaikan Suku Bunga dapat memperkuat mata uang negara yang bersangkutan.

    12. Import Price Index (Indeks Harga Impor)
    Sebuah indikator yang menghitung persentase kenaikan harga (inflasi) dari barang-barang yang diimpor. Data ini tak besar pengaruhnya pada mata uang, tetapi termasuk indikator awal bagi mereka yang memantau Tingkat Inflasi dan Suku Bunga.

    13. Consumer Confidence (Kepercayaan Konsumen)
    Indikator Consumer Confidence adalah sebuah indikator statistik yang mengukur kesehatan ekonomi secara keseluruhan, melalui survei yang dilakukan terhadap opini para konsumen. Konsumen akan ditanyai perihal penilaian mereka tentang kondisi finansial mereka saat ini, kondisi ekonomi dalam jangka pendek, dan prospek pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang.

    14. Hawkish – Dovish

    Istilah fundamental forex ini seringkali muncul dalam berita mengenai kebijakan moneter bank sentral. Hawkish adalah pernyataan kebijakan moneter yang merujuk pada kecenderungan untuk menaikkan suku bunga. Dovish adalah pernyataan kebijakan moneter yang merujuk pada keengganan untuk menaikkan suku bunga. Siapa yang mengeluarkan pernyataan? Umumnya adalah ketua bank sentral atau pejabat-pejabat penting sebuah bank sentral.

    15. Rapat FOMC
    FOMC Meeting atau Rapat FOMC adalah rapat kebijakan moneter yang digelar oleh Bank Sentral AS (The Fed). Istilah rapat FOMC ini memang khusus untuk bank sentral AS saja, karena bank-bank sentral lainnya punya istilah untuk komite rapat kebijakan moneternya sendiri. Misalnya Monetary Policy Meeting (MPC) di Bank Sentral Inggris (Bank Of England), atau Rapat Dewan Gubernur (RDG) di Bank Indonesia.

    Sumber : seputarforex.com

    #6891

    rahmatrabani
    Participant

    STRATEGI TRADER DASAR SWING TRADING

    Strategi swing trading ini adalah pertama-tama harus menetapkan seberapa kuat pergerakan tren. Moving average diterapkan untuk mengidentifikasi gerakan tren dalam strategi ini. sinyal perdagangan terbentuk setelah retracement. Retracement dapat didefinisikan sebagai pergerakan kecil harga di arah ke atas (dalam kasus downtrend) atau ke arah bawah (dalam kasus uptrend). Retracements merupakan efek sementara yang perlu secara efektif dipantau.
    Untuk melakukan order sell di bawah strategi ini, EMA 9 harus bersilangan ke bawah dengan EMA 18 , sehingga membentuk sinyal downtrend. Kemudian, trader harus menunggu retracement. Ketika candlestick menyentuh EMA 9 atau EMA 18 dan jika bagian bawah candlestick sebelumnya tertembus, ini adalah sinyal untuk melakukan order sell. Stop loss dapat ditempat pada kisaran 1 sampai 5 pips di atas retracement tertinggi.
    Untuk melakukan order buy, EMA 9 harus menyilang dengan EMA 18 bagian atas, sehingga membentuk sinyal uptrend. Ketika retracement terjadi, trader perlu memantau candlestick tertinggi. Jika sentuhan tinggi candlestick sebelumnya EMA 9 atau EMA 18 tertembus, ini adalah sinyal buy. Stop loss dapat ditempatkan sekitar 1 sampai 5 pips di bawah retracement.
    Dalam kedua kasus, take profit harus dua kali lebih besar resiko.

    #6894

    senjanjani
    Participant

    Terimaksih informasinya gan, bagi trader yang ingin menerapkan strategi swing bisa mempelajari strategi tersebut seperti yang sudah agan jelaskan diatas.

    #6897

    senjanjani
    Participant

    Pengertian Analisa Fundamental

    Transaksi perdagangan mata uang dan saham tidak terlepas dari kepiawaian kita dalam menganalisa kondisi fundamental suatu negara. Cara tersebut merupakan rangkaian pengamatan yang disebut dengan analisa fundamental. Tak hanya bertrading mata uang, trading saham juga mengenal analisa fundamental. Artikel ini akan mengupas pengertian analisa fundamental secara umum yang bisa diaplikasikan untuk memahami trading forex dan trading saham.

    Dalam trading umumnya dikenal dua metode analisa, yaitu Analisa Fundamental dan Analisa Teknikal. Pengertian analisa Fundamental adalah pengamatan atas kondisi fundamental suatu negara, perusahaan, dan hal-hal lain yang mempengaruhi nilai suatu mata uang atau saham, secara langsung maupun tidak langsung. Sedangkan analisa teknikaladalah analisa yang mengukur histori harga di masa lalu dengan rumus-rumus matematis tertentu.

    Untuk indeks saham Hang Seng misalnya, akan dianalisis kondisi ekonomi dan politik kawasan Hong Kong dan China. Sedangkan untuk mengetahui fundamental mata uang Dolar AS, maka perlu ditelaah seluk beluk ekonomi dan politik Amerika Serikat. Kesimpulannya, analisa fundamental ini penting dilakukan untuk menentukan arah pergerakan mata uang ataupun indeks saham.

    Pengertian Analisa Fundamental
    Definisi:

    Analisa Fundamental adalah analisis yang didasarkan pada situasi dan kondisi ekonomi, politik dan keamanan secara global atau secara regional yang berbeda tergantung negara asal bursa Indeks Saham, perusahaan yang mengeluarkan saham, atau negara yang mata uangnya diperdagangkan.

    Prinsip:

    Analisa fundamental merupakan seni tersendiri untuk memperhitungkan penting-tidaknya suatu informasi yang diperoleh dari perkembangan politik atau ekonomi suatu negara. Apakah informasi tersebut akan menjadi faktor yang akan berpengaruh terhadap fluktuasi nilai tukar suatu mata uang atau tidak. Berikut ini adalah prinsip-prinsip analisa fundamental:

    1. Reaksi Berantai: Semakin besar dampak suatu informasi, maka efeknya akan berantai pada forex maupun pada indeks saham.
    2. Jarak Informasi: Semakin dekat sebuah informasi dengan suatu indeks saham, maka akan semakin besar pengaruh informasi tersebut. Misalnya, informasi yang berasal dari dalam negeri Indonesia akan besar pengaruhnya terhadap nilai IHSG dibandingkan informasi dari luar negeri.
    3. Sumber Berita: Semakin resmi dan populer sumber berita tersebut, maka akan semakin kuat pengaruhnya terhadap nilai suatu indeks saham.
    4. Jenis Berita: Berita ekonomi lebih kuat pengaruhnya terhadap indeks saham suatu negara dibanding berita lainnya, seperti politik, sosial maupun budaya.

    Prosedur:

    Segala informasi mengenai perekonomian atau politik suatu negara dapat dijadikan alat untuk memprediksi pergerakan suatu indeks saham atau mata uang. Oleh karena itulah, analisa fundamental erat sekali kaitannya dengan berita atau news. Pada intinya, informasi dan data tersebut akan mempengaruhi permintaan dan penawaran forex atau indeks saham suatu negara.

    Metode:

    Dalam melakukan metode analisis fundamental, diperlukan kemauan untuk update atau mengikuti rilis berita ekonomi suatu negara. Media informasinya pun beragam, bisa melalui rilis berita resmi dalam situs-situs berita terpercaya; melalui pusat statistik suatu negara atau kementerian tertentu tergantung datanya. Bagaimana mengetahui jadwal rilisnya? Anda bisa melihatnya melalui Kalender Forex yang tersedia di Seputarforex maupun forum-forum trading lainnya.

    Sumber : seputarforex.com

    #6900

    senjanjani
    Participant

    Sifat-Sifat Berita Fundamental
    Sifat-sifat Berita Fundamental dapat dikelompokkan menjadi 2, yaitu:

    1. Berita Bersifat Bullish.

    Bullish berasal dari kata ‘bull’ (sapi jantan). Sifat tersebut menggambarkan gerakan harga pasar terlihat seolah-olah akan turun namun sebenarnya akan naik (mirip gerakan sapi jantan menanduk musuhnya yaitu, menanduk kemudian dilemparkan ke atas). Secara maknawi, artinya berita ini akan cenderung mendorong kenaikan harga suatu aset, baik itu mata uang, indeks, maupun saham.

    Contoh berita yang bersifat bullish adalah apabila dikabarkan Gross Domestic Product (GDP) suatu negara meningkat hingga melampaui perkiraan awal, maka akan cenderung mendorong mata uangnya menguat.

    Gambar kiri: harga bergerak bullish, gambar kanan: harga bergerak bearish

    2. Berita Bersifat Bearish.

    Bearish berasal dari kata ‘bear’ (beruang). Sifat tersebut menggambarkan gerakan harga pasar yang terlihat seolah-olah akan naik namun sebenarnya harga akan turun (mirip gerakan beruang mencengkeram mangsanya, yaitu mengangkat lalu dibanting).

    Contoh berita bersifat bearish dari media adalah apabila dikabarkan terjadi penurunan inflasi konsumen (CPI) hingga lebih rendah dari ekspektasi awal. Berita mengenai inflasi yang lemah bisa menyebabkan suatu mata uang melemah.

    Meski demikian, perlu menjadi catatan di sini bahwa analisa fundamental membutuhkan kejelian dalam mengidentifikasi suatu berita. Walaupun dalam contohnya disebutkan demikian, efeknya di lapangan tidak akan selalu pasti, karena banyak sekali variabel yang berlangsung dalam waktu bersamaan. Analisa fundamental sifatnya tidak eksak; akan ada suatu masa dimana akan terjadi kondisi anomali, meskipun tidak sering. Oleh karena itulah, mayoritas trader menggabungkan analisa teknikal dan analisa fundamental.

    Sumber : seputarforex.com

    #6904

    senjanjani
    Participant

    Keuntungan Dan Kelemahan Analisa Fundamental
    Keuntungan analisa fundamental adalah sebagai berikut:

    • Dapat menentukan harga secara global.
    • Pada kasus tertentu, analisa fundamental efektif untuk short term trading.
    • Kondisi fundamental merupakan penentu trend harga dalam jangka panjang (long term).

    Kelemahan Analisa Fundamental adalah sebagai berikut:

    • Tidak bisa menentukan posisi secara cepat.
    • Memakan banyak waktu.
    • Subyektif, terlalu banyak asumsi dan sumber yang dipakai.

    Terlepas dari kelemahan dan keunggulan tersebut, setiap trader perlu memahami analisa fundamental, agar tak salah membeli aset yang nilai fundamentalnya terlalu buruk atau harganya terlalu mahal. Analisa fundamental juga diperlukan oleh para trader yang sedang mencari aset berharga murah untuk kelak dijual di harga tinggi.

    Sumber : seputarforex.com

    #6906

    rahmatrabani
    Participant

    Straddle Stop

    Cara trading forex dengan news release yang ini adalah yang paling umum digunakan. Anda memasang jebakan pending order buy stop dan sell stop beberapa saat (+- 30 detik) sebelum news release dengan jarak kurang lebih 10-15 pips dari current price. Gunakan TP dan SL yang jelas untuk strategi ini . Kelemahan dari strategi ini adalah sering adanya slippage dalam eksekusi buy stop dan sell stop yang anda simpan, sehingga transaksi dibuka jauh dari titik dimana pending order tersebut anda simpan.

    Cara trading forex dengan news tetap perlu anda latih sebelum anda praktekan dalam akun real untuk menghindari loss yang tidak terkontrol. Dan tentunya akan lebih baik lagi jika anda mempelajari lebih jauh berita yang di release sehingga lebih anda pahami dampaknya terhadap perekonomian suatu negara. Hal ini tentunya akan berguna dalam jangka panjang.

    #6908

    senjanjani
    Participant

    Terimakasih informasinya gan, benar sekali trading dengan mengandalkan news realese memang bisa mendapatkan keuntungan yang lumayan, tetapi perlu diingat banyak resiko terjadi karna trader salah menganalisa news, sebaiknya trader tetap melihat dengan analisa lain, sehingga hasilnya lebih yakin.

    #6914

    senjanjani
    Participant

    Aspek Fundamental Dalam Trading Forex (1)

    Analisa dalam trading forex terbagi atas 2 kategori, yaitu analisa teknikal dan fundamental. Dalam membuat strategi, pada umumnya trader memilih untuk menggunakan kombinasi kedua analisa tersebut untuk kemudian diterapkan pada rencana trading. Analisa teknikal digunakan untuk mengetahui level-level kunci, sedangkan faktor penggerak pasar ditentukan oleh aspek fundamental. Dengan memahami aspek fundamental kita akan mengetahui data dan peristiwa penting yang menjadi penggerak utama pasar guna membuat keputusan trading yang tepat.

    Aspek fundamental dalam pasar forex adalah data ekonomi atau peristiwa yang menyebabkan aliran dana masuk atau keluar untuk membeli atau menjual suatu mata uang. Sebagai trader, kita berusaha untuk menemukan mata uang yang paling kuat untuk dipasangkan dengan yang lebih lemah. Ini artinya dalam menerapkan strategi fundamental, kita berusaha mencari data atau peristiwa yang paling menjadi perhatian pasar sebagai dasar dalam membeli atau menjual suatu pasangan mata uang. Data atau peristiwa semacam itu lazim disebut mempunyai dampak yang tinggi (high impact).

    Untuk mengetahui data atau peristiwa yang berdampak tinggi, trader harus selalu mengikuti berita-berita mengenai isu utama dalam fundamental forex, seperti data tenaga kerja dan pengangguran, inflasi, suku bunga dan juga situasi politik suatu negara atau kawasan sebelum membuat keputusan untuk entry. Jika menemukan data yang mengalami perbaikan sehingga mempertinggi kinerja ekonomi suatu negara, kita tinggal mencari pasangan mata uang yang kinerja ekonomi negaranya sedang lemah. Sebagai contoh jika data ekonomi kawasan Euro atau Jerman sedang bagus sementara data ekonomi Amerika Serikat sedang melemah maka kita akan buy EUR/USD.

    Kalender Ekonomi
    Di dalam kalender ekonomi biasanya dijelaskan data atau peristiwa mana yang berdampak tinggi dan waktu rilis data tersebut. Untuk mengetahui jadwal data atau peristiwa, trader harus selalu memonitor kalender ekonomi setiap hari terutama hari Senin hingga Jumat.

    Kunci untuk trading dengan analisa fundamental adalah membuat kesimpulan dari kombinasi berbagai data dan peristiwa yang dirilis. Karena ada banyak data ekonomi yang dirilis, maka kita seharusnya fokus pada data yang berdampak tinggi dan medium (bertanda kepala banteng sebanyak tiga dan dua). Data yang berdampak medium bisa menjadi berdampak tinggi bila hasil rilisnya menyimpang jauh dari yang diharapkan pasar. Selain itu, pernyataan atau ungkapan petinggi bank sentral juga akan berdampak langsung pada pasar dan sering kali dampaknya melebihi data penting yang akan atau baru dirilis.

    Dalam hal ini, situs Seputarforex telah menyajikan informasi dan penjelasan data dan peristiwa fundamental setiap hari beserta perkiraan hasil rilis yang diharapkan. Anda bisa lihat pada rubrik Analisa Fundamental.

    Pada bagian berikutnya, kita akan melihat data-data penting apa saja yang sering menjadi fokus perhatian pasar serta pengaruhnya terhadap mata uang.

    Sumber : seputarforex.com

    #6915

    rahmatrabani
    Participant

    Gagal beradaptasi dengan market.

    Forex market merupakan tempat yang fluktuatif. Sebagai trader, anda harus bisa melihat keadaan market dan menyesuaikan diri dengannya. Contoh yang paling mudah adalah dalam sistem trading.

    Misalkan saja anda adalah tipe trend follower . Di tahun 2008, kondisi pergerakan harga di pair GBP/JPY cenderung trending dengan rata-rata pergerakan harga harian 200-300 pips perhari, dengan retrace harian yang bisa mencapai 50% range harian . Tentunya hal ini ideal untuk anda menyimpan take profit 50-100 . Namun, jika anda lihat saat ini range harian GBP/JPY jauh berkurang, sehingga untuk mendapatkan TP 100 pips untuk satu transaksi dalam satu hari cenderung lebih sulit.

    Kegagalan mengadaptasikan strategi yang digunakan di tahun 2008 dengan kondisi saat ini akan menyebabkan kegagalan.

    Contoh lainnya adalah emas. Masih ingat ketika 2 tahun lalu transaksi di Emas cukup mudah? anda cukup buy dan kemungkinan besar profit. Saat ini tidak lagi seperti itu.

    #6917

    senjanjani
    Participant

    Terimakasih informasinya gan, benar sekali gan dalam trading kita harus selalu update tentang perkembangan cara order dan trading order yang sesuai dengan mata uang yang kita gunakan. Sehingga dapat dapat terus mendapatkan keuntungan.

    #6921

    senjanjani
    Participant

    Aspek Fundamental Dalam Trading Forex (2)

    Analisa fundamental dalam pasar forex mempelajari faktor-faktor ekonomi yang menyebabkan perubahan pola beli atau jual trader terhadap suatu pasangan mata uang. Jika permintaan terhadap suatu mata uang meningkat maka nilai mata uang tersebut akan naik. Demikian juga jika banyak uang yang mengalir keluar dari suatu mata uang, maka nilai mata uang tersebut akan melemah. Sebagai illustrasi pengaruhnya terhadap pasar kita akan lihat dampak aliran modal dan suku bunga terhadap nilai tukar suatu mata uang.

    Aliran Modal (Capital Flow)
    Aliran modal adalah mengalirnya sejumlah dana ke mata uang tertentu, atau keluarnya sejumlah dana dari mata uang tertentu. Pada umumnya aliran ini berhubungan langsung dengan investasi modal di dalam suatu negara. Sebagai contoh jika investor di luar AS akan masuk ke saham-saham yang listing di S&P 500, investor tersebut membutuhkan US Dollar untuk membeli saham-saham tersebut. Ini berarti dana akan mengalir ke USD dari mata uang lain untuk melakukan transaksi.

    Contoh tersebut menunjukkan adanya proses permintaan dan penawaran. Jika aliran dana yang masuk lebih besar dari yang keluar berarti lebih banyak permintaan terhadap mata uang negara tersebut. Akibatnya nilai tukar mata uang negara tersebut akan naik untuk mengakomodasi permintaan tersebut. Bagi trader ini adalah peluang untuk membeli (buy) mata uang negara itu. Hal yang sebaliknya jika terjadi aliran modal keluar (capital outflow).

    Ketika permintaan terhadap mata uang suatu negara mulai berkurang, maka bagi trader adalah peluang untuk menjual (sell) mata uang negara tersebut. Sebagai contoh ketika data ekonomi kawasan Euro melemah dan investor lebih melihat pada penguatan Aussie, maka dana akan mengalir dari mata uang Euro ke Dollar Australia; atau jual EUR untuk beli AUD, yaitu sell pada pasangan EUR/AUD.

    Suku Bunga dan Bank Sentral
    Faktor suku bunga penting bagi masuk atau keluarnya aliran dana. Semua investor, spekulator maupun trader selalu melihat pada instrumen investasi yang memberikan keuntungan paling besar guna memaksimalkan portofolio investasinya. Dengan demikian negara-negara dengan tingkat suku bunga yang lebih tinggi dan fundamental ekonomi yang lebih baik akan cenderung menarik aliran modal investasi.

    Satu-satunya cara untuk mengetahui aliran modal adalah dengan memonitor data fundamental ekonomi suatu negara melalui kalender ekonomi, dan jadwal rilis pengumuman suku bunga bank-bank sentral yang biasanya dijadwalkan sekali dalam sebulan. Permintaan mata uang suatu negara akan sangat sensitif terhadap perubahan suku bunga bank sentral negara tersebut. Contoh trading dengan memanfaatkan perbedaan tingkat suku bunga adalah carry trade, seperti yang terjadi pada pasangan mata uang EUR/AUD berikut ini:



    Gambar di atas adalah chart EUR/AUD monthly (bulanan) dari tahun 2009 hingga Maret 2014. Pasangan mata uang ini telah mengalami penurunan sebesar 10,839 pip. Kenapa hal ini bisa terjadi? Karena aliran modal atau capital flow. Pada saat awal penurunan (titik puncak) tingkat suku bunga bank sentral Australia (Reserve Bank of Australia) adalah 4.75% sementara bank sentral kawasan Euro (European Central Bank) berada pada angka 1.50%.

    Trader dan investor memanfaatkan perbedaan suku bunga ini untuk memperoleh keuntungan dengan menjual EUR untuk membeli AUD, atau sell EUR/AUD. Resikonya memang jika ternyata kemudian EUR/AUD naik. Tetapi karena pada kurun waktu tersebut fundamental ekonomi kawasan Euro sedang lebih kurang baik dibandingkan AUD, maka semakin banyak trader dan investor yang melakukan hal serupa sehingga meningkatkan permintaan AUD, yang pada akhirnya menyebabkan EUR/AUD semakin turun. Dalam jangka panjang aliran dana mengalir ke AUD.

    Sumber : seputarforex.com

    #6924

    senjanjani
    Participant

    Aspek Fundamental Dalam Trading Forex (3)

    Pada bagian ini akan diulas dampak kebijakan moneter bank sentral terhadap nilai tukar mata uang, terutama kebijakan pengetatan dan pelonggaran uang beredar. Trader forex pengguna analisa fundamental akan selalu memperhatikan kebijakan yang telah dan akan dibuat oleh bank sentral negara-negara mata uang utama.

    Bank sentral mempunyai peran yang sangat vital, kebijakannya tidak hanya mempengaruhi perekonomian tetapi juga nilai tukar mata uang. Selain bank sentral suatu negara, pelaku pasar saat ini juga mengenal bank sentral kawasan, yaitu European Central Bank (ECB) yang mewakili 18 negara pengguna mata uang Euro.

    Bank sentral didirikan pemerintah suatu negara untuk melaksanakan fungsi pemerintah dalam memenuhi target besaran ekonomi yang hendak dicapai melalui pengaturan tingkat suku bunga. Tugas lain bank sentral adalah mengatur dan mengawasi bank-bank komersial dan lembaga keuangan guna mencegah akibat dari kinerjanya yang buruk.

    Bank sentral negara-negara mata uang utama saat ini adalah:

    The Federal Reserve (The Fed) di AS,
    Bank of England (BoE) di Inggris,
    Bank of Japan (BoJ) di Jepang,
    European Central Bank (ECB) di kawasan Euro,
    Swiss National Bank (SNB) di Swiss,
    Bank of Canada (BoC) di Canada,
    Reserve Bank of Australia (RBA) di Australia, dan
    Reserve Bank of New Zealand (RBNZ)di Selandia Baru.

    Kebijakan Moneter Bank Sentral
    Bank sentral memiliki kewenangan yang bisa digunakan untuk mencapai target-target yang telah direncanakan. Kebijakan moneter bank sentral bisa diartikan sebagai tindakan yang diambil oleh bank sentral sesuai dengan wewenangnya untuk mengatur atau mengendalikan jumlah uang yang beredar dalam negara tersebut. Di Amerika Serikat bank sentralnya (The Fed) bisa melakukan kebijakan ekspansi atau kontraksi untuk mengendalikan peredaran uang bergantung dari kondisi perekonomian pada saat itu.

    Ketika kondisi ekonomi sedang krisis atau menurun, bank sentral akan menerapkan kebijakan ekspansi. Ekspansi dilakukan dengan cara membeli asset-asset yang akan meningkatkan basis moneternya. Selain itu juga dilakukan penurunan tingkat suku bunga. Tujuan dari ekspansi moneter ini adalah untuk menjaga ketersediaan uang yang akan disalurkan ke bank-bank komersial sehingga menunjang aktivitas perekonomian dan meningkatkan pertumbuhan. Hasil dari ekspansi ini adalah naiknya GDP dan turunnya tingkat pengangguran.

    Sebaliknya, ketika perekonomian sedang memanas, bank sentral akan menerapkan kebijakan kontraksi. Kebijakan ini akan menyebabkan turunnya basis moneter, dan kemungkinan naiknya tingkat suku bunga. Akibatnya investasi akan menurun dan suku bunga pinjaman naik. Dengan berkurangnya arus modal investasi diharapkan akan terjadi kontraksi dan perekonomian akan slow down (melambat). Hasil dari kontraksi adalah turunnya angka GDP dan naiknya tingkat pengangguran.

    Informasi mengenai kebijakan moneter bank sentral bisa diperoleh dari pernyataan-pernyataan para petingginya atau dari notulen rapat, proyeksi ekonomi, dan bulletin bulanan bank sentral tersebut.

    Bank Sentral dan Pasar Forex
    Dengan mengendalikan peredaran uang dan merubah tingkat suku bunga, bank sentral bisa membuat perubahan nilai tukar mata uang negaranya sesuai target yang diinginkan. Ketika kebijakan kontraksi diterapkan, maka peredaran uang berkurang dan pinjaman ke bank-bank komersial dibatasi dan permintaan uang akan meningkat. Ini disebut dengan kebijakan uang ketat, yang akan menyebabkan naiknya nilai tukar mata uang negara tersebut.

    Sebaliknya ketika bank sentral menerapkan kebijakan ekspansi atau pelonggaran uang beredar, maka nilai tukar mata uang akan melemah. Kebijakan ini menyebabkan pinjaman ke bank komersial meningkat karena tingkat suku bunga yang rendah. Penawaran uang yang naik menyebabkan merosotnya nilai tukar.
    Pada bank-bank sentral negara mata uang utama, perubahan tingkat suku bunga biasanya diumumkan tiap bulan dan Anda bisa melihat jadwalnya pada kalender ekonomi.

    Sumber : seputarforex.com

    #6926

    rahmatrabani
    Participant

    Apakah investasi forex aman?

    Di segi ini, anda perlu bedakan antara investasi forex dengan money game. Banyak dari money game dengan skema member get member menggunakan investasi forex sebagai kedoknya. Dalam prakteknya, keuntungan yang anda dapatkan tidak berasal dari transaksi forex, tapi hanya dari putaran uang dari member/ponzy scheme ( Baca skema ponzi di wikipedia ).

    Ciri money game dengan skema ponzy ;

    * menggunakan skema member get member dengan komisi keuntungan besar. Anda akan mendapatkan keuntungan bukan dari investasi, namun dari uang yang disetorkan member lain .
    * memberikan fix profit. Biasanya besar fix profit yang ditawarkan besar sekali ,30-100% lebih dari modal, perbulan.
    * memberikan janji keuntungan lainnya yang luar biasa.

    Investasi dalam forex trading tetap beresiko. Namun, faktor resiko ini bisa ditekan dan diatur sedemikian rupa dengan money management dan skill trading yang mencukupi. Faktor inilah yang perlu anda pertimbangkan saat memilih asset manager untuk anda titipi dana investasi.

    Besar keuntungan dari investasi yang anda lakukan tergantung pada skill asset manager yang anda pilih. Jika bagus, maka keuntungan anda bisa besar pula. Namun jika jelek, tidak jarang anda malah kehilangan modal.

    Welcome Bonus $500
    Facebook ForexChief Indonesia
    Twitter ForexChief Indonesia

Viewing 15 posts - 751 through 765 (of 1,031 total)

You must be logged in to reply to this topic.